Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Biaya Operasional adalah: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung

    Biaya Operasional adalah: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung

    Biaya operasional adalah salah satu komponen bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan efisiensi.

    Dalam pengelolaan bisnis, biaya operasional adalah salah satu biaya yang sudah pasti akan terjadi. Sebuah bisnis tak mungkin bisa berjalan dengan baik apabila tidak ada pos pengeluaran yang khusus disiapkan untuk operasional kegiatan bisnis.

    Bisa ditekan, memang, tetapi biaya ini sama sekali tak bisa dihindari. Oleh karena itu, tak sedikit pula pemilik usaha yang bersikap pasrah ketika dihadapkan pada biaya operasional tanpa memedulikannya lebih jauh.

    Idealnya, pemilik usaha sebaiknya tidak bersikap pasrah, sih, karena sekalipun biaya ini tak dapat dihindari dalam pengelolaan bisnis, sebenarnya kita masih dapat menekan porsi pengeluarannya. Pun bagi pemilik usaha yang berusaha untuk tidak menekan biaya operasional agar tidak mengorbankan aspek lain dalam pengelolaan bisnisnya, keberadaan biaya operasional tetap harus diperhatikan karena memegang peranan penting dalam pengaturan strategi.

    Eh, tapi tunggu dulu! Apa, sih, sebenarnya yang dimaksud dengan biaya operasional?

    Baca juga: Pengertian Manajemen Operasional, Fungsi, serta Contohnya

    Pengertian Biaya Operasional adalah …

    Secara singkat, pengertian biaya operasional mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan agar proses produksi dan pengelolaan bisnis dapat dilakukan. Namun, biaya ini tak terbatas pada biaya produksi saja, lho! Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis pun sebenarnya juga termasuk dalam cakupan biaya operasional.

    Inilah yang kemudian menyebabkan biaya ini tak bisa dihilangkan sama sekali dalam pengelolaan bisnis. Wajar saja, kan, karena tetap akan selalu ada kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bisnis dikelola dengan baik, mulai dari kegiatan produksi, kegiatan pengadaan, kegiatan pemasaran, bahkan kegiatan-kegiatan trivial lain yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya pengelolaan bisnis.

    Berdasarkan pengertian biaya operasional tersebut, semakin banyak kegiatan operasional suatu bisnis, biaya operasional yang perlu disiapkan juga semakin kompleks. Sebaliknya, apabila tak banyak kegiatan yang perlu dilakukan untuk memastikan bisnis dapat berjalan, pemilik usaha pun tak perlu terlalu pusing dalam menghitung biaya operasionalnya.

    • Pengertian Biaya Operasional Menurut Para Ahli

    Agar lebih mudah memahami pentingnya memperhatikan biaya operasional, kita perlu mempelajari pengertian biaya operasional menurut para ahli. Yap, benar sekali! Saking pentingnya biaya yang satu ini, ada banyak ahli yang sebenarnya sudah merumuskan pengertiannya, lho!

    M. Nafarin, seorang akademisi yang banyak mengeluarkan karya terkait penganggaran perusahaan, misalnya saja, menjelaskan bahwa biaya operasional adalah biaya utama dari suatu perusahaan yang tidak tercakup dalam harga pokok penjualannya. Biaya ini mencakup banyak hal, mulai dari biaya administrasi, biaya penjualan, hingga biaya umum lainnya yang dikeluarkan setiap hari.

    Tak jauh berbeda, Jusuf juga menyatakan bahwa biaya operasional mencakup seluruh biaya yang sama sekali tidak terikat langsung dengan produk perusahaan, tetapi berkaitan dengan kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan setiap harinya.

    Nah, dari dua pengertian biaya operasional menurut para ahli di atas, kita dapat menarik beberapa kata kunci terkait biaya operasional, yaitu: di luar produk, kegiatan operasional, dan setiap hari. Apabila kata kunci tersebut dikaitkan, kita bisa memperoleh pemahaman baru untuk menjelaskan biaya operasional sebagai seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional di luar produksi setiap harinya.

    Menggunakan pengertian tersebut, sebenarnya tidak sulit, kan, untuk memahami mengapa biaya operasional ini merupakan biaya yang pasti terjadi? Sederhana saja, kok, tanpa adanya kegiatan operasional bisnis, pengelolaan bisnis tak akan berjalan. Padahal, tanpa adanya biaya operasional, kegiatan operasional bisnis juga tak dapat dilakukan.

    Membedakan Jenis Biaya Operasional

    Setelah memahami apa yang dimaksud dengan biaya operasional, mungkin ada beberapa yang sudah menyadari bahwa pengertiannya bisa sangat luas sekali karena mencakup seluruh kegiatan operasional bisnis, kan? Oleh karena itu, kita perlu membedakan jenis biaya operasional agar lebih mudah memahaminya.

    Namun, mengidentifikasi jenis-jenis ini juga tidak mudah, lho! Ada banyak sekali klasifikasi biaya operasional yang bisa kita gunakan untuk membedakan jenisnya. Sebagai contoh, jika dilihat dari jenis kegiatannya, biaya operasional ini bisa dibedakan menjadi biaya operasional produksi, biaya operasional penjualan, biaya operasional pemasaran, dan banyak lagi lainnya.

    Dari sifat biayanya sendiri, kita dapat mengkategorikan biaya operasional menjadi dua jenis, yaitu biaya tetap atau fixed cost dan juga biaya variabel atau variable cost. Agar lebih jelas, mari kita telaah bersama-sama kedua jenis biaya ini!

    Baca juga: Apa itu Inflasi dan Apa Dampaknya bagi Operasional Bisnis?

    • Biaya Tetap (Fixed Cost)

    Biaya tetap merupakan biaya yang tidak berubah sekalipun terjadi perubahan pada kegiatan yang membutuhkan biaya itu sendiri, baik dalam kegiatan produksi, penjualan, maupun pemasaran.

    Contoh yang paling sering digunakan untuk biaya tetap adalah sewa tempat dan bangunan. Seperti yang kita ketahui, apa pun jenis bisnis yang dilakoninya, pemilik usaha tetap membutuhkan tempat khusus untuk menjalankan bisnisnya tersebut. Bahkan, untuk bisnis yang dijalankan secara online pun pemilik usaha tetap perlu menyiapkan tempat khusus yang difungsikan sebagai gudang atau tempat transit barang, kan?

    Nah, jika kita perhatikan, keberadaan tempat ini umumnya memakan biaya yang sama dalam jangka yang sangat panjang. Apabila terjadi kenaikan atau penurunan biaya, perubahan harga tersebut biasanya dipengaruhi oleh kondisi tempatnya sendiri, bukan dari perubahan kegiatan yang dilakukan di dalamnya.

    Misalnya saja, ketika seseorang menyewa suatu tempat untuk melakukan produksi dengan harga sewa Rp1.000.000 per bulan, harga tersebut tidak akan naik atau turun sekalipun barang yang dihasilkan dari proses produksi ditambah atau dikurangi. Setiap bulannya pemilik usaha harus tetap membayarkan biaya sewa senilai Rp1.000.000 tanpa terkecuali, terlepas dari kegiatan yang dilakukan di dalamnya.

    Selain sewa tempat, ada banyak sekali contoh biaya operasional yang dapat digolongkan sebagai biaya tetap. Penentunya tetap sama, selama biaya tersebut sifatnya tetap dan tidak berubah sekalipun ada perubahan operasional bisnis, biaya itu akan dikategorikan sebagai biaya tetap.

    Sudah terbayang contoh-contoh lainnya?

    Salah satu jenis biaya operasional adalah fixed cost atau biaya tetap seperti biaya sewa bangunan.

    • Biaya Variabel (Variable Cost)

    Berbeda dengan biaya variabel, jenis biaya operasional yang berikutnya, yaitu variabel, sangat tergantung dari skala kegiatan yang dilakukan. Biaya ini agak lebih sulit dihitung jika dibandingkan dengan biaya tetap karena nilainya bisa saja berubah di setiap periode keuangan, tergantung dari hasil yang ingin dicapai.

    Contoh paling mudah untuk biaya variabel dalam operasional bisnis adalah biaya utilitas seperti listrik dan air. Untuk mempermudah proses produksi dan juga operasional bisnis secara luas, pemanfaatan produk-produk teknologi seperti alat produksi dan semacamnya merupakan praktik yang sudah sangat biasa sekali.

    Nah, yang perlu diketahui, untuk mengoperasikan peralatan tersebut, kita akan membutuhkan bahan bakar atau listrik, kan? Sampai di sini mungkin kita masih bisa dengan mudah mengukur biaya yang perlu dipersiapkan. Namun, bagaimana jika sewaktu-waktu kita harus mengejar produksi dan menambah keluaran produk yang dihasilkan?

    Jika situasi tersebut terjadi, kerja lembur kerap menjadi solusi. Nah, dengan adanya lembur, otomatis alat produksi pun akan beroperasi lebih lama, dan sudah jelas, biaya listrik dan bahan bakar pun ikut meningkat. Artinya, biaya tersebut merupakan biaya variabel yang nilainya dapat berubah tergantung dari intensitas kegiatan yang dijalankan.

    Dengan skema yang sama, apabila pabrik diliburkan selama beberapa hari, biaya penggunaan listrik dan bahan bakar pun akan berkurang karena tidak ada alat produksi yang dioperasikan. Berbeda dengan biaya sewa gedung yang tidak berkurang sekalipun pabrik diliburkan.

    Bagaimana? Mudah sekali, kan, membedakan kedua contoh biaya operasional ini?

    Apa Saja yang Termasuk Komponen Biaya Operasional?

    Selain biaya tetap dan juga biaya variabel, sebenarnya masih ada dua lagi komponen biaya operasional yang harus diperhitungkan, yaitu biaya penyusutan dan juga biaya bunga.

    Kedua komponen ini dipisahkan dari pembahasan sebelumnya karena sebenarnya biaya-biaya ini bisa saja muncul, tetapi juga bisa saja tidak, tergantung dari jenis bisnis yang dijalankan. Namun, tenang saja, karena sesungguhnya memahami kedua komponen ini sama sekali tidak sulit, kok!

    Sesuai dengan namanya, biaya penyusutan mencakup seluruh nilai yang hilang seiring dengan lamanya penggunaan peralatan operasional. Biaya ini bisa terjadi karena setiap peralatan yang kita gunakan dalam operasional bisnis pasti memiliki masa pakai dan akan rusak atau mati setelah masa pakai tersebut habis.

    Laptop, misalnya saja, akan rusak atau banyak mengalami gangguan performa setelah bertahun-tahun dipakai, sehingga akan ada perbedaan harga ketika kita bermaksud menjual laptop yang belum pernah dipakai sama sekali dengan laptop yang sudah digunakan selama lima tahun. Artinya, setiap tahunnya laptop tersebut mengalami penurunan nilai, dan inilah yang dimaksud dengan biaya penyusutan.

    Sedikit berbeda, biaya bunga merupakan komponen biaya operasional yang harus ditanggung pemilik usaha ketika mengajukan pinjaman atau mengambil kredit. Selain harus mengembalikan utang sebesar nilai yang dipinjam, pemilik usaha juga harus membayarkan bunga sesuai ketentuan.

    Biaya tambahan yang dikeluarkan oleh pemilik usaha saat melakukan pelunasan tersebut merupakan biaya bunga yang tetap harus dihitung sebagai biaya operasional bisnis.

    Baca juga: Mari Berkenalan dengan Fixed Cost dan Variable Cost

    Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional?

    Bagaimana, sih, cara menghitung biaya operasional? Kalau sudah bicara tentang hitung-menghitung, mungkin akan ada beberapa orang yang sudah langsung pening dan sakit kepala. Namun, tidak perlu khawatir karena rumus penghitungan biaya operasional bisa dibilang cukup sederhana.

    Untuk mengetahui besarnya biaya operasional yang harus ditanggung, kita cukup menjumlahkan saja biaya produksi dengan pengeluaran operasional. Mudah sekali, kan?

    Kata kunci dalam rumus ini ada pada produksi dan operasional, jadi biaya-biaya yang tidak berkaitan dengan kedua pos tersebut, misalnya saja biaya bunga karena pinjaman yang dilakukan untuk urusan di luar produksi dan operasional atau biaya penyusutan nilai tempat usaha.

    Satu hal yang harus diperhatikan dalam cara menghitung biaya operasional adalah memastikan pengelompokan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam mengelola bisnis. Tidak semua biaya berhubungan langsung dengan pengelolaan bisnis, lho! Secara tepat memisahkan mana-mana saja biaya yang termasuk dalam biaya operasional menjadi kunci untuk menghitung total biaya operasional dengan tepat.

    Apabila pemilik usaha tidak bisa dengan akurat memisahkan biaya operasional dengan biaya non-operasional, penghitungan biaya operasional akan kacau karena semuanya akan dijumlahkan dan dianggap sebagai biaya operasional.

    Mengapa Kita Perlu Memperhatikan Biaya Operasional?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, biaya operasional kerap dianggap sebagai sesuatu yang sepele karena biaya ini sudah pasti akan dikeluarkan setiap kali melakukan pengelolaan operasional bisnis. Padahal, ada banyak hal yang bisa dapatkan apabila kita memperhatikan secara teratur besarnya biaya operasional di setiap periode keuangan.

    Efisiensi kerja, misalnya saja, bisa dilakukan secara maksimal apabila kita memiliki catatan biaya operasional yang biasanya dikeluarkan dalam mengelola bisnis. Dari catatan tersebut, kita bisa melihat pos mana saja pengeluarannya melebihi batas kewajaran dan patut untuk dipangkas, sehingga efisiensi bisnis pun bisa lebih tepat sasaran.

    Dengan menghitung biaya variabel, misalnya, pemilik usaha juga dapat dengan mudah mengukur proyeksi keuntungan saat ingin menambah jumlah produksi atau saat ingin meluncurkan lini bisnis baru. Tanpa adanya penghitungan biaya operasional yang akurat, pemilik usaha akan memiliki dasar pertimbangan yang lebih sedikit.

    Alasan-alasan inilah yang mendasari alasan memperhatikan biaya operasional adalah sebuah keharusan dalam proses pengelolaan bisnis. Sekalipun biaya ini tidak bisa dihindari, kita tetap dapat menekannya melalui pemangkasan anggaran yang memang bisa dikurangi. Operasional bisnis pun bisa lebih efisien dijalankan dengan strategi yang lebih baik.

    Agar semakin mudah dalam menghitung biaya operasional, ayo segera berlangganan layanan aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur unggulan yang andal dalam mencatat setiap transaksi secara tepat, akurat, dan otomatis.

    Tunggu apa lagi? Langsung saja berlangganan aplikasi majoo, yuk!

    Baca juga: Cara Membuat Laporan Kas dari Operasional Bisnis

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.