Table of Content

    Barcode: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

    Barcode merupakan kumpulan garis-garis berisikan data.

    Pernahkah kamu melihat garis-garis vertikal yang tersusun secara rapi pada kemasan suatu barang? Garis-garis itu sering disebut sebagai kode barcode. Biasanya, barcode disusun dengan tingkat ketebalan yang berbeda-beda. 

    Kode ini digunakan dengan cara di-scan pada mesin pemindai yang nantinya akan menunjukkan data-data yang terdapat di dalam kode tersebut.

    Data yang muncul biasanya berisi informasi spesifik mengenai produk yang sedang kamu cari. Untuk lebih mengetahui tentang sistem barcode ini, simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

    Definisi Barcode

    Kode bar atau barcode adalah data optik yang berbentuk garis yang tersusun rapi dan dapat dibaca oleh mesin. Kode-kode yang ada pada produk berfungsi sebagai pembeda antara satu jenis produk dan jenis produk lainnya, sehingga akan memudahkan pengguna untuk menemukan produk tersebut.

    Sistem pada barcode tidak serta merta dapat digunakan begitu saja. Ada tahapan yang perlu kamu lakukan untuk menghasilkan sebuah kode barcode.

    Setelah kamu memiliki kode barcode, kode ini juga harus bisa dibaca oleh sistem atau mesin pembaca. Dengan begitu, data-data yang terdapat pada dalam barcode bisa memberitahu kondisi dan produk mana yang akan diakses.

    Dengan adanya kode barcode ini memudahkan penggunanya mencari produk pada sistem data yang telah tersimpan. Kode ini juga dapat meningkatkan kecepatan pelayanan yang sedang dilakukan.

    Data-data yang dibaca oleh barcode reader juga lebih akurat. Apalagi kapasitas data yang mampu disimpan oleh sistem semakin besar, sehingga data yang akan ditampilkan menjadi lebih detail.

    Untuk dapat membaca data pada barcode, kamu membutuhkan mesin pembaca atau barcode reader yang akan mengolah data yang terdapat pada barcode menjadi sebuah informasi yang mudah dibaca oleh penggunanya.

    Beberapa bidang yang sering menggunakan barcode dalam keseharian mereka adalah bidang industri, retail, farmasi, kesehatan, hingga instansi pemerintah. 

    Manfaat Penggunaan Barcode

    Dengan berkembangnya teknologi, kebutuhan untuk mengidentifikasi dan menggolongkan sebuah produk menjadi makin mudah. Salah satu inovasi yang muncul adalah peningkatan kapasitas data yang mampu diidentifikasi oleh sistem barcode.

    Perkembangan ini memberikan manfaat yang besar bagi siapapun yang menggunakan barcode dalam pekerjaannya. Manfaat-manfaat yang dirasakan berupa:

    • Barcode menjadi salah satu teknologi yang membantu proses input data menjadi lebih cepat.
    • Tidak hanya cepat, barcode juga mempunyai nilai akurasi dan ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
    • Dapat meminimalisir terjadinya kesalahan pencatatan data.
    • Proses pengambilan keputusan pada manajemen perusahaan lebih cepat, sehingga kinerja manajemen dapat meningkat.
    • Mempunyai nilai tawar yang lebih tinggi untuk bersaing dengan kompetitor.

    Fungsi Barcode

    Fungsi barcode adalah untuk menyimpan data-data yang berisi informasi spesifik terkait suatu produk atau barang yang telah diidentifikasikan menggunakan kode bar.

    Data-data yang disimpan berupa tanggal kadaluarsa, kode produksi, dan nomor identifikasi produk. Kode ini nantinya akan dibaca oleh mesin pembaca yang dikenal dengan barcode scanner.

    Berdasarkan kegunaannya, barcode terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

    1. Keperluan packaging

      Teknologi barcode pada packaging berfungsi untuk melakukan proses pengiriman barang. Jenis barcode yang digunakan adalah barcode ITF.

    2. Keperluan retail

      Untuk kebutuhan retail barcode ini digunakan untuk kebutuhan penjualan produk pada swalayan atau supermarket.

    3. Keperluan penerbitan

      Dalam proses penerbitan, barcode digunakan untuk mengidentifikasi produk yang akan diterbitkan. Contoh barcode yang digunakan pada kebutuhan penerbitan adalah untuk menunjukkan ISSN pada sebuah buku.

    4. Keperluan non-retail

      Dalam barang-barang non-retail seperti buku yang ada di perpustakaan juga membutuhkan barcode. Barcode di sini digunakan untuk melabeli buku-buku yang ada di perpustakaan tersebut.

    5. Keperluan farmasi

      Fungsi barcode selanjutnya adalah untuk mengidentifikasi produk obat-obatan yang ada diproduksi oleh farmasi. Banyaknya obat-obatan yang diproduksi membuat barcode menjadi hal yang penting untuk digunakan.

    6. Keperluan lain

      Selain beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas, kode barcode juga memberikan fungsi lain dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai asset tracking, inventory, data tanda pengenal, data di laboratorium, hingga keperluan-keperluan di bidang industri.

    Baca juga: Panduan Memilih Barcode Scanner Untuk Bisnis Ritel

    Penggunaan barcode memudahkan proses penyimpanan dan pencarian barang.

    Jenis-Jenis Barcode

    Berdasarkan jenisnya, barcode terbagi menjadi dua, yaitu linear code atau barcode 1 dimensi dan matrix code yang lebih dikenal sebagai barcode 2 dimensi.

    1. Linear Code

      Jenis barcode yang pertama adalah linear code atau disebut juga barcode satu dimensi. Barcode linear ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

      • Code 39

        Jenis code 39 merupakan barcode alphanumeric yang memiliki panjang baris yang bermacam-macam. Di dalam barcode ini berisi huruf dan angka, ada juga beberapa karakter seperti $, /, +, termasuk titik dan spasi.

        Namun, barcode jenis ini memiliki kepadatan data yang relatif rendah. Umumnya, jenis code 39 ini digunakan pada tanda pengenal, inventory.

      • Code 128

        Selanjutnya, ada jenis code 128 yang hampir mirip code 39. Pada barcode ini juga besi alphanumeric namun mempunyai tingkat kerapatan yang lebih tinggi daripada jenis code 39.

        Barcode ini sudah mendukung karakter apa pun yang terdapat dalam karakter ASCII 128, sehingga mampu menyimpan informasi yang lebih beragam. Seringnya barcode ditemui pada sistem warehouse management dan shipping.

      • Interleaved 2 of 5 (ITF)

        Barcode interleaved 2 of 5 merupakan barcode numerik yang memiliki 14 digit kode angka dan menggunakan set ASCII yang lengkap. Sering kali barcode ini digunakan untuk suatu industri dan laboratorium. Kode ini juga cocok untuk dicetak pada karton yang bergelombang.

      • UPC (Universal Product Code)

        Jenis linear code yang terakhir adalah Universal Product Code. Jenis barcode yang satu ini banyak digunakan untuk melacak barang dagangan pada toko. Umumnya, kode ini terdiri dari 12 digit sistem angka yang unik.

    2. Matrix Code

      Matrix code atau lebih dikenal dengan barcode 2 dimensi ini merupakan jenis barcode yang lebih canggih dibandingkan dengan linear code. Matrix code ini mampu menyimpan ratusan karakter di dalamnya. Selain itu, bentuk kode yang ditampilkan juga berbeda dari linear code.

      • QR Code

        Jenis matrix code yang pertama adalah QR code. QR code ini dapat menyimpan data informasi yang lebih banyak dari barcode. Kode QR sering digunakan pada sistem pemasaran, seperti kartu nama, majalah, dan iklan.

        Kode QR ini mampu menyimpan empat mode data yang berbeda-beda, contohnya alfanumerik, byte/biner, numerik, hingga kanji.

        Penggunaan kode QR ini memberikan kemudahan untuk mengaksesnya. Kode ini dapat dipindai oleh hampir semua perangkat pemindaian termasuk ponsel pintar. 

        Kode ini juga mampu menoleransi kesalahan yang baik, sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses informasi yang tersimpan meskipun ada bagian dari kode yang rusak.

      • PDF 417

        Kode PDF 417 memiliki kapasitas penyimpanan yang besar hingga mampu menyimpan foto, tanda tangan, hingga sidik jari.  Data yang disimpan mencapai lebih dari 1,1 kilobyte yang seluruhnya dapat dibaca oleh mesin.

      • AZTEC

        Jenis matrik yang terakhir adalah AZTEC. Barcode jenis ini banyak digunakan oleh industri transportasi, seperti tiket atau boarding pass pada maskapai penerbangan.

        Ukurannya yang hanya membutuhkan sedikit ruang sangat membantu saat tiket dicetak.

    Baca juga: Transaksi Cashless yang Aman dan Nyaman dengan QR Code

    Membuat Barcode Melalui Aplikasi atau Website

    Membuat QR code tidak bisa dilakukan hanya dengan gambaran tangan. Kamu membutuhkan bantuan website atau aplikasi untuk mengubah tulisan tersebut menjadi sebuah kode yang dapat dibaca oleh mesin pembaca.

    Di bawah ini ada beberapa aplikasi cara membuat barcode yang mudah digunakan, di antaranya adalah:

    1. Barcode Generator

      Salah satu aplikasi yang bisa kamu manfaatkan untuk membuat barcode adalah Barcode Generator. Pada aplikasi ini terdapat 11 jenis kode yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan kamu. 

    2. Barcode Graphics

      Pada Barcode Graphics kamu bisa membuat barcode dengan mengubah sebuah tulisan menjadi kode. Kamu juga bisa mengatur ukuran barcode yang akan dicetak.

    3. QR Code Generator

      Selanjutnya ada QR Code Generator yang bisa kamu akses pada website untuk membuat QR code yang multifungsi dan mudah digunakan. Pada QR Code Generator kamu bisa mengubah tulisan, kontak, nomor telepon, dan juga URL untuk menjadi sebuah QR code.

    Baca juga: Sistem Pembayaran dengan Kode QR, Inilah Keuntungannya!

    Mengapa Barcode itu Penting?

    Tidak dapat dimungkiri, penggunaan sistem barcode pada produk sangat memudahkan para penggunanya. Dengan adanya barcode kamu akan lebih mudah untuk melakukan penginputan data-data yang kamu butuhkan.

    Barcode ini membuat pengerjaan menjadi lebih efektif dan akurat. Sistem penyimpanan yang makin besar mampu memberi ruang lebih banyak pada data yang akan disimpan.

    Sistem barcode ini juga mampu meminimalisir kesalahan dan kerugian yang diakibatkan oleh proses pencatatan yang kurang akurat.

    Penutup

    Seperti yang sudah kamu ketahui, barcode merupakan salah satu sistem yang sangat membantu perusahaan dalam menyimpan data-data dari seluruh produk yang akan dipasarkan.

    Kode barcode yang terdiri dari baris berwarna hitam ini berisikan data-data produk, seperti tanggal kadaluarsa, nomor identitas, dan spesifikasi produk lainnya. 

    Kemudian, barcode scanner akan menangkap simbol yang ada pada kode barcode tersebut lalu mengubahnya menjadi sebuah data elektrik dan menghasilkan format data sederhana yang mudah dibaca oleh pengguna.

    Selain memberikan kemudahan bagi para penggunanya, kode ini juga mampu membuat dan menyimpan data yang cukup banyak, termasuk alamat website. Kamu juga bisa menggunakan kode barcode ini untuk melakukan aktivitas pemasaran, seperti iklan produk dengan mengarahkan kode barcode pada halaman website yang ingin dituju.

    Kini, sistem barcode juga sudah dapat diintegrasikan dengan sistem akuntansi untuk memudahkan perusahaan melakukan aktivitas lain yang berhubungan dengan proses pemasaran atau bagian keuangan yang ada di perusahaan.

    Dengan adanya kemudahan tersebut, kamu tidak perlu lagi melakukan pengecekan data secara manual. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi akuntansi untuk membuat laporan keuangan dan laporan penjualan secara berkala untuk perusahaan.

    Salah satu sistem akuntansi yang bisa kamu pakai adalah aplikasi POS majoo. Di dalamnya terdapat berbagai kebutuhan untuk mengelola bisnis dengan lebih mudah. Aplikasi ini menjadi solusi untuk kamu menjalankan segala jenis usaha mulai dari inventori, pengaturan karyawan, pencatatan aktivitas keuangan, analisa bisnis, hingga melakukan marketing campaign untuk perusahaan yang kamu kelola.

    Semua bisa kamu akses dengan mudah melalui ponsel pintar atau website majoo yang telah disediakan. Jadi, kamu tidak perlu ragu untuk memanfaatkan aplikasi POS ini agar semua bisnis yang kamu kelola dapat berjalan lancar dan lebih mudah.

    Tunggu apa lagi. Yuk, coba majoo sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • Kode bar atau barcode adalah data optik yang berbentuk garis yang tersusun rapi dan dapat dibaca oleh mesin. Kode-kode yang ada pada produk berfungsi sebagai pembeda antara satu jenis produk dan jenis produk lainnya, sehingga akan memudahkan pengguna untuk menemukan produk tersebut.
    • Cara membuat barcode sendiri, bisa menggunakan salah satu aplikasi berikut: (1) Barcode Generator, (2) Barcode Graphics, (3) QR Code Generator

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Contoh Surat Bisnis dan Fungsinya
    Contoh surat bisnis ini akan bikin kamu lebih tahu dan paham cara membuat surat bisnis yang benar dan efektif.
    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Apa Itu Retargeting? Ketahui Pengertian & Cara Melakukannya!
    Retargeting adalah bentuk online advertising yang membantu brand berada di bagian depan bounced traffic setelah pengunjung meninggalkan website.
    Online Single Submission Adalah: Pengertian dan Penerapannya
    Online Single Submission (OSS) adalah izin berusaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi/BKPM untuk para pelaku usaha.