Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Karakter dan Mental Seseorang di dalam Cash Flow Quadrant

    Karakter dan Mental Seseorang di dalam Cash Flow Quadrant

    Seseorang dapat dilihat berada di kuadran E, S, B, atau I dari karakternya.

    “Mendingan jadi ekor di ikan besar atau jadi kepala di ikan kecil?” Seseorang bertanya pada kawannya. Ada banyak jawaban yang menyertainya.

    “Aku butuh kestabilan, mending jadi jongos di perusahaan ternama.”

    “Wah, gak bisa aku diatur orang. Mending jadi bos di usaha sendiri ketimbang kerja di orang lain.”

    Tentu saja masih banyak lagi jawaban lainnya. Nah, kamu sendiri jawabannya apa?

    Konsep diri dan cara kita meraih pendapatan rupanya menarik penulis buku tersohor Robert T. Kiyosaki. Investor, motivator, dan pebisnis asal Amerika Serikat ini memopulerkan istilah cashflow quadrant.

    Cash flow quadrant ini bisa dibilang pengelompokkan cara orang dalam meraih pendapatannya. Itulah mengapa disebut kuadran karena memang ada 4 kategori.

    Nah, apa saja kategori cash flow quadrant? Apa manfaat cashflow quadrant? Dan Bagaimana gambaran personal tiap kuadran?

    Temukan jawabannya di artikel ini, ya. Yuk, kita pelajari bersama.

    Baca juga: 9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan di Sini!

    Pengertian Cash Flow Quadrant

    Definisi cashflow quadrant mengacu pada buku The Cashflow Quadrant: Rich Dad’s Guide to Financial Freedom karya Robert T. Kiyosaki. Buku ini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

    Dalam bukunya, Kiyosaki menjabarkan bahwa cashflow quadrant adalah konsep untuk mengenal sumber pendapatan seseorang yang dikelompokkan menjadi 4 kategori dalam 4 buah kuadran.

    Tujuan utama Kiyosaki membuat konsep cash flow quadrant adalah agar setiap orang bisa mencapai kebebasan finansial. Dengan cara apa? Ya, dengan memanfaatkan kesempatan untuk mengubah arah melalui pengaturan keuangan yang lebih baik. 

    Konsep cashflow quadrant ini dibagi menjadi kategori, yaitu: E, S, B, dan I.


    (Sumber: steemit.com)

    Lihat dan apakah kamu mengerti bagaimana alir kuadran seperti di atas? Bisa dibilang, E adalah tahapan awal dari jalan menuju kebebasan finansial. Sementara I adalah destinasi akhir dari kebebasan finansial. 

    Jenis Cash Flow Quadrant

    Oke, sekarang kita pelajari satu-satu ya mengenai jenis cash flow quadrant. Seperti yang disebutkan sebelumnya ada 4 jenis atau kategori cashflow quadrant yang digagas oleh Robert T. Kiyosaki.

    Quadrant E: Aku PUNYA Pekerjaan!

    Jenis pertama disebut dengan quadrant E yang merupakan singkatan dari employee. Kategori ini memiliki kekhasan, yaitu:

    Quadrant E adalah jenis orang yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan atau bisnis yang bukan milik mereka. 

    • Mereka mendapatkan gaji bulanan yang tetap dari tempatnya bekerja.
    • Gaji adalah penghasilan utama.
    • Gaji disesuaikan dengan keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya. Tentu saja skill tiap karyawan tak sama, sehingga tingkat kenyamanan finansial pun berbeda-beda. 
    • Butuh kepastian jangka panjang dari pekerjaan yang dijalankan. 
    • Tidak berani mengambil risiko karena nyaman dengan stabilnya pendapatan.

    Quadrant S: Aku PEMILIK Pekerjaan!

    Quadrant S merupakan singkatan dari self employed business. Kekhasan kategori ini adalah:

    • Quadran S adalah jenis orang yang penghasilan utamanya berasal dari menjalankan bisnis milik sendiri. 
    • Satu tahap lebih berani daripada quadrant E karena berani mengambil risiko dengan menjalankan usaha sendiri yang butuh strategi dan memecahkan tantangan.
    • Namun, S masih belum memiliki sistem yang membuat uang bekerja buat dia. Hanya menjadi pelaku bisnis. 
    • Mentalnya kuat saat keluar dari zona nyaman yang berpotensi menghadapi kondisi yang tak terduga.

    Quadrant B: Aku Pemilik SISTEM! 

    Quadrant B merupakan singkatan dari big business. Kategori ini memiliki kekhasan, yaitu:

    • Kuadran B adalah jenis orang yang menjalankan bisnis berskala besar. 
    • Mereka sudah mampu membangun sistem untuk membuat sinergi antar orang-orang dari kuadran E dalam menjalankan proses bisnis. 
    • Piawai mengelola SDM dengan kemampuan manajerialnya, tidak turun langsung dalam bisnis.
    • Sudah lebih dekat dengan kebebasan finansial.
    • Sistem membuat bisnis berjalan secara otomatis dalam menciptakan pendapatan. 

    Quadrant I: UANG BEKERJA untuk Aku!

    Quadrant I merupakan kepanjangan dari investor. Kekhasan kategori ini adalah sebagai berikut:

    • Quadrant I adalah sekelompok orang yang meraih pendapatan dari usaha mereka berinvestasi pada sebuah bisnis atau perusahaan. 
    • Tidak terlibat langsung dalam bisnis karena perannya sebagai penanam dana. 
    • Mendapatkan passive income dari perusahaan tempat mereka menanamkan investasi. 
    • Sudah bebas secara finansial karena uang yang bekerja untuk menghasilkan keuntungan. 
    • Biasanya mereka pernah menjalani hidup sebagai quadrant S dan B. 

     

    Mental di setiap kuadran pada cashflow quadrant jelas berbeda. Apakah kamu termasuk yang lebih suka disuruh atau orang yang banyak inisiatif?

    Karakter dan Mental Tiap Kuadran

    Kondisi di tiap jenis dalam cashflow quadrant memiliki karakter dan ketahanan mental yang berbeda. Bergantung dari tahapan pendapatan yang mereka hasilkan.

    Karakter dan Mental Quadrant E

    - Kurang ambisius untuk menambah kualitas dan keterampilan diri.

    - Enggan dan berat keluar dari zona nyaman.

    - Kurang inisiatif, lebih suka disuruh.

    - Lebih menyukai diarahkan ketimbang mengarahkan.

    - Lebih sering memikirkan dirinya sendiri saja.

    Karakter dan Mental Quadrant S

    - Mampu menunda kenyamanan sementara.

    - Cenderung menyukai perbaikan kualitas dan kemampuan dirinya.

    - Pribadi pembelajar

    - Berinisiatif tinggi dan proaktif

    - Memiliki sikap pekerja keras.

    - Mandiri namun bekerja mengelola tim masih kesulitan.

    - Cenderung hanya berfokus pada kesuksesannya sendiri.

    Karakter dan Mental Quadrant B

    - Rela menunda kenyamanannya

    - Berusaha sangat keras untuk meningkatkan potensi dan kualitas dirinya.

    - Sangat berinisiatif tinggi, kreatif, visioner, dan optimis.

    - Mampu bekerja secara mandiri dan piawai bekerja dalam tim.

    - Mampu mendelegasikan pekerjaannya dengan baik pada tim kerja.

    - Mampu mengelola dan mengatur tim kerja sehingga sistem berjalan dengan baik.

    - Mampu memimpin tim mencapai tujuan bersama.

    - Cenderung memikirkan kesuksesan tim daripada dirinya sendiri.

    - Mampu diandalkan dan bisa dipercaya.

    Karakter dan Mental Quadrant I

    - Seluruh karakter B ada di I juga. Namun I lebih unggul karena selain bisa menciptakan sistem yang bekerja untuk mencetak pendapatan, I juga mampu membuatnya lebih otomatis.

    - Tanpa turun langsung. Perusahaan yang diberikan dana mampu mengelola dirinya dan memberikan pendapatan pasif.

    Manfaat Menggunakan Cash Flow Quadrant

    Mempelajari mengenai cashflow quadrant rupanya punya manfaat yang bisa kamu gunakan untuk diri sendiri ataupun dalam ‘membaca’ kecenderungan posisi orang lain dalam mencapai kebebasan finansial.

    Nah manfaat cashflow quadrant yang bisa kamu dapatkan, yaitu:

    1. Memetakan diri sendiri dan orang lain. Khususnya diri sendiri, kamu jadi bisa tau sudah ada di tahapan mana dalam mencapai kebebasan finansial. Tak apa bila masih di E, siapa tahu secara bertahap kamu bisa menjadi S. Apa pun mungkin, bukan?
    2. Sarana mengevaluasi karier. Siapa tahu di antara kalian ada yang masih menjadi E namun ada desakan dalam diri untuk membuka usaha sendiri. Perpindahan karier atau perubahan strategi bisa jadi lahir jika kamu mampu mengetahui di tahap mana kamu dalam mencapai kebebasan finansial.
    3. Alat untuk menantang diri demi kemajuan diri. Jika kamu sudah tahu ada di kuadran mana, telaah apakah kamu ingin ‘naik kelas’? Lalu aksi apa yang bisa kamu lakukan sesuai dengan kondisi kamu sekarang.

    Dalam bukunya, Robert T. Kiyosaki menyebutkan, “Sebagian besar dari kita berpotensi untuk berhasil dalam setiap kuadran. Namun, semua itu bergantung pada sebesar apa tekad kita untuk berhasil.”

    Nah, dari situ bisa kita simpulkan bahwa tak ada yang salah di kuadran manapun. Selama kamu bisa memahami pola-pola yang bisa membuatmu berhasil di kuadran tempat kamu berpijak sekarang, maka tak masalah.

    Tapi jika kamu ingin berpindah ke kuadran yang levelnya lebih tinggi, maka kuncinya satu: ubah pola pikir soal uang! Jika kamu ingin uang yang akhirnya bekerja untuk kamu maka kuatkan tekad dan buat tujuan yang jelas.

    Seorang “E” memiliki bekerja untuk sistem. Sedangkan seorang “S” merupakan sistem itu sendiri. Beda lagi dengan seorang “B” yang memilih untuk menciptakan, memiliki, atau mengendalikan sistem. Akhirnya seorang “I” menginvestasikan uang dalam sistem.

    Baca juga: Pekerja Wajib Tahu: Panduan Hak Cuti Karyawan

    Kesimpulan

    Ingat ya, tak pernah ada jalan pintas untuk sukses dan mencapai kebebasan finansial. Begitu juga tak ada cara singkat yang membuatmu tiba-tiba ada di posisi “I” tanpa pernah mencicipi menjadi seorang “S” maupun “B”.

    Nah, setelah kamu membaca artikel cash flow quadrant ini, apakah sudah bisa memetakan ada di kuadran mana kamu berada? Semoga setelah ini kamu bisa menaikkan level dengan cara meningkatkan kemampuan diri.

    Mulai dari pola pikir mendapatkan uang, keberanian keluar dari zona nyaman, memiliki inisiatif, dan meningkatkan kemampuan manajerial. Yuk, dimulai!

    Referensi:

    • https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/memahami-4-kuadran-pendapatan
    • https://landx.id/blog/konsep-cashflow-quadrant-robert-kiyosaki/
    • https://www.gramedia.com/best-seller/review-buku-cashflow-quadrant/



    Sumber foto:

    • Freepik

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!