Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Perhatikan 5 Hal Ini biar Copywriting Kamu Dibaca Pelanggan!

    Siapa sih, yang nggak ingin produknya laris dibeli pelanggan? Nah, kunci agar dagangan kamu senantiasa diburu customer adalah menebar jurus ‘rayuan maut’. Bikin pelanggan secara tidak sadar merasa butuh jualanmu dan perlahan ubah mereka jadi pelanggan setia! Wah, gimana caranya?

    Well, ada yang namanya copywriting, yakni sebuah upaya pemasaran atau promosi yang dilakukan lewat tulisan. Melalui kata dan kalimat yang dirangkai dengan cermat, pelanggan bakal dibuat terkesan dan tidak berpikir dua kali untuk memborong produkmu. Canggih banget, bukan? 

    Nah, permasalahannya adalah, bagaimana menerapkan seni copywriting agar efektif dalam membujuk pelanggan? Bagaimana agar slogan atau jargon yang kita ciptakan tidak sekedar jadi angin lalu? Daripada penasaran, yuk simak lima tips ampuh dari majoo berikut ini!

    Pahami Pelanggan

    Agar bisa membangun interaksi yang baik dan tak mendapat hambatan berarti dalam upaya menjual produk, kamu wajib memahami terlebih dahulu orang-orang yang akan menjadi customer-mu. Tentukan range usia mereka, cari tahu konten yang mereka sukai, lihat juga karakteristik bahasa yang biasa mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari. 

    Mari berandai-andai. Bayangkan dirimu adalah seorang pemilik coffee shop dengan konsep garden dan outdoor. Maka untuk copywriting, gunakanlah kalimat bernuansa santai dan singkat. Biarkan visual foto maupun video-mu yang berbicara. 

    Selain itu, jika kamu sukses ‘menyentuh’ hati para customer dengan kata-kata seminimal mungkin, tentunya mereka bakal tambah yakin dengan produk dan layananmu bukan? 

    Storytelling

    Pernah baca konten yang isinya tentang kisah sukses pemilik atau tim pengembangan produknya? Well, inilah yang dinamakan storytelling. Menceritakan ulang sebuah kisah inspiratif untuk membangkitkan emosi pembaca, baik itu tawa, sedih, atau bahkan marah! Apa pun bentuknya, konten storytelling bertujuan menggugah rasa penasaran customer dan membuat mereka menaruh simpati lebih pada produkmu. 

    Salah satu brand lokal yang menggabungkan teknik copywriting dan storytelling secara brilian adalah HMNS. Merek fragrance atau parfum lokal tersebut hampir-hampir tak pernah gagal mengunggah konten Instagram dan Twitter yang engage dengan para followers-nya. Kuncinya adalah fokus pada tema-tema yang sesuai dengan value yang ingin mereka angkat, meliputi nasionalisme, lingkungan, dan kearifan lokal. 

    Story yang HMNS bangun merupakan trik untuk lebih engage dengan pelanggannya. Jika ada yang tidak sengaja terpapar ads mereka, tentunya akan lebih terlihat meyakinkan karena cerita dan konsistensi yang mereka bangun.

    Fokus pada Benefit Produk/Brand Kamu

    Setelah menyesuaikan bahasa dan menggunakan trick storytelling untuk penulisan konten dan gaya bahasa brand kamu, coba maksimalkan penyampaian di benefit produkmu. Gaya copywriting yang bisa langsung menunjukkan manfaat apa saja yang didapatkan oleh pelanggan tentunya bisa lebih menarik minat mereka secara sederhana dan mudah dimengerti, dibandingkan dengan hanya menunjukkan spesifikasi produk saja.

    Contoh copywriting tentang manfaat produk yang bisa kamu tiru yaitu cara Apple menceritakan produk mereka. Pada saat launching produk iPod, mereka tidak menceritakan tentang spesifikasi lengkap produk iPod. Namun, mereka menceritakan bahwa iPod sangat kecil, mudah dibawa ke mana pun, serta bisa muat 1.000 lagu.

    Tentunya, dulu orang kaget dan tercengang karena pada saat awal rilis, kompetitor Apple belum ada yang menjelaskan tentang benefit menggunakan produk mereka secara sederhana. Revolusioner, bukan?

    Maksimalkan Headline & Kalimat Awal

    Kamu masih suka nge-klik berita-berita clickbait di internet? Kalau iya, berarti memang penggunaan headline tulisan masih sangat efektif untuk menarik minat pelanggan. Tetapi ingat, penulisan headline yang berlebihan juga bisa jadi bumerang bagi produk dan brand kamu.

    Kamu nggak perlu menggunakan judul dan kalimat awal yang berlebihan kok. Kamu bisa menggunakan trik menjadikan masalah sebagai pembukaan konten atau promosi kamu. Teknik tersebut akan menyentuh pain points atau keresahan customer kamu sehingga mereka menjadi penasaran.

    Contohnya, untuk produk parfum, masalah yang bisa diangkat adalah daya tahan parfum lokal tidak sebaik parfum impor. Nah, kamu bisa menulis headline atau kalimat awal seperti, “Capek beli parfum mahal-mahal tapi baunya cuma numpang lewat?” yang bisa kamu sesuaikan dengan copywriting brand kamu ya!

    Gunakan CTA yang Mendesak

    Call to Action (CTA) adalah istilah untuk kegiatan berikutnya yang harus dilakukan oleh pelanggan setelah membaca atau melihat konten kamu. Biasanya, CTA langsung tersambung oleh link sosial media, subscription e-mail, atau bahkan link pemesanan produk kamu melalui WhatsApp atau e-commerce.

    Kamu bisa menggunakan teknik CTA yang mendesak, seperti, “Diskon 10% & Gratis Ongkir berakhir hari ini! Buruan pesan melalui WhatsApp langsung!” atau kalimat sejenis yang bisa kamu sesuaikan dengan produkmu. Tapi, kamu juga harus konsisten dan nggak boleh berlebihan terhadap promosinya ya! 


    Kalau kamu masih ingin belajar lebih lanjut tentang copywriting yang pastinya bakal berguna untuk bisnis kamu? Yuk, langsung daftarkan dirimu di webinar ‘Ruang majoo’ edisi 23 September 2022 bersama Kak Raharja yang merupakan mentor sekaligus praktisi copywriting bertahun-tahun. 

    Kamu nggak cuma bisa menerapkan copywriting di caption Instagram atau produk kamu saja lho. Tapi, kamu juga bisa memaksimalkan konten-konten lain seperti video atau foto produk dengan menggunakan teknik copywriting yang tepat. Penasaran? 

    Ayo, segera daftar sekarang dengan klik tautan di bawah ini. Jangan ragu lagi, karena webinar ini 100 persen GRATIS!

    bit.ly/webinarmajoo

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!
    majoo punya beberapa tips nih, agar kamu bisa memaksimalkan penjualan melalui media sosial. Yuk, disimak!
    Memaksimalkan Bisnis secara Optimal dengan Integrasi GoFood
    Ada banyak cara untuk memaksimalkan bisnis, salah satunya dengan melakukan integrasi GoFood. Wah, maksudnya bagaimana, tuh?
    Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?
    Saat ini merupakan era menarik bagi digital marketing. Berkat pemasaran digital, bisnis lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen dan memperluas pasar.
    Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?
    Mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan karakter Gen Z dalam menjalankan operasional bisnis? Apa, sih, yang akan terjadi jika tidak dilakukan?