Social Commerce Adalah Media Untuk Melakukan Aktivitas Jual Beli

Ditulis oleh Retna Kumalasari

article thumbnail

Kini, sudah semakin banyak cara seseorang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cepat dan mudah, salah satunya adalah melalui social commerce

Social commerce adalah suatu aktivitas jual beli yang dilakukan melalui bantuan aplikasi, seperti Instagram, Facebook, Pinterest, maupun WhatsApp.

Seiring perkembangan sosial media yang terus meningkat, semakin besar pula potensi penjualan yang diberikan dari berbagai platform tersebut. 

Tak heran jika saat ini, social commerce menjadi salah satu media pemasaran yang sangat digandrungi di seluruh dunia.

Nah, bagi kamu yang belum memahami apa itu social commerce, dan apa bedanya dengan e commerce, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas.

Pengertian Social Commerce

Social commerce sendiri merupakan sebuah kegiatan jual beli yang dilakukan menggunakan media sosial. 

Dalam Bigcommerce juga dijelaskan, bahwa social commerce merupakan proses jual beli produk secara langsung, melalui platform media sosial. 

Nantinya, calon konsumen bisa berinteraksi langsung dengan brand, menemukan produk yang dicari, hingga melakukan pembelian langsung lewat media sosial tersebut.

Berbeda dengan media sosial yang hanya dimanfaatkan sebagai bentuk pemasaran saja, dalam social commerce calon konsumen bisa langsung melakukan pembayaran pada platform tersebut.

Baca Juga: Mau Jualan di TikTok Shop? Intip Caranya di Sini!

majoo ads

Jenis-jenis Social Commerce

Ada berbagai macam social commerce yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan calon konsumennya. Berikut adalah jenis-jenis social commerce yang perlu kamu ketahui.

  1. Peer-to-peer sales

Peer-to-peer sales menjadi tempat terjadinya transaksi berdasarkan komunitas tertentu. Semua orang bisa berkomunikasi, sekaligus menawarkan produk mereka kepada calon pembeli tersebut. Misalnya Amazon Marketplace, Etsy, atau eBay.

  1. Social network-driven sales

Jenis selanjutnya adalah social network-driven sales. Jenis ini dapat terjadi karena adanya dorongan pada media sosial yang sudah populer sebelumnya. Contohnya adalah Pinterest, Twitter, atau Facebook.

  1. Group buying

Sementara itu, kamu bisa mendapatkan harga produk yang lebih murah, jika terdapat beberapa pembeli, contohnya adalah LivingSocial atau Groupon.

  1. Peer recommendations

Ada pula Peer recommendation yang dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai jual produk, lewat ulasan dari pembeli sebelumnya. Pembeli yang bersedia memberikan pengalaman mereka ketika belanja di tempat tersebut akan diberi imbalan oleh penjual.

Biasanya, pembeli tersebut akan membagikan pengalaman berbelanja mereka lewat media sosial, seperti Yelp, JustBoughtIt, dan juga Amazon.

  1. User-curated shopping

Jenis yang satu ini adalah situs untuk berbelanja yang bisa digunakan sekaligus untuk membagikan daftar produk atau jasa yang mereka beli kepada orang lain. Contohnya adalah Lyst, Svpply, serta The Fancy.

  1. Participatory commerce

Participatory commerce adalah jenis commerce yang akan melibatkan konsumen secara langsung dalam proses produksinya. Contohnya adalah crowd funding seperti CutOnYourBias, Threadless, dan Kickstarter.

  1. Social shopping

Terakhir adalah social shopping. Jenis commerce ini akan berupaya untuk menjangkau para konsumen yang berbelanja secara offline, untuk memberikan saran dan opininya melalui forum chatting.

Baca Juga: Ketahui Tren Social Media Marketing di Tahun 2023!

Manfaat Adanya Social Commerce

Keberadaan social commerce tak hanya mempermudah konsumen saja, tapi juga memberi keuntungan pada bisnis. Beberapa manfaat social commerce yang dirasakan oleh para pelaku bisnis adalah sebagai berikut.

  • Penggunaan media sosial akan membantu perusahaan mendapatkan informasi terkait calon pelanggan tersebut, termasuk ketertarikan dan preferensi mereka terhadap suatu produk. Hal ini tentunya dapat membantu konsumen untuk mendapat pengalaman terbaik saat berbelanja di suatu brand atau perusahaan.

  • Memanfaatkan media sosial untuk memperlihatkan produk-produk usahamu dapat membantu memperluas jangkauan dan meningkatkan ketertarikan calon pelanggan.

  • Adanya fitur berbelanja yang disediakan oleh media sosial terkait akan sangat mempermudah pelanggan saat ingin membeli produk. Sebab, mereka dapat langsung melakukan transaksi pembelian lewat media sosial tersebut.

  • Review dan ulasan yang diberikan oleh pelanggan di media sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan calon pelanggan terhadap produk-produk perusahaan.

  • Loyalitas pelanggan juga akan meningkat melalui interaksi yang dibangun oleh perusahaan. Tentunya hal tersebut dapat menjaga hubungan baik mereka untuk jangka waktu yang panjang.

Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce

Ada beberapa perbedaan e-commerce dan social commerce yang mesti kamu pahami, di antaranya:

Branding

Branding yang dilakukan oleh social commerce akan lebih diutamakan untuk mempromosikan produk lewat akun media sosial mereka saja. Sementara e-commerce, mereka cenderung berpusat pada brand saja.

Jadi, setiap brand dapat mempromosikan produknya lewat e-commerce. Mereka juga bisa melakukan promosi secara terpisah untuk meningkatkan brand loyalty dari para konsumennya.

Pemilihan Produk

Biasanya, produk yang dipasarkan di e-commerce terbatas hanya berdasarkan produk dari brand di e-commerce itu saja. Lain halnya dengan social commerce. Social commerce mampu bisa menampung lebih banyak brand dari berbagai industri bisnis. Akan tetapi, hampir sama dengan e-commerce, di setiap akun bisnis, kamu hanya akan menemukan produk dari akun bisnis tersebut.

Customer Loyalty

Brand yang menjual produknya melalui e-commerce cenderung memiliki pelanggan yang loyal. Terlebih jika brand tersebut rutin memberikan diskon atau penawaran khusus yang menarik minat pembeli.

Sementara pada social commerce, biasanya pelanggannya lebih bervariasi. Mereka berpotensi untuk berpindah toko untuk mendapatkan keuntungan yang ditawarkan setiap toko. 

Di sisi lain, konsumen juga bisa menjadi loyal terhadap satu toko, jika mereka mampu memenuhi kebutuhan mereka dengan baik.

Baca Juga: 15 Cara Jualan di TikTok Shop Anti Gagal, Bikin Cuan Meroket

Keunggulan Social Commerce

Tentunya, ada kelebihan dan kekurangan social commerce yang akan dirasakan, baik bagi para penjual maupun pembeli. Setiap orang akan memilih berdasarkan kebutuhannya masing-masing, termasuk untuk mendapatkan kemudahan dalam transaksinya.

Sebagai salah satu alternatif yang memberi keuntungan bagi pelaku bisnis, social commerce menawarkan keunggulan tersendiri dibanding penjualan secara offline, yakni:

  1. Mampu menjangkau lebih banyak konsumen

Indonesia termasuk salah satu pengguna sosial media tertinggi di dunia. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk menjajakan produknya kepada target pasarnya, meskipun mereka berada di lokasi yang jauh dari toko.

  1. Membangun hubungan yang dua arah

Dalam bertransaksi secara online, sering kali pembeli tidak bisa berhubungan langsung dengan para penjualnya. Namun, pada social commerce, banyak cara memulai transaksi produk seperti misalnya melakukan comment pada gambar yang diposting. Kemudian, kamu bisa membalas komentar tersebut lewat Direct Message (DM). Lalu, terjalinlah hubungan dua arah antara konsumen dengan perusahaan.

Seluruh proses transaksinya pun cenderung mudah untuk dilakukan. Bahkan kamu tidak perlu meninggalkan posting-an sosial media kamu untuk melakukan transaksi.

Contoh Social Commerce

Salah satu contoh social commerce yang bisa dengan mudah kamu temui adalah Facebook shops. Para calon pembeli bisa mengakses produk melalui beberapa cara, yakni lewat Facebook Page, Instagram ads, atau profile Instagram.

Facebook shops ini bisa kamu sesuaikan dengan warna dan font yang sesuai dengan branding kamu. Tak hanya itu, katalog produknya bisa kamu import dari laman website kamu.

Nantinya, calon pembeli bisa melakukan pembayaran lewat beberapa metode, yakni menggunakan aplikasi, chat messenger, atau diarahkan ke dalam website kamu.

Selain Facebook, contoh lain social commerce di Indonesia adalah Instagram, TikTok, dan juga Instagram shopping. Biasanya, calon pembeli akan memilih aplikasi sesuai dengan preferensi mereka.

Penutup

Itulah penjelasan tentang social commerce yang bisa kamu pahami. Meskipun terlihat sama, tapi social commerce dan e-commerce mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. 

Dengan adanya social commerce, kamu bisa mengoptimalkan media sosial untuk mengembangkan bisnis agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Bahkan, penggunaan social commerce juga mampu menjangkau pasar yang jauh lebih luas dibandingkan dengan cara pemasaran yang konvensional. 

Salah satu cara meningkatkan penjualan menggunakan iklan digital adalah dengan menggunakan layanan majoo ads. Fitur ini akan membantu membuat konten dan iklan digital agar konten yang dibuat bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Menarik, kan? Yuk, coba majoo sekarang!


Sumber Data: 

  1. https://www.marketeers.com/tujuh-bentuk-social-commerce/

  2. https://accurate.id/bisnis-ukm/social-commerce

  3. https://sleekflow.io/id-id/blog/social-commerce-adalah

  4. https://everpro.id/blog/social-commerce

  5. https://www.domainesia.com/berita/apa-itu-social-commerce

  6. https://www.domainesia.com/berita/apa-itu-social-commerce

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo