Table of Content

    New Normal Harus Dihadapi Dengan Pola Pikir Baru

    Dibutuhkan pola pikir berbeda dalam menjalankan bisnis di masa new normal

     

    Dalam masa new normal ini, banyak bisnis berbenah kembali. Keberhasilan bisnis di tengah situasi ini salah satunya bergantung pada kemauan para pemilik bisnis untuk keluar dari zona nyaman dan cara-cara lama dalam mengelola bisnis.

     

    Inilah saatnya para pebisnis fokus pada upaya untuk memulihkan bisnis. Tidak perlu pesimis jika kamu harus memulai kembali bisnis ‘dari awal’. Situasi ekonomi saat ini memang sulit, hampir bagi semua orang. Tapi, kamu perlu tetap mempertahankan motivasi serta memiliki pola pikir yang tepat dalam menghadapi situasi ini.

     

    Temukan pola pikir yang tepat

    Sebelum berbicara tentang pola pikir yang tepat, matikanlah TV dan semua notifikasi berita yang masuk ke ponselmu. Berikan jeda bagi dirimu dari arus informasi yang sangat cepat terkait perkembangan wabah COVID-19 ini.

     

    Kamu bisa menonton atau membaca berita di jam-jam tertentu saja, setelah selesai bekerja misalnya. Jangan biarkan dirimu digempur informasi sepanjang hari. Dengan cara ini, kamu tetap dapat mengikuti perkembangan sekaligus tetap dapat fokus mengelola bisnis.

     

    Tentu kamu tetap perlu waspada dan menerapkan protokol kesehatan, namun bukan berarti sepanjang harimu harus terus diisi oleh informasi-informasi terkait perkembangan virus corona. Alih-alih terus-menerus merasa bingung dan panik, sebaiknya kelola pikiran dan energi untuk memulihkan bisnis.

     

    Lupakan cara-cara lama

    Kamu mungkin sering mendengar, para pemilik bisnis dituntut untuk berpikir kreatif. Jika ada waktu dimana cara berpikir kreatif sangat dibutuhkan, inilah saatnya.

     

    Lepaskan kebiasaan atau cara-cara lama dalam mengelola bisnis. Bila kamu memiliki gerai dan harus menutupnya untuk sementara waktu, mulailah fokus pada penjualan online. Eksplorasi berbagai strategi untuk menarik pelanggan.

     

    Meski tidak mudah, cobalah untuk melihat sesuatu dari sisi positif

     

    Lebih fokus melihat hal-hal positif

    Tidak mudah untuk melihat hal baik di tengah situasi yang terasa sangat kacau ini. Akan tetapi, terlalu tenggelam di dalam hal-hal negatif juga tidak akan memberi banyak manfaat untukmu. Cobalah melihat banyak hal dengan pola pikir yang lebih positif.

     

    Sebagai contoh, kini kamu harus melakukan disinfeksi gagang pintu gerai milikmu. Daripada melihatnya sebagai beban atau tambahan pekerjaan yang merepotkan, lihatlah hal itu sebagai upaya agar tetap sehat dan bisnis terus berjalan.

     

    Tanamkan pula pikiran bahwa hal ini akan terlewati pada akhirnya. Ekonomi akan kembali pulih, begitu juga bisnis milikmu.

     

    Setia pada visi

    Bagian yang paling penting agar mampu bertahan di masa new normal ini adalah setia pada visi. Ingat kembali mengapa kamu memulai bisnis ini.

     

    Setia pada visi bukan berarti tidak beradaptasi. Dengan memikirkan visi atau tujuan bisnis, justru kamu akan terdorong untuk memikirkan perbaikan-perbaikan kecil yang dapat dilakukan, penyesuaian rencana bisnis, hingga strategi pemasaran yang dapat mengantar bisnismu pada tujuan tersebut.

     

    Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, bisnis-bisnis kecil perlu berupaya lebih dengan cara-cara sederhana. Langkah-langkah dalam bisnis harian tetap perlu dibuat seefisien mungkin, dengan dampak paling besar pada bisnis. 

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!
    majoo punya beberapa tips nih, agar kamu bisa memaksimalkan penjualan melalui media sosial. Yuk, disimak!
    Memaksimalkan Bisnis secara Optimal dengan Integrasi GoFood
    Ada banyak cara untuk memaksimalkan bisnis, salah satunya dengan melakukan integrasi GoFood. Wah, maksudnya bagaimana, tuh?
    Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?
    Saat ini merupakan era menarik bagi digital marketing. Berkat pemasaran digital, bisnis lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen dan memperluas pasar.
    Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?
    Mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan karakter Gen Z dalam menjalankan operasional bisnis? Apa, sih, yang akan terjadi jika tidak dilakukan?