Beneficiary adalah: Pengertian, Fungsi, Contoh

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Beneficiary adalah penerima manfaat, apa pentingnya dalam bisnis?

Jika kita bicara tentang kosakata secara umum, mungkin banyak yang bisa menjelaskan bahwa beneficiary adalah penerima sesuatu yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku atau disepakati setiap pihak di dalamnya. Namun, bagaimana, sih, cara menerapkan konsep beneficiary ini dalam dunia bisnis?

Untuk yang satu ini, tentu tak semua orang tahu bagaimana menjelaskannya. Padahal, memahami apa arti dari beneficiary bisa memberikan keuntungan tersendiri, lho! Pasalnya, bisa jadi kamu termasuk beneficiary.

Tak percaya? Coba simak terlebih dahulu penjabaran terkait beneficiary yang akan disampaikan dalam artikel ini, siapa tahu setelah memahaminya, kamu tak hanya sekadar tahu tentang pengertian beneficiary saja, tetapi bisa menyebutkan contoh dan juga fungsinya.

Nah, daripada berlama-lama, langsung saja kita mulai pembahasannya bersama-sama, yuk!

Baca juga: Asuransi adalah: Pengusaha Wajib Punya Asuransi, Kamu Harus Tahu!

Beneficiary adalah …?

Secara sederhana, beneficiary dapat diartikan secara harfiah. Diambil dari bahsa Inggris, istilah yang satu ini dapat diterjemahkan menjadi penerima. Namun, penerima yang seperti apa, sih?

Dalam dunia bisnis, beneficiary adalah istilah yang disematkan kepada penerima manfaat yang telah memenuhi syarat dan ketentuan untuk manfaat yang dimaksudkan tersebut. Tergantung bidangnya, manfaat ini dapat berbagai macam bentuknya.

Karena definisinya yang masih sangat luas tersebut, hampir semua orang dapat dikategorikan sebagai beneficiary, akan tetapi dengan manfaat yang berbeda dan juga pemberi manfaat yang tak sama pula. Perbedaan antara beneficiary yang satu dengan beneficiary yang lain kadang juga dapat dilihat dari besarnya manfaat yang diterima.

Untuk kasus di atas, perhitungannya akan sedikit kompleks, karena dua orang yang berbeda bisa jadi menerima jenis manfaat yang sama dari pemberi yang sama, tetapi keduanya menerima manfaat dengan nilai yang berbeda. Situasi ini umumnya terjadi karena adanya perbedaan pemenuhan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Jika secara umum kita dapat menjelaskan bahwa beneficiary adalah penerima manfaat, lalu apakah pengertiannya akan berbeda jika kita membicarakannya dalam konteks bisnis? Yuk, kita bahas bersama-sama!

Memahami Pengertian Beneficiary dalam Bisnis

Ketika bicara dalam konteks bisnis, pengertian beneficiary bisa sedikit bergeser. Pasalnya, jika kita mengandaikan manfaat sebagai sebuah barang, tentunya sudah jelas, kan, siapa yang menjadi pemberi barang tersebut, dan siapa yang akan menjadi penerimanya?

Pun demikian, dalam konteks bisnis, pengertiannya tidak sesederhana tersebut. Menarik, memang, karena pihak perantara dalam proses serah terima barang atau manfaat tersebutlah yang akan disebut sebagai beneficiary. Sedikit membingungkan bagi pelaku usaha pada umumnya, mungkin, karena konsep ini kerap digunakan dalam industri perbankan.

Dalam beneficiary bank, yang menjadi penerima manfaat adalah bank yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi antara kedua belah pihak. Tentu saja, karena kita bicara tentang industri perbankan dan juga transaksi, manfaat yang dimaksud di sini adalah dana atau uang–tapi, manfaat ini juga bisa berbentuk sesuatu yang lain, kok.

Saat seseorang mengirimkan uang ke orang lain melalui sebuah bank yang ditunjuk, kita akan beranggapan bahwa orang yang dituju inilah yang akan menjadi beneficiary, kan? Tidak, lho, ternyata, karena bank yang ditunjuk menjadi perantara untuk kegiatan transfer itulah yang akan disebut sebagai beneficiary bank.

Mengapa bisa demikian? Sederhana saja, karena bank dari orang yang mendapat manfaat merupakan pihak yang memperoleh dana atau benefit tersebut melalui proses transfer bank.

Baca juga: Apa Itu Pengertian dan Contoh Asuransi Dibayar Dimuka?

Seperti Apa Contoh Beneficiary dalam Kehidupan?

Karena konsepnya yang cukup luas, mungkin sulit untuk membayangkan contoh beneficiary selain bank yang menjadi transaksi perantara antara kedua belah pihak, ya? Namun, sebenarnya kita bisa menemukan banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari, lho!

Misalnya saja, nih, seseorang mendaftarkan dirinya untuk produk asuransi kesehatan. Tentu setiap bulan orang tersebut akan membayarkan biaya bulanan untuk asuransi tersebut, kan? Lalu, apakah pihak pengelola asuransi yang akan disebut sebagai beneficiary?

Tidak, dong, karena pihak pengelola asuransi hanya menerima pembayaran atas jasa yang disediakan saja, tetapi bukan manfaat dari jasa tersebut. Dalam contoh beneficiary ini, orang yang mendaftarkan dirinya menjadi peserta asuransi adalah beneficiary.

Wajar saja, kan, karena manfaat yang diberikan oleh asuransi kesehatan yang diikuti tersebut akan dinikmati oleh pesertanya. Nah, menariknya, untuk contoh yang satu ini, manfaat yang akan diterima tidak terbatas pada dana saja, lho, tetapi hal lainnya. Ada yang bisa menebak apa manfaat yang akan diterima oleh beneficiary produk asuransi kesehatan?

Yap, benar sekali! Untuk produk asuransi kesehatan, beneficiary akan menerima jaminan atas kesehatannya. Artinya, apabila beneficiary suatu asuransi kesehatan mengalami sakit yang membutuhkan pertolongan medis, ia bisa mendapatkannya tanpa perlu mengeluarkan uang lagi, karena sudah ditanggung dalam manfaat asuransinya.

Mudah sekali, kan, menemukan contoh beneficiary dalam kehidupan sehari-hari?

 Salah satu jenis beneficiary adalah beneficiary bank.

Bagaimana Implementasi Konsep Beneficiary?

Sebenarnya mudah saja mengimplementasikan konsep beneficiary dalam dunia bisnis. Sebagai pelaku usaha, tentu kamu ingin tahu, kan?

Gampang, kok, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti memiliki manfaat. Nah, kita hanya perlu mencari tahu siapa saja yang akan menikmati manfaat tersebut. Seperti contoh beneficiary bank dan juga beneficiary asuransi yang sudah dijabarkan di atas, tidak sulit, kok, menentukan penerima suatu manfaat.

Apakah di kantor atau bisnismu ada asuransi kesehatan untuk karyawan? Jika memang ada, berarti karyawan di tempat usaha tersebut merupakan beneficiary karena merekalah yang akan menerima manfaat dari kegiatan yang dilakukan. Sedikit berbeda, karyawan tidak bisa dibilang sebagai beneficiary ketika ia menerima gaji atau upah atas hasil kerjanya.

Sederhana saja, karena beneficiary hanya berlaku untuk manfaat saja dan sering kali tidak memiliki hubungan sebab-akibat. Selama seseorang didaftarkan sebagai beneficiary, ia akan menerima manfaatnya.

Upah atau gaji tidak bisa disebut manfaat karena keduanya merupakan kompensasi dari tenaga kerja yang diberikan oleh karyawan ke sebuah usaha. Jika dalam menjalankan tugasnya karyawan tersebut menerima tambahan pendapatan atau hal lainnya, nah, itulah yang bisa disebut sebagai benefit.

Baca juga: Memahami Sistem dan Manfaat Akuntansi Perbankan

Apa Fungsi dari Adanya Beneficiary?

Sebenarnya apa, sih, fungsi beneficiary ini? Tergantung dari jenis beneficiary yang ditentukan. Misalnya saja, untuk beneficiary bank, fungsinya adalah sebagai perantara transaksi antara kedua pihak yang berbeda.

Dengan adanya bank yang menjadi beneficiary, transaksi bisa dilakukan dengan cepat dan mudah, bahkan tanpa mengharuskan kedua pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut untuk bertemu muka secara langsung.

Untuk beneficiary asuransi, fungsinya akan berbeda, lho! Karena untuk jenis penerima manfaat yang satu ini, jaminan akan sesuatulah yang menjadi manfaatnya. Dengan kata lain, fungsi beneficiary asuransi adalah untuk memastikan seseorang dapat melakukan sesuatu atau menunaikan kewajibannya secara tepat tanpa takut ada hambatan.

Mengapa bisa demikian, mudah saja, kan, karena apabila ada hambatan yang muncul, asuransi akan memberikan jaminan dalam bentuk kompensasi maupun insentif untuk memastikan tujuan awal pendaftaran asuransi tersebut terlaksana.

Nah, berguna sekali, kan, fungsi beneficiary ini? Pada dasarnya, beneficiary diadakan untuk memastikan kita lebih mudah dalam melakukan sesuatu, baik yang berhubungan dengan industri perbankan, asuransi, maupun penyediaan jasa lainnya.

Siapa yang Dapat Menjadi Beneficiary?

Pertanyaannya, siapa yang dapat menjadi beneficiary? Sekali lagi, ini akan tergantung pada jenis beneficiary yang ditentukan. Untuk beneficiary bank, misalnya saja, yang dapat menjadi beneficiary jelas bank yang telah menyelesaikan kewajiban jasanya.

Namun, untuk beneficiary lainnya, contohnya saja beneficiary asuransi, syarat untuk menjadi beneficiary akan berbeda, itupun nantinya juga akan dibedakan lagi berdasarkan jenis asuransinya. Asuransi jiwa, misalnya saja, umumnya akan menempatkan anggota keluarga terdekat dari kepala keluarga sebagai beneficiary.

Untuk asuransi kesehatan, siapa yang dapat menjadi beneficiary akan sangat beragam. Asuransi kesehatan yang didaftarkan oleh perusahaan, contohnya, hanya dapat dinikmati oleh karyawan di perusahaan tersebut–sekali lagi, ada syarat dan ketentuan yang berlaku, ya, seperti lama kerja, status kontrak karyawan, dan banyak lagi lainnya.

Beberapa penyedia asuransi kesehatan juga dapat menyertakan kelayakan risiko nasabahnya dalam syarat dan ketentuan. Misalnya saja, manfaat tidak bisa diterima oleh beneficiary karena ia mengalami sakit paru-paru akibat terlalu banyak merokok. Atau ODHA yang tidak bisa menjadi beneficiary karena rentan terkena penyakit sehingga profil kesehatannya dianggap berisiko.

Apa, sih, pentingnya menetapkan beneficiary dalam bisnis? Banyak, lho! Salah satunya adalah meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan menawarkan manfaat yang bisa mereka peroleh. Bagi karyawan sendiri, dengan menjadi beneficiary ini mereka bisa tanpa ragu menunaikan pekerjaannya.

Nah, karena mengelola beneficiary adalah pekerjaan yang taik bisa dibilang mudah, gunakan aplikasi majoo untuk menyelesaikan operasional bisnis secara cepat dan akurat. Dengan demikian, kamu pun bisa memiliki waktu untuk memikirkan beneficiary ini, kan?

Aplikasi majoo sendiri tak hanya mempermudah pengelolaan bisnis saja, lho, tetapi juga bisa menjadi benefit dengan membawa bisnis terus maju dan berkembang. Menarik sekali, kan? Yuk, gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

Baca juga: Mengapa dan Kapan Diperlukan Adanya Rekonsiliasi Bank?

Referensi:

  • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/02/07/beneficiary-bank
  • https://aaji.or.id/Articles/peran-beneficiary-dalam-asuransi-jiwa

Sumber Gambar:

  • Freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo