Mengulas Kembali Kontribusi UMKM di Program Go Digital


Program go digital menargetkan 30 juta unit UMKM melangkah ke ekosistem digita pada tahun 2024.

Bahkan sebelum penyebaran pandemi COVID-19 dimulai di akhir tahun 2019 lalu, sesungguhnya program go digital yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sudah mulai marak digiatkan. Melalui Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, program ini tidak hanya ditujukan untuk menambah angka penjualan dan transaksi di pasar UMKM saja, tetapi juga untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM itu sendiri.

Terlebih lagi, dengan adanya pandemi COVID-19 yang harus diakui telah memberikan dampak yang sangat buruk bagi bisnis, khususnya mereka yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah, program-program semacam ini memang dibutuhkan untuk memastikan tidak semakin banyak pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar, mengingat UMKM merupakan salah satu pahlawan yang membantu negara menggerakkan roda perekonomian.

Memperluas Pasar UMKM

Program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kemenkop UKM ini sejatinya diluncurkan untuk memperluas pasar yang bisa ditarget oleh para pelaku usaha melalui pemanfaatan platform-platform digital.

Seperti yang kita ketahui, tidak seperti bisnis-bisnis besar yang sudah memiliki nama, umumnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lebih memilih untuk menjalankan kegiatan pemasaran serta penjualan secara konvensional, misalnya dengan berjualan dari pintu ke pintu maupun menitipkan dagangan kepada penjual eceran.

Baca Juga: Langkah UMKM Go International dengan Go Digital

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan cara tersebut, akan tetapi tentu jangkauan yang bisa dicakup dengan cara-cara tersebut sangat terbatas, khususnya secara geografis karena berarti kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan hanya terbatas pada daerah yang dekat dengan tempat usaha saja. Nah, dengan mendorong UMKM agar go digital, target pasar yang tadinya sangat terbatas tersebut bisa diperluas lagi.

Target 30 Juta UMKM Go Digital di 2024

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, menyebutkan bahwa di tahun 2024 nanti, pemerintah mengupayakan agar setidaknya sudah ada 30 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sudah go digital melalui program ini.

Sebagai catatan, di awal tahun 2021 ini terdapat sekitar 64,2 juta unit UMKM yang tercatat dalam data Kemenkop UKM dengan tingkat kontribusi terhadap produk domestik bruto (Gross Domestic Product/GDP) sekitar 61% atau setara dengan Rp8.573,9 triliun.

Dari sekian banyak unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang tercatat, di pertengahan tahun 2021 terhitung ada 13,5 juta unit UMKM yang sudah menjalankan bisnisnya secara digital. Dengan kata lain, hingga saat ini, sudah ada sekitar 21% unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang mulai memanfaatkan platform digital dalam menjalankan bisnisnya.

Dengan rata-rata tingkat pertumbuhan pasar UMKM yang mulai tercakup secara digital sekitar 6 juta per tahun, target 30 juta UMKM yang go digital di tahun 2024 bukanlah target yang mustahil untuk dicapai.

Baca Juga: Keuntungan yang Didapatkan dari UMKM Go Digital

Namun, meski tak mustahil untuk dicapai, bukan berarti target tersebut dapat dengan mudah pula dicapai. Karenanya, pemerintah melalui Kemenkop UKM pun terus secara insentif memberikan stimulus kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih mudah masuk ke dalam ekosistem digital dan meningkatkan keuntungan bisnisnya.

Dengan program go digital, jangkauan pasar umkm akan semakin luas.

Memperoleh Banyak Dukungan Bisnis

Tentunya, beralih ke ekosistem digital dengan serta merta bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, terlebih bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sudah terbiasa dengan kegiatan pemasaran serta penjualan secara konvensional. Karena itu, berbagai bentuk dukungan untuk memastikan bisnis dapat tetap siap dijalankan di platform-platform digital pun terus diberikan.

Salah satunya adalah program QRIS yang diluncurkan pemerintah melalui Bank Indonesia pada tahun 2019 lalu. Produk teknologi yang memungkinkan seluruh penyedia jasa pembayaran di bawah naungan Bank Indonesia untuk menyelesaikan transaksi hanya dengan satu kode QR saja ini bisa dibilang bentuk dukungan yang besar bagi bisnis yang ingin melangkah ke platform digital.

Dengan adanya QRIS, setiap pelanggan dapat beralih ke pembayaran nontunai melalui banyak sekali pilihan platform dompet digital yang digunakan, dengan demikian stimulus agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dapat go digital tidak hanya dilakukan dari sisi usahanya sendiri, tetapi juga diberikan kepada pasar UMKM yang ditargetkan.

Selain QRIS, pemerintah juga dengan gencar memberikan bantuan berupa pinjaman lunak kepada setiap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang ingin mengembangkan usahanya. Diiringi dengan berbagai pelatihan dan juga platform digital yang disiapkan dengan matang, pelaku usaha akan semakin mudah pula untuk melangkah ke ekosistem digital.

Bagaimanapun juga, target 30 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang siap untuk menjalankan bisnis secara digital bukanlah target yang kecil. Karenanya, pemerintah dengan berbagai programnya pun tetap berusaha mendukung para pelaku usaha agar dapat bersama-sama mencapai target tersebut.

Tak ketinggalan, aplikasi majoo pun turut mendukung upaya pemerintah dalam program go digital yang diluncurkan. Dengan integrasi yang mudah ke platform-platform marketplace besar dan juga kemudahan pembayaran secara nontunai, aplikasi majoo dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha yang ingin segera memperluas pasarnya hingga ke ranah digital.

Selain itu, aplikasi majoo juga dilengkapi dengan fitur pencatatan keuangan yang serba terintegrasi dan dapat diandalkan untuk memastikan tidak ada kesalahan pencatatan keuangan bisnis sekalipun pelaku usaha harus mengelola lebih dari satu tempat usaha, baik yang dijalankan secara fisik maupun yang dijalankan di ekosistem digital.


Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

4 Bidang UMKM yang Meraih Sukses Sepanjang Tahun 2021
Sepanjang tahun 2021, 4 bidang yang digerakkan UMKM ini bisa menyandang status sebagai bisnis sukses dan mampu bertahan. Apa saja bidang UMKM ini?
Melayani Pelanggan Setia Melalui Sistem Keanggotaan
Bagaimana melayani pelanggan setia secara maksimal, tetapi juga tidak merepotkan? Mungkin program pelanggan setia bisa menjadi solusi yang patut dicoba!
Promosi Digital untuk Pemasaran Produk dan Jasa
Ada berbagai cara dalam melakukan kegiatan pemasaran produk dan jasa, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital seperti media sosial.
Metode Pembayaran QRIS, Inilah Kelebihannya
Metode pembayaran dengan menggunakan QRIS bisa dipilih untuk menjaga jarak aman selama pandemi. Selain itu, cara ini juga lebih menguntungkan bagi bisnis.