Table of Content

    Spesial Hari Valentine: Membangun Relasi Dengan Konsumen


     

    Saat ini digital marketing makin berkembang. Kebutuhan dan ekspektasi bisnis, atau khususnya orang, terus berubah. Akibatnya, ada peningkatan tekanan untuk menggunakan teknik yang variatif supaya bisa memenangkan kompetisi. Meskipun begitu, prinsip paling mendasar dari menjaga bisnis masih tetap sama yaitu membangun hubungan baik dengan konsumen.

     

    Berhubung sebentar lagi hari valentine, pas sekali untuk membahas tentang relasi. Khususnya, cara bisnis membangun relasi dengan para konsumennya. Mari simak beberapa tips di bawah ini!

     

    Kenali kanal komunikasi yang tepat

    Judul di atas terdengar sangat basic, ya. Namun, cukup banyak bisnis yang keliru dan tidak memprioritaskan hal ini. Padahal, jika ekspektasi komunikasi terpenuhi oleh kompetitor, bisnis jelas akan ditinggalkan.

     

    Maka dari itu, pada saat awal kamu perlu menyiapkan beberapa kanal komunikasi dengan konsumen. Berikan pengalaman yang positif bagi konsumen serta bangun kepercayaan. Kamu bisa membuka jalur komunikasi melalui online chat, website form, ataupun telepon secara langsung. Intinya, temukan pola komunikasi yang sesuai dengan ekspektasi konsumen.  

     

    Pahami customer journey dan buat perbaikan sesuai kebutuhan konsumen

    Luangkan waktu untuk mengerti customer journey sehingga kamu tahu rasanya menjadi konsumen dari bisnismu. Dengan begitu, kamu akan menghargai relasi dengan konsumen dan berupaya membuat perbaikan-perbaikan.

     

    Hal tersebut juga bisa menjadi acuan ke mana kamu perlu menginvestasikan waktu dan bujet. Jadi, investasi tersebut benar-benar diletakkan untuk memenuhi ekspektasi konsumen. Jika sudah begini, pengalaman konsumen akan meningkat dan mereka berpotensi menjadi pelanggan setia.


     

    Branding dan intonasi yang konsisten

    Di tengah perkembangan digital marketing, branding yang baik ternyata sanggup membuat bisnis lebih menonjol dari kompetitor. Identitas dan intonasi suatu merek juga sering kali menjadi pemicu interaksi dengan konsumen.

     

    Lebih dari itu, citra merek juga perlu diperkuat oleh tim atau karyawan. Jadi, tim dari bisnismu juga sebaiknya bisa menunjukkan nilai yang direpresentasikan oleh brand. Bila kamu berhasil melakukan pendekatan melalui berbagai kanal secara konsisten, merek milikmu akan diingat oleh pelanggan. Bahkan, tercipta hubungan emosional antara pelanggan dengan bisnis.

     

    Personalisasi adalah kunci

    Berbicara tentang relasi, emosi merupakan faktor utama. Karena itu, konsumen biasanya hanya ingin membeli dari bisnis yang terasa terhubung dengan mereka. Misalnya, konsumen bersedia terus bertransaksi karena ada kesamaan nilai yang dijunjung dengan bisnis tersebut atau merasa dihargai oleh bisnis tersebut.

     

    Mari kita saling jujur saja, setiap orang suka merasa dihargai atau dicintai. Jika tidak, tidak mungkin hari valentine dirayakan hampir di seluruh penjuru dunia. Jadi, jangan perlakukan konsumen hanya sebatas hitungan angka. Bagaimana caranya? Berikan sentuhan personal dalam setiap interaksi dan pengalaman yang diterima oleh konsumen. 

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Bisnis Maju Dengan Aplikasi Toko Kelontong Modern
    Mengelola bisnis tradisional di tengah gempuran eCommerce tidaklah mudah. Kamu harus mulai mengadaptasi perkembangan teknologi, misalnya menggunakan aplikasi untuk mengelola toko kelontongmu.
    5 Hal Penting dalam Melakukan Market Research
    Informasi dari market research dapat membantumu menyampaikan kampanye pemasaran yang dapat menarik target pasar.
    Keuntungan Integrasi Online Bisnis F&B dengan GrabFood
    Di masa pandemi, integrasi online dengan layanan pesan antar seperti GrabFood bisa menjadi pilihan bijak. Nikmati program terbaru aplikasi majoo.
    Menentukan Jam Buka Restoran Terbaik selama Ramadan
    Apa saja yang perlu diperhatikan pelaku usaha di bidang kuliner saat menentukan jam buka restoran selama bulan puasa?