Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan, Tanda Bisnis Sehat!

    Kesejahteraan karyawan merupakan tanggung jawab pelaku usaha yang mempekerjakannya.

    Setiap pelaku usaha tentu tidak ingin berbisnis dengan mengabaikan kesejahteraan karyawan. Bahkan, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, bisnis itu sendiri justru dibangun untuk menyejahterakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan mereka sebagai karyawan.

    Akan tetapi, sekalipun diawali dengan niatan yang baik, perlu diakui bahwa upaya tersebut kerap membuat pengeluaran membengkak. Wajar saja, kan? Pasalnya, karyawan yang sejahtera umumnya memiliki upah kerja yang tinggi, yang artinya beban bisnis pun bertambah.

    Eits, jangan buru-buru memadamkan niat baik tersebut, ya! Kita tetap dapat menyenangkan karyawan tanpa harus membuat bisnis bangkrut, kok!

    Baca juga: Pentingnya Lingkungan yang Fun dalam Menjalankan Bisnis

    Kesejahteraan Tidak Melulu Tentang Materi

    Benar, memang, karyawan dengan gaji yang lebih besar jelas akan lebih mudah meningkatkan taraf hidupnya. Dengan demikian, kesejahteraan pun lebih mudah pula untuk dicapai.

    Namun, ingat, kesejahteraan bukan melulu tentang materi, kok! Apabila bisnis yang dikelola memang masih kecil dan belum banyak menguntungkan, tak perlu memaksakan untuk memberikan gaji yang besar, karena menyenangkan karyawan sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara!

    1. Memastikan Karyawan Memiliki Waktu Istirahat

    Tak muluk-muluk, bagi pelaku usaha yang ingin menyejahterakan tenaga kerjanya, langkah kecil bisa dimulai dengan memberikan waktu yang cukup. Dari delapan jam kerja dalam sehari, misalnya, pastikan ada waktu sekurang-kurangnya satu jam yang dapat digunakan karyawan untuk menikmati makan siang atau sekadar merenggangkan ototnya.

    Jangan salah, meski terkesan sederhana, saat dilakukan quality control pasti akan terlihat bahwa karyawan yang cukup beristirahat akan menunjukkan performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan karyawan yang tidak mengambil waktu istirahat.

    Pastikan juga karyawan tetap dapat dengan mudah mengakses toilet atau kamar kecil di luar waktu istirahatnya. Bagaimanapun juga, urusan ‘ke belakang’ toh memang sebuah kebutuhan yang bisa berdampak pada kesehatan apabila tidak dituntaskan dengan baik.

    Baca juga: Bisakah UMKM Sukses dengan Modal Usaha Terbatas?

    2. Mengatur Pembagian Kerja Secara Sesuai

    Perhatikan hasil evaluasi kinerja dan quality control, kemudian pertimbangkan pembagian kerja dan juga shift yang dilakukan. Terkadang, kualitas layanan menurun bukan karena karyawan kurang cakap dalam bekerja, lho, tetapi bisa jadi karena pembagian beban kerja yang kurang merata.

    Tak sedikit pelaku usaha yang merasa adil ketika membagi beban kerja berdasarkan shift. Misalnya saja, karena shift pagi diisi oleh dua karyawan, shift malam pun harus diisi pula oleh dua karyawan agar adil. Padahal, bisa jadi beban kerja pada kedua shift tersebut sedikit berbeda.

    Untuk beberapa bidang usaha, misalnya saja, shift malam akan lebih ramai sementara shift pagi terasa lengang. Dengan demikian, karyawan yang mengisi shift pagi pun mudah merasa bosan karena tak banyak yang dilakukan, padahal mereka yang mengisi shift malam harus kelimpungan melayani banyaknya pesanan yang masuk.

    Adil bukan berarti sama rata, tetapi sesuai dengan beban kerja yang ada. Apabila tidak dicermati dengan baik, bukan saja karyawan akan mudah kehilangan motivasi kerja, kualitas layanan pun bisa terjun bebas, lho!

    Kesejahteraan karyawan juga dapat dicapai dengan pembagian shift kerja yang sesuai beban kerjanya. 

    3. Memberikan Pelatihan untuk Pengembangan Kapasitas

    Karyawan mana pun tentu tak ingin seumur hidupnya habis dengan melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya. Terkadang, mengambil kesempatan yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup agar lebih baik juga menjadi sesuatu yang bijak.

    Namun, sebanyak apa pun kesempatan yang datang, hasilnya akan tetap sama saja apabila mereka tidak memiliki bekal untuk menyambut kesempatan tersebut, kan? Oleh karena itu, berikan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan kapasitas kerja mereka agar siap memaksimalkan kesempatan yang datang.

    Eits, ini bukan hanya tentang memodali mereka agar dapat bekerja di perusahaan lain yang menawarkan gaji lebih besar saja, lho! Pelatihan-pelatihan semacam ini juga dapat berguna dalam bisnis yang tengah dikelola.

    Ketika bisnis semakin maju dan berkembang, jelas kita sebagai pemilik usaha juga membutuhkan sumber daya manusia yang lebih andal untuk mengelolanya. Pengembangan kapasitas ini bisa dimanfaatkan karyawan kita dalam menapaki jenjang karier tersebut.

    Baca juga: Analisis Strategi Pemasaran Guna Pengembangan Kapasitas

    Masukkan Kesejahteraan dalam Indikator Quality Control

    Quality control tidak hanya terbatas pada produk atau jasa yang kita tawarkan kepada pelanggan saja. Disadari atau tidak, kualitas karyawan juga sangat menentukan penjualan bisnis kita.

    Dengan memasukkan indikator kesejahteraan dalam evaluasi, pelaku usaha dapat dengan mudah mengukur sudah sebaik apa kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan, sekaligus menggali lebih dalam bantuan apa sekiranya yang mereka butuhkan untuk mencatatkan kinerja yang lebih baik lagi.

    Jangan lupa bahwa kesejahteraan pekerja merupakan tanggung jawab pelaku usaha yang mempekerjakannya. Jadi, sama sekali tidak ada salahnya jika ingin membantu mereka mengurai masalah-masalah yang mungkin tengah mereka hadapi dan dapat menjadi hambatan dalam pengelolaan bisnis.

    Tanpa perlu membebani pengeluaran bisnis dengan gaji yang sangat besar, pelaku usaha tetap dapat menjamin kesejahteraan karyawan dengan mencoba memenuhi kebutuhan mereka di luar materi yang masih wajar untuk dibantu. Khususnya dengan mempermudah beban kerja yang harus mereka selesaikan setiap harinya.

    Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berlangganan layanan aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur unggulan untuk mempermudah pengelolaan bisnis dari awal hingga akhir. Tidak sulit sama sekali, kan? Yuk, langsung saja gunakan aplikasi majoo!

    Baca juga: Kualitas Produk Memikat, Penjualan Pun Meningkat!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Memilih Inovasi Bisnis atau Buka Bisnis Baru di 2022?
    Tak jarang pebisnis mengalami dilema untuk menetapkan pilihan untuk membuka bisnis baru atau melakukan inovasi bisnis. Lantas, mana yang perlu dipilih?
    Menerapkan Strategi Omnichannel pada Bisnis, Apa Untungnya?
    Strategi omnichannel kini mulai dilirik sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan pendapatan bisnis. Bagaimana cara kerja strategi bisnis yang satu ini?
    4 Alasan Membagikan Data KTP Penting untuk Keamanan Akun majoo Kamu
    Majoo berkomitmen memberi pelayanan terbaik dan jaminan keamanan kepada setiap pengguna, dan memastikan kamu bisa mengelola bisnis dengan aman dan nyaman.
    5 Daerah Penghasil Biji Kopi Terbaik di Indonesia
    Indonesia berada di urutan nomor 4 negara penghasil kopi terbanyak di dunia. Di daerah mana saja hadir biji kopi terbaik dari Indonesia?