Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Apa yang dimaksud Dengan Kegiatan Ekonomi?

    Apa yang dimaksud Dengan Kegiatan Ekonomi?

    Mengutip dari laman Sumber Belajar Kemendikbud, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi itu? Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak ada yang dapat hidup sendiri.

    Masih dari laman yang sama, dijelaskan bahwa tidak ada seorang pun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya. Manusia selalu membutuhkan orang lain. Oleh sebab itu, ada kerja sama antara orang yang satu dengan orang lainnya. Kerja sama itu saling melengkapi. 

    Salah satu jenis kegiatan ekonomi adalah distribusi. 

    Pengertian Kegiatan Ekonomi

    Kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia mencakup tiga kegiatan yang berkesinambungan, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

    Orang-orang yang melakukan kegiatan ekonomi adalah pelaku ekonomi itu sendiri. Manusia memiliki banyak kebutuhan setiap harinya. Sejak bangun tidur hingga kembali terlelap di malam hari, semua kebutuhan itu tidak lepas dari dirinya. 

    Kebutuhan ekonomi tersebut antara lain adalah sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, informasi, dan lainnya. Semua kebutuhan itu diperlukan agar manusia mendapatkan kemakmuran, kepuasan, dan kesejahteraan yang terjamin.

    Demi memenuhi semua kebutuhan tersebut, diperlukan aktivitas yang disebut kegiatan ekonomi berlandaskan prinsip ekonomi agar seseorang mempunyai pemasukan. 

    Pengertian lain dari kegiatan ekonomi adalah tindakan atau perilaku manusia yang bertujuan memenuhi kebutuhan hidupnya yang didasari oleh prinsip ekonomi. Hampir setiap aktivitas manusia terkait dengan kegiatan ekonomi. 

    Sejarah Kegiatan Ekonomi

    Mari ikut majoo sejenak untuk membayangkan apa yang terjadi pada awal peradaban manusia di muka bumi ini terkait cara mereka bertahan hidup. 

    Masa Nomaden

    Inilah zaman ketika manusia tidak tinggal menetap pada satu tempat saja. Saat itu, manusia hidup berpindah-pindah di dalam gua atau di sepanjang pinggir perairan dengan menghidupkan api yang digunakan sebagai penghangat. 

    Untuk membayangkan penampilan mereka, kulit hewan biasa digunakan sebagai pakaian. Kegiatan ekonomi manusia masih terbatas pada perburuan hewan dan mengumpulkan makanan dari alam. 

    Itu sebabnya mereka disebut nomaden karena kerap berpindah tempat jika sumber daya alam di tempat mereka tinggal itu mulai berkurang. Mereka pun berjalan dengan jarak sangat jauh untuk mencari tempat baru dengan sumber daya alam berlimpah.

    Masa Bercocok Tanam dan Beternak

    Setelah sekian lama hidup dengan cara berpindah-pindah atau nomaden, peradaban manusia kian berkembang. Perlahan-lahan, manusia purba mulai mengenal bagaimana cara bercocok tanam dan beternak. 

    Berdasarkan peninggalan artefak zaman prasejarah yang berhasil ditemukan, para sejarawan sepakat bahwa aktivitas pertanian pertama kali dipraktikkan di Mesopotamia (dikenal dengan sebutan bulan sabit yang subur) sekitar tahun 8000 SM. 

    Diketahui pula bahwa tanaman yang pertama kali dibudidayakan untuk kegiatan ekonomi sederhana pada masa itu adalah gandum, buncis, kacang arab, dan flax

    Untuk kegiatan beternak diawali dari kebutuhan memelihara hewan yang akan digunakan sesuai fungsinya saat itu. Semisal sapi untuk membajak sawah, kuda liar dijadikan tunggangan, anjing sebagai pemangsa hewan pengganggu, dan lainnya. 

    Pada masa inilah kegiatan ekonomi manusia mulai menggunakan sistem barter, yaitu tukar-menukar barang sesuai dengan kadar masing-masing. 

    Masa Perundagian

    Zaman makin berkembang dan manusia pun mulai menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam untuk memudahkan kegiatan ekonomi mereka. 

    Akibat dari perkembangan manusia dan kebutuhan ekonomi yang meningkat pesat, kebutuhan manusia pun bertambah banyak. Senjata untuk berburu, alat rumah tangga dan peralatan dapur sederhana mulai bermunculan di zaman ini.

    Karena meningkatnya kebutuhan manusia tersebut, perdagangan mulai bermunculan dan dilakukan oleh para saudagar yang berkeliling di sepanjang daratan.

    Tujuan Kegiatan Ekonomi

    Sebetulnya, dengan menilik definisi pada poin sebelumnya, kita bisa mengetahui bahwa tujuan manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Namun, di luar tujuan utama tersebut, tentu ada tujuan-tujuan lain yang ingin dicapai saat seseorang atau badan usaha melakukan kegiatan ekonomi, antara lain:

    1. Memperoleh keuntungan atau kekayaan

      Bukan rahasia lagi, supaya bisa memenuhi kebutuhan masa kini dan masa depan, setiap orang perlu kondisi finansial yang sehat. Nah, melakukan kegiatan ekonomi merupakan cara agar manusia bisa memperoleh uang, keuntungan, atau kekayaan sehingga kondisinya sehat secara finansial.

    2. Memanfaatkan sumber daya

      Berikutnya, tujuan manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah dalam rangka memanfaatkan sumber daya. Adapun sumber daya yang dimaksud, seperti tanah, hasil pertanian, kendaraan, dan lain-lain.

      Pelaksanaan kegiatan ekonomi akan membuat sumber daya tersebut memiliki nilai manfaat atau nilai tambah.

    3. Aktualisasi diri

      Kegiataan ekonomi juga kadang berkaitan dengan perolehan yang tidak bersifat materi, misalnya seseorang bekerja dalam rangka memanfaatkan intelektualitasnya atau sebagai bentuk aktualisasi diri.

    Jenis Kegiatan Ekonomi

    Para pelaku kegiatan ekonomi ada lima bagian yaitu rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara.

    Di antara kelima bagian pelaku ekonomi tersebut, ada yang melakukan peran sebagai produsen, distributor, dan konsumen.

    Produksi

    Kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang yaitu disebut sebagai Produksi. Dalam pengertian ekonomi, produksi adalah setiap kegiatan atau usaha manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Tujuan kegiatan produksi adalah memenuhi kebutuhan para konsumen dan mendapatkan laba bagi produsen.

    Contohnya adalah menanam jagung (menghasilkan), mengambil udang di laut (menambah guna tempat), menjahit kain menjadi kebaya (menambah guna bentuk).

    Hasil proses produksi barang terbagi menjadi tiga, yaitu produksi barang mentah, produksi barang setengah jadi, dan produksi barang jadi. 

    Ketika melakukan kegiatan ekonomi, produksi dipengaruhi beberapa faktor dalam prosesnya. Beberapa faktor tersebut antara lain kondisi alam, ketersediaan tenaga kerja, modal yang cukup, dan kemampuan wirausaha.

    Tujuan manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah

    1. Mencari keuntungan atau laba
    2. Memenuhi kebutuhan manusia
    3. Meningkatkan mutu dan jumlah produksi. 
    4. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan
    5. Mengganti barang yang rusak karena dipakai atau terjadi bencana alam

    Baca Juga: Tujuan serta Fungsi Produksi Umum yang Perlu Diketahui

    Jenis Kegiatan Produksi Menurut Bidang Usaha

    Bidang ekstraktif, yaitu produksi yang mengambil langsung hasil yang disediakan alam tanpa pengolahan lanjutan. Misalnya pertambangan dan perikanan. 

    Bidang industri, yaitu produksi pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi, barang mentah menjadi barang setengah jadi, atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Contohnya dari benang yang diolah menjadi kain. 

    Bidang perdagangan, yaitu produksi pengumpulan dan penjualan kembali hasil produksi kepada pihak lain untuk memperoleh keuntungan. Contohnya adalah kios, warung, toko, supermarket, dan lainnya.

    Bidang agraris, yaitu produksi pengolahan alam untuk memelihara tanaman dan hewan seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan.

    Bidang jasa, yaitu produksi yang membantu dan melancarkan proses produksi tanpa ikut membuat barang tersebut. Produksi jasa tidak menghasilkan barang, tetapi menghasilkan jasa. Misalnya adalah sekolah dan rumah sakit. 

     Berbelanja di supermarket adalah salah satu kegiatan ekonomi konsumsi.

    Distribusi

    Distribusi adalah sebuah proses penyaluran barang yang diproduksi oleh produsen kepada konsumen. Orang atau pihak yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. 

    Proses distribusi sangat penting karena pada tahap inilah produk dapat tersebar secara meluas dan dapat dinikmati oleh konsumen. Tanpa proses distribusi, masyarakat dan konsumen akan kesulitan mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan. 

    Tujuan Distribusi

    • Barang atau jasa hasil produksi dapat bermanfaat bagi konsumen;
    • Konsumen lebih mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan;
    • Kelangsungan hidup kegiatan produksi terjamin.

    Distribusi adalah aktivitas paling sibuk di antara jenis kegiatan ekonomi lainnya. Berikut ini tiga macam saluran distribusi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. 

    Saluran Distribusi

    • Distribusi Langsung: distribusi barang atau jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran barang dilakukan langsung dari produsen kepada konsumen. Misalnya pedagang nasi goreng menjual dagangan kepada pembeli.

      Zaman sekarang, produsen bisa memanfaatkan teknologi bernama marketplace untuk menjual produknya kepada konsumen.

    • Distribusi Semi Langsung: sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara. Produsen dapat mengontrol distributor, tetapi kegiatan distribusi tetap dilakukan oleh distributor.

      Biasanya aktivitas ini dilakukan untuk mendistribusikan barang mahal dan mewah. Contohnya pabrik tekstil dalam menyalurkan kainnya melalui converter.

    • Distribusi Tidak Langsung: proses distribusi dari produsen kepada konsumen melalui grosir, agen, pedagang kecil, komisioner, atau makelar yang menjadi perantara. Contohnya PT Pertamina menyalurkan gas LPG melalui agen di setiap daerah.

      Biasanya barang yang didistribusikan secara tidak langsung ini berjumlah sangat besar dan nilai transaksinya pun tidak bisa dibilang kecil. 

    Konsumsi

    Kegiatan ekonomi konsumsi adalah aktivitas mengonsumsi barang dan/atau jasa dari produsen atau distributor dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pelaku aktivitas ini disebut konsumen.

    Contoh kegiatan ekonomi konsumsi adalah membeli sembako, mengecek kesehatan ke puskesmas, dan lainnya.

    Tujuan Konsumsi

    • Menghabiskan nilai guna barang sekaligus
    • Memuaskan kebutuhan rohani
    • Memuaskan kebutuhan secara fisik
    • Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap

    Baca Juga: Mengenal Perilaku Konsumsi Generasi Milenial

    Contoh Kegiatan Ekonomi

    Kamu sudah mengetahui pengertian, sejarah, tujuan, serta jenis kegiatan ekonomi. Nah, berikut ini merupakan contoh kegiatan ekonomi yang lazim dilakukan oleh masyarakat.

    • Menanam tebu (produksi), distribusi gula pasir (distribusi), pembelian gula pasir (konsumsi)
    • Tambang minyak bumi (produksi), pengolahan LPG (distribusi), penggunaan LPG (konsumsi)
    • Perakitan ponsel (produksi), toko ponsel (distribusi), pemakaian ponsel (konsumsi)
    • Pemintalan serat sutra (produksi), penjualan kain sutra (distribusi), memakai selendang sutra (konsumsi)
    • Menanam singkong (produksi), menjual singkong (distribusi), memakan singkong (konsumsi)

    Kesimpulan

    Jadi apa yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi? Kegiatan ekonomi sudah berlangsung sejak zaman prasejarah. Karena kebutuhan manusia sudah ada sejak manusia lahir dan berinteraksi di Bumi. Sejak kebutuhan manusia hanya berburu dan beternak hingga kini berdagang dan melakukan aneka transaksi yang lebih kompleks. 

    Jenis kegiatan ekonomi terbagi menjadi tiga dan tidak semua orang terlibat di dalam tiga aktivitas tersebut. Tetapi semua orang pasti menjadi bagian dari kegiatan ekonomi konsumsi. 

    Jika kamu ingin mengetahui hal lain seputar bisnis dan dunia UMKM, pastikan kamu terus membaca artikel yang disiapkan majoo, ya!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.