Tanda-Tanda Perlu Mengevaluasi Bisnis Agar Tetap Sehat


Mengevaluasi bisnis yang tengah dijalankan terkadang menjadi langkah pertama dan utama bagi pelaku usaha yang bermaksud membenahi bisnis agar dapat memberikan layanan serta produk maupun jasa yang lebih baik lagi. Terlebih jika bisnis yang ditekuni dirasa sudah tidak sehat lagi atau terus-menerus mengalami kerugian.

Apa saja tanda-tanda yang perlu diperhatikan sebelum mulai melakukan evaluasi untuk ‘membersihkan’ bisnis yang sedang dijalankan?

1. Adanya Keanehan dalam Arus Kas

Dalam sebuah bisnis, arus kas menunjukkan aliran uang yang masuk maupun keluar dari keseluruhan total uang yang ditujukan untuk operasional bisnis dan menjadi indikator utama sehat atau tidaknya penjalanan suatu bisnis. Jika ada keanehan yang ditemukan dalam arus kas yang dimiliki oleh sebuah bisnis, penting bagi pelaku usaha untuk segera melakukan evaluasi bisnis untuk memastikan usaha yang ditekuni dapat terhindar dari kerugian yang lebih besar.

Laporan arus kas tak hanya menjadi indikator kesehatan suatu bisnis, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengukur kemajuan pengembangan bisnis. Pelaku usaha juga dapat melihat setiap pengeluaran bisnis yang dilakukan.

Evaluasi setiap uang yang masuk dan keluar untuk memperoleh analisis yang lebih baik terkait cara pengembangan bisnis yang lebih efektif serta efisien. Lihat proses operasional mana yang paling banyak menghabiskan pengeluaran, dan ukur kemampuannya dalam mengonversi pengeluaran tersebut menjadi pemasukan bisnis. Dengan demikian, pengembangan bisnis pun bisa dilakukan dengan lebih terarah, bisnis pun tetap terjaga kesehatannya.

2. Ketidaksesuaian Target Bisnis

Selain arus kas, operasional yang sudah mulai melenceng dari target bisnis yang telah ditentukan di awal juga menjadi tanda-tanda perlunya pelaku usaha membenahi bisnis yang sedang dijalankan.

Umumnya, target bisnis ditetapkan di awal untuk memastikan strategi pengembangan bisnis dapat difokuskan pada proyeksi-proyeksi yang telah ditargetkan tersebut. Namun, terkadang dalam perjalanannya, capaian-capaian bisnis dapat meleset dari target tersebut.

Saat menemui situasi ini, pelaku usaha perlu melihat kembali target bisnis yang telah ditetapkan, kemudian mengidentifikasi tantangan apa yang menyebabkan bisnis tidak lagi memiliki kesesuaian dengan target tersebut. Dari evaluasi yang dilakukan, pelaku usaha juga dapat menentukan apakah operasional bisnis yang melenceng dari target tersebut masih berada di sisi positif atau negatif.

Jika capaian kinerja bisnis ternyata masih positif, tetapi tidak sesuai dengan target, tak ada salahnya untuk mengevaluasi ulang target dan menetapkan target baru yang lebih sesuai dengan situasi bisnis. Namun jika kondisi riil yang ditemukan berada di titik negatif, wah, ini termasuk pertanda bahwa bisnis sudah mulai tidak sehat, nih.

Cari tahu penyebab masalahnya dan temukan solusi untuk memastikan operasional bisnis dapat berjalan ke arah yang sesuai agar bisnis tidak merugi.

3. Membenahi Bisnis Melalui Produk

Apakah sejak awal dimulai hingga sekarang, tidak ada perubahan produk atau jasa yang dilakukan?

Pertanyaan di atas dapat diangkat untuk menentukan apakah perlu mulai membersihkan bisnis yang dijalankan atau tidak. Karena dari pertanyaan tersebut, pelaku usaha dapat mempertanyakan banyak hal lainnya, mulai dari apakah ada terlalu banyak perubahan pada produk atau jasa saat ini jika dibandingkan dengan periode awal bisnis dijalankan? Apakah sama sekali tidak ada pengembangan lini bisnis yang dilakukan sehingga produk dan jasa yang ditawarkan saat ini masih sama dengan yang dulu pertama kali ditawarkan ketika memulai bisnis?

Sehat atau tidaknya suatu bisnis juga bisa dilihat dari arah pengembangannya; termasuk pengembangan produk dan jasa yang ingin dipasarkan.

Terlalu banyak perubahan atau pengembangan produk dan jasa menunjukkan bahwa bisnis tersebut tidak memiliki acuan yang jelas di awal, dan ke depannya mungkin akan sulit pula dalam menentukan arah. Sebaliknya, terlalu sedikitnya perubahan produk dan jasa yang dilakukan menunjukkan sedikitnya pengembangan bisnis yang ada.

Bisnis yang sehat tentunya bisnis yang terus dikembangkan berdasarkan acuan yang jelas, baik dengan melakukan riset produk atau riset pasar secara berkala, atau dengan penyusunan strategi bisnis yang baik. Bisnis dengan pola pengembangan produk dan jasa yang aneh merupakan bisnis yang patut diwaspadai dan perlu dibenahi lagi ke depannya.

4. Terjadi Masalah Tanpa Disadari

Tak selamanya operasional bisnis akan berjalan dengan mulus dan tanpa hambatan. Terkadang, pelaku usaha juga akan menemui masalah-masalah yang tak pernah diperkirakan sebelumnya. Tak jarang masalah ini terjadi tanpa disadari.

Jika tanda-tanda sebelumnya dapat menunjukkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi bisnis, dalam tanda terakhir ini yang terjadi justru sebaliknya.

Evaluasi bisnis dapat dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah yang sesungguhnya sudah terjadi tanpa disadari oleh pelaku usaha. Misalnya saja tidak menyadari bahwa pelanggan tidak menemukan kepuasan terhadap bisnis yang dijalankan karena sebelumnya tak pernah dilakukan survei kepuasan pelanggan.

Evaluasi setiap proses operasional bisnis secara menyeluruh, mulai dari tahap produksi hingga setelah penjualan dilakukan. Pastikan semuanya sudah berjalan dengan baik dan setiap masalah yang ditemukan dipecahkan sehingga tidak terulang di kemudian hari.

Jika suatu bisnis memiliki terlalu banyak masalah yang terjadi tanpa disadari, bisa dibilang bisnis tersebut memiliki kontrol yang buruk terhadap operasionalnya dan bisa menjadi indikator untuk menentukan bahwa bisnis tersebut bukanlah bisnis yang sehat.

Untuk mempermudah dalam mengevaluasi bisnis, pelaku usaha dapat memanfaatkan aplikasi majoo dengan berbagai fiturnya yang sangat membantu dalam membenahi bisnis menjadi lebih baik. Fitur pelaporan keuangan yang dimiliki oleh aplikasi majoo, misalnya, dapat mencatat setiap transaksi yang terjadi sehingga laporan arus kas dapat dipastikan tetap sehat. Menarik, kan?

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Omnichannel Marketing: Definisi, Tips, dan Contohnya
Omnichannel marketing adalah strategi yang memungkinkan bisnis menemui target konsumen dengan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat pula.
Mengapa Aplikasi POS Penting dalam Strategi Omnichannel?
Demi menghadirkan pengalaman menyeluruh, bisnis dapat menerapkan strategi omnichannel. Aplikasi POS akan mengimplementasikannya secara optimal.
Bisnis Online? Sumber Daya Fisik Apa yang Perlu Disiapkan?
Siapa bilang bisnis online tidak membutuhkan sumber daya fisik yang biasanya hanya dibutuhkan dalam bisnis yang dijalankan secara offline saja?
Permudah Kelola Bisnis dengan Aplikasi Integrasi Marketplace
Aplikasi integrasi marketplace adalah platform yang membantumu mengatur produk, stok, harga, sampai promosi di berbagai marketplace melalui satu dashboard.