Bisnis Model Canvas Adalah Konsep Penting dalam Bisnis

Ditulis oleh Dwi Ernanda

article thumbnail

Bisnis Model Canvas atau yang sering disebut sebagai BMC adalah alat penting yang harus dimiliki setiap pengusaha

Tak perlu disangkal lagi, Bisnis Model Canvas atau yang sering disebut sebagai BMC adalah alat penting yang harus dimiliki setiap pengusaha. Dalam dunia bisnis yang semakin dinamis, memahami BMC bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. Bisnis Model Canvas adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk merencanakan dan memvisualisasikan model bisnis. Dengan BMC, kamu dapat dengan mudah memahami alur dan struktur bisnismu.

Fungsi Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas (BMC) bukan sekadar kerangka kerja untuk memvisualisasikan model bisnis

Bisnis Model Canvas (BMC) bukan sekadar kerangka kerja untuk memvisualisasikan model bisnis. Lebih dari itu, Bisnis Model Canvas memiliki fungsi-fungsi strategis yang dapat membantu pengembangan dan pertumbuhan bisnismu. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari BMC:

Mengidentifikasi Elemen Penting Bisnis

Elemen-elemen penting dalam bisnis seperti value propositions, customer segments, channels, hingga cost structure dapat diidentifikasi dengan jelas melalui Bisnis Model Canvas. Dengan begitu, kamu bisa memahami komponen-komponen yang membangun bisnismu dan bagaimana mereka saling berinteraksi.

Menganalisis dan Memahami Hubungan Antarelemen

Masing-masing elemen dalam Bisnis Model Canvas memiliki hubungan satu sama lain. Bisnis Model Canvas memungkinkan kamu untuk melihat bagaimana elemen-elemen tersebut saling mempengaruhi dan saling tergantung satu sama lain. Dengan pemahaman yang mendalam tentang hubungan antarelemen ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih baik untuk bisnismu.

Mengidentifikasi dan Memprioritaskan Area Perbaikan

Setelah memahami bagaimana elemen-elemen bisnismu saling terhubung, kamu bisa mengidentifikasi area mana yang perlu diperbaiki. Apakah itu channel pemasaranmu? Atau mungkin customer relationships? Dengan Bisnis Model Canvas, kamu bisa memprioritaskan area perbaikan berdasarkan dampaknya terhadap bisnis secara keseluruhan.

Merencanakan dan Melacak Perubahan

Bisnis Model Canvas juga bisa dijadikan sebagai alat untuk merencanakan dan melacak perubahan. Dengan BMC, kamu bisa merencanakan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan bisnismu, dan melacak perkembangan dan perubahan yang terjadi seiring waktu.

Membantu dalam Proses Brainstorming

Dalam tahap perencanaan atau ketika menemui hambatan, Bisnis Model Canvas bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam proses brainstorming. Dengan visualisasi yang jelas, kamu bisa lebih mudah mencari solusi dan ide-ide baru.

Memfasilitasi Komunikasi dan Diskusi

Bisnis Model Canvas juga bisa dijadikan sebagai media komunikasi dalam tim. Melalui BMC, setiap anggota tim bisa melihat gambaran besar bisnis dan berpartisipasi dalam diskusi tentang pengembangan bisnis.

Membantu dalam Mengambil Keputusan

Dengan gambaran yang komprehensif tentang bisnis, Bisnis Model Canvas bisa membantu dalam proses pengambilan keputusan. Dengan BMC, kamu bisa melihat dampak dari setiap keputusan dan membuat pilihan yang lebih baik.


Dengan memahami fungsi-fungsi dari Bisnis Model Canvas, kamu bisa menggunakannya dengan lebih efektif dalam bisnismu.

Memahami 9 Elemen Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas (BMC) terdiri dari sembilan elemen utama yang saling berhubungan

Bisnis Model Canvas (BMC) terdiri dari sembilan elemen utama yang saling berhubungan. Setiap elemen mencakup aspek penting dari bisnis yang berfungsi untuk memahami dan memodelkan strategi bisnismu secara menyeluruh. Berikut ini adalah penjelasan detail dari masing-masing elemen tersebut:

Value Propositions

Elemen ini menjelaskan nilai apa yang ditawarkan oleh bisnismu kepada pelanggan. Nilai ini bisa berupa produk atau layanan yang kamu tawarkan yang berfungsi untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pelanggan.

Customer Segments

Elemen ini mengidentifikasi siapa saja yang menjadi target pasar bisnismu. Siapa saja yang menjadi konsumen atau pengguna produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Channels

Elemen ini mendeskripsikan saluran apa saja yang digunakan oleh bisnismu untuk menjangkau pelanggan dan menyampaikan value propositions. Saluran ini bisa berupa saluran penjualan, pemasaran, distribusi, atau komunikasi lainnya.

Customer Relationships

Elemen ini menjelaskan jenis hubungan apa yang dibangun dan dijaga oleh bisnismu dengan setiap segmen pelanggan. Hal ini berkaitan dengan bagaimana kamu berinteraksi dan menjaga hubungan dengan pelanggan untuk mempertahankan mereka.

Revenue Streams

Elemen ini mengidentifikasi dari mana saja sumber pendapatan bisnismu. Ini berhubungan dengan bagaimana kamu menghasilkan uang dari setiap segmen pelanggan melalui value propositions yang ditawarkan.

Key Resources

Elemen ini menjelaskan sumber daya apa saja yang krusial untuk operasional bisnismu. Sumber daya ini bisa berupa aset fisik, intelektual, manusia, atau sumber daya keuangan.

Key Activities

Elemen ini mencakup aktivitas-aktivitas utama yang harus dilakukan bisnismu untuk mengeksekusi model bisnisnya. Misalnya, produksi, penyelesaian masalah pelanggan, atau pengembangan.

Key Partnerships

Elemen ini mengidentifikasi mitra bisnis atau pihak luar lainnya yang membantu bisnismu dalam operasional sehari-hari, bisa dalam bentuk kemitraan, kerjasama, atau aliansi strategis.

Cost Structure

Elemen ini mendeskripsikan semua biaya yang dikeluarkan dalam operasional bisnismu. Biaya ini bisa berhubungan dengan key resources, key activities, atau aspek lainnya dalam bisnismu.


Dengan memahami masing-masing elemen ini, kamu bisa memanfaatkan Bisnis Model Canvas sebagai alat yang efektif untuk merencanakan dan mengembangkan bisnismu.

Langkah-Langkah Menggunakan Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas (BMC) adalah alat yang efektif untuk merencanakan dan mengembangkan bisnismu. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menggunakan Bisnis Model Canvas:

Mulai Dengan Value Proposition

Value proposition adalah nilai yang kamu tawarkan kepada pelanggan. Hal ini bisa berupa solusi atas masalah yang mereka hadapi, kebutuhan yang kamu penuhi, atau keuntungan lain yang bisa mereka dapatkan dari produk atau layananmu. Jadi, pertama-tama tentukan apa value proposition dari bisnismu.

Tentukan Customer Segments

Setelah itu, tentukan siapa saja yang menjadi target pasar atau customer segments. Dalam hal ini, kamu perlu mengetahui karakteristik demografis, perilaku, dan kebutuhan dari setiap segmen pelanggan.

Identifikasi Channels

Selanjutnya, identifikasi saluran atau channels yang akan kamu gunakan untuk menyampaikan value proposition kepada pelanggan. Saluran ini bisa berupa media online, offline, atau kombinasi dari keduanya.

Jalin Customer Relationships

Setelah mengetahui saluran yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana kamu akan menjalin hubungan atau interaksi dengan pelanggan melalui saluran tersebut. Ini berhubungan dengan bagaimana kamu menjaga customer relationships.

Identifikasi Revenue Streams

Dalam tahap ini, kamu perlu mengidentifikasi dari mana saja sumber pendapatan atau revenue streams bisnismu. Apakah kamu mendapatkan pendapatan dari penjualan produk, jasa, atau sumber lain?

Catat Key Resources

Key resources adalah sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnismu. Sumber daya ini bisa berupa aset, karyawan, teknologi, atau sumber daya lainnya.

Tentukan Key Activities

Selanjutnya, tentukan aktivitas utama atau key activities yang perlu kamu lakukan untuk menciptakan dan menyampaikan value proposition. Aktivitas ini bisa berupa produksi, pemasaran, distribusi, dan lainnya.

Cari Key Partnerships

Key partnerships adalah mitra atau pihak luar yang bisa membantu kamu dalam menjalankan bisnismu. Mitra ini bisa berupa supplier, distributor, atau pihak lain yang memiliki peran penting dalam bisnismu.

Hitung Cost Structure

Terakhir, hitung semua biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnismu atau cost structure. Biaya ini bisa berupa biaya produksi, operasional, pemasaran, atau biaya lainnya.


Dengan mengetahui dan mengikuti langkah-langkah ini, kamu bisa menggunakan Bisnis Model Canvas dengan lebih efektif dan efisien dalam merencanakan dan mengembangkan bisnismu.

Mengidentifikasi dan Mengatasi Tantangan dengan BMC

Berbagai tantangan dapat muncul dalam perjalanan bisnismu. Bisnis Model Canvas (BMC) dapat menjadi alat yang berguna untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

Identifikasi Tantangan

Pertama, gunakan Bisnis Model Canvas untuk mengidentifikasi tantangan yang ada. Dalam proses ini, periksa setiap elemen dalam BMC dan lihat apakah ada area yang menimbulkan masalah atau tantangan.


Misalnya, mungkin kamu menemukan bahwa value proposition bisnismu kurang menarik bagi customer segments, atau mungkin channels yang kamu gunakan tidak efektif dalam mencapai pelanggan.

Analisis Tantangan

Setelah mengidentifikasi tantangan, langkah selanjutnya adalah menganalisisnya. Di sini, kamu perlu memahami sumber dari tantangan tersebut dan bagaimana ia mempengaruhi elemen-elemen lain dalam Bisnis Model Canvas.


Misalnya, jika tantangan terletak pada value proposition, mungkin ini mempengaruhi revenue streams dan customer relationships. Dengan menganalisis tantangan ini, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang dampaknya terhadap bisnismu.

Ingin mendapatkan wawasan mendalam tentang tantangan bisnismu? Gunakan aplikasi analisa bisnis dari Majoo! Selain mengetahui tantangan, aplikasi ini dapat menganalisis data bisnis, mengidentifikasi tren, dan mengambil keputusan strategis yang cerdas. Dapatkan pemahaman yang mendalam tentang bisnismu dan tingkatkan keputusan berdasarkan data!


Cari Solusi

Kemudian, cari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Di sini, kamu bisa merujuk kembali ke Bisnis Model Canvas dan melihat apakah ada elemen lain yang bisa kamu optimalkan untuk mengatasi tantangan.


Misalnya, jika tantangan terletak pada value proposition, mungkin kamu bisa meningkatkan kualitas produk atau layanan, atau mencari key partners baru untuk membantu meningkatkan nilai yang ditawarkan.

Implementasi Solusi

Setelah menemukan solusi, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya. Di sini, kamu perlu memperbarui Bisnis Model Canvas dengan perubahan yang telah kamu lakukan.


Misalnya, jika kamu telah meningkatkan kualitas produk atau layanan, kamu bisa memperbarui value proposition dalam BMC. Atau, jika kamu telah mencari key partners baru, kamu bisa menambahkannya ke dalam elemen key partners.

Evaluasi Hasil

Terakhir, evaluasi hasil dari implementasi solusi tersebut. Di sini, kamu bisa memeriksa apakah tantangan telah berhasil diatasi dan bagaimana dampaknya terhadap elemen-elemen lain dalam BMC.


Misalnya, setelah meningkatkan kualitas produk atau layanan, apakah ini telah meningkatkan revenue streams atau customer relationships?

Contoh Penerapan Bisnis Model Canvas: Spotify

Spotify, layanan streaming musik populer, adalah contoh sukses dari penerapan Bisnis Model Canvas. Di bagian value propositions, Spotify menawarkan kemudahan dalam mendengarkan jutaan lagu dari berbagai genre dan artis hanya dengan satu klik. Pelanggannya (customer segments) adalah pengguna internet yang menginginkan akses cepat dan mudah ke musik.


Saluran distribusi (channels) Spotify adalah aplikasi mobile dan desktop yang bisa diakses melalui berbagai platform. Untuk menjaga hubungan dengan pelanggan (customer relationships), mereka menawarkan layanan pelanggan dan fitur personalisasi yang membuat setiap pengguna mendapatkan rekomendasi musik sesuai selera mereka.


Spotify mendapatkan pendapatan (revenue streams) dari dua sumber: iklan pada layanan gratis dan langganan premium tanpa iklan. Sumber daya utama (key resources) mereka adalah teknologi streaming musik, lisensi musik dari berbagai label rekaman, dan data pengguna. Aktivitas utama (key activities) Spotify adalah pengembangan teknologi, lisensi musik, dan analisis data pengguna. Mereka bekerja sama (key partnerships) dengan berbagai label rekaman untuk mendapatkan hak streaming lagu. Semua ini disertai dengan struktur biaya (cost structure) untuk pengembangan teknologi, lisensi musik, dan operasional lainnya.


Kisah sukses Spotify menunjukkan bagaimana Bisnis Model Canvas dapat membantu dalam merumuskan dan mengimplementasikan model bisnis yang sukses. Itulah mengapa penting bagi setiap bisnis, baik baru maupun yang sudah ada, untuk memahami dan menerapkan Bisnis Model Canvas.


Dengan informasi yang kamu dapatkan dari artikel ini, semoga kamu bisa lebih memahami apa itu Bisnis Model Canvas, fungsi dan bagaimana cara menggunakannya untuk bisnismu. Selamat mencoba dan semoga sukses!


Sumber Data:

  • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/12/20/business-model-canvas-adalah
  • https://www.gramedia.com/best-seller/business-model-canvas/
  • https://glcworld.co.id/penjelasan-business-model-canvas/
  • https://unsplash.com/s/photos/strategy

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo