Pengertian dan Manfaat Akuntansi dalam Dunia Bisnis

Penulis Ajar Pamungkas
10 June 2021

article thumbnail

Apa itu akuntansi? Mengapa pelaku bisnis perlu mengetahuinya?

Bagi para pelaku usaha, pertanyaan seputar apa itu akuntansi mungkin akan terdengar sebagai sebuah pertanyaan yang janggal. Bagaimana tidak, anggapannya, tentu jika sudah berkecimpung di dunia bisnis secara serius, semestinya sudah tidak akan asing lagi dengan istilah-istilah bisnis dan yang terkait dengannya, kan? Termasuk akuntansi.

Namun, lekatnya bidang akuntansi dengan bisnis tidak serta merta menjadikannya sebagai sesuatu yang benar-benar umum. Bisa jadi juga ada pelaku usaha yang masih belum paham benar pengertian dan manfaat akuntansi bagi pengembangan bisnis, dan hanya sekadar tahu dasar-dasarnya saja.

Wajar, sesungguhnya, karena akuntansi dan juga bisnis memang merupakan dua bidang yang berbeda meski mungkin berkaitan erat.

Jika demikian, sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan akuntansi, dan sejauh mana seorang pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnisnya lebih maju?

Apa itu Akuntansi?

Secara umum, akuntansi adalah sebuah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi yang dapat memungkinkan dilakukannya penilaian serta pengambilan keputusan yang jelas dan juga tegas terkait penggunaan informasi ekonomi tersebut.

Jadi, jika saat sekolah kita mengenal akuntansi sebagai sebuah mata pelajaran yang kerjanya hanya hitung-menghitung uang, sebenarnya akuntansi memiliki makna yang lebih dalam lagi.

Bahkan, pengertian umum yang dijabarkan di atas sebenarnya dapat diulik lagi lebih dalam seperti yang dilakukan oleh beberapa ahli ekonomi dan bisnis.

Suwardjono, misalnya saja, menggambarkan akuntansi sebagai seperangkat alat atau kegiatan untuk mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara pelaporan informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Dari penjelasan tersebut, kita juga dapat secara spesifik menjawab pertanyaan apa itu akuntansi, yaitu sebuah proses pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan, pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan, dan penyajian data keuangan dasar, yang juga dapat disebut sebagai bahan olah akuntansi, pada kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, maupun kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Tak jauh berbeda dengan Suwardjono, Walter, salah seorang ahli ekonomi lainnya, menjabarkan akuntansi sebagai sebuah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, kemudian mengomunikasikan hasilnya kepada pengambil keputusan yang akan membuat keputusan, di mana keputusan tersebut dalam memengaruhi setiap aktivitas bisnis.

Selain Suwardjono dan juga Walter, ada pula Rudianto yang menjelaskan bahwa akuntansi adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan data dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas, serta melaporkan aktivitas maupun transaksi suatu badan usaha dalam bentuk informasi keuangan.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, baik penjelasan apa itu akuntansi secara umum hingga yang dipaparkan oleh para ahli, sebenarnya ada beberapa benang merah yang dapat ditarik sebagai berikut:

  1. Terdapat proses atau tahapan-tahapan kegiatan akuntansi

  2. Terdapat bahan olah akuntansi yang menjadi dasar proses kegiatan akuntansi

  3. Terdapat hasil pengolahan data yang dapat disajikan dalam bentuk laporan

  4. Terdapat kegiatan pengambilan keputusan bisnis yang didasarkan pada hasil olahan tersebut.

Setelah memahami bahwa akuntansi adalah sebuah proses kegiatan dengan bahan olah serta tujuan yang jelas dan dapat diterapkan pada hasil pengolahan data yang dilakukan, mudah untuk memahami pula manfaat yang bisa diperoleh dengan menjalankan akuntansi sebaik mungkin.

Manfaat Akuntansi bagi Bisnis

Sesungguhnya, ada banyak sekali manfaat akuntansi ketika dapat diterapkan dengan semaksimal mungkin, khususnya bagi pelaku usaha yang benar-benar ingin melakukan pengembangan bisnis secara optimal dengan hasil yang dapat diukur pula.

  1. Memperoleh catatan transaksi yang rapi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan akuntansi membutuhkan bahan olah akuntansi. Dari mana bahan ini berasal? Tentunya dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh setiap pelaku usaha dalam setiap aktivitas bisnisnya.

Agar kegiatan akuntansi dapat dijalankan dengan baik, setiap transaksi atau aktivitas keluar masuknya uang juga perlu dicatat dengan serapi mungkin. Dengan kata lain, ketika seorang pelaku usaha melakukan proses akuntansi, sudah dipastikan bahwa catatan transaksi bisnis yang dimilikinya juga akan lengkap.

Dengan catatan transaksi yang rapi, bisnis dapat lebih mudah untuk dikembangkan karena catatan tersebut akan mempermudah pelaku usaha dalam melihat pola transaksi yang terjadi pada bisnisnya, sehingga  bisa lebih mudah pula untuk merancang strategi bisnis yang sesuai dengan pola tersebut.

  1. Lebih mudah dalam membuat ringkasan transaksi

Fungsi akuntansi yang berikutnya adalah memudahkan pelaku usaha dalam membuat ringkasan transaksi.

Dalam proses akuntansi, setelah mencatat semua transaksi yang terjadi dalam satu periode akuntansi, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah meringkas.

Yang dimaksud meringkas dalam tahapan ini sebenarnya adalah membagi setiap transaksi kepada kategorinya masing-masing yang sesuai. Sebagai contoh, jika sebuah transaksi dapat dikategorikan sebagai pembelian perlengkapan, dalam tahapan meringkas ini pelaku usaha dapat mengumpulkan seluruh transaksi yang terkait dengan pembelian perlengkapan dalam kategori tersebut.

Dari adanya kategorisasi ini, ada satu manfaat akuntansi yang dapat dirasakan oleh pelaku usaha, yaitu pelaku usaha akan semakin mudah pula dalam menentukan pola transaksi yang terjadi dalam bisnisnya. Lebih lanjut, pelaku usaha dapat mengukur kategori pengeluaran apa yang paling besar beserta sehingga dapat lebih bersiap-siap, terlebih jika memang kategori tersebut muncul dari waktu ke waktu.

  1. Fungsi akuntansi sebagai media pelaporan keuangan

Manfaat lain yang juga ditawarkan oleh kegiatan akuntansi adalah adanya kepastian terkait laporan keuangan yang dimiliki oleh sebuah usaha.

Dengan melakukan kegiatan akuntansi, sebuah usaha tentunya diharapkan juga dapat mencatat setiap transaksi yang terjadi besar nominal pengeluaran dan pendapatan, meringkasnya menjadi kategori-kategori yang sudah ditetapkan, dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan yang dapat dibaca dan dipelajari lebih lanjut.

Terkait fungsi akuntansi yang satu ini, mungkin ada yang juga bertanya-tanya apa pentingnya memastikan adanya skema pelaporan keuangan yang baik, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang skala bisnisnya memang tidak bisa disebut terlalu besar.

Jangan salah, terlepas seberapa pun skala usaha yang dijalankan, pelaporan keuangan bisnis tetap menjadi sesuatu yang penting untuk dibuat, karena dari laporan inilah pelaku usaha dapat mengukur performa yang ditunjukkan oleh usaha yang tengah dilakoninya.

Laporan keuangan sendiri dapat dibagi menjadi dua, laporan keuangan yang dibuat setiap bulannya untuk mengetahui arah perkembangan bisnis dan secara jangka pendek mengukur keberhasilan strategi bisnis yang diimplementasikan, serta laporan keuangan yang dikeluarkan setiap tahunnya.

 

Akuntansi adalah sebuah proses yang dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan

Untuk laporan keuangan tahunan, pelaku usaha dapat melihat secara detail bagaimana jalannya operasional bisnis dari bulan ke bulan, sehingga dapat lebih akurat dalam mengukur performa dari bisnis yang dijalankan; termasuk mengukur pula implikasi dari suatu strategi atau langkah bisnis yang diambil.

Jadi, jangan pernah berpikir untuk mengabaikan adanya laporan keuangan hanya karena beranggapan skala dari usaha yang dijalankan masih terlalu kecil untuk memiliki pelaporan keuangan yang kompleks. Anjuran ini akan semakin bermanfaat, khususnya bagi pelaku usaha yang ingin mulai mengembangkan bisnisnya semakin maju!

  1. Memungkinkan adanya analisis dari bahan olah akuntansi

Menjalankan bisnis tentu bukan hanya tentang perkara melakukan kegiatan jual beli suatu produk maupun jasa untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya berdasarkan prinsip ekonomi dan bisnis saja, bukan?

Dengan menggeluti sebuah bidang bisnis, seorang pelaku usaha juga perlu memastikan agar bisnisnya dapat terus dikembangkan sehingga bisnis tersebut diharapkan memiliki ketahanan yang bagus terlepas dari apa pun tantangan yang mungkin muncul, dan ini tidak mungkin bisa tercapai tanda adanya analisis laporan keuangan.

Bicara tentang akuntansi, tujuan akhirnya adalah menemukan rangkaian data keuangan yang sesederhana mungkin sehingga dapat dijadikan sebagai bahan analisis.

Bayangkan jika harus melakukan analisis dengan data yang masih mentah, misalnya saja dari data uang keluar masuk tempat usaha yang masih belum diringkas berdasarkan kategori atau hal lainnya. Tentunya hasil analisis yang didapat juga akan sangat mentah karena akan sulit untuk mengukur pola serta tren pengeluaran yang dilakukan selama periode tertentu.

Nah, dengan aktivitas yang sama, bayangkan jika data yang diolah sudah diringkas dan dikelompokkan berdasarkan kategorinya. Analisis yang dilakukan juga dapat lebih komprehensif karena bisa mengukur pola atau tren pengeluaran bisnis yang dilakukan dalam periode akuntansi tertentu.

Dengan bahan olah akuntansi yang sudah terkategorisasi, hasil analisisnya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan; apakah ingin mengukur pengeluaran terbesar dalam sebulan atau setahun? Atau mungkin ingin mengukur besarnya pengeluaran jika dibandingkan dengan pendapatan bisnis yang masuk? Analisis dapat lebih terarah.

  1. Memudahkan pengambilan keputusan bisnis

Manfaat akuntansi yang paling terasa adalah ketika laporan keuangan yang dibuat sudah berhasil diolah melalui proses analisis yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.

Hasil dari analisis akan membantu pelaku usaha untuk mengambil keputusan bisnis, terutama terkait dengan pengembangan dan arah bisnis ke depannya. Karena, dari hasil analisis itu pelaku usaha dapat mengukur seberapa besar kemampuan atau performa bisnisnya.

Dengan kata lain, pelaku usaha dapat menentukan apa langkah bisnis berikutnya yang perlu diambil untuk memastikan usahanya dapat terus berlanjut, dan bahkan berkembang lebih besar lagi.

Dalam situasi tertentu, hasil dari analisis akuntansi juga dapat membantu pelaku usaha membuat proyeksi bisnis secara jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya saja, dengan melihat laporan keuangan selama setahun kemudian melakukan analisis, pelaku usaha dapat mengetahui di bulan apa saja yang pendapatan bisnisnya tergolong kecil.

Setelah mengetahui pola tersebut, pelaku usaha dapat menyusun rencana mitigasi agar ketika sampai di bulan yang pendapatannya tergolong sepi, arus kas bisnis tetap tidak terganggu. Atau bahkan mungkin sebaliknya, dari hasil analisis tersebut, pelaku usaha dapat menyusun strategi untuk meningkatkan pendapatan di bulan-bulan yang memang dirasa masih butuh perbaikan dari sisi bisnis.

Ada beragam manfaat dan fungsi akuntansi yang bisa diberdayakan dengan sebaik mungkin oleh setiap pelaku usaha, bahkan untuk pelaku usaha yang bergerak di sektor mikro, kecil, dan juga menengah.

Macam-Macam Akuntansi

Setelah memahami pengertian dan manfaat akuntansi, tak ada salahnya juga untuk mengenal beragam jenis akuntansi yang ada. Mengetahui berbagai jenis akuntansi yang ada akan membantu pelaku usaha untuk melakukan jenis akuntansi yang tepat dan memang dibutuhkan oleh bisnis.

Ada berapa jenis akuntansi sebenarnya yang perlu diketahui oleh mereka yang memang ingin bergerak di bidang bisnis?

  • Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan merupakan jenis akuntansi yang paling umum, karena sangat berhubungan dengan pelaporan keuangan. Aktivitas yang termasuk dalam jenis akuntansi keuangan adalah setiap kegiatan yang bertujuan akhir untuk menyajikan sebuah laporan keuangan, baik itu neraca, laporan laba rugi, hingga laporan perubahan modal.

  • Akuntansi Pemeriksaan

Akuntansi pemeriksaan juga dikenal sebagai audit. Fungsi akuntansi sebagai audit dapat dijalankan dengan melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan dalam keuangan. Dengan adanya akuntansi pemeriksaan, setiap kegiatan pelaporan keuangan dapat diverifikasi dan juga divalidasi.

  • Akuntansi Biaya

Sesuai dengan namanya, akuntansi biaya lebih banyak berfokus pada pengumpulan dan analisis biaya. Melalui jenis akuntansi yang satu ini, pelaku usaha dapat melakukan kontrol atas biaya yang perlu dikeluarkan oleh bisnisnya.

  • Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen memiliki tujuan yang sangat khusus, yaitu membantu jalannya manajemen agar dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis menjadi jauh lebih maju lagi. Oleh karena itu, setiap analisis yang dilakukan dalam akuntansi manajemen akan berorientasi pada bagaimana sebuah aktivitas manajemen dilakukan dalam suatu operasional bisnis.

  • Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan juga tergolong sebagai salah satu akuntansi yang memiliki tujuan khusus, yaitu mengelola pajak usaha yang harus dibayarkan oleh bisnis tersebut. Fungsi akuntansi yang satu ini mencakup upaya-upaya pelaporan yang mencakup penghitungan pajak usaha dan semacamnya.

  • Penganggaran

Akuntansi penganggaran merupakan salah satu bentuk akuntansi yang paling umum. Masih terkait dengan manfaat akuntansi untuk memperoleh pertimbangan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait penyusunan anggaran bisnis untuk memastikan arah pengembangan bisnis tetap sesuai dengan tujuan awalnya.

  • Akuntansi Pemerintahan

Jenis akuntansi berikutnya yang juga perlu diketahui oleh para pelaku usaha adalah akuntansi pemerintahan. Dalam jenis akuntansi yang satu ini, pelaku usaha tidak perlu terlalu serius mendalaminya, karena jenis akuntansi ini umumnya lebih banyak dijalankan pada lembaga-lembaga pemerintahan

  • Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi juga termasuk memiliki tujuan yang khusus, yaitu sistem akuntansi yang memiliki sasaran untuk menyusun sistem keuangan yang memang benar-benar efektif dan efisien.

  • Akuntansi Perbankan

Jenis akuntansi terakhir yang menarik untuk diketahui adalah akuntansi perbankan atau jenis akuntansi yang secara selektif dilakukan untuk memberikan keuntungan bagi pihak tertentu melalui proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisisan, dan juga penafsiran data perbankan.

Dari sekian banyak jenis akuntansi, termasuk juga beragam pengertian dan manfaat akuntansi, pelaku usaha dapat dengan tepat menentukan mana jenis akuntansi yang paling tepat dijalankan untuk kebutuhan bisnisnya. Jangan sampai jenis akuntansi yang dipilih justru tidak dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis karena memang tidak sesuai dengan keperluan.

 

Bagaimanapun juga, adanya proses akuntansi sebenarnya diperlukan untuk membuat bisnis dapat dijalankan dengan seefektif dan seefisien mungkin melalui pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan data-data keuangan yang memang riil. Oleh karena itu, pastikan untuk menjalankan macam akuntansi yang sesuai dengan tujuan bisnis agar efektivitas serta efisiensi tersebut dapat tercapai. Gunakan pula aplikasi kasir online untuk memastikan operasional bisnis dapat dikelola dengan lebih baik lagi!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo