Table of Content

    7+ Cara Menentukan Target Audience yang Efektif

    Salah satu manfaat dari menentukan target audience adalah memudahkan pembuatan konten.

    Bagi kamu yang sedang menjalankan suatu bisnis, kamu pasti pernah mengalami banyaknya audience yang berkunjung ke website atau akun media sosial bisnismu, tapi penjualan produkmu belum juga mengalami kenaikan yang signifikan.

    Semua usaha tentunya telah kamu lakukan, mulai dari meningkatkan kualitas penulisan konten dan desain hingga menggunakan iklan berbayar. Namun usaha tersebut tidak memperlihatkan perubahan yang positif.

    Apabila benar adanya, besar kemungkinannya kamu melewatkan satu elemen penting dalam menjalankan bisnismu, yaitu target audience.

    Kamu lebih sering mendengar istilah target market daripada target audience, bukan? Banyak orang yang mengira kedua istilah ini memiliki arti yang sama, padahal kenyataannya keduanya berbeda.

    Target pasar dan target audience merupakan elemen penting dalam suatu bisnis. Namun kali ini akan membahas lebih lengkap mengenai target audience hingga cara menentukannya, simak artikel ini sampai habis, ya.

    Apa Itu Target Audience?

    Target audience adalah sekelompok orang yang dicirikan secara spesifik yang ingin kamu jangkau dengan pesan marketing yang kamu buat. Apabila kamu salah mendefinisikan target audience, semua usaha dan waktu, bahkan modal yang telah kamu keluarkan akan terbuang dengan sia-sia. Berikut ini terdapat beberapa poin penting dari target audience, antara lain:

    • Usia
    • Jenis kelamin
    • Pendidikan terakhir
    • Lokasi atau geografis
    • Pekerjaan
    • Pendapatan
    • Perilaku konsumsi
    • Dan lain sebagainya

    Dengan mengenali target audience, kamu akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan yang mereka butuhkan.

    Ada empat kelompok target audiens di media sosial, yaitu:

    • Audiens aktif: orang yang terlibat dengan brand milikimu di media sosial secara teratur.
    • Audiens yang sadar: orang yang melihat pemasaranmu di media sosial tetapi hanya sesekali terlibat.
    • Audiens laten: orang yang melihat pemasaranmu di media sosial tetapi tidak terlibat.
    • Nonaudiensi: orang yang cocok dengan target audiensmu tetapi belum menemukan produk atau pemasaranmu di media sosial sama sekali.

     Setiap bisnis memiliki target audience yang berbeda-beda.

    Manfaat Target Audience

    Lalu, apa manfaat dari mengetahui target audience dan mengapa kamu harus menentukannya sejak awal? Berikut ini beberapa manfaat menentukan target audience yang bisa kamu dapatkan.

    1. Memudahkan dalam Pembuatan Konten

    Dengan menentukan target audience dari awal, pembuatan konten untuk sosial media yang kamu gunakan akan menjadi lebih mudah. Kamu tidak akan bingung menentukan topik yang akan kamu posting. Selain itu, pesan yang ingin kamu sampaikan terkait  produk yang kamu tawarkan di pasar juga pasti akan sampai kepada audience dengan lebih tepat.

    2. Kegiatan Marketing menjadi Tepat Sasaran

    Dengan isi konten yang sudah sesuai dengan target audience, bisa dikatakan strategi marketing yang kamu lakukan sudah tepat mengenai sasaran. Kamu hanya perlu mengembangkan segmentasi pasarmu agar produk yang kamu jual mendapatkan hasil yang lebih maksimal

    3. Penggunaan Sumber Daya menjadi Maksimal

    Dengan menentukan target audience akan membuat sumber daya yang kamu miliki terpakai dengan lebih maksimal dan efisien, terlebih lagi dalam budgeting marketing strategy. Kamu tidak perlu mengeluarkan budget untuk audience yang salah dan tidak cocok untuk produkmu. Apabila masih terdapat budget lebih dalam pemasaran produkmu, kamu dapat menggunakan dana tersebut di kemudian hari untuk menjangkau lebih banyak audience yang baru.

    4. Mengantisipasi Persaingan yang Tidak Sehat

    Dengan mengenal target audience yang tepat, kamu dapat menghindari persaingan yang tidak sehat. Kamu juga tidak akan dianggap melakukan pencurian ide oleh kompetitor, karena kamu sudah mengumpulkan informasi dan fokus pada pemasaran yang sesuai dengan target audience-mu.

    Baca Juga: Social Media Marketing: Pengertian Hingga Contohnya

    Cara Menentukan Target Audience yang Efektif

    Saat ini semakin banyak orang yang menggunakan internet sehingga kamu bisa mengandalkan Internet untuk meningkatkan penjualan produkmu.

    Dengan menggunakan jaringan internet, kamu bisa menjangkau orang untuk membeli produkmu. Namun, kamu perlu menentukan target audience-mu terlebih dahulu agar strategi marketing yang akan kamu buat tepat sasaran dan lebih efektif.  

    Lalu, bagaimana cara menentukan target audience yang tepat agar bisa mengoptimalkan pemasaran digital? Berikut ini beberapa langkah yang harus kamu lakukan, antara lain:

    1. Identifikasi Target Audience-mu

    Kini kamu telah mengetahui betapa pentingnya target audience. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengidentifikasi target audience-mu. Berikut ini adalah karakteristik yang perlu kamu pertimbangkan untuk mengidentifikasinya.

    Demografi

    Demografi adalah kriteria yang akan kamu gunakan untuk menggambarkan bagian tertentu dari populasi. Contoh dari demografi, seperti berikut ini.

    • Umur
    • Jenis kelamin
    • Penghasilan
    • Status pernikahan
    • Pekerjaan
    • Tingkat pendidikan 

    Lokasi atau Geografis

    Kamu pun bisa mempersempit target audiens berdasarkan lokasi atau geografis. Kamu dapat memilih keadaan lingkungan, kota, provinsi, jarak, dan negara. Misalnya, kamu dapat menargetkan audiensmu dalam radius 10 km di kotamu atau kamu bisa menargetkan audiens di sekeliling kotamu tinggal.

    Bagi kamu yang ingin menjalankan bisnis online untuk pelanggan di seluruh dunia, mungkin kamu tidak perlu menetapkan lokasi ini. Namun, di saat bisnismu sudah mulai berkembang, kamu akan melihat kota dengan jumlah pelanggan tertinggi yang membeli produkmu sehingga kamu dapat secara khusus menargetkan lokasi tersebut untuk dijadikan peluang bisnismu.

    Psikografi

    Psikografi merupakan suatu karakter khas dari target audiens berdasarkan pada hal-hal yang sifatnya psikologis. Psikografi ini berdasarkan pada kelas ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya. Bisa dikatakan karakteristik psikografi ini adalah karakter berdasarkan lifestyle (gaya hidup). Tingkat pendapatan dan status ekonomi akan memengaruhi perilaku audiens dalam berbelanja atau membeli produkmu. Apabila kamu menjual produk yang mewah dan eksklusif, target audiensmu adalah mereka yang mempunyai penghasilan yang tinggi.

    2. Menganalisis Audience dari Kompetitor Bisnis

    Apabila kamu masih bingung menentukan target audience-mu, salah satu cara yang paling mudah adalah dengan melihat audience pesaing bisnismu. Untuk menganalisis audience dari pesaing bisnismu, kamu dapat melihat akun media sosial yang mereka gunakan. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan gambaran dari audience yang dimiliki oleh pesaing bisnismu.

    Salah satu cara menganalisisnya dengan mengamati komentar di setiap konten yang mereka posting. Kamu akan menemukan kelemahan dan kekurangan kompetitor dengan cara menganalisis komentar pada konten yang mereka posting. Hal ini tentu akan menjadikan peluang untuk bisnismu dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dari yang kompetitor berikan ke customer.

    3. Menganalisis Data Bisnismu

    Selain memahami perspektif client, data yang telah kamu miliki juga dapat digunakan untuk menganalisis bisnismu secara lebih dalam. Misalnya kamu dapat melihat jumlah pengunjung yang mengunjungi website bisnismu atau kamu dapat melihat lama waktu yang audiens habiskan dalam melihat setiap konten yang kamu posting. Elaborasikan semua informasi dari data yang kamu miliki untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ya.

    4. Menggunakan Google Analytics

    Google Analytics adalah tools yang dapat kamu gunakan untuk menentukan target audience. Google Analytics juga akan membantumu untuk melihat jumlah persentase audiens yang kembali menjadi pelanggan dan jumlah persentase yang menjadi pelanggan baru.

    5. Kenali yang Bukan Target Audience-mu

    Salah satu cara yang efektif untuk menyempitkan sasaran target audience-mu adalah dengan mengeliminasi yang bukan menjadi target audience-mu. Caranya dengan menganalisis secara terpisah pelanggan yang menyukai produkmu dengan pelanggan yang tidak senang terhadap produk yang kamu tawarkan atau bisa dengan cara mengeliminasi pelanggan yang tidak akan sesuai menggunakan produkmu.

    6. Menggunakan Target Market Tools

    Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, mungkin kamu tidak yakin dengan audiens yang kamu pilih. Kamu pun bisa menggunakan target market tools untuk membantumu dalam menentukan target audiensmu, seperti  Facebook Audience Insights, Google Trends, dan My Best Segments.

    7. Uji Target Market-mu

    Setelah semua langkah kamu lakukan, saat nya untuk mulai menguji target audience-mu. Hal ini untuk melihat kesesuaian produk atau layanan yang kamu tawarkan berdasarkan target audiensnya. Pengujian yang bisa kamu lakukan, antara lain:

    • Feedback dari orang-orang di target audience-mu
    • Mengatur mailing list
    • Membuat landing page
    • Set up social media page

    Baca Juga: Berbagai Aspek Pemasaran yang Perlu Diketahui Pemilik Usaha 

    Contoh Target Audience

    Setiap perusahaan atau bisnis tentu memiliki contoh target audience yang berbeda-beda. Target audience dapat berpusat pada kalangan tertentu, baik pria, wanita, remaja, atau anak-anak.

    Umumnya, target audience memiliki minat yang sama, seperti membaca, sepak bola, berlari, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa contoh target audience yang bisa kamu ketahui.

    1. Perusahaan Software Akuntansi

    Contoh target audience yang pertama adalah pada sebuah perusahaan software akuntansi atau SAAS (Software As A Service). Demografi target konsumen adalah laki-laki sebesar 65% dan perempuan sebesar 35% dengan rentang usia antara 35-49 tahun.

    Target audience yang disasar memiliki jabatan tinggi di kantornya. Hal ini bertujuan agar mereka membeli atau berlangganan produk tersebut.

    Dalam hal ini, kamu perlu melakukan penawaran produk melalui email yang nantinya ditindaklanjuti dengan telepon. Kamu pun bisa menghubungi mereka melalui LinkedIn lalu kamu bisa memberikan tawaran berupa demo gratis.

    2. Biro Travel

    Demografi target audience biro travel adalah wanita sebesar 70% dan pria sebesar 30% dengan rentang usia 30-55 tahun. Khusus untuk biro travel yang menargetkan B2B, target audiensnya adalah staf inventaris, staf supplier, staf ekspor dan impor, serta eksekutif yang sering bepergian ke luar kota atau luar negeri.

    3. Toko Sepatu Olahraga

    Bagi kamu yang memiliki bisnis toko sepatu dengan target audience yang memiliki demografi sebagai berikut pria sebesar 60% dan wanita sebesar 40% yang berumur sekitar 18-29 tahun. Target pasar yang tepat untuk ditawarkan adalah audiens yang menyukai sepatu olahraga fashionable, tapi tidak terlalu mengikuti tren. Sebaiknya ajaklah influencer untuk berkolaborasi atau atlet olahraga untuk promosi brand-mu di media sosial.

    Baca Juga: Apa Itu Positioning? Simak Definisi dan Contohnya

    Bagaimana Membuat Marketing Campaign Berhasil?

    Tentu terdapat cara dalam membuat marketing campaign bisnismu berhasil. Berikut ini beberapa tipsnya yang bisa kamu lakukan.

    1. Dengarkan Perkataan Audiens

    Perhatikan kebutuhan customer potensialmu.  Cobalah untuk mendengarkan perkataan audiens sehingga kamu akan mengetahui tuntutan dan preferensi mereka.

    2. Bicaralah dengan Audiens Secara Langsung

    Untuk mengetahui preferensi dari audiens, kamu perlu berbicara langsung kepada mereka. Bila kamu malu untuk berkomunikasi dengan calon pembeli secara langsung, gunakanlah jejaring sosial. Dengan begitu kamu bisa mengetahui preferensi mereka tanpa harus malu bertatap muka ketika berkomunikasi. Berkomunikasi dengan menggunakan jejaring sosial juga akan menghemat waktumu daripada harus membuat janji dan bertemu langsung.

    3. Membangun Kepercayaan dan Kredibilitas

    Tekankan bahwa kamu memiliki brand yang kredibel. Kamu harus memberikan beberapa kisah sukses, kasus, dan ulasan pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan customer terhadap produk yang kamu jual.

    4. Mengubah Pesan yang Di-sounding ke Audiens

    Kamu harus siap untuk melakukan rebranding kapan saja. Kebutuhan pembeli modern sering berubah. Oleh karena itu, kamu harus selalu mengikuti perkembangan tren dengan mengubah isi pesan produk atau kontenmu ke audiens.

    5. Memilih Media Promosi yang Tepat

    Analisislah media promosi yang dapat bekerja lebih baik dengan audiens. Kamu dapat memilih beberapa platform yang sesuai dengan target sasaranmu untuk melakukan promosi ini.

    Perhatikan Loyal Customer-mu

    Menentukan target audience memang sangat penting. Namun jangan sampai kamu melupakan loyal customer-mu, ya. Apabila kamu sudah menentukan target audience baru dengan tepat, tetapi kamu tidak menjaga pelanggan sebelumnya, semua usaha promosi, branding, dan lain sebagainya akan jadi sia-sia.

    Menjaga kepercayaan dan hubungan yang sudah terjalin dengan loyal customer-mu tetap lebih penting dari menambahkan audience atau customer baru. Loyal customer yang puas dengan produk dan pelayanan yang kamu berikan, sejatinya akan menjadi ‘pemasaran otomatis’ yang tidak perlu kamu bayar. ‘Pemasaran otomatis’ ini maksudnya adalah loyal customer-mu dengan sendirinya memasarkan produkmu kepada teman-temannya atau sering disebut dengan istilah word of mouth. Mereka melakukan hal itu karena mereka merasa produk dan pelayanan yang kamu berikan sangat bagus, sehingga mereka merasa teman-temannya perlu mencoba produk dan pelayanan yang kamu berikan.

    Kesimpulan

    Kini, kamu sudah mengetahui pengertian dan pentingnya target audience serta cara menentukan target audience yang sesuai dengan produk bisnismu. Menentukannya tentu memakan waktu cukup lama. Pasalnya kamu harus memahami dan mengenal audience-mu dengan baik. Apabila kamu memerlukan bantuan dalam perjalanan membangun bisnismu, kamu dapat menggunakan aplikasi majoo. Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online yang akan memudahkan segala operasional bisnismu.

    Kamu bisa menggunakan fitur CRM (Customer Relationship Management) di dalam aplikasi majoo. Dengan fitur ini kamu dapat mempromosikan produk terbaru atau program diskon yang sedang kamu adakan. Fitur ini lengkap dengan fitur marketing campaign berupa sms dan email marketing untuk membuat pelanggan datang kembali. Selain itu terdapat fitur akuntansi yang dapat membantumu dalam membuat berbagai laporan keuangan yang bisnismu butuhkan.

    Segera, gunakan aplikasi majoo untuk menjadi majoopreneur sukses!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?