5 Keuntungan Merekrut Anak Muda dalam Tim Bisnismu

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail

Anak muda cenderung memiliki keterampilan, antusiasme, dan ide-ide inovatif.

Secara umum, anak muda memiliki keterampilan, antusiasme, dan ide-ide inovatif yang akan berdampak baik bagi suatu ekosistem bisnis. Karena itu, rekrutmen karyawan muda patut kamu pertimbangkan untuk menjaga bisnis tetap relevan dan up to date.

Kalau kamu masih ragu melibatkan karyawan muda dalam tim bisnismu, coba lihat terlebih dahulu beberapa keuntungan merekrut young talent berikut ini.

Energi dan Perspektif Baru

Karyawan muda dapat membawa perspektif yang segar dan pola pikir berbeda ke dalam bisnis. Kebanyakan anak muda masih bersemangat untuk belajar, membangun pengalaman, dan menerapkan keterampilannya di dalam pekerjaan.

Nah, antusiasme tersebut dapat memberikan pengaruh yang baik pembangunan tim dan produktivitas kerja. 

Tak hanya itu, karyawan muda juga akan menguntungkan bisnismu jika kamu ingin menyasar pasar generasi milenial ke bawah. Karyawan muda tahu cara berkomunikasi dengan orang-orang seusianya sehingga strategi pemasaranmu menjadi lebih efektif.

Baca juga: Inilah Pendekatan Generasi Muda dalam Mengelola Bisnis!

Pengembangan Tenaga Kerja

Generasi muda cenderung lebih terbiasa belajar. Seorang karyawan muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi kemungkinan besar masih mempertahankan learning mindset sehingga lebih mudah menyerap materi training saat bekerja.

Karyawan muda ibarat kanvas kosong, jika memang yang kamu rekrut adalah fresh graduate. Belum ada pengalaman kerja sebelumnya yang membentuk mereka.

Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi bisnis sebab memperoleh kesempatan untuk membentuk keterampilan karyawan sesuai dengan target dan tujuan perusahaan.

 

 Karyawan fresh graduate dapat dibentuk oleh perusahaan agar memiliki skill yang sesuai business goal.

Manajemen Sumber Daya Lebih Optimal

Dalam banyak skenario, gaji karyawan muda cenderung lebih rendah dibandingkan dengan karyawan yang sudah berpengalaman. Maka dari itu, bisnis perlu mempertimbangkan rekrutmen karyawan muda untuk posisi entry-level.

Jadi, karyawan-karyawan yang sudah berpengalaman dengan bayaran gaji besar dapat difokuskan mengisi level-level strategis di perusahaan. Sementara itu, posisi entry-level bisa diserahkan ke karyawan muda atau fresh graduate.

Bahkan, bisnis dapat secara resmi membuka program trainee untuk posisi tertentu. Program seperti ini menguntungkan baik bagi perusahaan maupun karyawan muda itu sendiri. 

Karyawan muda berkesempatan belajar dari praktisi yang sudah berpengalaman di dunia kerja, sedangkan perusahaan memiliki tenaga kerja untuk pekerjaan entry-level dengan investasi gaji yang tidak terlalu tinggi.

Mudah Beradaptasi dan Agile

Saat situasi yang tidak terduga muncul, generasi muda cenderung lebih siap menghadapi perubahan yang tiba-tiba. Karena itu, rekrutmen karyawan muda baik bagi bisnis di tengah lanskap industri modern yang proses, teknologi, dan prioritasnya terus berubah.

Dalam situasi sosial dan ekonomi seperti saat ini, kemampuan beradaptasi yang tinggi sangat penting. Jadi, bisnis perlu memastikan tim yang terlibat mempunyai kapasitas tersebut.

Jika tim yang menggerakkan bisnis memiliki karakter agile, bisnis akan lebih mudah melakukan pivot ketika diperlukan. Dengan demikian, potensi bisnis bertahan di tengah situasi ekonomi yang tak menentu pun relatif lebih tinggi. 

Early Adoption terhadap Teknologi

Generasi muda saat ini tumbuh di tengah teknologi. Ketertarikan dan kemampuan mereka memahami teknologi dengan cepat seketika membedakannya dengan angkatan kerja yang lebih senior.

Maka dari itu, merekrut karyawan muda perlu dilakukan oleh bisnis, terutama bila bisnis mau bergerak maju mengadopsi berbagai teknologi baru. Seperti yang sudah diketahui, kini bisnis memang dituntut untuk melakukan transformasi digital. 

Baca juga: Menilik Kaitan Ekosistem Digital dengan Kemajuan Usaha Kecil 

Perkembangan teknologi dan hantaman pandemi telah membentuk perilaku konsumen serta iklim industri baru. Tentunya, dengan standar-standar berbeda yang cenderung lebih tinggi daripada sebelumnya.

Mau tidak mau, bisnis perlu mengikuti perubahan tersebut jika tak ingin ditinggalkan pasar. Karena itu, adopsi teknologi dan transformasi digital bukan lagi sebuah opsi, melainkan keharusan bagi sebuah bisnis.

Penutup

Keputusan melibatkan anak muda sebagai bagian dari staf di perusahaan atau bisnis memang kerap menjadi dilema. Generasi muda dinilai memiliki mental kerja yang tidak setangguh generasi sebelumnya.

Namun, hal tersebut sebetulnya dapat diatasi dengan proses rekrutmen yang saksama dan pelatihan yang optimal.

Di luar hal tersebut, merekrut karyawan muda memberikan banyak keuntungan bagi bisnis, mulai dari biaya gaji yang tidak terlalu tinggi hingga karakter khas generasinya yang bisa menjaga bisnis terus relevan, salah satunya kemampuan mereka mengadopsi teknologi terkini.

Sekarang bisnis sudah tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi dan digital tools. Ekspektasi konsumen yang meningkat perlu dibarengi dengan penggunaan alat bantu yang bisa menjawab tantangan tersebut.

Sebagai contoh, ekspektasi konsumen terhadap proses transaksi kasir saat ini, antara lain cepat, mudah, dan praktis. Keterlambatan proses atau kesulitan pemilihan opsi pembayaran saja dapat seketika membuat konsumen kecewa dan tak mau bertransaksi kembali di bisnismu. 

Jadi, pastikan kamu sudah menggunakan alat bantu yang pasti akan menjadikan keseluruhan operasional bisnis lebih efisien seperti majoo. Yuk, pelajari lebih lanjut tentang aplikasi POS lengkap ini! 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo