Table of Content

    Pentingnya Penghargaan untuk Meningkatkan Produktivitas


     

    Terlepas dari sektor bisnis yang kamu tekuni, menarik dan mempertahankan karyawan yang kompeten merupakan hal krusial. Kompetisi untuk mendapatkan talent terbaik bisa sangat menantang.

     

    Bila kamu berhasil merekrut karyawan dengan kompetensi terbaik, “pekerjaan rumah” belum selesai. Kamu masih perlu memikirkan cara untuk meningkatkan produktivitas karyawan tersebut agar selalu optimal.

     

    Bagaimana cara memotivasi karyawan agar dapat bekerja seproduktif mungkin? Nah, kamu perlu memberikan penghargaan, lebih dari soal kompensasi dan tunjangan.

     

    Penghasilan tentu merupakan hal penting dalam kehidupan seseorang. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa merasa dihargai juga sangat penting dalam sebuah lingkungan kerja.

     

    Mengenal pentingnya sistem penghargaan karyawan

    Produktivitas kerja sangat penting dalam rangka memastikan suatu bisnis bisa memperoleh keuntungan. Kalau begitu, kamu perlu terus berupaya meningkatkan produktivitas karyawan.

     

    Dalam pengelolaan SDM, kamu bisa menerapkan reward system dan recognition system. Meskipun keduanya diterjemahkan sebagai penghargaan, tetapi maknanya sedikit berbeda.

     

    Reward system lebih merujuk kepada bentuk apresiasi berupa materi, di luar gaji atau tunjangan, yang diberikan oleh perusahaan. Karena berupa materi, sudah pasti perusahaan membutuhkan biaya tambahan untuk menerapkan sistem ini.

     

    Selain itu, reward system juga umumnya diberikan dengan syarat tertentu. Jadi, karyawan baru memperolehnya apabila memiliki pencapaian khusus. Misalnya, sistem bonus yang diberikan kepada karyawan berhasil mencapai target penjualan.

     

    Di sisi lain, recognition system bertujuan memberikan ‘keuntungan psikologis’ bagi karyawan. Sekilas, cara ini mungkin terdengar klise, tetapi sebuah penelitian di USA menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan di Amerika mengundurkan diri dari pekerjaannya karena merasa kurang dihargai.

     

    Sementara itu, perusahaan dengan recognition system yang baik mengalami penurunan angka turnover karyawan hingga 23,4 %. Mengapa bisa demikian?

     

    Ketika seorang karyawan merasa dihargai oleh atasannya, umumnya timbul rasa memiliki terhadap pekerjaan sehingga motivasi dan produktivitasnya meningkat. Wajar saja bila recognition system dianggap sangat berkaitan dengan perbaikan performa kerja karyawan dan profit yang diterima oleh bisnis.

     

    Lalu, apa itu recognition system? Secara sederhana, sistem tersebut merupakan metode yang kamu terapkan untuk memastikan para karyawan merasa kerja kerasnya setiap hari bernilai dan sangat dihargai.


     

    Adapun bentuk implementasinya dapat sangat bervariasi. Kamu bisa membuat program penghargaan terstruktur, seperti employee of the month, membuat konten video tahunan yang menampilkan pencapaian karyawan, ataupun menyediakan papan pengenalan karyawan berprestasi.

     

    Di luar metode terstruktur, selalu menarik memberikan apresiasi yang bersifat spontan. Selain mendekatkan pemilik bisnis atau pimpinan perusahaan dengan staf, cara-cara spontan juga sering kali dianggap lebih tulus oleh karyawan.


    Misalnya, sebagai manajer atau pemilik bisnis, kamu bisa mengirimkan pesan berupa ucapan selamat atas pencapaian karyawan ke grup Whatsapp tim. Bentuk lainnya, kamu dapat mengucapkan terima kasih secara personal kepada staf atas bantuan dan kerja kerasnya sehingga tujuan bisnis pada bulan tersebut tercapai.

     

    Ucapan terima kasih tersebut bisa diikuti dengan apresiasi-apresiasi sederhana lain, seperti mengizinkan karyawan yang bersangkutan datang lebih siang atau pulang lebih awal keesokan harinya, memberi waktu istirahat makan siang yang lebih panjang, atau mengizinkannya bekerja dari rumah.

     

    Cara-cara tersebut mungkin terlihat remeh, tetapi begitu kamu menerapkannya, kamu akan menemukan perubahan di dalam bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan yang akan dirasakan oleh bisnis milikmu.

    ·         Produktivitas karyawan meningkat

    ·         Memungkinkan bisnis lebih profit

    ·         Menciptakan kultur perusahaan yang positif

    ·         Karyawan lebih loyal dan retensi pun meningkat

    ·         Menyatukan staf dari berbagai generasi

     

    Dampak sistem penghargaan: sebuah penjelasan psikologis

    Jika kamu masih merasa heran, mengapa recognition system mampu meningkatkan produktivitas dan berujung pada peningkatan performa bisnis, simak penjelasan berikut ini.

     

    Hierarki kebutuhan menurut Maslow

    Dalam hierarki kebutuhan yang disampaikan oleh Abraham Maslow, psikolog berkebangsaan Amerika, manusia memiliki lima macam kebutuhan. Kelima jenis kebutuhan tersebut digambarkan dalam bentuk piramida yang perlu dipenuhi mulai dari dasar.

     

    Maslow mengatakan kebutuhan mendasar manusia adalah kebutuhan fisik, seperti makan, istirahat, dan keamanan. Berikutnya, manusia perlu kepemilikan dan cinta, apresiasi, serta aktualisasi diri di puncak hierarki.

     

    Hierarki tersebut erat sekali kaitannya dengan dunia kerja. Saat seseorang telah memperoleh pekerjaan dan penghasilan, secara alami ia akan berupaya memenuhi kebutuhan berikutnya yaitu apresiasi. Karena itu, recognition system bisa menjadi metode yang mendorong seseorang bekerja sangat optimal.

     

    Peranan dopamine

    Recognition system juga memengaruhi sistem biologis di otak kita. Saat kita menerima pujian atau apresiasi, otak akan mengeluarkan dopamine seperti halnya ketika kita melakukan aktivitas favorit atau menerima hadiah.

     

    Konon menerima apresiasi atas pencapaian pekerjaan mengaktifkan saraf khusus dan memunculkan rasa senang. Bahkan, The Japanese National Institute for Psychological Sciences menyatakan bahwa menerima pujian dapat mengaktivasi saraf yang sama dengan yang aktif saat kita menerima uang.

     

    Akan tetapi, saraf tersebut juga bukan hanya memicu rasa senang, melainkan menghadirkan rasa diperlakukan secara adil. Nah, ketika seseorang merasa diperlakukan dengan adil, ia akan cenderung lebih terlibat dan mengeluarkan seluruh kompetensinya dengan optimal.

     

    Masih ada banyak teori lain yang mendukung serta menjabarkan kaitan antara apresiasi dengan produktivitas kerja karyawan. Namun, teori tidak akan mendatangkan keuntungan bagi bisnis sebelum kamu benar-benar menerapkannya sendiri. Selamat mencoba!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Bisnis Maju Dengan Aplikasi Toko Kelontong Modern
    Mengelola bisnis tradisional di tengah gempuran eCommerce tidaklah mudah. Kamu harus mulai mengadaptasi perkembangan teknologi, misalnya menggunakan aplikasi untuk mengelola toko kelontongmu.
    5 Hal Penting dalam Melakukan Market Research
    Informasi dari market research dapat membantumu menyampaikan kampanye pemasaran yang dapat menarik target pasar.
    Keuntungan Integrasi Online Bisnis F&B dengan GrabFood
    Di masa pandemi, integrasi online dengan layanan pesan antar seperti GrabFood bisa menjadi pilihan bijak. Nikmati program terbaru aplikasi majoo.
    Menentukan Jam Buka Restoran Terbaik selama Ramadan
    Apa saja yang perlu diperhatikan pelaku usaha di bidang kuliner saat menentukan jam buka restoran selama bulan puasa?