Jelang Pergantian Tahun, Lakukan Analisis Penjualan


Menuju tahun baru, saatnya melakukan evaluasi penjualan.


Bila kamu ingin selalu bisa mencapai target penjualan, intuisi tidaklah cukup. Kamu membutuhkan data dan laporan penjualan yang akurat. Untuk meningkatkan efektivitas penjualan serta membuat keputusan berdasarkan data, kamu perlu menganalisis penjualan secara rutin.


Analisis penjualan akan menyediakan informasi sebagai pertimbangan untuk penyusunan strategi penjualan, performa tim, dan masih banyak lagi.

Apa itu analisis penjualan dan mengapa hal ini penting?

Sales analysis dapat diartikan sebagai pengumpulan data untuk mengevaluasi performa penjualan dibandingkan dengan target penjualan. Melalui analisis ini, kamu akan mengetahui produk atau jasa yang performanya paling baik atau sebaliknya.


Tidak hanya itu, kamu juga dapat mengetahui tantangan dalam penjualan, peluang pasar, forecast penjualan, serta aktivitas penjualan yang bisa mendatangkan pendapatan bisnis.


Menganalisis data penjualan secara teratur merupakan bagian dari evaluasi bisnis. Dengan begitu, kamu bisa mengerti tentang produk yang dipilih konsumen serta alasan di balik sikap dan keputusan konsumen.


Lebih dari itu, kamu juga dapat menemukan pola bagaimana konsumen akhirnya memutuskan bertransaksi. Tentunya, aspek ini memungkinkan kamu mengoptimalkan proses penjualan.

Pentingnya analisis penjualan

Apakah kamu tahu produk mana yang penjualannya paling tinggi dan paling rendah? Nah, analisis penjualan berarti memeriksa laporan penjualan untuk mengevaluasi performa penjualan terhadap target.


Misalnya, membandingkan pencapaian penjualan tahun sebelumnya dengan target yang telah diproyeksikan pada awal tahun. Mengingat pentingnya hal ini, sales analysis perlu terintegrasi dengan sistem bisnis yang kamu gunakan.


Di bawah ini beberapa urgensi terkait pentingnya mengevaluasi penjualan secara rutin, baik bulanan maupun tahunan.


Dengan menganalisis penjualan, kamu bisa membuat keputusan yang objektif.


  • Keputusan dibuat berdasarkan data, bukan insting. Alasannya, proses analisis yang efektif akan menunjukkan implementasi rencana penjualan secara nyata. Tidak hanya itu, performa setiap orang dalam tim sales pun akan terukur secara jelas. 


  • Bisa menemukan konsumen yang berperan besar dalam mendatangkan profit. Melalui analisis data penjualan, kamu bisa melihat data transaksi konsumen dan menemukan yang paling banyak bertransaksi. Selanjutnya, tim penjualan dapat fokus pada konsumen-konsumen yang memang mendatangkan profit besar bagi bisnis.


  • Memperoleh gambaran tentang tren pasar. Apakah kamu berencana meluncurkan produk baru? Atau kamu berencana menyediakan stok cukup banyak di gudang inventori? Nah, sales analysis membantu mengidentifikasi sesuai atau tidaknya inisiatif tersebut dengan peluang pasar.


  • Melayani konsumen dengan lebih baik. Bila kamu bisa memahami mengapa suatu transaksi terjadi, kamu dapat membuat pelanggan senang dan menjalin relasi yang lebih dalam. Hal tersebut dapat dicapai dengan membaca data penjualan. Begitu kamu mengetahui kebutuhan konsumen dengan lebih baik, kamu akan bisa melakukan upsell ataupun cross-sell pada kelompok target pasar tersebut.


  • Memperluas jangkauan pasar. Interpretasi data penjualan juga akan memberikan insight terkait kelompok konsumen yang belum menjadi target pasar dari bisnismu. Pastinya, informasi ini berharga sekali untuk menyusun rencana perluasan jangkauan pasar dan menemukan konsumen baru.

Melakukan analisis penjualan dalam tiga langkah

Setelah mengetahui pentingnya sales analysis, mari kita lihat langkah-langkah untuk membuatnya.


  1. Identifikasi data yang ingin kamu telusuri

Kamu perlu menganalisis data yang tepat supaya bisa menghasilkan insight yang bermakna sehingga berdampak pada keuntungan bisnis. Mulailah dengan target departemen atau produk yang ingin kamu fokuskan.


Jika kamu bingung mulai dari mana untuk menentukan fokus, kamu bisa mulai dengan melihat dampak dari pelatihan penjualan, menemukan produk paling laris sebagai dampak kampanye marketing, atau menentukan karakteristik konsumen yang selalu repeat order.


Selanjutnya, kamu perlu mengidentifikasi sumber data yang relevan dengan hal-hal di atas serta matriks yang sesuai. Lalu, kamu tentukan rentang waktu pengambilan data, seperti mingguan, bulanan, per kuarter, dan tahunan. Kuncinya, lakukan secara teratur serta konsisten.


  1. Pilih tools untuk menganalisis, lalu lakukan analisis penjualan

Berbicara tools, Microsoft Excel termasuk alat yang mumpuni untuk menganalisis data penjualan. Sebelum mulai proses analisis, pastikan kamu memiliki data yang representatif untuk membuat keputusan tepat.


Akan tetapi, bila kamu bukan termasuk pemilik usaha yang mahir menggunakan tools seperti Microsoft Excel, kamu dapat memanfaatkan aplikasi POS yang menyediakan laporan penjualan lengkap.


Sebagai contoh, aplikasi yang menyediakan dashboard penjualan sehingga kamu dapat memantau transaksi di seluruh cabang bisnis secara real time. Lalu, setiap transaksi diolah ke dalam berbagai laporan. 


Setidaknya, kamu memilih yang dapat menyediakan beragam laporan lengkap dengan grafik. Lebih dari itu, pastikan tersedia fitur untuk mengunduh laporan dalam format xls. Jadi, kamu bisa lebih mudah membaca datanya.


Jauh lebih baik lagi, apabila kamu memilih aplikasi POS yang menyediakan fitur email laporan secara otomatis. Dengan demikian, sales report akan dikirimkan langsung ke alamat surat elektronik pemilik atau manajer bisnis setiap harinya. Sungguh efisien, bukan?


  1. Bagikan hasil analisis dengan stakeholders

Terakhir, tetapi tidak kalah penting, kamu perlu membagikan hasil analisis serta interpretasi data penjualan kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Tentu saja, stakeholders dalam setiap bisnis mungkin berbeda.


Dalam bisnismu, mungkin insight perlu dibagikan kepada tim pemasaran dan penjualan. Sementara itu, di bisnis lain mungkin ada tambahan dengan tim purchasing atau konten. Hal ini dikembalikan kepada bisnis masing-masing.


Menjelang pergantian tahun merupakan waktu yang tepat untuk mengumpulkan data penjualan dan menginterpretasinya secara saksama. Dengan demikian, kamu akan punya bekal strategi yang tepat untuk menghadapi tahun berikutnya. Sudahkah kamu mengevaluasi data penjualan tahun lalu?

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Omnichannel Marketing: Definisi, Tips, dan Contohnya
Omnichannel marketing adalah strategi yang memungkinkan bisnis menemui target konsumen dengan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat pula.
Mengapa Aplikasi POS Penting dalam Strategi Omnichannel?
Demi menghadirkan pengalaman menyeluruh, bisnis dapat menerapkan strategi omnichannel. Aplikasi POS akan mengimplementasikannya secara optimal.
Bisnis Online? Sumber Daya Fisik Apa yang Perlu Disiapkan?
Siapa bilang bisnis online tidak membutuhkan sumber daya fisik yang biasanya hanya dibutuhkan dalam bisnis yang dijalankan secara offline saja?
Permudah Kelola Bisnis dengan Aplikasi Integrasi Marketplace
Aplikasi integrasi marketplace adalah platform yang membantumu mengatur produk, stok, harga, sampai promosi di berbagai marketplace melalui satu dashboard.