Menerapkan Strategi Distribusi yang Ideal bagi UMKM!

Penulis Ajar Pamungkas
12 July 2024

article thumbnail

Mengelola sebuah bisnis tak terbatas pada mengurus operasional harian bisnis itu saja, tetapi juga merancang strategi-strategi bisnis yang dapat meningkatkan keuntungan, misalnya saja strategi distribusi.

Yap, benar sekali! Strategi bisnis tidak hanya terdiri dari strategi pemasaran dan penjualan saja, kegiatan distribusi pun membutuhkan strategi tersendiri untuk memastikan bisnis dapat memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, terlebih bagi kamu yang memang bergerak di bidang usaha perdagangan yang menyediakan barang atau produk tertentu.

Bagi kamu yang bergerak di bidang usaha jasa dan layanan, strategi distribusi mungkin tidak terlalu signifikan untuk diterapkan. Pun demikian, tak ada salahnya juga, kan, untuk mencoba memahami strategi yang satu ini? Siapa tahu, di kemudian hari kamu ingin mengarahkan ekspansi bisnismu hingga merambah bidang usaha perdagangan pula.

Daripada berlama-lama, langsung saja kita simak pembahasannya, yuk!

Apa yang Dimaksud dengan Strategi Distribusi?

Sebelum mulai menerapkan strategi bisnis dalam menjalankan kegiatan distribusi, ada baiknya kita mencoba memahami terlebih dahulu apa, sih, yang dimaksud dengan strategi distribusi ini?

Secara singkat, strategi ini dapat dijelaskan sebagai metode terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dalam memasarkan komoditas bisnisnya kepada konsumen akhir. Dengan kata lain, strategi yang digunakan oleh seorang pelaku usaha mungkin akan sedikit berbeda dengan strategi yang dipakai oleh pelaku usaha lainnya.

Walau kegiatan distribusi umumnya hanya dilakukan pada bidang usaha perdagangan, bukan berarti strategi ini tak bisa diterapkan pula dalam bidang usaha jasa. Pada dasarnya, strategi ini digunakan untuk memastikan produk atau jasa yang kita miliki bisa sampai sepenuhnya kepada pelanggan akhir.

Karena sifatnya yang demikian, strategi ini kerap kali dijalankan bersama dengan strategi pemasaran. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk benar-benar memahami contoh strategi distribusi yang ingin diterapkan, sehingga pemasaran produk atau jasa kepada konsumen pun bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

  • Mengenal Strategi Saluran Distribusi

Dalam memastikan produk atau jasa yang kita miliki bisa sampai ke pelanggan akhir, pelaku usaha dapat mencoba menerapkan strategi saluran distribusi, atau jenis pendekatan yang tepat dilakukan untuk memasarkan produk serta jasa yang dimiliki.

Umumnya, ada dua jenis saluran distribusi yang bisa digunakan, yaitu saluran distribusi langsung dan tidak langsung. Sesuai dengan namanya, saluran distribusi langsung bertujuan untuk mengirimkan produk secara langsung kepada konsumen akhir.

Melakukan penjualan melalui platform-platform marketplace dapat menjadi contoh strategi saluran distribusi langsung. Pasalnya, melalui marketplace, pelaku usaha dapat memanfaatkan sistem yang dijalankan oleh platform marketplace itu untuk memastikan pelanggan menerima secara langsung produk yang ditawarkan.

Sebaliknya, dalam saluran distribusi tidak langsung, pelaku usaha tidak secara langsung menjual komoditas bisnisnya kepada pelanggan, melainkan menggunakan jasa perantara.

Sistem dropship dan affiliate yang kini bisa dengan mudah kita temukan merupakan salah satu contoh strategi distribusi yang dijalankan dengan saluran distribusi tidak langsung. Dalam sistem-sistem tersebut, pelaku usaha tidak secara langsung membangun interaksi dengan pelanggan akhir, tetapi tetap memastikan pemasaran produknya berjalan secara masif.

Selain saluran distribusi langsung dan tidak langsung, ada pula saluran distribusi eksklusif dan selektif. Namun, secara garis besar, saluran distribusi yang digunakan tetap saluran distribusi langsung maupun tidak langsung.

Menerapkan Strategi Distribusi Produk dalam Bisnis

Setelah memahami gambaran umum terkait strategi-strategi yang bisa digunakan dalam mendistribusikan komoditas bisnis serta saluran-saluran yang bisa dimanfaatkan, tentu tak sulit untuk membayangkan penerapan strategi distribusi produk dalam bisnis yang tengah dikelola, kan?

Agar strategi yang ingin diterapkan bisa lebih tepat dan sesuai dalam meningkatkan keuntungan bisnis, umumnya kita perlu memetakan terlebih dahulu segmen pelanggan yang ingin ditargetkan.

Tak ubahnya strategi pemasaran, strategi distribusi produk yang ideal akan sangat dipengaruhi oleh karakter segmen pasar yang ditargetkan. Apabila produk yang ingin didistribusikan merupakan produk yang menarget anak-anak mudah, misalnya saja, menggunakan saluran distribusi digital yang banyak digunakan oleh anak mudah jelas akan memberikan efek yang maksimal.

Sebaliknya, apabila target pasar yang dituju merupakan mereka yang berasal dari generasi yang lebih tua, pendekatan modern melalui platform digital mungkin akan terasa kurang efektif. Bisa jadi, generasi ini justru lebih suka memesan dari katalog atau pamflet yang diberikan secara konvensional.

Selain berkaitan dengan kegiatan pemasaran, proses distribusi produk kerap kali juga berhubungan erat dengan pengelolaan gudang atau persediaan barang.

Baca Juga: Kegiatan Distribusi: Tujuan, dan Manfaatnya dalam Bisnis

  • Hubungan Strategi Distribusi dan Manajemen Persediaan

Hubungan strategi distribusi dan manajemen persediaan barang yang ada di gudang bisa dibilang cukup signifikan. Jika dipikir-pikir, wajar saja sebenarnya, kan, pasalnya banyaknya produk yang bisa didistribusikan akan sangat bergantung pada jumlah produk yang saat ini tersedia.

Untuk menghindari kebingungan atau masalah yang lebih serius, penting sekali untuk memperhatikan pengelolaan gudang atau inventaris ketika menerapkan strategi tertentu dalam mendistribusikan komoditas bisnis.

Untuk produk yang didistribusikan dengan pendekatan digital yang lebih modern, risiko terjadinya masalah dapat diperkecil dengan memastikan adanya sistem yang terintegrasi. Dengan integrasi sistem, produk yang sudah dipesan akan secara otomatis mengurangi jumlah barang yang tersedia, dengan demikian bisnis pun bisa terhindar dari masalah ketika pelanggan memesan produk yang persediaannya sebenarnya sudah habis.

Namun, apabila produk yang ingin didistribusikan memiliki segmen pasar dengan generasi yang lebih tua, sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konvensional, pengelolaan persediaan barang harus benar-benar diperhatikan secara teliti karena eratnya hubungan strategi distribusi dan manajemen persediaan tersebut.

Jangan sampai produk yang sudah dipasarkan dengan susah payah tak jadi dipesan oleh pelanggan karena kita tidak sadar persediaannya sudah mulai menipis.

Apa Pentingnya Strategi Distribusi bagi UMKM?

Seberapa signifikan, sih, penerapan strategi distribusi produk bagi UMKM? Apa pentingnya strategi distribusi bagi usaha dengan skala mikro, kecil, dan menengah?

Secara singkat, ada banyak sekali dampak yang bisa ditimbulkan dari proses distribusi yang kurang lancar, salah satunya adalah risiko terjadi penurunan tingkat kepuasan pelanggan terhadap bisnis yang dijalankan.

Sederhana saja, sebenarnya, karena pelanggan pun tentunya akan merasa kesal apabila barang yang dipesannya tidak kunjung datang, kan? Atau, dalam kasus yang lebih umum terjadi, pelanggan tidak jadi membeli karena kebingungan mencari tempat yang menyediakan produk kita, kemudian beralih ke bisnis kompetitor.

Memastikan adanya proses distribusi yang lancar juga membantu kita untuk mengurangi risiko barang yang menumpuk di gudang. Ketika distribusi dilakukan dengan baik, mulai dari pemesanan hingga barang tersebut diterima oleh pelanggan, arus keluar masuknya barang dari gudang pun bisa dengan lebih mudah dikontrol.

Jadi, apa pentingnya strategi distribusi bagi UMKM? Utamanya, tentu saja memastikan operasional bisnis dapat dijalankan secara efektif dan efisien, sehingga UMKM pun bisa tetap memiliki daya saing yang baik dalam menjalankan bisnisnya.

Memaksimalkan Strategi Distribusi secara Ideal

Perhatikan selalu bahwa tidak ada strategi distribusi yang benar-benar ideal dan bisa diterapkan di setiap situasi. Antara pelaku usaha yang satu dengan yang lain jelas memiliki strategi yang berbeda dalam meningkatkan keuntungan bisnis, kan?

Oleh karena itu, pastikan untuk mengenali karakteristik bisnis yang dijalankan terlebih dahulu sebelum menentukan strategi yang ingin diterapkan. Tak berhenti sampai di sana, mengenali karakteristik pasar yang ditargetkan juga menjadi langkah penting untuk memastikan proses distribusi dapat berjalan dengan lancar.

Dengan mengenali bisnis yang dijalankan serta pasar yang ingin disasar, kamu akan lebih mudah dalam mengidentifikasi kebutuhan bisnismu, sehingga strategi distribusi yang diterapkan pun dapat benar-benar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh bisnismu, sehingga operasional bisnis pun bisa dipastikan untuk berjalan dengan efektif dan efisien.

Agar pengelolaan operasional bisnis dapat dijalankan dengan lebih efektif lagi, pastikan untuk berlangganan layanan aplikasi majoo dengan beragam fitur unggulannya yang dapat diandalkan. Tak hanya dilengkapi dengan fitur keuangan yang dapat mencatat setiap transaksi secara tepat, akura, dan otomatis, aplikasi majoo juga dilengkapi dengan fitur inventaris yang dapat mempermudah pelaku usaha dalam mengelola persediaan barangnya, lho!

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

Sumber: https://greatnusa.com/artikel/strategi-distribusi/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo