Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • SMART Goals Adalah Kerangka Mencapai Tujuan, Apa Artinya?

    SMART Goals Adalah Kerangka Mencapai Tujuan, Apa Artinya?

    Untuk memperbesar peluang tercapainya suatu goal, kamu bisa menerapkan metode SMART.

    Setiap bisnis tentu dibuat untuk mencapai tujuan tertentu, paling tidak ditujukan agar menghasilkan profit. Namun, tak jarang pemilik usaha merasa stuck dan bisnis tampak tak bergerak. Dalam situasi demikian, SMART goals adalah metode yang mungkin kamu perlukan.

    Istilah SMART goals pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran, konsultan dan mantan Direktur Perencanaan Washington Water Power Company, dalam jurnal There's a S.M.A.R.T. Way to Write Management's Goals and Objectives.

    Metode SMART orisinal versi George T. Doran ialah spesific, measurable, assignable, realistic, dan time-related. Seiring berkembangnya teori penentuan target tersebut, ada sedikit perbedaan antara pengertian SMART goals yang dikenal saat ini dengan versi aslinya. Jadi, apa itu SMART goals?

    Pengertian SMART Goals

    Goal merupakan bagian dari setiap aspek bisnis yang menjadi sumber motivasi, arahan, fokus, dan prioritas yang jelas. Dengan menetapkan goal atau tujuan, kamu memberi dirimu atau bisnismu target untuk dicapai.

    Nah, SMART goals adalah metode atau kerangka yang digunakan sebagai panduan dalam penetapan tujuan. Metode tersebut terdiri dari specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound.

    Baca juga: 4 Langkah yang Perlu Dilakukan UMKM dalam Menentukan Target

    Mengapa kamu perlu metode atau kerangka dalam penetapan tujuan? Tak jarang bisnis berhadapan dengan kegagalan karena menentukan tujuan yang terlalu umum atau tidak realistis, misalnya ‘Menjadi perusahaan terbaik di sektor perikanan’.

    Tujuan tersebut kurang jelas dan tidak menunjukkan arah yang harus ditempuh oleh bisnis. Sebaliknya, SMART goals membuka kemungkinan berhasil yang lebih besar dengan penentuan tujuan yang jelas melalui kelima kriterianya.

    Mari kita bahas kriteria tersebut satu per satu!

    S (Specific)

    Tujuan yang spesifik berarti didefinisikan dengan baik, jelas, dan tidak ambigu. Sebuah tujuan yang spesifik memiliki peluang lebih besar untuk diwujudkan. Untuk membuat goal yang spesifik, kamu bisa menggunakan format pertanyaan 5W seperti di bawah ini.

    • What : Apa yang mau kamu capai?
    • Who : Siapa yang terlibat dalam mencapai tujuan tersebut?
    • Where : Di mana tujuan tersebut bisa dicapai?
    • When : Kapan tujuan tersebut bisa dicapai?
    • Why : Mengapa kamu ingin mencapainya?

    Sebagai contoh, kamu mungkin membuat tujuan yang sangat umum seperti ‘Saya mau memiliki badan yang bagus’. Tujuan tersebut bisa diubah menjadi tujuan yang lebih spesifik, misalnya ‘Saya mau membuat gym membership di fitness center X dan berlatih empat kali dalam seminggu agar badan lebih sehat’.

    M (Measurable)

    Sebuah SMART goal perlu memiliki kriteria untuk memantau perkembangan atau measurable. Tanpa adanya kriteria, sulit mengetahui perkembangan dan tepat atau tidaknya langkah yang kamu lakukan dalam mencapai tujuan. 

    Kamu bisa mencoba menjawab pertanyaan berikut ini untuk membuat tujuan yang measurable.

    • Bagaimana kamu tahu goal-mu sudah tercapai?
    • Apa indikator progress dalam proses mencapai tujuan tersebut?

    Kembali ke contoh di atas, kamu bisa menambahkan parameter agar tujuan lebih terukur, yaitu Saya mau membuat gym membership di fitness center X dan berlatih empat kali dalam seminggu agar badan lebih sehat. Setiap minggu, saya menargetkan body fat berkurang sebanyak 0,4 kg’.

    A (Achievable)

    Kriteria berikutnya dalam metode SMART ialah achievable. Tujuan yang SMART harus bisa dicapai. Jadi, kamu akan berusaha mencari cara untuk mewujudkan tujuan tersebut dan bergerak ke arah yang dituju.

    Goal yang kamu buat memang perlu dibuat cukup besar untuk menantang kemampuan diri atau bisnis, tetapi juga harus masuk akal sehingga kamu benar-benar bisa mencapainya.

    Pastikan kamu menanyakan kedua pertanyaan di bawah ini saat menyusun tujuan, baik tujuan personal maupun tujuan bisnis.

    • Apakah resource untuk mewujudkan tujuan tersebut tersedia? Jika tidak, apa yang masih kurang?
    • Apakah orang lain pernah sukses mencapai tujuan serupa?

    R (Relevant)

    Selanjutnya, kamu perlu membuat tujuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. 

    Mari kita bayangkan ilustrasi yang ekstrem. Seseorang menetapkan tujuan untuk bisa memperoleh sertifikasi perpajakan pada akhir tahun 2022. Padahal, orang tersebut memiliki aspirasi karier jangka panjang sebagai seorang SEO specialist

    Tentunya, goal memahami kaidah penulisan SEO lebih relevan bagi kebutuhan orang tersebut.

    T (Time-bound)

    Terakhir, dalam kacamata SMART, sebuah tujuan perlu memenuhi kriteria time-bound, yaitu memiliki tanggal atau waktu mulai dan waktu selesai. Jika suatu goal tidak mempunyai batasan waktu, tak akan ada urgensi untuk mewujudkannya. Jadi, tentukanlah waktu yang pasti suatu tujuan harus tercapai.

    Dengan metode SMART, langkah bisnismu akan lebih terarah. 

    Manfaat Penerapan SMART Goals

    Dari penjelasan di atas, kamu mungkin telah bisa melihat manfaat penerapan SMART goals. Sudah terlihat jelas bahwa konsep perencanaan SMART berguna bagi pengembangan bisnis.

    Supaya lebih jelas, mari kita simak manfaat dari penerapan kerangka SMART dalam pencapaian tujuan di bawah ini.

    • Perencanaan lebih jelas dan terarah

    SMART Goal menjadi acuan bagi seseorang atau bisnis untuk tetap berada di jalur tertentu dan fokus pada tujuan sehingga hasil yang diinginkan tercapai. 

    Ketika kamu tidak mengetahui dengan jelas tujuan yang ingin dicapai, kamu akan cenderung kesulitan memulai dan kesulitan menentukan langkah selanjutnya sehingga menghabiskan waktu yang kamu punya. 

    Sementara itu, dengan menerapkan metode SMART, tujuan jadi lebih jelas, dapat diukur, dan kamu pun dapat memaksimalkan sumber daya untuk merealisasikan tujuan tersebut. 

    • Menjadi motivasi untuk mencapai target

    Tahukah kamu bahwa tujuan yang jelas bisa memotivasi seseorang untuk bekerja lebih giat?

    Sebut saja, sebuah perusahaan mengumumkan posisi product manager kosong dan lowongan tersebut terbuka bagi kandidat internal. Tak lupa, performa kerja menjadi salah satu elemen penilaian.

    Baca juga: 9 Faktor Kinerja Karyawan yang Perlu Diketahui

    Karyawan yang menginginkan posisi tersebut tentu akan berusaha memperbaiki performa kerja agar tampak menonjol. Dengan kata lain, tujuan yang jelas memotivasi karyawan bekerja.

    Terlepas dari rintangan atau tantangan dalam proses pencapaiannya, kamu bisa tetap termotivasi karena tujuan yang akan dicapai jelas, terukur, dan memang dapat diwujudkan.

    • Mencapai tujuan tepat waktu

    Tujuan atau goal berisiko makin sulit dan lama tercapai kalau kamu tidak memiliki tenggat waktu yang pasti. Adanya target waktu yang jelas bisa membuat seseorang mengoptimalkan segala upaya dan tetap fokus agar tujuannya berhasil direalisasikan tepat waktu.

    Sisi positif dari adanya batas waktu yang jelas, yaitu kamu dapat jarang terdistraksi oleh hal-hal yang tidak mendukung atau justru memperlambat tercapainya tujuan.

    • Dasar evaluasi dan perbaikan

    Dengan metode SMART, kamu memiliki tolok ukur untuk mengevaluasi langkah-langkah atau strategi yang sudah dijalankan dalam proses mencapai tujuan.

    Apakah langkah yang kamu lakukan sudah tepat? Apakah strategi yang kamu jalankan sudah sesuai dan mengarah kepada tercapainya tujuan? Adakah hal yang perlu ditingkatkan atau diubah?

    Sederet pertanyaan evaluasi lain bisa kamu ajukan dengan melihat perkembangan dan mencocokkannya dengan tujuan yang sudah kamu tentukan berdasarkan metode SMART. 

    Contoh Metode SMART Goals

    Jika kamu berpendapat bahwa SMART goals hanya cocok untuk perusahaan besar dan usaha kecil cukup menjalankan bisnis secara simpel tanpa tujuan, kamu jelas keliru. 

    Terlepas dari skalanya, setiap bisnis perlu menentukan tujuan bila ingin maju dan berkembang. Jadi, metode SMART perlu diterapkan di UMKM sekalipun. 

    Apabila hanya melihat paparan di atas, beberapa dari kamu mungkin masih kebingungan menetapkan tujuan yang SMART dan aplikasinya dalam aktivitas harian bisnis. Karena itu, kali ini kami juga menyiapkan contoh metode SMART goals

    Untuk mengetahui suatu tujuan sudah memenuhi kriteria SMART atau belum, kita bisa membedahnya satu per satu. Lalu, penerapannya pun kita masukkan dalam kriteria SMART seperti di bawah ini.

    Membuat marketing plan untuk produk baru dalam waktu satu bulan

    • Specific : Membuat rencana pemasaran dengan outline spesifik yang bisa diikuti oleh seluruh karyawan dan mencakup semua hal penting.
    • Measurable : Setiap minggu, minimal ada perkembangan 25% dari detail rencana sebelumnya untuk memastikan rencana tersebut selesai dalam waktu satu bulan.
    • Achievable : Satu bulan cukup untuk melakukan riset pasar dan analisis perusahaan yang dibutuhkan dalam pembuatan marketing plan. Sebagai contoh, insight tersebut diperoleh berdasarkan pelaksanaan proyek sebelumnya.
    • Relevant : Marketing plan relevan dengan kebutuhan bisnis yang ingin meningkatkan penjualan dan memenangkan kompetisi pasar melalui diversifikasi produk.
    • Time-bound : Batas waktunya adalah satu bulan.

    Membayar utang usaha sebesar 150 juta rupiah dalam waktu tiga puluh bulan

    • Specific : Membayar utang usaha dengan nominal 150 juta rupiah.
    • Measurable : Perusahaan memiliki kas Rp5.000.000 khusus untuk utang usaha dalam waktu satu minggu sebelum tanggal jatuh tempo.
    • Achievable : Berdasarkan historis performa perusahaan dalam dua tahun terakhir, penjualan yang dihasilkan dapat menghasilkan kas dengan perhitungan alokasi Rp5.000.000 untuk utang usaha masih masuk akal.
    • Relevant : Membayar utang merupakan tanggung jawab dan sesuai dengan kepentingan perusahaan jangka panjang.
    • Time-bound : Dalam waktu tiga puluh bulan, utang akan terbayar lunas.

    Semoga setelah melihat contoh SMART goals bisnis di atas, kamu jadi makin memahami penerapan metode ini dalam usahamu.

    Goal memang merupakan aspek penting bagi perkembangan suatu bisnis. Namun, kamu juga tak boleh melupakan pengelolaan aktivitas harian bisnis. Pastikan operasional bisnis efektif dan efisien dengan menggunakan aplikasi POS!

    Kalau bisnismu belum menggunakan aplikasi POS, yuk pakai sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.