Bagaimana Cara Menghitung Aset? Ketahui di Sini, Yuk!

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Dalam mengelola keuangan perusahaan atau bisnis, aset memegang peran sentral, lho! Aset bukan hanya sekadar angka di laporan keuangan, tetapi juga cerminan dari nilai sebenarnya yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara menghitung aset menjadi kunci penting bagi pengambilan keputusan yang cerdas dan strategis. Artikel ini akan membahas cara menghitung aset secara lengkap. Yuk, simak sampai habis! 

Apa Itu Aset?

Jadi, kamu tahu, kan, jika perusahaan seperti entitas yang hidup sendiri dan memiliki berbagai macam hal yang dimiliki. Nah, salah satu hal yang dimiliki perusahaan dinamakan aset.

Aset adalah semua barang atau nilai yang dimiliki perusahaan dan bisa diukur dalam bentuk uang serta memberikan manfaat atau nilai ke perusahaan di masa depan.

Aset ini merupakan kumpulan barang atau sumber daya yang dimiliki perusahaan yang bisa berupa banyak hal, mulai dari uang tunai di rekening perusahaan, gedung dan kantor milik perusahaan, peralatan untuk operasional, bahkan sampai hak cipta atau merek dagang. Semua ini dianggap aset karena mereka memiliki nilai ekonomi yang bisa diperhitungkan, ya.

Mengapa aset itu penting? Sebab, aset ini memberikan manfaat atau bisa membantu perusahaan menghasilkan uang di masa depan, misalnya saja gedung kantor bisa digunakan untuk beroperasi atau disewakan dan uang tunai bisa digunakan untuk membayar karyawan atau investasi lain yang menguntungkan.

Aset ini penting sekali untuk perusahaan karena menunjukkan seberapa 'kaya' perusahaan tersebut, tapi selain itu juga bisa dipakai untuk mendukung operasional dan pertumbuhan perusahaan di masa depan. Bisa dikatakan, aset ini layaknya harta berharga perusahaan yang bisa membuat perusahaan semakin sustainable dan berkembang.

Baca Juga: 7 Contoh Aset Tetap dalam Bisnis dan Karakteristiknya

Sifat-sifat Aset

Dalam dunia bisnis dan keuangan, aset memiliki peran penting dalam menentukan kesehatan finansial suatu perusahaan. Aset tidak hanya menjadi indikator nilai dan daya tahan perusahaan, tetapi juga menjadi sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan investasi. Mari kita lihat lebih dekat beberapa sifat utama yang melekat pada aset dan mengapa mereka memiliki peranan yang signifikan. 

Memiliki Nilai Ekonomi yang Bisa Diukur

Nilai dari aset ni bisa berupa jumlah uang atau unit lain yang bisa digunakan untuk mengukur kekayaan suatu perusahaan atau bisnis. Contohnya saja adalah nilai buku dari peralatan atau nilai pasar dari saham perusahaan. 

Kepemilikan Perusahaan atau Individu

Dalam hal ini, aset merupakan aset yang dimiliki perusahaan atau individu atas hak penggunaan, pengelolaan, dan manfaat dari aset tersebut. 

Aset Memberikan Manfaat atau Nilai

Aset memberikan manfaat atau nilai bagi perusahaan yang berupa manfaat operasional, pendapatan dari sewa, atau potensi pertumbuhan di masa depan. 

Bertahan Dalam Jangka Waktu Lama

Beberapa aset dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa ada beberapa aset yang tidak mudah rusak atau hilang dengan cepat, ya. Sebagai contoh, tanah atau bangunan dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang. 

Aset Bisa Diukur

Aset dapat diukur dalam bentuk yang objektif. Nilai aset dapat dihitung berdasarkan fakta-fakta dan data yang ada, termasuk dalam laporan keuangan perusahaan. 

Aset Bisa Ditransaksikan

Aset dapat diperdagangkan atau dialihkan kepemilikannya kepada pihak lain, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menjual aset yang tidak lagi dibutuhkan atau mengakuisisi aset baru. 

Aset Dapat Dijadikan Jaminan

Aset dapat dijadikan jaminan dalam transaksi keuangan, sehingga memungkinkan perusahaan mendapatkan pinjaman atau kredit dengan menggunakan aset sebagai jaminan atas pinjaman yang dilakukannya. 

Aset Bisa Dipisahkan

Beberapa aset dapat dipisahkan atau dijual secara independen tanpa merusak nilai aset lainnya. Oleh karena itu, aset memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio aset. 

Aset Mempunyai Pengaruh Finansial

Jumlah, jenis, dan nilai aset memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan finansial perusahaan, lho! Semakin besar dan bernilai asetnya, semakin kuat posisi keuangan perusahaan tersebut. 

Baca Juga: Aset Tetap adalah: Karakteristik, Jenis, dan Contohnya 

 Bagaimana cara menghitung aset lancar?

Jenis-jenis Aset

Dalam dunia keuangan, aset memegang peran penting dalam mengukur nilai dan stabilitas finansial suatu perusahaan. Aset ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu aset berdasarkan konversi, fungsi dan bentuk fisik. Untuk penjelasan lebih detailnya ada di bawah ini, ya. 

Jenis Aset Berdasarkan Konversi (Likuiditas)

  • Aset Lancar (Current Assets)

Aset lancar adalah aset yang dapat dengan cepat diubah menjadi uang tunai dalam jangka pendek, umumnya dalam waktu satu tahun. Aset lancar ini akan membantu perusahaan dalam mengatasi kewajiban finansial sehari-hari, misalnya untuk uang kas, piutang dagang, dan persediaan barang. 

  • Aset Tetap (Fixed Assets)

Aset tetap memiliki konversi yang lebih lambat menjadi uang tunai dan digunakan dalam operasional jangka panjang. Aset tetap ini mencakup properti fisik, misalnya tanah, bangunan, peralatan, dan kendaraan. 

Jenis Aset Berdasarkan Fungsi

  • Aset Produktif (Productive Assets)

Aset produktif adalah aset yang secara langsung berkontribusi pada pendapatan atau profitabilitas perusahaan. Aset ini mencakup peralatan produksi, kendaraan operasional, dan sumber daya lain yang mendukung aktivitas utama perusahaan.

  • Aset Non-Produktif (Non-Productive Assets)

Aset non-produktif adalah aset yang tidak langsung berkontribusi pada pendapatan, tapi masih memiliki nilai dan dampak dalam jangka panjang. Contoh dari set ini yaitu tanah yang belum dimanfaatkan atau aset yang tidak digunakan dalam operasional harian. 

Jenis Aset Berdasarkan Bentuk Fisik

  • Aset Fisik (Tangible Assets)

Aset fisik memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat dan disentuh. Aset fisik ini termasuk dalam kelompok aset lancar dan tetap. Contoh aset fisik mencakup uang kas, tanah, bangunan, peralatan, dan kendaraan.

  • Aset Non-Fisik (Intangible Assets)

Aset non-fisik tidak memiliki bentuk fisik tetapi memiliki nilai berdasarkan hak atau hak istimewa. Contoh aset non-fisik mencakup hak cipta, merek dagang, hak paten, dan goodwill. Aset ini memiliki nilai yang berasal dari intelektualitas atau reputasi perusahaan.

Dengan mengetahui perbedaan ketiga jenis-jenis aset ini, perusahaan dapat membangun fondasi keuangan yang kuat untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. 

Baca Juga: Melakukan Manajemen Aset dan Memperlancar Operasional Bisnis

Cara Menghitung Aset Perusahaan

Untuk mengetahui cara menghitung aset yang melibatkan beberapa aset, seperti aset tetap, aset lancar, dan total aset perusahaan. Selain itu, juga penting untuk memahami cara menghitung penyusutan aset guna mengoptimalkan manajemen aset jangka panjang, ya. Berikut ini cara menghitung aset beserta rumusnya yang perlu kamu ketahui. 

1.    Cara Menghitung Aset Tetap

Aset tetap meliputi properti dan peralatan yang mendukung operasional perusahaan dalam jangka panjang. Untuk menghitung total nilai aset tetap, kamu dapat menjumlahkan nilai tercatat dari semua aset tetap yang dimiliki perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Cara menghitung aset tetap.

2.    Cara Menghitung Aset Lancar

Aset lancar ini berupa aset yang bisa dijadikan uang tunai atau cash dalam jangka waktu singkat. Untuk menghitung total aset lancar, kamu bisa menggunakan rumus berikut ini, ya.

Cara menghitung aset lancar. 

3.    Cara Menghitung Total Aset

Total aset mencerminkan nilai keseluruhan yang dimiliki perusahaan pada suatu waktu. Untuk menghitungnya, berikut ini rumusnya.

4.    Cara Menghitung Penyusutan Aset

Dalam dunia bisnis, pengelolaan aset perusahaan tidak hanya mencakup pemahaman tentang nilai dan fungsinya, tetapi juga mengenai cara mengelola penyusutan aset dengan bijaksana, ya

Proses penyusutan ini merupakan langkah penting dalam menghitung depresiasi nilai aset seiring berjalannya waktu. Dalam artikel ini, di sini akan dijelaskan secara rinci mengenai cara melakukan penyusutan aset, beserta rumusnya, serta menguraikan lima metode yang umum digunakan dalam praktik bisnis. Cara menghitung penyusutan aset ini ada lima metode. Metode tersebut, antara lain:

a) Straight- Line Method (Metode Garis Lurus)

Metode ini adalah yang paling umum digunakan. Metode ini menggunakan waktu sebagai dasar dari depresiasi atau penyusutan suatu aset. Bisa dikatakan, bahwa semakin lama nilai aset perusahaan yang digunakan akan berkurang walaupun aset tersebut masih berfungsi dengan baik. Rumus yang dipakai dalam metode ini  ada dua, yaitu menggunakan nilai residu dan tanpa menggunakan nilai residu.

  • Menggunakan Nilai Residu:

    Cara menghitung penyusutan aset metode garis menggunakan lurus nilai residu.

 

  • Tanpa Nilai Residu:

 Cara menghitung penyusutan aset metode garis lurus tanpa nilai residu. 

b) Double Declining Balance Method (Metode Saldo Menurun)

Metode ini berfokus pada penyusutan yang lebih besar di awal umur aset dan seiring waktu mengalami depresiasi. Rumus penyusutannya adalah sebagai berikut:

Cara menghitung penyusutan aset metode saldo menurun.

c) Sum of The Year Digit Method (Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun)​

Cara menghitung aset ini berdasarkan jumlah angka tahun dan besaran depresiasi aktiva tetap setiap tahun semakin menurun. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:

Cara menghitung penyusutan aset metode jumlah angka tahun.

d) Service Hours Method (Metode Penyusutan Satuan Jam Kerja)

Metode ini menggunakan perhitungan sesuai dengan total atau jumlah satuan produk yang dihasilkan, ya. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:

Cara menghitung penyusutan aset metode satuan jam kerja.

e) Productive Output Method (Metode Penyusutan Satuan Hasil Produksi)

Perhitungan depresiasi dengan metode ini berfokus pada jumlah satuan produk yang dihasilkan pada periode yang bersangkutan. Rumus untuk menghitungnya, yakni:

Cara menghitung penyusutan aset metode satuan hasil produksi.

Kesimpulan

Aplikasi wirausaha 

Dalam menjalankan bisnis, pemahaman yang baik tentang cara menghitung aset perusahaan menjadi elemen penting dalam mengelola keuangan dan bisa menjadi landasan dalam membuat keputusan bisnis yang tepat. Dengan memahami dan menerapkan metode-metode perhitungan di atas, kamu dapat mengelola aset secara efektif dan memastikan kelangsungan bisnis yang berkelanjutan.

Di era revolusi industri 4.0 ini, teknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional bisnis, lho! Aplikasi wirausaha seperti aplikasi majoo berbasis cloud storage menyediakan solusi all-in-one yang dapat mempermudah pengelolaan bisnis.

Dengan banyaknya fitur yang ditawarkan oleh aplikasi majoo, seperti pelacakan inventori, manajemen keuangan, penjualan, dan analisis bisnis, kamu sebagai pemilik bisnis dapat lebih fokus pada strategi dan pertumbuhan bisnis tanpa terbebani oleh tugas-tugas administratif yang kompleks.

Aplikasi majoo memberikan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi operasional, memantau perkembangan bisnis secara real-time, serta membuat keputusan berdasarkan data yang akurat. Dengan menggunakan teknologi ini, kamu pun dapat memanfaatkan informasi bisnis yang lebih baik, merencanakan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan menjalankan bisnis dengan lebih cerdas di tengah tantangan kompetitif yang ada. Apa kamu masih ragu untuk menggunakan aplikasi majoo dengan banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan ini? Gunakan majoo segera, yuk!



Sumber Data:

https://www.indeed.com/career-advice/career-development/how-to-calculate-current-assets

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo