Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Memahami Risiko Operasional Untuk Menghindari Kerugian

    Risiko operasional adalah sesuatu yang dapat dihindari serta dapat terjadi dalam kegiatan operasional bisnis milikmu, misalnya dalam pembuatan produk, pengelolaan kantor, dan pengoperasian fasilitas komputer.

    Risiko tersebut dapat muncul jika ada suatu kejadian yang mengancam kegiatan operasional pada bisnis.

    Dalam menjalani bisnis, risiko operasional adalah hal yang terkadang tidak bisa dicegah. Namun, dengan memahami pengertian risiko operasional beserta jenis-jenisnya, kamu akan lebih mudah dalam mengatasi berbagai risiko yang bisa terjadi sehingga kinerja bisnis perusahaan bisa lebih lancar dan efisien.

    Yuk, simak artikel tentang pengertian, jenis, penyebab, dan cara mengatasi risiko operasional pada bisnis perusahaan!

    Apa Itu Risiko Operasional?

    Risiko operasional adalah beberapa hal yang muncul pada bisnis, misalnya kegagalan proses internal perusahaan, kesalahan Sumber Daya Manusia (SDM), kegagalan sistem, kerugian yang disebabkan dari suatu kejadian di luar perusahaan, serta kerugian karena pelanggaran peraturan dan hukum yang berlaku.

    Perlu kamu ketahui bahwa risiko operasional ini dapat terjadi di semua bisnis dalam sektor ekonomi apa pun – bisa dari perusahaan industri hingga pertambangan.

    Jenis Risiko Operasional

    Beberapa jenis risiko operasional menurut Fahmi (2010), antara lain:

    1. Manual Risk

    Di dalam manual risk terdapat beberapa hal yang dapat terjadi seperti dalam membuat pembukuan keuangan secara manual dan ditulis menggunakan kertas. Ini membuat bisnismu terancam akan beberapa hami, misalnya kebanjiran, kebakaran, atau ada kesalahan dalam meletakkan buku pencatatan.

    Karena pembukuan ditulis secara manual, tentu dapat terjadi kesalahan dalam menulis data dan informasi mengenai bisnis milikmu. Selain itu, saat mengirimkan dokumen menggunakan pos atau jasa pengiriman surat, tetap ada kemungkinan dokumen tersebut rusak atau hilang.

    Cara mengatasi hal ini adalah mengandalkan teknologi modern. Dengan menggunakan cloud pada sebuah perangkat, bencana yang dapat merusak kertas atau buku pencatatan tidak akan mengancam data bisnismu. Untuk mengirim semua dokumen bisa menggunakan email sehingga akan terhindar dari hal-hal yang tidak ingin terjadi.  

    2. Computer Risk

    Walaupun teknologi saat ini sudah semakin canggih, fakta tersebut tidak menutupi kemungkinan terjadinya error, misalnya terjadi kualitas IT yang kurang mahir, pergantian perangkat komputer, hingga perangkat-perangkat bisnis diserang oleh virus.

    Salah satu usaha yang dapat kamu lakukan untuk menghindari hal tersebut adalah dengan mempekerjakan IT yang overqualified untuk memerangi lawan perangkat bisnismu.

     

    3. Pegawai Outsourcing

    Saat mempekerjakan pegawai outsourcing, tentu ada beberapa hal kesalahan, karena mereka bukan pegawai tetap dan bekerja hanya sebatas masa kontrak kerja saja sehingga membuatnya tidak mempunyai rasa tanggung jawab sepenuh hati dalam melakukan pekerjaan.

    Bisa saja rahasia perusahaan selama mereka bekerja dapat dibocorkan kepada publik saat kontrak mereka sudah selesai.

    Nah, dalam hal ini, kamu harus dapat memilih dengan cermat pegawai outsourcing yang dapat kamu percayai. Buatlah kontrak dengan mereka terkait perjanjian akan larangan mengungkapkan informasi rahasia dari bisnismu ke publik.

    4. Kecelakaan Kerja

    Kecelakaan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan karena sangat mungkin terjadi. Jika tidak mempunyai sistem manajemen kerja yang baik untuk mengatasi hal tersebut, bisnismu bisa menjadi sorotan pers dan membuat nama bisnismu bereputasi negatif.

    Solusinya yaitu siapkan sistem manajemen kerja yang baik agar saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kamu dapat memastikan keselamatan karyawanmu.

    5. Globalisasi dalam Konsep dan Produk

    Efek globalisasi tentu berpengaruh besar bagi seluruh konsep dari sektor bisnis, baik dari segi finansial maupun nonfinansial. Karena itu, penciptaan konsep dan produk harus dibuat mengikuti alur globalisasi tersebut agar dapat diterima di market dengan baik.

    Hal yang bisa kamu lakukan adalah terus mengikuti perkembangan tren dan mengimplementasikan tren-tren positif dan cocok untuk bisnismu, ya.

    6. Kesalahan Produksi Barang dan Tidak Adanya Kesepakatan tentang Penukaran Produk

    Walaupun kamu berharap hal ini tidak akan terjadi pada bisnismu, tapi bisa saja kemungkinan kejadian ini dapat terjadi. Saat ada produk yang tidak laku dan bisnismu tidak memiliki perjanjian penukaran barang, tentu bisnismu akan mengalami kerugian yang tidak diinginkan.

    Selain itu, saat produk-produk dari bisnismu sudah diproduksi dan ternyata terdapat produk sisa, bisnismu terpaksa menjualnya dengan harga yang lebih murah untuk menghindari masa kadaluarsa dan menghidari kerugian.

    Baca juga: Memahami Teori Struktur Modal dalam Operasional Bisnis

    Kategori Risiko Operasional

    Dalam risiko operasional terdapat beberapa klasifikasi atau kategori risiko operasional di antaranya sebagai berikut.

    • Risiko proses internal yang disebabkan adanya kegagalan dari proses maupun prosedur, misalnya kelalaian dalam pemasaran, money laundry, kesalahan transaksi, dokumentasi tidak lengkap, kesalahan dalam memasarkan produk, hingga pengendalian risiko yang kurang memadai.
    • Risiko manusia ini misalnya fraud internal, terlalu bergantung pada karyawan tertentu, hingga pergantian karyawan yang terlalu tinggi.
    • Risiko sistem yang disebabkan adanya penggunaan teknologi serta sistem, misalnya kesalahan dalam input data, kesalahan pada pemrograman, hingga permasalahan keamanan sistem serta teknologi.
    • Risiko eksternal ini misalnya bencana alam, kebakaran, adanya tindakan kriminal, pemadaman listrik, hingga fraud eksternal.

    Baca juga: Management Trainee: Pengertian, Tugas, Job Desc, dan Gaji

    Penyebab Risiko Operasional dan Cara Mengatasinya

    Berikut ini beberapa penyebab dan cara untuk mengatasi risiko operasional, yakni:

    Alur Kerja Proses Bisnis

    Kegiatan operasional yang dilakukan oleh sebuah perusahaan tercermin pada alur kerja di masing-masing tahapan aktivitas bisnis. Alur kerja yang efektif dan efisien memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk menunjukan kinerjanya dalam bentuk produk maupun jasa.

    Namun, ada kalanya alur kerja justru menjadi faktor penyebab risiko operasional ketika tidak didesain secara sederhana dan justru memiliki banyak tahapan berulang serta panjangnya birokrasi. Sebaliknya, jika alur kerja yang terlalu singkat dapat menimbulkan kelemahan kendali karena tidak terbentuknya mekanisme maker-checker maupun pengawasan berlapis (four eyes principle).

    Jika ini terjadi, akan ada kesempatan terjadinya tindak fraud (kecurangan) dari kegiatan proses bisnis internal.

    Cara untuk mengatasinya yaitu perusahaan perlu secara rutin melakukan peninjauan atas alur kerja proses bisnisnya. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga perlu mengidentifikasi jenis proses bisnis yang rentan dan memiliki kelemahan sehingga berpotensi gagal. Dengan demikian, perusahaan dapat menganalisis penyebab dan dampak serta menyiapkan solusi utama sekaligus solusi alternatif untuk mengantisipasi potensi kegagalan tersebut. Perubahan alur kerja pada proses bisnis terkadang menjadi pilihan paling ideal untuk mencegah risiko operasional terjadi.

    Sumber Daya Manusia (SDM)

    Kegiatan operasional bisnis suatu perusahaan sangat bergantung pada SDM yang melaksanakannya. Karena itu, perusahaan hendaknya mempertimbangkan faktor lingkungan, baik internal maupun external untuk melihat apakah SDM saat ini masih mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan.

    Perubahan lingkungan yang cepat bisa diantisipasi dengan menyiapkan SDM secara tepat. Dengan demikian, kapasitas dan kapabilitas SDM menjadi lebih penting untuk terus dimonitor dan dikembangkan.

    Sebagai contoh risiko operasional ini adalah adanya perubahan proses bisnis karena pemanfaatan teknologi yang akan membawa banyak manfaat bagi organisasi. Namun, hal ini perlu diimbangi dengan kemampuan manusia untuk menggunakan teknologi baru tersebut. Cara mengatasi risiko operasional ini dengan membentuk kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk memastikan kualitas SDM tetap terjaga,

    Sistem Teknologi

    Penggunaan sistem teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses operasional bisnis sebuah perusahaan. Bahkan, di beberapa tempat, ketergantungan terhadap sistem teknologi menjadi sangat tinggi hingga kegagalan sistem dapat melumpuhkan seluruh aktivitas bisnis.

    Dalam suatu perusahaan, sistem teknologi perlu disesuaikan dengan kondisi aktivitas bisnis yang dilakukannya. Kemampuan sistem perlu selalu diuji guna memastikan apakah sistem tersebut masih mumpuni atau tidak.

    Contoh nyata yang sering dijumpai adalah terkait perubahan akses sistem di masa pandemi.

    Sebelum masa pandemi, semua karyawan bekerja dari kantor di mana semua sistem pendukung sudah dipersiapkan. Di masa pandemi, semua orang dipaksa bekerja dari jarak jauh, khususnya dari rumah. Akibatnya, sistem teknologi menjadi sangat rentan untuk mengalami gangguan. Kecukupan keamanan jaringan, kapasitas bandwidth maupun kecukupan storage dan ancaman virus merupakan beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan perusahaan.

    Selain itu, perusahaan perlu mitigasi akan sistem teknologi yang dipakai pada bisnisnya ketika nanti terjadi suatu bencana. Tujuannya adalah untuk memastikan sistem dapat kembali berfungsi dengan cepat pada saat terjadi bencana.

    Kejadian Eksternal

    Selain risiko operasional yang berasal dari internal perusahaan, faktor eksternal juga dapat memengaruhi kegiatan operasional. Kejadian eksternal ini juga tidak dapat dikendalikan.

    Untuk itu perusahaan perlu cara mengatasi risiko operasional ini dengan mengidentifikasi seluruh kejadian utama yang berasal dari eksternal, termasuk bencana alam, pandemi, perubahan teknologi, perubahan tren pasar, dan lain sebagainya.

    Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan analisis yang lebih menyeluruh terhadap faktor eksternal, misalnya dengan menggunakan metode PESTEL analysis yang merupakan singkatan dari Politic, Economy, Social, Technology, Environment, Legal.

    Dengan melakukan penilaian manajemen risiko operasional yang menyeluruh untuk setiap faktor eksternal, diharapkan perusahaan dapat lebih memahami dan memperkirakan kejadian yang mungkin muncul di masa akan datang. Dengan demikian, perusahaan dapat mempersiapkan rencana mitigasi untuk memperkuat pengendalian agar kegiatan operasional dapat terus berjalan dengan baik.

    Penutup

    Itulah penjelasan mengenai risiko operasional dalam mungkin terjadi dalam suatu perusahaan. Dari penjelasan tadi dapat disimpulkan bahwa kamu harus memilih pegawai yang jujur, membuat sistem kerja yang produktif dan efisien, menjaga alur proses produksi, meng-update data inventaris, dan lain sebagainya.

    Namun tenang saja, untuk urusan operasional bisnis, serahkan saja semuanya kepada aplikasi kasir all in one seperti aplikasi majoo! Dengan aplikasi majoo, kamu bisa mengelola pegawai dengan lebih maksimal, mencatat penjualan secara real-time dan otomatis, mencatat masuk dan keluar barang dengan praktis, serta masih banyak lagi.

    Menariknya lagi, kamu dapat melakukan itu semua kapan pun, dari mana pun, karena aplikasi majoo sudah berbasis cloud! Mau tahu bagaimana majoo bisa membantu bisnis milikmu berkembang dengan pesat? Yuk, coba majoo sekarang juga!

    Pertanyaan Terkait

    • Risiko operasional adalah beberapa hal yang muncul pada bisnis, misalnya kegagalan proses internal perusahaan, kesalahan Sumber Daya Manusia (SDM), kegagalan sistem, kerugian yang disebabkan dari suatu kejadian di luar perusahaan, serta kerugian karena pelanggaran peraturan dan hukum yang berlaku.
    • Penyebab terjadinya risiko operasional, antara lain alur kerja proses bisnis, Sumber Daya Manusia (SDM), sistem teknologi, dan kejadian eksternal.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.