Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Cara Kerja Affiliate Marketing, Strategi, dan Jenisnya

    Menggunakan media sosial adalah salah satu strategi dalam menjalankan affiliate marketing.

    Tidak semua orang akrab dengan istilah affiliate marketing. Namun bagi kamu yang sudah termasuk veteran di dunia dunia bisnis online, tentunya tidak asing dengan affiliate marketing

    Sebagai gambaran awal, kamu bisa melakukan affiliate marketing, sebuah program yang dinilai paling efektif untuk mendapatkan penghasilan cukup besar melalui internet dalam waktu cukup singkat dan hasil cuan lumayan menggiurkan.

    Cara kerjanya cukup mudah, loh! Kamu cukup melakukan penjualan sebuah produk yang memiliki afiliasi kepada konsumen. Jika terjadi transaksi, kamu akan mendapatkan komisi sesuai dengan kesepakatan awal. Kebayang, kan?

    Yuk, sekarang kita mulai membahas tentang affiliate marketing.

    Baca juga: Penerapan Teknik Upselling dalam Strategi Penjualan 

    Apa Itu Affiliate Marketing?

    Kita mulai dari pengertian affiliate marketing terlebih dahulu, ya. Sederhananya, affiliate marketing adalah suatu metode pemasaran/bisnis yang dilakukan oleh seseorang sebagai afiliator. Setelah terjadi transaksi penjualan dari hasil mempromosikan produk sebuah merchant atau pedagang, afiliator akan mendapatkan sejumlah komisi. 

    Sebenarnya, nggak melulu harus perorangan untuk bergabung dalam sebuah program pemasaran afiliasi. Sekelompok orang atau bahkan perusahaan dipersilakan untuk mengikuti program afiliasi yang tersedia. Apakah kamu berminat?

    Biasanya komisi dihitung dari penjualan, tapi ada juga yang menghitungnya dari leads, klik ke website, pengguna free trial, dan download aplikasi.

    Umumnya, ada tiga pihak yang terlibat dalam sebuah sistem Affiliate Marketing, yaitu:

    • Merchant — Pihak ini juga kadang disebut sebagai creator atau brand. Apa pun penyebutannya, pihak inilah yang memegang kepemilikan atas suatu produk.
    • Afiliator — Afiliator adalah orang yang memiliki pengaruh untuk mengajak orang-orang agar membeli suatu produk. Umumnya, afiliator merupakan seorang blogger, influencer Instagram, atau perusahaan yang fokus di bidang affiliate marketing.
    • Pelanggan — Nah, pihak inilah pelaku pembelian terhadap suatu produk yang dipromosikan oleh si afiliator.

    Strategi yang melibatkan tiga pihak di atas ini dikenal efektif untuk meningkatkan sales atau penjualan produk. Berdasarkan data dari Rakuten Advertising, 80% brand menggunakan affiliate marketing ini. Wow! Lumayan banget, ya?

    Kalau kamu mau coba cek di mesin pencari, kamu akan menemukan banyak brand yang membuka program afiliasi, baik brand kecil maupun besar. Peminatnya pun tidak sedikit, loh! Bagi kamu yang ingin mencari tambahan penghasilan, bisa memilih program afiliasi ini karena transaksi pembelian dilakukan dengan menggunakan link afiliasi yang kamu bagikan.

    (sumber: blog.skillacademy.com)

    Cara Kerja Affiliate Marketing

    Kalau kamu ingin menjalankan affiliate marketing secara maksimal, ayo segera mulai mendaftarkan diri ke suatu perusahaan web afiliasi dan kamu akan mendapat sebuah link afiliasi.

    Kemudian kamu bisa mulai mempromosikan link tersebut di website atau blog, social media atau forum-forum online. Ketika seseorang melakukan klik melalui link afiliasi kamu dan melakukan pembelian, kamu akan mendapatkan komisi.

    Untuk komisi atau bayaran yang diberikan besarnya bervariasi, tergantung dari produk/barang/jasa yang dijual dan syarat dari pihak merchant. 

    Umumnya, seorang afiliator akan mendapatkan link atau banner khusus untuk ditempatkan di website-nya atau media sosial yang dimilikinya. Affiliate marketing adalah model bisnis yang bisa mendatangkan penghasilan pasif dan relatif mudah bagi pemula walaupun tidak memiliki website sendiri.

    Strategi Affiliate Marketing

    Mari kita membuat simulasi sederhana, ya. Misalnya kamu adalah seorang blogger. Sebuah brand berencana mengajakmu bekerja sama dalam program afiliasi dengan suatu brand untuk mempromosikan produk mereka di situs kamu. Berikut strategi yang dapat kamu terapkan agar lebih mudah dalam mendatangkan klien/pelanggan.

    1. Buatlah Konten Berkualitas

    Ada banyak alasan content marketing adalah kunci keberhasilan kamu dalam menjalankan kerja sama afiliasi.

    Pertama, konten yang berkualitas akan lebih mudah dalam menarik perhatian para pembaca dan menaikkan traffic website. Kedua aspek ini nantinya menentukan banyaknya komisi yang kamu dapatkan dari program pemasaran afiliasi.

    Kedua, merchant lebih suka bekerja sama dengan pembuat konten (content creator) yang benar-benar memahami hal yang dilakukannya. Tidak ada merchant yang mau berkolaborasi dengan blogger dengan konten berkualitas seadanya.

    Tugasmu adalah memberi jaminan bahwa konten dan postingan promosi yang dibuat memiliki kualitas unggulan. Sampai di sini, bisa kamu pahami, ya?

    2. Menerapkan SEO

    Bayangkan produk yang kamu promosikan dapat menjangkau banyak kalangan dan audiens di mana pun. Sebagai seorang afiliator sekaligus blogger, kamu pasti tahu bahwa mengoptimasi SEO adalah jalan ninja. Betul, kan?

    Dengan kualitas SEO yang baik, peringkat blog dan postingan buatanmu akan menuai hasil yang bagus di mesin pencari. Apalagi jika postingan kamu dapat muncul pada pencarian target pasar kamu.

    Gunakanlah keyword atau kata kunci yang berhubungan dengan produk yang akan dipromosikan. Setelah itu, terapkan prinsip SEO, optimasi konten, dan lacak kenaikan trafik.

    3. Menggunakan Media Sosial

    Membuat konten berkualitas di website tidaklah cukup. Kamu juga perlu menerapkan strategi media sosial untuk bisnis, karena media ini merupakan salah satu perangkat pemasaran yang sangat efektif untuk meningkatkan brand awareness

    Sekarang zamannya media sosial sebagai tempat promosi paling mudah dan paling murah. Untuk mendatangkan lebih banyak trafik dan memperluas cakupan audiens, bagikanlah postingan blog kamu di media sosial. Jangan lupa untuk menyusun strateginya dan pastikan postingan kamu bisa menjangkau audiens sebanyak-banyaknya dan mendapatkan engagement yang memuaskan.

    4. Lakukan Upselling

    Dengan metode upselling, kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak karena menjual suatu produk dengan harga lebih mahal Namun tetap ingat persaingan bisnis secara sehat, ya, Majoopreneurs.

    Berilah penjelasan singkat kepada para pelanggan tentang produk yang dipromosikan memang layak dibeli dan mampu memenuhi kebutuhan atau menjadi solusi bagi permasalahan mereka.

    Calon konsumen yang tadinya hanya ingin melihat-lihat bisa berubah menjadi pelanggan setia. Karena merasa mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli produk tersebut tidaklah sia-sia, mereka akan kembali lagi dan membelinya atau mengecek produk yang lain.

    Influencer dan blogger adalah pihak yang biasa ditunjuk untuk bekerja sama dengan merchant dalam rangka memperluas jaringan promosi produk. 

    Kelebihan dan Kekurangan Affiliate Marketing

    Tentunya, dalam bisnis apa pun ada yang namanya kelebihan dan kekurangan. Termasuk di dalam program affiliate marketing ini.

    Kelebihan Affiliate Marketing:

    1. Modal kecil, bahkan tidak membutuhkan modal sama sekali.
    2. Sangat mudah untuk dimulai dan tidak perlu pusing memikirkan pengemasan dan pengiriman barang.
    3. Industri dengan keuntungan yang sangat besar.
    4. Fleksibel.
    5. Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang besar.
    6. Kerja dari mana saja.
    7. Banyak produk yang bisa kamu tawarkan.

    Kekurangan Affiliate Marketing:

    1. Penghasilan berasal dari komisi sehingga pemasukan tidak tetap.
    2. Butuh kesabaran dan kerja keras agar sukses.
    3. Harus bersaing dengan affiliate marketer lain.
    4. Tidak mudah memilih produk yang sesuai.

    Contoh Affiliate Marketing

    Jika kamu ingin mengikuti program affiliate marketing, ada banyak banget pilihan yang bisa kamu temukan. Berikut merupakan contoh program affiliate marketing dari beberapa perusahaan di Indonesia:

    1. Shopee affiliate
    2. Tokopedia affiliate
    3. TikTok shop affiliate
    4. Lazada affiliate
    5. Blibli affiliate
    6. Amazon affiliate
    7. Bukalapak affiliate

    Baca juga: 7+ Cara Menentukan Target Audience yang Efektif 

    Jenis Affiliate Marketing

    Tentunya kamu tidak mau salah memilih jenis afiliasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu, bukan? Karena hal tersebut akan memengaruhi strategi pemasaran affiliate marketing kamu nantinya.

    Agar tidak salah pilih, di bawah ini beberapa jenis afiliasi untuk keperluan pemasaranmu. Simak baik-baik, ya!

    1. Influencer

    Influencer adalah orang yang punya kemampuan untuk memengaruhi keputusan pembelian masyarakat. Dengan jumlah followers yang loyal, mereka dapat dengan mudah mengarahkan konsumen ke produk penjual melalui media dan platform lainnya.

    Selebriti, pakar, atau pegiat media sosial termasuk dalam jajaran influencer yang dapat digandeng sebagai afiliasi untuk strategi affiliate marketing-mu.

    2. Blogger

    Afiliasi berikutnya yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan affiliate marketing adalah seorang blogger. Alasannya adalah blogger dinilai cukup unggul dalam meningkatkan konversi penjualan sebuah produk atau jasa.

    Biasanya, mereka akan melakukan uji coba terhadap produk atau jasa dan diikuti ulasan yang bertindak sebagai promosi.

    Selain itu, blogger biasanya lebih dipercaya dibandingkan influencer. Hal ini karena mereka dikenal memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap sebuah produk atau jasa yang dipromosikan. Namun belum ada penelitian terkait kesimpulan tersebut.

    3. Media Massa

    Media massa menjadi afiliasi terakhir dalam affiliate marketing. Meski memiliki kemampuan mendatangkan calon pembeli dalam jumlah besar, media massa biasanya justru jarang dipilih.

    Pasalnya, biayanya jauh lebih mahal ketimbang influencer dan blogger yang sudah disebutkan sebelumnya.

    Meskipun harganya mahal, media massa datang dengan keuntungan lebih, yaitu dapat mempromosikan produk dengan lebih cepat dan efektif. Hal ini tak lain disebabkan oleh jumlah saluran dan audiens lebih banyak.

    Jaringan Afiliasi di Indonesia

    Di bawah ini adalah sedikit jaringan afiliasi yang ada di Indonesia dari sekian banyak pilihan sesuai minat dan niche bisnismu. 

    AVG

    • Deskripsi : AVG adalah The Online Security Company™ yang melindungi perangkat, data, dan orang-orang.
    • Komisi: hingga 30%.
    • Link : http://www.avg.com/affiliate/id-id/become-an-avg-affiliate

    Omegasoft

    • Deskripsi : Omegasoft merupakan salah satu pengembang software berbasis manajemen bisnis dari Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 8 tahun dalam pengembangan teknologi informasi dan komputasi.
    • Komisi: hingga 5%.
    • Link : http://omegasoft.co.id/about/affiliate/

    Dewa Web

    • Deskripsi : Dewaweb Cloud Hosting Indonesia adalah layanan Web Hosting Indonesia tanpa ribet, 100% uptime, Ninja support 24/7, domain murah, terbaik, no. 1 di Indonesia.
    • Komisi: hingga 20%.
    • Link : https://www.dewaweb.com/affiliate-program/

    BliBli

    • Deskripsi : Sebagai salah satu pelopor online shopping mall, Blibli.com berkomitmen memberikan pengalaman berbelanja online yang aman, nyaman, mudah, menyenangkan, dimana saja dan kapan saja.
    • Komisi: hingga 20%
    • Link : https://affiliate.blibli.com/affiliates/

    Zalora

    • Deskripsi : Zalora sebagai online fashion destinasi terbesar di Asia Tenggara, didirikan pada awal tahun 2012. Kami berada di Singapura, Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, Vietnam, Hong Kong dan akan memperluas hingga ke Taiwan, ZALORA Taiwan.
    • Komisi: hingga 12%.
    • Link : https://www.zalora.co.id/partner/

    Baca juga: Identitas Produk Berupa Apa Saja? Pengaruhkah ke Branding? 

    Kesimpulan

    Melalui penawaran produk atau jasa, para afiliator akan mendapat untung. Selain menerima produk atau jasa, mereka juga tidak perlu repot melakukan analisis atau riset pasar karena mereka sudah paham potensi konsumennya. 

    Metode ini juga akan menguntungkan konsumen. Karena dengan affiliate marketing, mereka tidak perlu mencoba semua produk atau jasa yang ada di pasar. Mereka cukup melihat ulasan produk atau jasa tersebut dari afiliator.

    Sederhananya, affiliate marketing adalah strategi untuk berbagi peran dalam pemasaran produk. Perusahaan akan menggunakan jasa afiliator yang akan membantu memasarkan produk mereka kepada calon pembeli. Sementara afiliator nantinya akan mendapat komisi dari produk yang terjual.

    Sudah mengerti alur kerja affiliate marketing, kan? Sekarang saatnya menambah ilmu bisnismu dengan membaca artikel lain yang sudah majoo siapkan untukmu, ya!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.