Table of Content

    • majoo blog
    • Trivia
    • Komponen Ekosistem Digital yang Dorong Usaha Kecil Bertumbuh

    Komponen Ekosistem Digital yang Dorong Usaha Kecil Bertumbuh

    Jika tidak ingin tertinggal dari persaingan, bisnis perlu terlibat dalam ekosistem digital.

    Ekosistem digital adalah kombinasi alat bantu modern sebagai sarana pemasaran untuk mendorong bisnismu bertumbuh. Jangan keliru, hal ini tidak hanya berlaku bagi perusahaan yang sudah mapan, tetapi juga untuk usaha kecil.

    Apakah kamu pernah mendengar statistik bahwa konsumen rata-rata menghabiskan 80% waktunya di consumer journey sebelum akhirnya berhasil terhubung dengan tim sales bisnismu?

    Setelah mengetahui statistik tersebut, sebagian dari kamu mungkin bertanya-tanya, di mana persisnya konsumen menghabiskan waktunya? Bagaimana caramu bisa memengaruhi keputusan konsumen dalam proses tersebut?

    Sebetulnya, kamu bukan hanya bisa memengaruhi keputusan konsumen, kamu bahkan dapat turut mengontrol prosesnya. Di sinilah ekosistem digital memainkan perannya.

    Komponen ekosistem digital yang penting bagi usaha kecil

    Komponen-komponen yang akan dibahas berikut ini dapat dipecah lebih rinci ke dalam sistem dan taktik. Perlu diingat, komponen digital ecosystem ini merupakan komoditas.

    Nilai sesungguhnya yang akan dirasakan oleh usaha kecil datang dari sistem yang dibangun serta cara komponen-komponen di bawah ini mengisi sistem tersebut.

    Dengan kata lain, komponen ini merupakan pendukung yang akan membuat bisnis, konsumen, dan misimu dapat dikelola dengan lebih selaras. Yuk, langsung saja kita lihat detail komponen digital ecosystem yang penting bagi bisnismu!

    Traffic

    Memastikan bisnis terlibat dalam digital ecosystem dimulai dari hadir di hadapan audiens. Dalam istilah digital, kamu perlu kunjungan atau traffic ke situs bisnis.

    Traffic merupakan permainan atensi. Jika audiens atau konsumen potensial tidak mengetahui keberadaanmu, kecil kemungkinan mereka akan membeli produkmu. Dengan kata lain, bisnismu seolah tak ada bila audiens tidak mengetahuinya.

    Baca juga: Konsep Brand Awareness dan Cara Meningkatkannya Dalam Bisnis

    Ada beragam traffic, misalnya organik dan berbayar. Organic traffic merupakan cara paling natural untuk berinteraksi bahkan dengan audiens yang belum mengetahui bisnismu. Kamu bisa memperolehnya dengan memproduksi konten yang bermanfaat bagi audiens.

     Aplikasi POS merupakan salah satu digital tools yang mendukung kemajuan bisnis.

    Website

    Website merupakan bagian dari digital ecosystem yang tidak bisa kamu abaikan saat ini. Brand yang memiliki situs dengan pengelolaan baik akan terlihat lebih tepercaya.

    Perlu diingat, website bukanlah tentang bisnismu, melainkan tentang konsumen dan masalah yang dihadapinya. Buatlah konten dalam ‘bahasa konsumen’. Alih-alih membahas fitur produk secara panjang lebar, sebaiknya kamu tunjukkan manfaat produk di konten-konten website-mu.

    Dengan begitu, konsumen mengerti peran produk atau layananmu dalam pemecahan masalah yang mereka hadapi.

    Sebagai bagian dari digital ecosystem, situs bisnis berperan dalam hal-hal di bawah ini.

    • Memuaskan kebutuhan konsumen dengan konten bermanfaat, jawaban atas pertanyaan mereka, serta akses komunikasi dengan bisnismu.
    • Menangkap calon konsumen potensial, bahkan menciptakan conversion
    • Sumber data untuk analisis metriks terkait perilaku konsumen.

    Baca juga: Inilah 4 Tips Mengubah Konsumen Menjadi Pelanggan Setia

    Buyer journey

    Setelah kamu berhasil memancing traffic dan audiens mengunjungi website-mu, kamu dapat mengumpulkan informasi tentang konsumen. Maka dari itu, saatnya kamu melakukan analisis mendalam terkait consumer atau buyer journey.

    Cara terbaik memandang buyer journey ialah serangkaian tugas yang harus diselesaikan oleh bisnis supaya penjualan terjadi.

    Memang betul, terdapat fase-fase dalam perjalanan konsumen seperti di bawah ini.

    • Pre-awareness: Konsumen memiliki persoalan yang dapat diselesaikan oleh bisnismu, tetapi mereka belum mengenal bisnismu.
    • Awareness: Konsumen mengenal bisnismu.
    • Education: Konsumen mengetahui layanan atau produkmu dan perannya dalam menyelesaikan masalah mereka.
    • Consideration: Konsumen mengetahui klaim manfaat serta hasil menjanjikan yang bisnismu tawarkan.
    • Evaluation: Konsumen mempertimbangkan kredibilitas bisnismu dalam memenuhi klaim.
    • Rationalization: Konsumen mempertimbangkan resource, waktu, dan mungkin akan segera bertransaksi.
    • Decision: Konsumen memutuskan bertransaksi.

    Sayangnya, buyer journey tidak selalu berjalan linier karena berbagai faktor. Karena itu, bisnis yang memahami cara konsumen berpikir, kemungkinan besar akan memenangkan persaingan. Terlebih di era digital dengan arus informasi yang demikian deras dan kompetisi yang ketat ini.

    Digital tools

    Nah, posisi digital tools berada persis di bawah grafik buyer journey. Keputusan tentang penggunaan alat bantu yang kamu gunakan idealnya didasarkan pada kebutuhan untuk memuaskan konsumen pada setiap tahap dalam perjalanan konsumen.

    Adapun jumlah tools yang bisa kamu manfaatkan hampir tidak terbatas. Namun, tentu kamu tidak bisa menghabiskan waktu meneliti tools sebelum akhirnya menemukan tools yang sesuai untuk bisnismu.

    Karena itu, pertimbangkanlah digital tools yang menawarkan fitur lengkap seperti aplikasi majoo. 

    Aplikasi POS yang satu ini lebih dari sekadar aplikasi untuk mengelola transaksi penjualan. Kamu dapat mengelola inventori, keuangan, program promosi, bahkan kampanye digital dari satu aplikasi.

    Jadi, majoo dapat membantumu memastikan kepuasan konsumen dalam setiap tahapan buyer journey berkat fiturnya yang lengkap. Yuk, coba aplikasi canggih ini sekarang!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Mempertahankan Bisnis dengan Memanfaatkan e-Marketplace
    Berbagai e-Marketplace berlomba memberikan dukungan di platform mereka untuk pebisnis, dengan harapan agar ekonomi tetap bergerak di masa pandemi COVID-19.
    Online Shop: Bisnis Paling Tepat di Masa Pandemi
    Di masa pandemi, saat semuanya dibatasi, membuka atau mengalihkan bisnis menjadi online shop dianggap sebagai sebuah strategi bisnis yang tepat.
    Belajar dari Pandemi: 5 Catatan Penting untuk Pemilik Usaha
    Meski sulit, ada pelajaran berharga yang dapat diambil selama pandemi. Dengan memahami ini, pemilik usaha dapat bertahan dan bergerak maju.
    Marketplace Indonesia Ini Turut Dorong Pertumbuhan UMKM Lho!
    Marketplace Indonesia memegang peranan besar dalam mendukung perkembangan UMKM. Apa saja marketplace karya anak bangsa tersebut? Simak daftarnya di sini!