Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Memahami Aktuaria adalah Kunci Mengukur Risiko, Benarkah?

    Memahami Aktuaria adalah Kunci Mengukur Risiko, Benarkah?

    Aktuaria adalah ilmu yang banyak berkaitan dengan statistik dan risiko.

    Mungkin bagi banyak orang, aktuaria adalah istilah yang masih asing dan jarang sekali didengar. Padahal, bagi pelaku bisnis, memahami ilmu yang satu ini sebenarnya bisa menjadi kunci untuk mengidentifikasi risiko.

    Manfaatnya tentu sudah terbayang, kan? Apabila kita bisa mengukur risiko yang mungkin muncul saat mengelola suatu bisnis, kita tentu dapat mempersiapkan strategi atau rencana cadangan dengan lebih matang, sehingga risiko kerugian pun dapat ditekan.

    Pun demikian, mempelajari ilmu yang satu ini sebenarnya juga perkara mudah. Mungkin alasan ini pula yang membuat istilah tersebut jarang didengar, bahkan di kalangan pemilik usaha sekalipun.

    Sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan aktuaria maupun aktuaris? Bagaimana cara menjadi seorang aktuaris? Apa saja tugas-tugasnya? Apa fungsi memahami aktuaria?

    Penasaran? Eits, tenang saja! Tidak perlu takut berlarut-larut dalam kebingungan karena sekarang kita akan membahasnya bersama-sama. Yuk!

    Aktuaria adalah …

    Sebelum melanjutkan pembahasan terlalu jauh, mari kita mencoba mengenal aktuaria itu sendiri, yuk!

    Aktuaria adalah sebuah ilmu untuk menaksir risiko dari sesuatu dengan cara melakukan penghitungan matematis terhadap pola yang muncul secara statistik. Dalam bahasa yang sederhana, mereka yang memahami aktuaria dapat melihat pola tertentu berdasarkan catatan statistik dari sejumlah data, kemudian menghitung atau memperkirakan risiko apa yang bisa dimunculkan oleh pola tersebut.

    Karena sifatnya yang demikian, untuk menguasai ilmu yang satu ini, tak jarang seseorang perlu memahami terlebih dahulu beragam model statistik yang banyak digunakan, mulai dari mortality table, morbidity table, atau annuity table.

    Tentunya dalam memilih model statistik terbaik yang bisa digunakan, mereka yang mendalami ilmu aktuaria juga harus memahami ilmu statistika dengan pasti, sekaligus memiliki pemahaman yang baik terhadap fenomena-fenomena yang terjadi. 

    Alasannya cukup sederhana, apabila model statistik yang digunakan kurang tepat, hasil data yang akan dianalisis pun menjadi kurang maksimal, sehingga tindakan yang direkomendasikan untuk menghadapi suatu risiko pun tidak bisa secara benar menjawab permasalahan yang ada.

    Baca juga: Pengertian, Manfaat, dan Resiko Investasi

    Aktuaris adalah …

    Nah, jika aktuaria adalah ilmu untuk membuat proyeksi atau perhitungan risiko, aktuaris adalah orang yang ahli dalam ilmu aktuaria dan mampu menerapkannya secara baik.

    Dalam dunia bisnis, jasa aktuaris kerap digunakan di bidang asuransi dan juga perbankan, karena dalam kedua bidang ini, risiko menjadi sesuatu yang penting untuk diperhitungkan untuk memastikan bisnis dapat berjalan dengan lancar.

    Sebagai contoh, jika kita mempertimbangkan sifat pekerjaan asuransi yang memperoleh pemasukannya dari biaya premi yang setiap bulan dibayarkan oleh pelanggan, dan pengeluaran dilakukan dengan membayarkan uang pertanggungan sesuai dengan klaim pelanggan.

    Nah, apabila perusahaan asuransi harus membayar uang pertanggungan lebih banyak dari premi yang diterima, tentu bisnis akan mengalami kerugian, kan? Untuk menghindari hal ini, peran aktuaris adalah sesuatu yang tak bisa diabaikan karena aktuaris inilah yang nantinya akan memastikan perusahaan asuransi menerima pelanggan-pelanggan baru dengan tingkat risiko yang lebih rendah, sehingga perusahaan tidak harus membayarkan uang pertanggungan yang terlalu tinggi.

    Tak jauh berbeda, lembaga keuangan dan perbankan pun bergerak sesuai dengan tingkat risiko nasabahnya. Apabila pengajuan kredit yang dilakukan oleh seorang nasabah dengan risiko tinggi diterima, artinya risiko bank untuk mengalami kerugian pun akan lebih besar.

    Mempertimbangkan hal tersebut, sudah jelas sekali, kan, apabila jasa seorang aktuaris memang sangat dibutuhkan dalam memastikan bisnis tetap memperoleh keuntungan, khususnya di bidang asuransi dan perbankan?

    Apa Saja yang Menjadi Tugas Aktuaris? 

    Secara singkat, mungkin mudah membayangkan bahwa tugas aktuaris sesederhana mengukur tingkat risiko berdasarkan data-data statistik yang ada. Namun, tentu saja dalam kenyataannya tidak sesederhana itu, dong!

    Jadi, apa sebenarnya yang biasa dilakukan oleh seorang aktuaris?

    1. Melakukan Analisis Risiko

    Sudah barang tentu tugas utama yang perlu dilakukan oleh seorang aktuaris mencakup analisis atau pengolahan data yang berhubungan dengan risiko.

    Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menentukan tingkat risiko sesuatu adalah dengan melihat pola-pola yang ada dari fenomena yang terjadi. Pola tersebut umumnya dapat diperkirakan ketika data yang ada sudah diubah menjadi data statistik, sehingga aktuaris pun bisa memiliki gambaran yang jelas dari pola yang mungkin muncul.

    Aktuaria adalah kunci untuk memastikan keselamatan bisnis dengan menghitung risiko.

    2. Membuat Proyeksi Perkembangan

    Tak hanya mengukur risiko, tugas aktuaris yang berikutnya adalah membuat proyeksi seberapa jauh sebuah perusahaan dapat berkembang? Meski demikian, bukan berarti untuk mengetahui hal tersebut, penghitungan terhadap risiko tidak dibutuhkan, lho!

    Sebaliknya, seorang aktuaris justru membutuhkan data terkait tingkat risiko agar dapat menentukan proyeksi terkait usaha pengembangan yang akan dilakukan secara akurat. Wajar saja, kan, semakin tinggi tingkat risiko yang ada, artinya semakin sulit pula usaha pengembangan dilakukan karena harus berfokus untuk menanggulangi risiko tersebut.

    Baca juga: Asuransi Adalah: Pengusaha Wajib Punya Asuransi, Kamu Harus Tahu!

    Apa Saja Manfaat Aktuaria?

    Mengapa, sih, ilmu aktuaria menjadi sesuatu yang perlu dipelajari dalam menjalankan sebuah bisnis? Apa sebenarnya manfaat aktuaria bagi bisnis?

    Sesungguhnya, manfaat yang paling terasa dari penguasaan ilmu aktuaria terdapat pada persiapan sebuah perusahaan dalam menghadapi risiko yang mungkin muncul dalam menjalankan operasional bisnisnya. Bagaimanapun juga, kita harus mengakui bahwa pengelolaan suatu bisnis tak pernah bisa dipisahkan dari risiko.

    Masalahnya adalah, jika seorang pemilik usaha tak mengetahui risiko apa saja yang mungkin dihadapinya, otomatis strategi bisnis yang diterapkan pun bisa berantakan apabila dalam implementasinya terjadi situasi-situasi yang tak terduga. Lebih lanjut, apabila risiko ini tak dapat diidentifikasi, jelas perusahaan pun tidak akan siap untuk menanggulangi dampaknya.

    Apabila ini sampai terjadi, sudah jelas perusahaan pun akan menanggung kerugian bisnis yang bisa jadi membuat perusahaan tersebut terpaksa berhenti beroperasi atau harus gulung tikar. Pemilik usaha mana pun jelas tidak ingin hal tersebut sampai terjadi, kan?

    Untuk menghindari situasi-situasi yang kurang mengenakkan ini, manfaat aktuaria pun harus dimaksimalkan dalam menaksir risiko, mulai dari mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terjadi hingga mengimplementasikan strategi bisnis terbaik untuk menanggulanginya.

    Apa Fungsi Aktuaria?

    Setelah memahami aktuaria dan juga manfaat yang ditawarkannya, pertanyaan selanjutnya adalah, “Apa yang menjadi fungsi aktuaria?”

    Berbeda dengan manfaat yang ditawarkannya, aktuaria dapat berfungsi sebagai alat untuk menaksir risiko serta membuat kalkulasi kemungkinan risiko tersebut terjadi. Tanpa adanya fungsi ini, sebuah perusahaan bisa saja mengalami kerugian yang sangat besar.

    Jika dibilang berlebihan, sebenarnya tidak juga, karena seperti yang sempat disinggung sebelumnya, tanpa kepekaan terhadap risiko yang mungkin muncul, perusahaan akan kesulitan untuk bertahan dan meneruskan operasional bisnisnya.

    Fungsi-fungsi ini dapat dijalankan apabila aktuaris yang bertugas mampu mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh pemasukan yang cukup untuk menutup kerugian yang bisa saja dialami. Dalam bidang asuransi, fungsi ini dilakukan dengan memastikan nasabah mampu membayar premi yang telah ditetapkan untuk menanggung pengeluaran perusahaan.

    Hal yang sama juga berlaku di bidang perbankan, oleh karena itu, tak semua pengajuan kredit yang dilakukan oleh nasabah pasti diterima oleh pihak bank. Apabila dalam perhitungan risiko seorang aktuaris menetapkan bahwa nasabah yang mengajukan pinjaman tidak memiliki kemampuan untuk melunasi pembayaran, pengajuan pun akan lebih kecil kemungkinannya untuk diterima.

    Dengan memastikan fungsi aktuaria berjalan sebaik mungkin, perusahaan pun memiliki jaminan untuk meneruskan operasional bisnisnya. Inilah mengapa aktuaria pun menjadi kunci untuk keberlanjutan suatu perusahaan, khususnya yang memang berhubungan dengan tingkat risiko tinggi seperti asuransi dan perbankan.

    Baca juga: Apa Itu Pengertian dan Contoh Asuransi Dibayar Dimuka?

    Bagaimana Cara Menjadi Aktuaris?

    Setelah menyimak penjelasan terkait aktuaria dari berbagai aspek yang sudah dibahas di atas, tertarik, tidak, untuk menjadi seorang aktuaris? Apabila memang tertarik, tentu harus tahu juga, kan, bagaimana cara menjadi aktuaris?

    Untuk menjadi seorang aktuaris, sebenarnya sudah ada jalur formal yang bisa dijalani, yaitu dengan mengikuti pendidikan tinggi di jurusan aktuaria yang memang sudah disediakan oleh sejumlah universitas di Indonesia. Namun, agar bisa benar-benar menjadi seorang aktuaris, menyelesaikan pendidikan formal aktuaria saja belum cukup, lho!

    Untuk memenuhi cara menjadi aktuaris sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh Ikatan Aktuaris Indonesia (IAI), seseorang harus menyelesaikan pula ujian yang mencakup dasar ilmu akuntansi dan teori ekonomi, ilmu matematika asuransi, probabilitas, statistika, dan juga beberapa bidang pengetahuan lain seperti proses kerja asuransi jiwa, penghitungan risiko, dan sejumlah ilmu pendukung aktuaria lainnya.

    Apabila seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal di jurusan aktuaria dan lulus ujian yang disyaratkan, mereka dapat secara formal pula menjadi aktuaris untuk menjalankan tugas-tugas aktuaria di perusahaan. Tidak terlalu sulit, kan, sebenarnya?

    Pentingnya Mempelajari Contoh Laporan Aktuaria

    Secara teks, mungkin masih banyak orang yang kesulitan untuk memahami ilmu aktuaria secara jelas. Sesungguhnya, contoh laporan aktuaria dapat menjadi referensi yang baik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

    Mengapa bisa demikian? Sederhana saja, karena penerapan ilmu aktuaria sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari tingkat risiko yang ingin diketahui. Laporan aktuaria untuk dana pensiun, misalnya saja, bisa jadi berbeda dengan laporan aktuaria untuk asuransi kesehatan.

    Jika ingin memahami aktuaria dengan lebih mendalam, mempelajari sejumlah contoh laporan aktuaria menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan untuk mengetahui beragam format yang ada.

    Sebagai contoh, dalam laporan aktuaris yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, laporan dibuat dengan menyampaikan informasi aktuaris perusahaan yang diikuti dengan uraian terkait prosedur yang dijalankan sesuai dengan praktik bisnis yang sehat dan juga tanggung jawab aktuaris perusahaan terhadap laporan aktuaria tahunan.

    Format ini mungkin sekali berbeda dengan format pada laporan aktuaria lainnya karena bisa jadi sudut pembahasannya pun berbeda. Oleh karena itu, untuk dapat memahami ilmu aktuaria dengan lebih baik sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi, penting sekali untuk memperkaya pengetahuan terkait ilmu aktuaria itu sendiri.

    Langkah selanjutnya setelah menaksir risiko melalui penerapan aktuaria adalah memastikan perusahaan mampu menutup risiko tersebut melalui strategi bisnis yang matang. Tak perlu cemas, apabila bisnis dikelola bersama aplikasi majoo dengan berbagai fitur unggulannya yang dapat diandalkan, merumuskan strategi bisnis terbaik bukanlah sesuatu yang sulit, kok!

    Wajar saja, kan, karena aplikasi majoo sudah dilengkapi dengan fitur keuangan yang mampu menyajikan data-data penjualan secara tepat dan akurat. Menarik sekali, kan? Yuk, langsung saja berlangganan layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: Apa Itu Nasabah? Ketahui Pengertian dan Jenisnya Di Sini!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.