Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Pengertian, Manfaat, dan Resiko Investasi

    Investasi untuk meningkatkan usaha

    Tahukah kamu apa itu investasi? Seberapa sering kamu mendengar istilah itu?

    Pengertian investasi adalah salah satu kegiatan untuk menanamkan modal, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan harapan nantinya pemilik modal akan mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. 

    Lalu, apa saja manfaat yang didapatkan dari investasi itu sendiri? Simak penjelasannya berikut ini ya.

    Apa itu Investasi?

    Istilah investasi menurut Tandelilin adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber dana lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.

    Sedangkan Bodie menyampaikan, bahwa pengertian investasi adalah sebuah komitmen penanaman berupa uang dan sumber daya lainnya saat ini dengan harapan dapat memperoleh keuntungan di masa depan.

    Fitz Gerald mengungkapkan, investasi merupakan sebuah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan berbagai sumber dana yang digunakan untuk pengadaan modal barang pada saat sekarang. Barang modal tersebut kemudian diharapkan akan menghasilkan aliran produk batu di masa mendatang.

    Tujuan Investasi

    Setelah memahami apa itu investasi, berikut ini beberapa hal yang menjadi tujuan untuk berinvestasi.

    1. Memperbesar Usaha

    Nilai investasi dalam bentuk penambahan modal merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan bisnis atau usaha kamu. Semakin besar nilai investasinya, semakin tinggi pula tingkat produksi barang atau jasa yang dijual.

    2. Memperoleh Penghasilan

    Dengan berinvestasi, pemilik modal dapat memperoleh penghasilan baik secara aktif maupun pasif dalam jangka waktu tertentu.

    3. Jaminan Bisnis

    Melakukan investasi juga dapat bertujuan untuk menjamin sebuah bisnis. Ketika seorang investor melakukan investasi pada supplier atau pada bisnis yang lebih besar, maka kemungkinan operasional akan berjalan baik juga semakin besar.

    4. Mengurangi Persaingan

    Investasi juga dapat mengurangi jumlah kompetitor perusahaan lain yang terjun di bidang yang sama dengan perusahaan kamu.

    Baca juga: 7 Tahap Menuju Kebebasan Finansial

    Manfaat Investasi

    Ada sembilan manfaat investasi yang bisa didapatkan ketika kamu rutin mengalokasikannya.

    1. Menghindari inflasi

      Tingkat suku bunga yang tinggi bisa menekan laju pertumbuhan inflasi.

    2. Meningkatkan nilai uang

      Pengelolaan uang dengan investasi bisa meningkatkan nilai uang yang kamu miliki.

    3. Menambah sumber penghasilan

      Investasi mampu menambah sumber penghasilan. Semakin kamu mampu memprediksi peluang, semakin besar pula kamu meningkatkan nilai uang melalui persentase keuntungan.

    4. Mendapatkan bunga berlipat

      Kondisi ketika kamu mendapatkan pengembalian modal beserta bunga dan keuntungan, dan kamu menginvestasikannya kembali, sehingga bunga yang kamu dapatkan sebelumnya akan kembali menghasilkan bunga.

    5. Mempersiapkan kebutuhan untuk masa depan

      Berinvestasi akan membantumu mempersiapkan modal untuk kebutuhan di masa yang akan datang.

    6. Mempersiapkan kebutuhan pensiun

      Dengan pengalokasian dana untuk investasi, tentu saja bisa menjadi simpanan ketika kamu pensiun nanti.

    7. Membuka wawasan

      Berinvestasi dapat memberi manfaat untuk kamu sebagai individu. Memberi wawasan dan relasi baru yang mungkin akan memberi hubungan yang saling menguntungkan nantinya.

    8. Melatih untuk mengambil keputusan

      Ketika kamu berinvestasi, secara tidak langsung kamu akan membuat perencanaan investasinya. Sehingga akan membiasakan kamu mengambil keputusan untuk kondisi finansial kamu.

    9. Bertanggung jawab

      Investasi mengajarkan individu untuk lebih bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang akan kamu buat.

    Jenis Investasi

    1. Investasi Berdasarkan Tujuan

    • Investasi Jangka Pendek

      Investasi jangka pendek umumnya dapat terpenuhi dalam waktu kurang dari satu tahun. Investasi ini bisa digunakan dengan tujuan jangka pendek seperti liburan, ataupun dana darurat.

    • Investasi Jangka Menengah

      Jenis investasi jangka menengah merupakan investasi dengan jangka waktu satu tahun hingga lima tahun. Biasanya, investasi jenis ini digunakan untuk mempersiapkan DP rumah atau melanjutkan pendidikan.

    • Investasi Jangka Panjang

      Jenis ini memiliki waktu investasi yang lebih lama, yaitu lebih dari lima tahun. Investasi jangka panjang sangat cocok untuk kamu yang ingin memiliki dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau bentuk keuangan untuk masa depan lainnya.

    2. Investasi Berdasarkan Asetnya

    Berdasarkan asetnya, terdapat dua jenis investasi yang digolongkan dari segi aspek modal atau kekayaannya, yaitu: 

    • Real Asset, adalah investasi yang memiliki wujud seperti kendaraan, gedung, atau bangunan.
    • Financial Asset, merupakan investasi yang berupa dokumen atau surat-surat sebagai klaim tidak langsung terhadap sebuah aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut.

    3. Investasi Berdasarkan Bentuknya

     Berdasarkan bentuknya, investasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

    • Investasi Portofolio, adalah investasi yang dilakukan dengan instrumen surat berharga melalui pasar modal. Contohnya, saham dan obligasi.
    • Investasi Langsung, merupakan bentuk investasi dengan membeli total, membangun, atau mengakuisisi sebuah perusahaan.

    4. Investasi Berdasarkan Pengaruhnya

    Terdapat dua jenis investasi yang didasari oleh faktor pengaruhnya. Faktor tersebut dapat memengaruhi atau tidak memengaruhi kegiatan investasinya.

    • Investasi Autonomous, merupakan jenis investasi yang sifatnya spekulatif, atau tidak terpengaruh oleh tingkat pendapatan seseorang. Misalnya, pembelian surat atau dokumen berharga.
    • Investasi Induced, adalah jenis investasi yang tingkat pendapatannya dapat dipengaruhi oleh kenaikan permintaan barang dan jasa. Contohnya berupa penghasilan transitory atau penghasilan yang didapatkan di luar bekerja, seperti bunga bank.

    5. Investasi Berdasarkan Sumber Pembiayaannya

    Jenis investasi ini didasarkan atas sumber pembiayaan atau asal usul investasi didapatkan. Ada dua macam investasi berdasarkan sumber pembiayaannya, yakni investasi dengan sumber modal asing dan investasi dengan sumber modal dalam negeri.

    Baca juga: Mengenal ROI atau Return of Investment dalam Bisnis

    Perhitungkan manfaat dan resiko dari investasi

    Resiko Investasi

    Proses investasi ini tidak terlepas dari resiko yang mungkin diterima bagi setiap investor atau pemilik modal. Dalam investasi, resiko seringkali berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang didapatkan.

    Resiko merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisis investasi, karena setiap resiko mempengaruhi keuntungan yang akan diperoleh pemilik modal.

    Sebelum kamu terjun ke dunia investasi, kamu juga perlu memahami bahwa selain menjanjikan keuntungan, investasi juga dapat menyebabkan kerugian. Ada tujuh resiko investasi yang mungkin terjadi, seperti:

    1. Resiko Suku Bunga

    Resiko ini merupakan resiko yang timbul karena nilai relatif aset berbunga. Resiko ini bisa terjadi bila ada perubahan suku bunga yang ada di pasar, sehingga mempengaruhi pendapatan investasi. Sehingga, semakin tinggi suku bunga maka harga saham akan semakin menurun, begitu sebaliknya.

    Suku bunga yang tinggi cenderung membuat investasi menjadi merugi, dan sebaliknya investasi akan menguntungkan apabila suku bunga yang berlaku melemah.

    2. Resiko Pasar

    Naik turunnya nilai aset pada resiko pasar ini disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan yang sering disebut dengan resiko sistematik. Artinya, resiko ini pasti akan dialami oleh investor dan tidak mungkin dihindari.

    Perubahan ini dapat terjadi juga karena beberapa faktor, seperti resesi ekonomi, kerusuhan, spekulasi dan perubahan politik lainnya. 

    3. Resiko Likuiditas

    Resiko likuiditas terjadi akibat adanya kesulitan dalam menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Hal ini mungkin terjadi jika pihak debitur tidak dapat menjual hartanya karena tidak ada pihak lainnya yang berminat membelinya di pasar.

    Berbeda dengan penurunan harga aset secara drastis, dalam kasus ini, pasar menilai bahwa aset tersebut tidak memiliki nilai sehingga tidak adanya pihak yang ingin membeli atau menukar asetnya. 

    Biasanya, ini disebabkan karena sulitnya menemukan pihak pembeli dan penjual, sehingga resiko likuiditas lebih besar terjadi di pasar yang kapasitasnya kecil.

    4. Resiko Inflasi

    Apabila terjadi peningkatan inflasi maka akan mengurangi kemampuan daya beli rupiah yang telah diinvestasikan. Maka dari itu, resiko inflasi disebut juga dengan resiko daya beli.

    Para investor akan menuntut tambahan premium inflasi untuk meminta ganti rugi atas penurunan daya beli yang dialami.

    Baca juga: Memahami Pengertian dan Manfaat Modal Ventura Bisnis

    5. Resiko Nilai Tukar Mata Uang

    Resiko ini terjadi karena perubahan kurs valuta asing yang ada di pasaran tidak sesuai dengan harapan, terutama saat dikonversikan ke mata uang domestik. Jenis resiko ini berhubungan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara lain.

    6. Resiko Negara

    Resiko negara atau sovereign risk berkaitan dengan kondisi perundang-undangan dan kondisi politik suatu negara. Imbasnya dari kondisi perekonomian negara tersebut akan mempengaruhi iklim investasinya.

    7. Resiko Reinvestasi

    Resiko ini memberikan kemungkinan terhadap arus kas investasi yang menghasilkan return yang lebih rendah setelah diinvestasikan kembali kepada instrumen investasi yang baru.

    8. Resiko Bisnis

    Resiko ini umumnya berkaitan dengan bisnis pada perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan yang ada dalam satu sektor dengan bisnis yang sama dianggap memiliki resiko yang sama. Perlu diingat bahwa ada pengaruh resiko investasi terhadap return dari saham yang kamu miliki. Pada akhirnya, ini akan mempengaruhi keuntungan yang didapatkan.

    Contoh sektor yang terpengaruh dengan siklus ini seperti properti dan komoditas, karena dianggap memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor konsumsi atau sektor farmasi yang berpengaruh terhadap return saham. 

    Pencegahan Resiko Investasi

    Kendati beresiko, bukan berarti kamu tidak bisa mencegah potensi kerugiannya. Berikut ini beberapa tips investasi yang bisa kamu pertimbangkan.

    1. Menentukan Target Investasi

    Sebelum kamu memilih instrumen investasi, ada baiknya mempertimbangkan target yang ingin kamu capai saat memilih investasi. Jenis investasi seperti apa dan perusahaan apa yang ingin kamu investasikan, serta sejauh mana resiko yang mampu kamu terima.

    2. Rutin Mengawasi Investasi

    Ketika memutuskan berinvestasi dan melakukan riset terhadap jenis investasi tersebut, kamu juga perlu melakukan pengawasan terhadap instrumen investasi yang kamu pilih.

    Hal ini menjadi momentum untuk kamu belajar mengenal dinamika, cara kerja pasar, serta manajemen resiko investasinya. Sehingga kamu tidak akan melewatkan kesempatan ketika bisa menarik keuntungan dan bersiap untuk segala kemungkinan ketika tren sedang turun.

    3. Diversifikasi Instrumen Investasi

    Ketika sudah menentukan jenis investasinya, ada baiknya untuk memiliki lebih dari satu jenis instrumen investasi. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kerugian yang didapatkan ketika pasar sedang melemah.

    Dengan beragam jenis investasi yang bisa dipilih, sebagai pemilik modal tentu kamu juga perlu mempertimbangkan teknologi yang dapat membantumu mengelola usahamu. Salah satu aplikasi yang bisa kamu andalkan adalah aplikasi majoo.

    Berbagai macam fitur yang ada, bisa kamu andalkan untuk mengelola semua jenis usahamu, tentu memudahkan kamu untuk membagi waktu antara menjalankan usaha dan mengembangkannya dengan mendapatkan investasi.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.