Selisih Kas adalah: Jurnal Penyesuaian & Penyebab Terjadinya

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail

Dalam bisnis, mungkin saja terdapat selisih jumlah saldo kas sebenarnya dengan jumlah kas yang tercatat dalam catatan akuntansi.

Baik dalam jumlah kecil maupun besar, selisih kas adalah hal yang lazim terjadi di dalam bisnis. Adapun selisih tersebut terjadi antara jumlah kas secara fisik dengan catatan akuntansi.

Seperti yang sudah diketahui kas adalah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam konteks ini, uang tunai dapat berupa uang yang secara fisik disimpan perusahaan atau saldo di rekening bank.

Umumnya, uang tunai atau kas dicatat dalam jurnal umum dan laporan keuangan perusahaan. Namun, walaupun sudah dilakukan pencatatan keuangan, tetap ada risiko kekeliruan seperti terjadinya selisih kas.

Baca juga: 5 Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui Pemilik Usaha!

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan selisih kas? Mari simak penjelasan di bawah ini!

Pengertian dan Jenis Selisih Kas

Selisih kas adalah keadaan ketika hasil pencatatan keuangan akhir tidak sama dengan jumlah fisik kas yang ada. Sekecil apa pun nominalnya, selisih tersebut bisa membuat laporan keuangan perusahaan tidak seimbang.

Nominal fisik dan catatan yang tidak sesuai akan membuat pemilik usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Dengan demikian, sulit pula bagi pemilik usaha untuk memastikan keuangan perusahaannya sehat atau tidak.

Tak hanya itu, jika laporan keuangan tidak seimbang, pebisnis tak akan memiliki dasar pasti untuk pengajuan kredit atau pinjaman ke bank.

Dilihat dari karakteristik perbedaannya, ada dua jenis selisih kas, yaitu cash overage dan cash shortage.

Cash overage adalah keadaan saat jumlah saldo dalam catatan keuangan lebih kecil daripada jumlah kas fisik. Dengan kata lain, jumlah uang sebenarnya lebih banyak atau kas berlebih.

Sementara itu, cash shortage merupakan situasi kebalikannya, yaitu jumlah saldo dalam catatan keuangan lebih besar dibandingkan dengan jumlah saldo sebenarnya. Baik lebih maupun kurang, kamu tetap perlu menelusuri sumber selisih tersebut.

Penyebab Terjadinya Selisih Kas

Beberapa dari kamu mungkin bertanya, mengapa selisih kas bisa terjadi? Berikut ini beberapa penyebab terjadinya selisih kas.

Keliru menginput nominal

Salah satu penyebab cash overage atau cash shortage yang paling umum ialah kekeliruan ketika menginput nominal di catatan akuntansi.

Sebut saja, bisnismu membayar biaya listrik sebesar Rp750.000. Akan tetapi, kamu atau staf keuangan menginput nominal Rp7.500.000. 

Kekeliruan input nominal tersebut sudah pasti akan menimbulkan perbedaan jumlah antara kas fisik dan kas dalam catatan akuntansi.

Keliru memberikan kembalian

Dalam transaksi-transaksi keuangan, uang yang diserahkan untuk membayar suatu transaksi tidak selalu pas. Kadang, kamu atau staf perlu memberikan kembalian kepada konsumen.

Tak jarang juga terjadi kekeliruan ketika kamu atau staf menyerahkan kembalian. Sebut saja, ada konsumen yang melakukan transaksi dengan total pembelian sebesar Rp26.500. Konsumen tersebut menyerahkan uang sejumlah Rp30.000.

Seharusnya, kamu memberikan kembalian sebesar Rp3.500. Akan tetapi, kamu justru menyerahkan kembalian lebih dari itu, misalnya Rp6.500. Kejadian seperti ini menjadi salah satu penyebab tidak sesuainya jumlah kas secara fisik dan catatan akuntansi.

 Keliru input data keuangan dapat menjadi salah satu penyebab selisih kas.

Ada kas yang hilang

Selanjutnya, selisih jumlah kas dapat pula terjadi karena ada kas yang hilang. Fraud seperti penggelapan dana tentu akan membuat jumlah kas tidak sesuai dengan catatan akuntansi.

Di samping itu, mungkin pula terjadi fraud dalam bentuk lain, misalnya penyelewengan laporan keuangan. Apa pun bentuknya, tentu jumlah catatan akuntansi dan jumlah kas fisik sebenarnya jadi tidak sesuai.

Baca juga: Fraud Triangle: Temukan Kecurangan Keuangan Pada Bisnis

Dampak Selisih Kas

Apabila dibiarkan berlarut-larut, selisih kas tentu akan berdampak serius terhadap bisnis. Salah satu dampak utamanya ialah laporan keuangan tak akan bisa menggambarkan kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya. 

Untuk memahami lebih jelas tentang dampak perbedaan jumlah kas sebenarnya dan jumlah kas dalam catatan akuntansi, mari simak pembahasan berikut ini.

1. Risiko adanya pemalsuan nominal kas besar

Saat terjadi selisih antara catatan akuntansi dan uang tunai sebenarnya yang dimiliki oleh perusahaan, tak sedikit orang yang mengambil jalan pintas. Salah satunya, laporan keuangan langsung disesuaikan dengan jumlah kas sebenarnya.

Dengan kata lain, selisih jumlah kas bisa berdampak terhadap adanya pemalsuan nominal. Perbedaaan nominal baik kecil maupun besar mungkin menimbulkan pencatatan laporan keuangan yang tidak akurat dan membuat kondisi finansial bisnis tidak berkembang.

2. Kondisi keuangan yang riil tidak bisa diketahui

Seperti telah disebutkan sebelumnya, adanya selisih nominal kas akan menyulitkan kamu mengetahui kondisi finansial secara riil. Pemilik bisnis mungkin jadi melihat laporan keuangan yang tidak menggambarkan nominal laba atau kerugian bisnis yang sebenarnya.

Padahal, salah satu tujuan dibuatnya laporan keuangan ialah membantu pemilik usaha membuat strategi keuangan yang tepat. Nah, jika data yang dilaporkan tidak cocok dengan kondisi sebenarnya, tentu strategi yang disusun pun mungkin jadi kurang tepat.

Lebih jauh lagi, bisnis dapat mengalami kerugian karena strategi yang kurang tepat tersebut.

Jurnal Penyesuaian Selisih Kas

Sampai sini, kamu tentu sudah memahami penyebab terjadinya selisih kas sekaligus dampak yang mungkin ditimbulkannya. 

Sayangnya, kejadian seperti ini tidak bisa sepenuhnya dicegah sebab kekeliruan pencatatan atau pemberian kembalian saat transaksi memang mungkin saja terjadi. Lalu, bagaimana bila selisih kas sudah terlanjur terjadi?

Bila demikian, kamu perlu memperbaikinya dengan mencatat selisih tersebut. Selisih kas dicatat di mana? Selisih kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas atau jurnal pengeluaran kas. Saat dipindahkan ke buku besar, informasi dari jurnal tersebut dicatat sebagai perkiraan selisih kas.

Supaya kamu lebih mengerti soal jurnal penyesuaian selisih kas, mari lihat contoh kasus berikut ini dan pencatatannya.

Contoh jurnal penyesuaian selisih kas lebih

PT Hidup Bahagia membuat laporan keuangan setiap bulan. Lalu, pada akhir periode, perusahaan tersebut menghitung jumlah kas fisik dan membandingkannya dengan catatan saldo akhir kas.

Ternyata, terdapat kas tunai sejumlah Rp35.000.000. Sementara itu, dalam catatan akuntansi saldo kas jumlahnya Rp30.000.000. Jadi, ada selisih kas sebesar Rp5.000.000. Pencatatannya bisa dibuat seperti di bawah ini.

 


Debit

Kredit

Kas

Rp5.000.000


Selisih kas


Rp5.000.000

Contoh jurnal penyesuaian selisih kas kurang

Seperti telah dibahas sebelumnya, perbedaan jumlah kas juga mungkin berupa kas kurang, yaitu jumlah kas fisik lebih kecil daripada saldo kas di dalam laporan keuangan.

PT Untung Sejahtera melakukan audit keuangan. Dari proses audit tersebut ditemukan bahwa perusahaan memiliki kas fisik sebanyak Rp30.000.000, sedangkan pencatatan keuangan perusahaan menampilkan saldo Rp35.000.000. Terlihat selisih sebesar Rp5.000.000 dan pencatatan jurnal seperti di bawah ini.

 


Debit

Kredit

Selisih kas

Rp5.000.000


Kas


Rp5.000.000

Penutup

Tibalah kita di akhir artikel. Bila kamu sudah membaca sampai sini, tentu kamu sudah lebih paham tentang selisih kas.

Secara singkat, selisih kas adalah keadaan saat jumlah saldo kas dalam catatan akuntansi berbeda dengan jumlah kas fisik yang sebenarnya. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kas adalah uang tunai yang dimiliki oleh bisnis.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya selisih kas, salah satunya human error seperti keliru memberikan kembalian ketika proses transaksi. Untuk mengurangi risiko tersebut, cobalah pertimbangkan pengunaan aplikasi POS (point of sale).

Dengan penggunaan aplikasi POS yang memiliki fitur lengkap, transaksi akan tercatat secara real time. Perhitungan nominal transaksi termasuk jumlah kembalian pun langsung muncul otomatis.

Lebih dari itu, kamu juga bisa menarik laporan keuangan secara otomatis dengan aplikasi POS. Sudahkah bisnismu menggunakan aplikasi POS? Kalau belum, yuk pakai aplikasi POS sekarang!

Referensi:

  • https://www.hashmicro.com/id/blog/pahami-apa-itu-selisih-kas-penyebab-hingga-dampaknya-bagi-perusahaan-anda/
  • https://accurate.id/akuntansi/selisih-kas/ 

Sumber Gambar:

  • Freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Frequently Asked Question

Selisih kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas atau jurnal pengeluaran kas. Saat dipindahkan ke buku besar, informasi dari jurnal tersebut dicatat sebagai perkiraan selisih kas.
Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo