Table of Content

    Apa Perbedaan antara Pemasaran dan Penjualan?


    Banyak orang yang beranggapan bahwa pemasaran dan penjualan merupakan hal yang sama. Serupa, mungkin, tetapi kedua aktivitas tersebut memiliki perbedaan yang besar yang perlu diketahui, khususnya bagi para pelaku usaha yang benar-benar serius ingin mengembangkan bisnisnya. Sebenarnya, apa yang membedakan keduanya, sih?

    Apa tujuan dari penjualan dan pemasaran?

    Perbedaan yang pertama adalah tujuan yang dimilikinya. Jika penjualan dilakukan untuk secara langsung meningkatkan jumlah penjualan, tidak demikian dengan pemasaran. Dalam pemasaran, tujuan akhir dinyatakan berhasil dicapai jika bisnis memperoleh keuntungan melalui peningkatan jumlah kepuasan pembeli. Meski keduanya sama-sama menghasilkan peningkatan laba ketika dilakukan secara optimal, baik penjualan maupun pemasaran memiliki cara yang berbeda.

    Apakah keduanya memiliki perbedaan target pasar?

    Jika penjualan dilakukan dengan orientasi satu banding satu, di mana seorang penjual menawarkan produk atau jasa yang dimilikinya kepada satu pembeli dalam sebuah transaksi, pemasaran dilakukan dengan orientasi satu banding banyak. Dalam pemasaran, satu pelaku usaha akan memasarkan produk atau jasa yang dimilikinya kepada banyak calon pembeli dalam satu aktivitas. Oleh karena itu, penjualan kerap digolongkan sebagai proses jangka pendek, sementara pemasaran digolongkan sebagai proses jangka panjang. Hasil penjualan dapat ditentukan saat itu juga, apakah produk atau jasa yang ditawarkan berhasil terjual, sementara pemasaran membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melihat hasilnya.

    Selain dari sisi pasar, apakah ada perbedaan di sisi fokus usaha?

    Tentu ada! Baik penjualan dan pemasaran memiliki penempatan prioritas yang berbeda. Dari sisi pelaku usaha, penjualan umumnya dilakukan difokuskan pada kebutuhan usaha itu sendiri. Misalnya saja berapa omzet yang harus dicapai untuk menutup biaya produksi atau operasional, dan semacamnya. Berbeda dengan penjualan, fokus pada pemasaran lebih banyak ditujukan pada kebutuhan pelanggan. Sebagai contoh, pemasaran umumnya kerap dilakukan untuk memastikan produk maupun jasa yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan pasar.

    Bagaimana praktik ini dapat dilakukan dengan baik?

    Agar dapat optimal, penjualan harus dilakukan dengan strategi mendorong. Produk atau jasa yang ingin dijual akan didorong secara paksa kepada pelanggan selaku konsumen akhir. Di sisi lain, pemasaran dapat dilakukan dengan maksimal melalui strategi menarik, yaitu dengan mengidentifikasi terlebih dahulu kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan penjualan produk serta jasa agar pelanggan tertarik untuk membeli. Itulah mengapa meski tujuan akhirnya tetap sama, penjualan bisa dilakukan secara cepat dan langsung, sementara pemasaran membutuhkan lebih banyak saluran dan waktu.

    Baik pemasaran dan penjualan jelas memiliki hubungan timbal balik yang saling berkaitan. Pengembangan bisnis akan lebih berdampak ketika penjualan yang dilakukan juga didukung dengan pemasaran produk dan jasa yang tepat. Itulah mengapa aplikasi majoo tak hanya dilengkapi dengan fitur-fitur penjualan saja, tetapi juga dengan berbagai fitur pemasaran yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan keuntungan bisnisnya.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!
    majoo punya beberapa tips nih, agar kamu bisa memaksimalkan penjualan melalui media sosial. Yuk, disimak!
    Memaksimalkan Bisnis secara Optimal dengan Integrasi GoFood
    Ada banyak cara untuk memaksimalkan bisnis, salah satunya dengan melakukan integrasi GoFood. Wah, maksudnya bagaimana, tuh?
    Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?
    Saat ini merupakan era menarik bagi digital marketing. Berkat pemasaran digital, bisnis lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen dan memperluas pasar.
    Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?
    Mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan karakter Gen Z dalam menjalankan operasional bisnis? Apa, sih, yang akan terjadi jika tidak dilakukan?