Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Transaksi Cashless yang Aman dan Nyaman dengan QR Code


     

    Sebelum adanya pandemi COVID-19, tren transaksi sudah bergeser ke model pembayaran digital. Tren tersebut makin dibutuhkan begitu wabah virus corona menyerang. Transaksi secara cashless menjadi salah satu cara pembayaran yang aman dan nyaman saat ini.  

     

    Di antara berbagai opsi pembayaran digital, QR code merupakan metode yang bisa diandalkan. Tidak perlu khawatir bila kamu belum familier dengan sistem yang satu ini karena kami telah menyiapkan penjelasannya untuk kamu.

     

    Apa itu QR Code?

    QR merupakan kependekan dari quick response yaitu versi dua dimensi dari barcode yang mampu menyampaikan berbagai informasi dengan scan perangkat seluler.

     

    Ada 7089 digit atau 4296 karakter yang dapat disimpan oleh QR code. Umumnya, makin banyak data yang ditambahkan, ukurannya pun makin besar dan strukturnya makin kompleks.  

     

    Sepintas, kode QR mungkin terlihat sama dengan barcode linier yang sering kita temukan pada kemasan produk. Namun, terdapat kode yang satu ini memiliki kelebihan tersendiri.

     

    Pertama, quick response code dapat menyimpan data dalam jumlah besar. Kode ini juga dapat dipindai di layar, bukan hanya kertas. Menariknya lagi, kode tetap bisa dibaca, meskipun ada bagian kode yang rusak. Terakhir, tetapi sangat penting, kode ini relatif lebih aman karena dapat dienkripsi.

     

    Ketika kode QR dipindai, kode-kode horizontal dan vertikal tersebut akan diterjemahkan oleh software pada smartphone. Tergantung pada instruksi dari kode tersebut, di layar telepon pintar konsumen akan muncul tautan ke browser, verifikasi lokasi, hingga konfirmasi pembayaran. 



    Cara kerja pembayaran dengan QR code

    Berbeda dengan barcode linier yang hanya bisa dipindai oleh laser barcode scanner dari kertas, QR code dapat dipindai baik dari kertas maupun layar. Untuk bisa bertransaksi cashless dengan kode QR, konsumen perlu memiliki smartphone atau tablet dengan kamera.

     

    Baik iPhone maupun Android dapat memindai kode QR secara langsung dengan kamera utama selama smartphone tersebut dibekali dengan software. Konsumen cukup membuka kamera dan mengarahkannya ke kode QR yang akan segera dikenali dan memunculkan notifikasi untuk menyelesaikan operasi yang relevan.

     

    Selain konsumen memindai kode QR dengan ponsel, kasir juga dapat memindai kode QR dari ponsel konsumen. Setelah jumlah total transaksi dikonfirmasi di sistem POS kasir, konsumen membuka aplikasi yang sesuai dan menampilkan kode QR di ponselnya.

     

    Biasanya, aplikasi tersebut menampilkan kode unik yang mengidentifikasi detail akun bank atau dompet digital konsumen. Berikutnya, kasir memindai kode tersebut dengan alat pemindai dan menyelesaikan transaksi.

     

    Kini pembayaran dengan kode QR dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis. Selain memfasilitasi konsumen dengan berbagai opsi pembayaran, metode ini juga memberikan jaminan keamanan di era new normal ini.


    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!
    majoo punya beberapa tips nih, agar kamu bisa memaksimalkan penjualan melalui media sosial. Yuk, disimak!
    Memaksimalkan Bisnis secara Optimal dengan Integrasi GoFood
    Ada banyak cara untuk memaksimalkan bisnis, salah satunya dengan melakukan integrasi GoFood. Wah, maksudnya bagaimana, tuh?
    Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?
    Saat ini merupakan era menarik bagi digital marketing. Berkat pemasaran digital, bisnis lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen dan memperluas pasar.
    Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?
    Mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan karakter Gen Z dalam menjalankan operasional bisnis? Apa, sih, yang akan terjadi jika tidak dilakukan?