Tahun Baru, Perlukah Mengajukan Pinjaman Modal Usaha?


Dalam bisnis, ada hal-hal yang perlu untuk dianalisis sebelum kamu mengajukan pinjaman modal.


Untuk mendirikan sebuah bisnis diperlukan adanya modal. Hal ini sepertinya sudah tidak bisa ditawar lagi dan memang merupakan syarat utama bagi kamu yang ingin memulai usaha. Bagi beberapa orang yang memiliki budget modal dalam jumlah banyak, mengembangkan bisnis pun tidak akan jadi masalah. Berbeda dengan pebisnis yang modal usahanya ternyata hanya pas-pasan. 


Pinjaman modal adalah solusi untuk membantu pelaku bisnis yang modalnya terbatas. Hal ini memang bukan jalan satu-satunya untuk mengembangkan usaha, namun bisa menjadi jalan keluar alternatif yang tepat. 


Kapan seorang pebisnis dinilai pantas untuk mendapatkan pinjaman modal? Jawabannya akan cukup beragam. Intinya, pebisnis yang baik dan bijak tidak akan mengajukan bantuan pinjaman dari lembaga keuangan dengan sembarangan tanpa mengetahui tujuan pinjamannya terlebih dahulu. Seorang pebisnis yang baik juga akan paham bagaimana mengontrol alokasi dana pinjaman tersebut agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal dalam usahanya. 


Memasuki tahun yang baru, biasanya pebisnis mulai menata ulang target mereka. Salah satu hal yang biasa dijadikan target adalah melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis. Dalam hal ini, pinjaman modal pun bisa menjadi solusi yang tepat. 


Namun, bagaimana cara mengetahui apakah bisnis yang kamu jalankan benar-benar membutuhkan pinjaman modal usaha di tahun yang baru ini? 


Pebisnis yang baik akan tahu kapan waktu yang tepat untuk mengajukan pinjaman modal usaha.

Lakukan evaluasi bisnis

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengevaluasi bisnismu selama periode satu tahun terakhir. Periksa dengan benar dan cermat, bagaimana kondisi cash flow dan yang lainnya. Dari sini akan terlihat, apakah kondisi finansial bisnismu sehat atau tidak. Akan mudah pula untuk mengetahui apakah bisnismu mengalami perkembangan atau malah sebaliknya. 

Pastikan target bisnis yang ingin dicapai

Memastikan target bisnis bisa berarti bahwa hal tersebut benar-benar sebuah target yang baru, bisa juga target lama yang belum tercapai di tahun lalu. Target ini bisa bermacam-macam, misalnya membuka cabang atau outlet baru, membeli peralatan produksi, atau murni hanya membutuhkan suntikan dana yang akan digunakan sebagai dana darurat. 

Ketahui berapa nominal yang dibutuhkan

Setelah memastikan target yang ingin dicapai, cobalah untuk menghitung terlebih dahulu kira-kira berapa dana yang kamu butuhkan. Hitung juga secara mandiri jika kamu mengajukan pinjaman modal dengan nominal sebesar itu, maka berapa yang harus bayar atau cicil. Cocokkan dengan hasil evaluasi cash flow bisnismu, apakah sekiranya masih bisa memenuhi atau tidak. Kalau perlu buatlah rencana pelunasan pinjaman.  


Di sinilah letak kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis. Sembarangan mengajukan pinjaman tanpa menghitung terlebih dahulu dengan matang kebutuhan modal usaha dan kemampuan membayarnya, sehingga akhirnya malah mengakibatkan kekacauan aliran dana. 

Cari lembaga keuangan yang sesuai

Lembaga keuangan yang menyediakan dana pinjaman modal ada banyak sekali. Syaratnya pun beragam. Di beberapa tempat hal ini malah terkesan sangat mudah karena syaratnya yang terbilang cukup mudah. Pelajari dengan benar apa saja produk pinjaman yang disediakan, berapa bunganya, juga tenor cicilan. 


Jika kamu merasa bisnismu memenuhi syarat yang diajukan dan sudah siap dengan segala kondisi dan risikonya, maka proses pengajuan bisa segera dilakukan. 


Selain beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, kamu juga perlu untuk memastikan bahwa lembaga keuangan yang akan memberikan pinjaman modal untukmu adalah lembaga resmi di bawah pengawasan OJK. 


Jika di tahun yang baru ini kamu sudah mantap untuk mengajukan pinjaman modal usaha, namun belum menemukan lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhanmu, kamu  bisa mencoba mengajukan pinjaman di program majoo capital


Di sini, ada beberapa pilihan pembiayaan usaha, seperti melalui BRI, Commonwealth Bank, Investree, Modalku, dan juga Koinworks. Pada proses pengajuannya pun, ternyata tidak memakai agunan, sehingga kamu tidak perlu khawatir. Jika kamu sudah menjadi pelanggan majoo, maka proses pengajuan pun akan lebih praktis, yaitu hanya dengan data penjualan yang telah terintegrasi dengan sistem majoo.


Dengan tenor cicilan sampai dengan 36 bulan, kamu bisa mengajukan pinjaman sampai total Rp2 Miliar. Satu hal yang paling penting dari program majoo capital ini adalah majoo sudah bekerjasama dengan lembaga keuangan yang aman, legal, dan berada di bawah pengawasan OJK. 


Bagaimana? Siap menghadapi tahun yang baru? Selagi mempersiapkan pengajuan pinjaman modal, jangan lupa juga untuk menata ulang perencanaan finansial bisnis kamu agar pinjaman yang sudah didapat tidak sia-sia dan bisa teralokasikan dengan baik. 


Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Omnichannel Marketing: Definisi, Tips, dan Contohnya
Omnichannel marketing adalah strategi yang memungkinkan bisnis menemui target konsumen dengan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat pula.
Mengapa Aplikasi POS Penting dalam Strategi Omnichannel?
Demi menghadirkan pengalaman menyeluruh, bisnis dapat menerapkan strategi omnichannel. Aplikasi POS akan mengimplementasikannya secara optimal.
Bisnis Online? Sumber Daya Fisik Apa yang Perlu Disiapkan?
Siapa bilang bisnis online tidak membutuhkan sumber daya fisik yang biasanya hanya dibutuhkan dalam bisnis yang dijalankan secara offline saja?
Permudah Kelola Bisnis dengan Aplikasi Integrasi Marketplace
Aplikasi integrasi marketplace adalah platform yang membantumu mengatur produk, stok, harga, sampai promosi di berbagai marketplace melalui satu dashboard.