Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Cashback adalah: Arti dan Bedanya dengan Diskon

    Cashback adalah pengembalian uang secara tunai ataupun virtual.

    Di era digital saat ini kalian pasti sering melihat dan mendengar istilah cashback, kan? Tak dimungkiri banyak sekali bisnis yang menggunakan strategi marketing ini. Strategi marketing yang digunakan berupa psikologi marketing yang memainkan emosi para audiensnya untuk tergerak membeli suatu produk.

    Cashback ialah salah satu istilah yang mulai muncul ketika produk pembayaran digital digunakan secara masif. Cashback menjadi salah satu hal yang disukai oleh para customer karena mereka akan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan seperti pengembalian sejumlah uang. Pengembalian uang ini tergantung dari pembelian yang dilakukan customer serta persentase dari cashback itu sendiri.

    Supaya kamu lebih paham mengenai cashback, berikut ini penjelasan lebih lengkapnya beserta contoh dan perbedaannya dengan diskon.

    Apa Itu Cashback?

    Cashback adalah suatu penawaran berupa persentase pengembalian uang, baik secara tunai ataupun virtual, atau dapat berbentuk produk tertentu, dengan memenuhi suatu persyaratan pembelian yang sudah ditentukan oleh pihak toko atau pihak penyelenggara cashback.

    Saat ini, umumnya cashback tidak lagi diberikan dengan bentuk pengembalian uang tunai, tetapi pihak penyelenggara cashback akan memberikan cashback tersebut dalam bentuk deposit. Cara ini dilakukan agar customer melakukan repeat order dengan memanfaatkan depositnya tersebut.

    Terdapat beberapa jenis cashback yang saat ini berada di sekitarmu, seperti berikut ini:

    • Cashback kartu kredit
    • Cashback toko online atau e-commerce
    • Cashback property
    • Cashback kendaraan bermotor
    • Cashback kartu debit
    • Cashback reward
    • Cashback e-wallet

    Program atau ketentuan dari setiap jenis cashback tersebut tentu berbeda-beda. Salah satu jenis cashback dengan program yang cukup beragam ialah cashback e-commerce.

    Sebagai contoh, e-commerce Shopee memiliki program cashback 100 dan cashback 50. Cashback 100 artinya apa? Cashback 100 Shopee artinya pelanggan akan mendapat pengembalian dana sebesar 100% dari total harga pembelian produk.

    Lalu, cashback 50 artinya? Sesuai namanya, cashback 50 Shopee berarti pengguna memperoleh pengembalian dana sebesar 50% dari total harga pembelian.

    Cashback termasuk ke dalam strategi marketing bisnis.

    Keuntungan yang Diperoleh dari Program Promosi Cashback

    Baik customer dan seller akan sama-sama mendapatkan keuntungan dari promosi cashback ini, seperti berikut ini.

    Keuntungan bagi Seller atau Perusahaan

    Sebagai seller atau perusahaan akan mendapatkan keuntungan berupa loyalitas pelanggan. Nantinya para customer yang berbelanja di tokomu dan menggunakan cashback yang sudah kamu buat sehingga mereka melakukan repeat order karena merasa belanja menjadi lebih hemat.

    Keuntungan bagi Customer

    Customer akan mendapat keuntungan berupa hadiah uang kembali, poin, atau voucher yang bisa mereka gunakan untuk transaksi selanjutnya. Semakin banyak cashback yang ditawarkan oleh seller, kamu akan merasakan belanja lebih hemat.

    Dalam satu waktu kamu bisa berbelanja hanya dengan menggunakan poin yang sudah kamu kumpulkan sehingga kamu tidak perlu membayar atau hanya membayar sedikit.

    Tidak dimungkiri bahwa banyak customer yang memburu promo-promo seperti ini terutama pada momen flash sale bulanan, payday, dan HARBOLNAS (Hari Belanja Online Nasional). Customer pun bisa memakai beberapa voucher promosi dalam satu waktu seperti penggunaan voucher cashback dan gratis ongkos kirim.

    Baca Juga: Jenis dan Contoh Digital Campaign 

    Kekurangan Program Promosi Cashback

    Kekurangan program promosi cashback bagi customer sebenarnya bukan suatu kerugian bagi konsumen itu sendiri, hal ini lebih ke arah cara mendapatkan cashback tersebut karena terdapat beberapa syarat dan ketentuan atau peraturan dari pihak penyelenggara cashback. Kekurangan dari cashback tersebut, yaitu:

    1. Adanya Syarat dan Ketentuan Pembelian

    Pada umumnya terdapat syarat dan ketentuan pembelian dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan cashback. Misalnya, sebuah toko online melakukan penawaran promo cashback 10% dengan minimal pembelian Rp250.000 dan maksimal cashback sebesar Rp10.000. Hal ini berarti, customer yang ingin mendapatkan cashback 10% harus melakukan pembelian produk sebesar Rp250.000 dan akan mendapatkan maksimal cashback sebesar Rp10.000.

    Apabila konsumen hanya melakukan pembelian sejumlah Rp200.000, dia tidak berhak mendapatkan bonus cashback tersebut.

    2. Waktu Pemberian

    Saat ini hampir semua pihak penyelenggara cashback tidak memberikan cashback secara langsung pada saat pembelian, tetapi pencairan cashback tersebut harus menunggu hingga periode tertentu. Periode pencairan cashback ini pun berbeda-beda, bisa beberapa hari, minggu, bahkan bulan.

    Sebagai contoh saja, kamu berbelanja di suatu toko online di salah satu e-commerce, kamu sudah berbelanja dan menggunakan voucher cashback dari toko tersebut. Biasanya terdapat ketentuan pencairan cashback yang akan kamu dapatkan. Kebanyakan cashback ini akan cair ketika barang yang kamu beli sudah sampai di tanganmu.

    3. Iuran

    Terdapat iuran pada jenis cashback kartu kredit atau leasing kendaraan bermotor. Iuran yang dibebankan kepada konsumen ini diberikan tenggat waktu. Apabila kamu terlambat melunasi iuran tersebut, kamu akan kehilangan cashback yang ditawarkan penyelenggara.

    4. Fleksibilitas

    Bentuk cashback biasanya sudah ditentukan oleh merchant atau perusahaan penyelenggara program cashback sehingga konsumen tidak bisa menentukan cashback yang akan mereka terima. Misalnya, cashback-nya sudah ditentukan dan hanya untuk pembelian produk tertentu, jadi promo ini terasa kurang fleksibel dari sisi customer .

    Simulasi Perhitungan Cashback

    Untuk cara menghitung cashback, kamu bisa pahami dari contoh cashback berikut ini.

    Sebuah e-commerce memberikan promosi cashback sebesar 3% untuk setiap pembelian token listrik. Dengan memanfaatkan promo tersebut, Pramudya melakukan pembelian token listrik seharga Rp100.000. Setelah pembelian berhasil, Pramudya mendapatkan hadiah cashback sebesar Rp3.000 yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi harga pembelian produk selanjutnya di e-commerce tersebut.

    Skema cashback tentu berbeda-beda pada setiap perusahaan atau e-commerce. Pada umumnya terdapat batas minimal pembelian dan syarat agar bisa mendapatkan cashback tersebut. Oleh karena itu, penting halnya kamu membaca semua syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan pembelian dan menggunakan promo tersebut.

    Baca Juga: Arti Promo Giveaway dan Manfaatnya dalam Kegiatan Pemasaran

    Perbedaan Cashback dan Diskon

    Cashback adalah pengembalian uang yang diberikan kepada konsumen sesuai dengan syarat dan ketentuan. Kebanyakan orang menganggap bahwa cashback dan diskon itu sama. Sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut ini perbedaan cashback dan diskon yang perlu kamu ketahui.


    Aspek

    Cashback

    Diskon

    Mekanisme atau metode

    • Konsumen akan tetap membayar harga barang secara penuh.

     

    • Cashback atas pembelian barang akan dikreditkan untuk pembelian  barang berikutnya.

    • Konsumen akan membayar harga barang setelah mendapat potongan harga.

    Waktu

    Promo cashback cenderung memiliki periode waktu cukup lama agar cashback tersebut cair ke akun customer. Periode pencairan cashback ini bisa dalam hitungan beberapa hari hingga bulan.

    Promo diskon cenderung lebih memiliki periode pendek. Umumnya diskon akan bisa langsung dipakai dalam beberapa menit atau dalam hitungan hari.

    Bentuk

    Cashback bisa diberikan dalam bentuk pengembalian uang tunai langsung, deposit, voucher belanja, dan barang. Konsumen tidak fleksibel dalam memilih cashback yang akan ia dapatkan karena sudah ditentukan oleh penyelenggara program cashback.

    Bentuk diskon ini sangat jelas berupa potongan harga barang yang nantinya customer akan membayar setelah harga barang dikurangi diskon.


    Kesimpulan

    Setelah membaca penjelasan di atas, sekarang kamu tentu sudah bisa menjawab pertanyaan: Apa itu cashback dan contohnya? Cashback adalah hadiah uang tunai, voucher, atau poin yang akan diterima konsumen setelah berbelanja barang atau jasa, contohnya cashback koin di e-commerce.

    Strategi marketing cashback ini memberikan banyak manfaat pada perusahaan atau toko online yang menyelenggarakan cashback tersebut. Manfaat tersebut yaitu para customer akan melakukan repeat order dan akan menghasilkan loyalitas pelanggan.

    Apakah kamu memiliki bisnis dan berjualan secara online? Tentunya kamu untuk mendapatkan keuntungan, kamu harus membuat laporan laba rugi yang akurat, real time, dan tepat. Untuk memudahkanmu dalam membuat laporan arus kas tersebut, kamu bisa menggunakan aplikasi wirausaha online seperti aplikasi majoo yang di dalamnya terdapat fitur akuntansi.

    Aplikasi majoo memiliki banyak fitur yang akan memudahkan segala operasional bisnismu. Fitur tersebut, antara lain fitur CRM (Customer Relationship Management), POS (Point of Sales), inventory, dan lain sebagainya.

    Majoo juga memiliki layanan lengkap agar bisnismu tumbuh dan berkembang. Kamu dapat memaksimalkan keuntungan dengan dukungan layanan bisnis yang sudah disediakan, kapanpun kamu butuhkan. Layanan ini berupa majoo pay, majoo capital, majoo supplies, majoo care, dan majoo ads.

    So, tunggu apalagi! Upgrade level bisnismu sekarang juga menggunakan aplikasi majoo!

    Pertanyaan Terkait

    • Cashback bisa diberikan dalam bentuk pengembalian uang tunai langsung, deposit, voucher belanja, dan barang. Konsumen tidak fleksibel dalam memilih cashback yang akan ia dapatkan karena sudah ditentukan oleh penyelenggara program cashback. Sedangkan diskon adalah potongan harga barang yang nantinya customer akan membayar setelah harga barang dikurangi diskon.
    • Cashback 100% adalah bentuk promo yang akan mengembalikan uang konsumen sebesar 100% (biasanya dikurangi pajak dan biaya administrasi) segera atau dalam kurun waktu tertentu setelah transaksi terjadi.
    • Cashback adalah suatu penawaran berupa persentase pengembalian uang, baik secara tunai ataupun virtual, dengan memenuhi suatu persyaratan pembelian yang sudah ditentukan oleh pihak toko atau pihak penyelenggara cashback. Saat ini, umumnya cashback tidak lagi diberikan dengan bentuk pengembalian uang tunai, tetapi pihak penyelenggara cashback akan memberikan cashback tersebut dalam bentuk deposit, contohnya cashback dalam bentuk saldo gopay atau shopeepay. Cara ini dilakukan agar customer melakukan repeat order dengan memanfaatkan depositnya tersebut.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.