Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Pemasaran Internasional: Manajemen, Strategi, dan Fungsinya

    Pemasaran Internasional: Manajemen, Strategi, dan Fungsinya

    Pentingnya mengatur manajemen pemasaran agar perusahaanmu go internasional!Pada prinsipnya, pemasaran internasional merupakan metode yang digunakan untuk memasarkan produk dan layanan di banyak negara. Hal ini dilakukan supaya perusahaan dapat memperluas jangkauan bisnisnya ke seluruh dunia.

    Definisi Pemasaran Internasional

    Sebelum lebih jauh, alangkah baiknya kita memahami definisi dari pemasaran internasional itu sendiri. Beberapa ahli mengungkapkan pengertian pemasaran internasional seperti berikut.

    Kotabe dan Helsen memiliki pandangan mengenai pemasaran global yakni mengacu pada kegiatan-kegiatan perusahaan yang menekankan pada upaya-upaya standarisasi, koordinasi lintas pasar, dan integrasi global yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan bersaing di pasar dunia.

    Sedangkan Michael E. Czinkota menyampaikan bahwa pemasaran internasional adalah proses perencanaan dan pengorganisasian transaksi melampaui batas negara untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan para individu dan organisasi yang terlibat.

    James E Keegan menyebutkan, pemasaran global merupakan serangkaian kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan yang menekankan pada efisiensi biaya dan upaya yang menembus batas negara dan regional.

    James menekankan pada kesempatan mentransfer produk, merek, dan ide lain yang melampaui negara, memenuhi kebutuhan pelanggan global, serta mengembangkan koordinasi antara infrastruktur pemasaran nasional menjadi infrastruktur pemasaran global.

    Baca juga: Pasar Internasional: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya 

    Manajemen Pemasaran Internasional

    Dalam prosesnya, dibutuhkan manajemen pemasaran internasional yang terintegrasi agar sebuah perusahaan dapat mengembangkan strategi pemasarannya secara luas.

    Ini menjadi penting untuk dilakukan supaya perusahaan dapat menguasai dan mempersiapkan diri, sebab manajemen pasar internasional berbeda dengan pasar lokal yang mungkin sudah perusahaan ketahui. Berikut ini adalah beberapa langkah manajemen pemasaran internasional:

    • Mengetahui keadaan lingkungan internasional
    • Mempunyai tujuan serta kebijakan yang jelas
    • Mengetahui sasaran pasar internasional yang diincar
    • Memiliki program pemasaran
    • Mempunyai organisasi pemasaran
    • Melakukan proses pengendalian dan evaluasi

    Strategi Pemasaran Internasional

    Dalam menjalankan strategi pemasaran internasional tiap perusahaan dapat memilih metode yang paling sesuai bagi produk dan sasaran pasarnya. Ada beberapa strategi yang digunakan perusahaan untuk dapat bersaing di pasar global.

    1. Customer Lifetime Value (CLV)

    Customer lifetime value adalah nilai sekarang dari arus kas (profit) di masa depan yang diberikan seorang konsumen dikaitkan dengan hubungannya dengan perusahaan. Strategi CLV ini menekankan pemasar untuk dapat memenuhi kepuasan dan memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan untuk jangka panjang.

    2. Experiential Marketing

    Dalam proses pemasaran pengalaman (experiential marketing), targetnya terfokus pada pengalaman yang akan didapatkan oleh konsumen ketika mengonsumsi produk. Pemasaran ini menggabungkan elemen logika, emosi, dan tindakan untuk menjadi penghubung antara produk dengan konsumen.

    3. Blue Ocean Strategy

    Strategi ini memiliki tujuan untuk menciptakan permintaan pasar yang baru. Dalam blue ocean strategy, permintaan diciptakan bukan direbut. Sehingga perusahaan memiliki kesempatan besar untuk tumbuh dan mendapatkan keuntungan. 

    Berikut ini beberapa prinsip yang digunakan pada blue ocean strategy ini.

    • Bersaing pada ruang pasar yang baru
    • Membuat sistem kompetisi menjadi tidak relevan
    • Menangkap dan menciptakan permintaan baru
    • Mendobrak pertukaran value cost
    • Memadukan diferensiasi dan biaya rendah

    4. Ekuitas Merek (Brand Equity)

    Dalam hubungannya dengan merek, ada beberapa sikap yang dapat diambil oleh konsumen, yaitu:

    • Mengganti merek karena harganya
    • Tidak memiliki alasan kuat untuk mengganti merek
    • Akan merasa rugi jika mengganti merek
    • Menganggap merek sebagai teman
    • Terikat pada merek 

    Baca juga: Menyusun Strategi Pemasaran 2022 dalam 5 Langkah Mudah - Majoo

    Beberapa hal tersebut dapat menentukan tingkat keberhasilan sebuah brand memiliki ekuitas merek yang baik di mata konsumen. Perusahaan pun mendapat keuntungan dari merek yang sudah memiliki ekuitas besar, seperti:

    1. Ketahanan harga: harga yang sudah ada di pasaran tidak akan mudah terganggu oleh harga yang dikeluarkan oleh pesaing lain.
    2. Harga lebih tinggi: produk dengan ekuitas merek yang baik dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari produk lainnya karena mendapat dukungan melalui tingkat kepercayaan dan persepsi yang positif dari konsumen.
    3. Biaya pemasaran lebih kecil: jika suatu produk sudah mendapat tempat di hati konsumennya, maka usaha dan biaya yang diperlukan untuk mempertahankan citra tersebut akan jauh lebih kecil daripada pesaing yang masih harus membangun citra dari produknya.
    4. Posisi yang kuat di hadapan distributor maupun pengecer: perputaran yang lebih cepat dari produk dengan ekuitas merek yang baik dapat menjadi nilai lebih di mata distributor dan pengecer, sehingga keuntungan yang diperoleh juga lebih besar. Hal ini menjadikan distributor dan pengecer lebih senang menangani produk dengan ekuitas merek yang terbukti baik.
    5. Kredibilitas tinggi, mudah melakukan perluasan merek: perusahaan dengan ekuitas merek yang baik juga dapat dengan mudah membuat produk-produk turunan berbasis merek yang sudah ada. Juga, akan memiliki kemungkinan yang besar produk baru tersebut diterima serta mendapat perhatian dari konsumen.

    5. Kualitas Jasa (Service Quality)

    Pada strategi ini, keunggulan kompetitif perusahaan dapat dicapai melalui pelayanan (jasa) penghantaran produk yang baik. Seluruh proses pemasaran didominasi oleh elemen jasa dibandingkan dengan elemen fisik produk itu sendiri. Elemen-elemen tersebut secara sederhana dibagi menjadi beberapa elemen berikut:

    1. Fisik (tangible) menyangkut fasilitas fisik, penampilan karyawan, alat, dan perlengkapan yang digunakan, serta penampilan fisik pendukung.
    2. Keandalan (reliability) berkaitan dengan penyampaian jasa tepat waktu dan tepat janji.
    3. Keyakinan dan keamanan (assurance) berhubungan dengan perasaan bebas dari tekanan, bahaya, keraguan, dan kenyamanan ketika bertransaksi.
    4. Cepat tanggap (responsive) menyangkut kesediaan dan kesiapan pekerja melayani konsumen.
    5. Pendekatan personal (empathy) berkaitan dengan kemampuan pekerja memahami kebutuhan konsumen.

    Hal ini menunjukkan titik keberhasilan perusahaan terletak pada kemampuan karyawannya melayani serta memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Strategi ini memperhitungkan jika karyawan merasa puas dengan lingkungan kerja dan kompensasi yang diberikan perusahaan, karyawan akan memiliki kinerja yang baik sehingga dapat menghasilkan kepuasan terhadap konsumen.

    6. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility - CSR)

    Kebijakan CSR ini mengarahkan perusahaan untuk dapat menjalankan perusahaannya untuk mematuhi hukum, standar etika, dan aturan internasional yang berlaku. Dalam perjalanannya perusahaan juga harus melakukan prinsip dasar yang sudah ditentukan, yaitu:

    1. Fokus pada isu tertentu yang paling berkaitan dengan operasi perusahaan;
    2. Konsisten menjalankan program yang bertujuan untuk dapat mengurangi dampak negatif dari aktivitas perusahaan;
    3. Branding, mengaitkan seluruh aktivitas tersebut dengan program pemasaran merek, sehingga terbentuk satu kesatuan yang positif antara kegiatan CSR dengan merek di mata konsumen;

    7. Manajemen Hubungan Konsumen (Consumer Relationship Management - CRM)

    CRM merupakan strategi yang digunakan untuk mengelola interaksi perusahaan dengan konsumen dan calon pembeli. Dalam CRM terdapat beberapa tingkatan ikatan antara perusahaan dengan konsumen, yaitu:

    1. Financial bond: ini merupakan bentuk tingkatan paling rendah pada hubungan antara perusahaan dan konsumen karena hanya berbasis pada transaksi semata;
    2. Social bond: hubungan antara kedua belah pihak diikat dalam lingkungan sosial tertentu;
    3. Business bond: hubungan antara pengusaha dan konsumen dikembangkan lebih besar menjadi hubungan bisnis yang saling membutuhkan dan menguntungkan;
    4. Structural bond: hubungan yang dibangun antara pengusaha dan konsumen bersifat struktural, menyangkut seluruh aspek yang sudah disebutkan di atas;

    Pembangunan infrastruktur teknologi informasi sangat diperlukan dalam strategi ini agar dapat mendukung pembentukan hubungan yang baik dengan para konsumen.

    8. Network Marketing

    Umumnya strategi ini dikenal dengan istilah multi level marketing. Pada dasarnya strategi ini merupakan strategi penjualan langsung yang melibatkan struktur pengusaha tertentu. Masing-masing pengusaha tidak hanya bertanggung jawab untuk menjual produk tetapi juga untuk membangun jaringan di bawahnya yang nantinya akan memberikan keuntungan dalam hal finansial. 

    Komunikasi yang digunakan dalam multi level marketing ini adalah word to mouth yang strukturnya dibangun berdasarkan kepercayaan antarpengusaha. Terdapat beberapa prinsip yang perlu dijalankan agar multi level marketing dapat bekerja dan menguntungkan bagi perusahaan maupun pengusaha itu sendiri.

    1. Sistem: sistem rekrutmen, kompensasi, dan sistem rangking terdapat di dalamnya;
    2. Produk: hal ini berkaitan kualitas, harga, dan manfaat produk yang dipasarkan;
    3. Manusia: ini menyangkut dengan karakter manusia yang direkrut serta bentuk penghargaan atas posisi mereka di dalam organisasi;

     

    Baca Juga: Pahami Arti, Manfaat, dan Hambatan Perdagangan Internasional

    Contoh Pemasaran Internasional

    Ada banyak contoh pemasaran internasional yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa merek ternama dan sering kita jumpai menjadi salah satu contoh bentuk manajemen pemasaran internasional yang berhasil, diantaranya adalah:

    1. H&M

    Salah satu perusahaan ritel fashion terbaik dunia yang terkenal adalah H&M. Pemilihan produk pakaian yang dijual di sini sesuai dengan fashion masyarakat Indonesia. Sehingga H&M menjadi salah satu perusahaan ritel yang digemari banyak kalangan.

    Salah satu bentuk pemasaran yang dilakukan oleh H&M adalah memaksimalkan pengalaman online dari para konsumennya. Ternyata hal ini mampu meningkatkan pembukaan toko sampai 15 persen tiap tahunnya, serta menjadikan H&M merek yang sudah memiliki pangsa pasar yang baik di Indonesia.

    2. Dunkin’ Donuts

    Metode pemasaran yang digunakan Dunkin’ Donuts adalah dengan menyesuaikan menu dengan makanan favorit di tempat yang dituju. 

    Keberagaman yang dimiliki oleh masing-masing negara, membuat Dunkin’ Donuts memperbaharui menu yang mereka miliki untuk disesuaikan dengan karakter negara yang dituju. Hal ini mampu memuaskan seluruh konsumen yang ada di lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

    Misalnya saja di Korea Selatan, mereka memiliki menu Grapefruit Coolatta. Di Lebanon, Dunkin’ Donuts menyediakan menu donat cokelat mangga. Sedangkan di Indonesia, masyarakat kita terbiasa dengan pola pikir bahwa donat yang manis seperti dengan taburan cokelat, susu, dan keju.

    3. Coca-cola

    Perusahaan minuman Coca-cola memiliki pendekatan dan strategi pemasaran yang unik. Coca-cola berkonsentrasi pada program dari komunitas badan amal yang membutuhkan banyak waktu dan dana.

    Teknik pemasaran seperti ini cenderung disambut baik oleh masyarakat internasional. Strategi dengan menunjukkan kepedulian serta empati terhadap masyarakat lebih dihargai, dibandingkan dengan perusahaan yang hanya fokus untuk memenuhi target penjualan saja.

    Seringkali konsep yang dipilih mencerminkan kebahagiaan serta keceriaan pada masyarakat. Contohnya saja Coca-cola yang memelopori pengadaan makanan ramadan untuk anak-anak, serta mampu membangun kurang lebih 650 instalasi air bersih di Mesir. 

     

    Baca Juga: Kenali Strategi Digital Marketing yang Bisa Diterapkan UMKM

    Dengan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan akan mampu bersaing di pasar internasional

    Konsep Pemasaran Internasional

    Dalam pemasaran internasional terdapat konsep yang diimplementasikan dan dikembangkan sebagai bagian dari fungsi manajemen pemasaran internasional. Keempat konsep pemasaran internasional tersebut adalah:

    1. Orientasi Etnosentris

    Pandangan etnosentris meyakini bahwa nilai-nilai yang dimiliki negara asalnya lebih unggul dibandingkan dengan negara lainnya. Mereka mempercayai bahwa strategi domestik adalah strategi yang lebih unggul dan terbaik ketimbang dari pihak asing.

    Perusahaan etnosentris yang berbisnis di luar negeri dapat disebut dengan perusahaan internasional.

    2. Orientasi Polisentris

    Perusahaan polisentris sering disebut dengan perusahaan multinasional. Orientasi polisentris ini memiliki keyakinan bahwa setiap negara memiliki keunikan masing-masing. Setiap anak perusahaan bekerja secara independen dan menetapkan tujuan serta rencana pemasarannya sendiri. 

    3. Orientasi Regiosentris 

    Pada orientasi ini, perusahaan dengan keyakinan regiosentris tidak hanya mengakui adanya perbedaan sifat yang spesifik pada pasar luar negeri, akan tetapi juga dapat merasakan adanya persamaan dari masing-masing pasar luar negeri.

    Perusahaan regiosentris lebih memperkuat daya saing regionalnya daripada langsung mengembangkan pasar globalnya.

    4. Orientasi Geosentris

    Orientasi geosentris merupakan perpaduan etnosentris dan polisentris yang memandang persamaan dan perbedaan dalam pasar dan negara serta berusaha menciptakan strategi global guna memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar lokal.

    Orientasi ini diyakini dapat menemukan persamaan dan perbedaan untuk dapat merumuskan suatu strategi pemasaran lokal maupun internasional. Serta akan memperlakukan semua pasar luar negeri sebagai suatu kesatuan, yakni pasar global.

     

    Dengan pemaparan mengenai manajemen pemasaran, strategi, contoh, serta konsep pemasaran internasional tersebut di atas, semoga artikel ini dapat memberi manfaat untuk kamu, ya.

     

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    18 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Jenis nya 2022 Terbaru
    Mengambil inspirasi dari contoh surat lamaran kerja dapat dilakukan untuk memastikan kemungkinan diterima kerja lebih tinggi. Namun, perhatikan jenisnya!
    Freelancer adalah: Contoh dan Tips Menggeluti Profesi Ini
    Dunia Internet mendorong manusia untuk selalu beradaptasi. Saat ini banyak orang mencari cara menjadi freelancer. Freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja secara mandiri.
    Beragam Jenis Laporan Keuangan untuk Bisnismu
    Selain laporan keuangan laba rugi, apa saja jenis laporan keuangan yang kamu ketahui? Apakah kamu tahu pengertian laporan keuangan?
    Peran Penting Strategi Customer Relationship dalam Bisnis
    Customer relationship adalah strategi untuk menjaga hubungan baik antara pihak pemilik bisnis dan konsumen. Hal ini penting bagi perkembangan bisnis.