CAPM adalah Capital Asset Pricing Model, Apa Itu?

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Di dalam dunia keuangan dan investasi, kita sering kali menemui istilah yang mungkin terdengar kompleks, tetapi istilah tersebut memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan strategi bisnis. Salah satunya istilah yang terdengar kompleks tersebut adalah Capital Asset Pricing Model atau disingkat CAPM. CAPM bukan sekadar sejumlah rumus dan angka, melainkan suatu landasan konseptual yang akan membantu kita memahami hubungan antara risiko dan pengembalian keputusan dalam investasi.

Untuk lebih mengetahui CAPM lebih detail, yuk, artikel ini sampai selesai, ya! 

Pengertian Capital Asset Pricing Model (CAPM)

CAPM atau Capital Asset Pricing Model adalah alat keuangan yang digunakan untuk mengestimasi dan menetapkan pengembalian yang diharapkan dari suatu aset atau investasi. 

Metode ini memainkan peran vital dalam menganalisis portofolio dan menetapkan harga aset di pasar modal. Metode ini awalnya dikembangkan oleh William F. Sharpe pada 1960-an dan kemudian diperluas oleh John Lintner dan Jan Mossin. 

CAPM memiliki prinsip bahwa aset keuangan memiliki dua jenis risiko, yakni risiko sistematis (risiko pasar) dan tidak sistematis (risiko spesifik aset). Risiko sistematis tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio, sedangkan risiko tidak sistematis dapat diatasi dengan diversifikasi portofolio investasi yang tepat. 

Dalam praktiknya, CAPM menjadi metode penetapan harga aset yang sederhana dan berfungsi sebagai dasar acuan bagi investor untuk memahami investasinya di pasar aset. 

Oleh karena itu, banyak investor memilih menggunakan CAPM untuk menghitung pengembalian dari aset berharga mereka.

Baca Juga: Investasi adalah: Pengertian, Biaya, dan Manfaat

Manfaat CAPM

CPAM tentunya memiliki banyak manfaat, antara lain: 

Untuk Memperkirakan Pengembalian Aset

Dengan menggunakan CAPM, perusahaan dapat memperkirakan pengembalian yang diharapkan dari suatu aset atau investasi. Dengan memahami perkiraan ini, para investor dapat membuat keputusan tentang alokasi aset mereka. Tentu saja, CPAM dapat membantu dalam merencanakan portofolio yang seimbang dan sesuai dengan toleransi risiko investor. 

Mampu Mengidentifikasi Hubungan Pengembalian dan Risiko Sistematis

Risiko sistematis atau sering disebut risiko pasar, tidak dapat dihindari melalui diversifikasi portofolio. CAPM memberikan gambaran tentang sejauh mana aset yang diinvestasikan terpapar terhadap risiko pasar umum. Informasi ini membantu dalam memanage risiko yang efektif. 

Untuk Menilai Kinerja Investasi

Dengan membandingkan pengembalian aktual suatu investasi dengan pengembalian yang diharapkan menurut CAPM, investor dapat menilai apakah investasi tersebut memberikan nilai yang diinginkan. 

Untuk Menilai Kelayakan Proyek dan Investasi Perusahaan

Perusahaan dapat mempertimbangkan tingkat pengembalian yang diharapkan dan risiko sistematis sehingga mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan meningkatkan peluang kesuksesan proyek. 

Digunakan untuk Menentukan Biaya Modal Ekuitas

Dalam pengambilan keputusan bisnis, CPAM dapat mengetahui biaya modal ekuitas yang merupakan salah satu informasi kunci dari investasi perusahaan. CAPM dapat membantu menghitung biaya ini dengan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan kepemilikan ekuitas.

Baca Juga: Ekuitas: Arti, Contoh, dan Laporan Perubahan

Apa itu CAPM?

Asumsi dalam CAPM

CAPM mengasumsikan bahwa kamu, sebagai investor, berperan sebagai perencana dalam satu periode, memiliki persepsi seragam tentang kondisi pasar, dan mencari portofolio optimal berdasarkan mean-variance. 

Selain itu, model penetapan harga aset ini juga mengasumsikan pasar saham ideal tanpa biaya transaksi, di mana kamu sebagai investor adalah price takers dan semua aset dapat diperdagangkan secara bebas. 

Terdapat juga beberapa asumsi lainnya terkait CAPM, mislanya distribusi probabilitas masa depan yang identik bagi seluruh investor, diversifikasi portofolio berdasarkan preferensi risiko dan return, periode waktu yang sama, dan tidak adanya biaya transaksi. 

Asumsi lain CPAM yaikni mencakup kemampuan semua investor untuk meminjam dan meminjamkan uang dengan tingkat return bebas risiko, meskipun keberlanjutan tingkat bunga yang sama untuk penyimpanan dan peminjaman menjadi kurang realistis. Lebih realistisnya, investor bisa menyimpan uang dengan tingkat bunga bebas risiko, seperti Sertifikat Bank Indonesia. 

Selain itu, asumsi lainnya melibatkan tidak adanya inflasi, tidak ada pajak pendapatan yang memengaruhi preferensi antara capital gain dan dividen, dan semua investor memegang portofolio dengan risiko yang sama. 

Dalam kondisi pasar ekuilibrium, semua investor diharapkan memilih portofolio pasar yang mencakup semua aset dalam pasar dan menjadi bagian dari efficient frontier sebagai portofolio aktiva berisiko. 

Baca Juga: Investor adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

Istilah dalam CAPM

Di dalam CAPM juga terdapat beberapa istilah yang perlu kamu ketahui. Istilah-istilah tersebut, antara lain:

Risk Free Rate (Rf)

Risk free rate adalah tingkat pengembalian atau hasil investasi tanpa risiko. Instrumennya bisa berupa surat berharga pemerintah, seperti surat utang atau obligasi. Notasi untuk risk free rate dalam CAPM adalah Rf. 

Expected Return (Re)

Expected return adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor pada aset berharga yang dimilikinya. Notasi untuk expected return dalam CAPM adalah Re. 

Return Market (Rm)

Return market mengacu pada tingkat pengembalian pasar, berdasarkan fluktuasi indeks harga saham. Notasi untuk return market dalam CAPM adalah Rm. 

Beta (Ba)

Beta adalah ukuran tingkat keuntungan aset berharga terhadap return market. Jika nilai beta adalah 1, setiap 1% perubahan return pasar akan diikuti oleh return saham yang sama. Jika nilai beta lebih dari 1, saham memiliki risiko di atas rata-rata pasar. Dan sebaliknya, jika nilai beta kurang dari 1, saham memiliki risiko di bawah rata-rata pasar. 

Cara Menghitung Capital Asset Pricing Model

Untuk mengestimasi CAPM, kamu dapat memanfaatkan rumus berikut: 

Tingkat pengembalian yang diharapkan (Ra) = Tingkat bebas risiko (Rrf) + [Nilai beta (Ba) x (Perkiraan pengembalian pasar (Rm) - Tingkat bebas risiko (Rrf))] 

Penjelasan rumus CAPM adalah sebagai berikut:

  • Ra: Tingkat pengembalian yang diharapkan

  • Rrf: Tingkat bebas risiko

  • Ba: Nilai beta

  • Rm: Perkiraan pengembalian dari pasar

  • Rm – Rrf: Premi risiko 

Contoh Perhitungan CAPM

Contoh berikut ini dapat membantu menjelaskan bagaimana rumus CAPM dapat diterapkan pada investasi. 

PT Raindo berencana untuk berinvestasi dalam saham dan memiliki opsi untuk membeli saham dari tiga perusahaan yang memiliki tingkat bebas risiko (Rrf) sebesar 2,5%, dengan perkiraan pengembalian pasar (Rm) sebesar 8%. Perusahaan A memiliki nilai beta (β) sebesar 0,5, Perusahaan B memiliki β sebesar 1, dan Perusahaan C memiliki β sebesar 1,5. Berapa nilai CPAM-nya? 

Rm = 8,0% – 2,5% = 5,5% 

Biaya ekuitas Perusahaan A (Ra) = 2,5% + (0,5 × 5,5%) = 5,3%

Biaya ekuitas Perusahaan B (Ra) = 2,5% + (1 × 5,5%) = 8%

Biaya ekuitas Perusahaan C (Ra) = 2,5% + (1,5 × 5,5%) =10,8%

Dengan menggunakan rumus ini, PT Raindo dapat mengevaluasi perusahaan mana yang menawarkan kombinasi investasi terbaik. Mereka dapat menyimpulkan bahwa Perusahaan A memberikan potensi pengembalian dan risiko terendah, Perusahaan B sejalan dengan pasar, dan Perusahaan C menawarkan potensi pengembalian dan risiko tertinggi, yang juga dapat diartikan sebagai tingkat ketidakstabilan dan sensitivitas yang lebih besar terhadap fluktuasi pasar di masa mendatang. 

Jika PT Raindo lebih suka pendekatan investasi konservatif dengan jaminan pengembalian yang lebih baik, mereka dapat memilih untuk berinvestasi dalam saham Perusahaan A. 

Aplikasi akuntansi

Kesimpulan

Dengan penjelasan lengkap di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan suatu pendekatan dalam penentuan harga aset atau asset pricing yang mampu memprediksi nilai keuntungan dari aset berharga. 

CAPM menjadi indikator penting bagi pebisnis untuk memperkirakan hasil dan risiko terkait dengan aset berharga mereka. Model ini memiliki kemampuan untuk menentukan tingkat pengembalian atau required return atas suatu aset berharga. 

Sebagai salah satu model asset pricing yang populer, CAPM memberikan gambaran menyeluruh tentang aset berharga, risiko, dan keterkaitannya. CAPM dapat memberikan informasi tentang hubungan risiko dari setiap aset dan melakukan perkiraan tentang hubungan risiko dengan hasil keuntungan. 

Beberapa istilah yang terdapat dalam CAPM melibatkan risk free rate, expected return, return market, dan perhitungan beta. 

Meskipun perhitungan nilai keuntungan atau risiko dapat dilakukan oleh perusahaan atau investor, penggunaan aplikasi wirausaha online berbasis cloud storage seperti aplikasi majoo, dapat membuat proses ini lebih mudah, lho! Aplikasi majoo memiliki fitur akuntansi yang mampu membuat laporan keuangan secara otomatis, akurat, dan efisien.

Tentunya aplikasi majoo menawarkan banyak kemudahan untuk kamu dan bisnismu,  nih!. Jadi, tunggu apa lagi? Gunakan aplikasi majoo segera, yuk!

 

Sumber Data:

https://www.invesnesia.com/capm-adalah-pengertian-rumus-cara-menghitung-analisis/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo