Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Content Writer sebagai Profesi Masa Kini

    Menjadi seorang content writer tidak sulit, asalkan kamu tahu jenis, tugas, dan kemampuan dasar yang wajib dimiliki.

    Kamu pasti pernah atau bahkan sering membaca artikel di website, blog, atau sebuah portal berita online, kan? Atau, menemukan konten-konten tulisan yang menarik dan asyik dibaca?

    Semua itu hasil karya seorang content writer, lo. Kamu bahkan bisa berkarir menjadi seorang content writer jika memang memiliki hobi menulis. 

    Belakangan ini, apabila kamu gemar menulis, content writer adalah salah satu opsi karier terbaik yang bisa dijadikan pilihan utama, nih, Majoopreneurs.

    Profesi kekinian yang mulai dilirik dan dibutuhkan secara serius oleh banyak perusahaan ini utamanya menulis untuk pemasaran produk dan/atau jasa di dunia digital.

    Content writer sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghasilkan konten berkualitas agar dapat bersaing dengan kompetitor mereka. 

    Kenapa, ya? Karena saat ini dunia sedang memasuki era digital dan mencari informasi dapat dikatakan sebagai makanan sehari-hari warga dunia, termasuk Indonesia.

    Menurut Webdew, content writer adalah profesi yang sangat diminati karena bisnis saat ini memahami pentingnya konten berkualitas.

    Para pebisnis tersebut memerlukan pihak yang bisa membuat konten untuk perusahaan agar mampu bersaing dengan para kompetitor.

    Apa Itu Content Writer?

    Content writer adalah seorang penulis profesional yang bertugas membuat konten-konten menarik dan berkualitas dalam bentuk artikel, jurnal, berita, e-book, naskah, takarir/caption media sosial, dan lainnya.

    Biasanya hasil pekerjaan mereka akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, tetapi penulis profesional ini lebih banyak berperan mendukung kampanye pemasaran perusahaan.  

    Alasannya, content writer dianggap memiliki keahlian yang baik dalam menyampaikan sebuah informasi melalui tulisan, baik untuk edukasi, tutorial, hingga promosi.

    Hasilnya akan ditampilkan pada sebuah media untuk mempublikasikan tulisan dari content writer mulai dari blog, sosial media, hingga portal berita.

    Baca Juga: Social Media Marketing: Pengertian Hingga Contohnya 

    Bedanya Content Writer dan Copy Writer

    Mungkin ini salah satu pertanyaan yang muncul di benak kamu, Majoopreneurs. Apa, sih, perbedaan dari kedua profesi tersebut? Di bawah ini, majoo beri tahu secara singkat bedanya content writer dan copywriter. 

    Perbedaan content writer dan copywriter yang pertama terletak pada tujuannya. Copywriter bertujuan untuk mendorong penjualan, sementara content writer bertujuan untuk meningkatkan engagement atau keterlibatan pembaca

    Copywriting memiliki target penjualan yang lebih objektif, sementara content writing tujuannya lebih umum dan bersifat membangun citra sebuah produk atau perusahaan.

    Biasanya content writing juga lebih bersifat informatif dan tidak terang-terangan menjual.

    Perbedaan kedua, konten yang dibuat oleh seorang copywriter biasanya lebih pendek sementara konten tulisan yang dibuat seorang content writer cenderung lebih panjang.

    Target juga menjadi pembeda antara content writer dan copywriter. Tujuan akhir copywriting adalah menjual produk atau mengajak target konsumen atau pasar membeli produk, sehingga cenderung diakhiri dengan ajakan bertindak lebih jelas.

    Copywriter juga menulis untuk aset perusahaan seperti ads, campaign, sales landing pages, atau e-mail blast. 

    Sementara, content writing justru memberikan ajakan yang cenderung lebih halus, karena tujuannya hanya untuk melibatkan pembaca dan mendorong loyalitas.

    Jenis-Jenis Content Writer

    Ternyata content writer banyak jenisnya. Klasifikasi dan perbedaan dari setiap jenis content writer ini sesuai dengan konten yang mereka buat di media online.

    Mereka juga dibagi pula berdasarkan keahlian mereka untuk mengkreasikan konten-konten tersebut. Berikut ini beberapa jenis content writer

    1. SEO Content Writer

    SEO Content Writer adalah seorang penulis yang bertugas menulis konten sesuai dengan kaidah SEO atau search engine optimization

    Content writer tersebut akan menulis konten berupa artikel untuk website sesuai dengan keyword yang banyak dicari orang pada mesin pencari.

    Bila dibutuhkan, para penulis konten itu juga akan menyesuaikan konten dengan elemen-elemen SEO lainnya.

    Penggunaan SEO bermanfaat agar artikel website mudah dicari dan bisa mendapatkan peringkat terbaik di mesin pencari seperti Google sehingga mendatangkan traffic website yang tinggi.

    2. Media Sosial

    Di beberapa perusahaan, content writer tidak hanya ditugaskan untuk menulis konten blog tapi juga membuat konten media sosial. 

    Seorang content writer harus memastikan konten yang dibuatnya itu menarik, up to date, dan membangun interaksi antara merek dan pembaca.

    3. Jurnalis

    Jenis content writer ketiga adalah jurnalis. Dengan semakin banyaknya portal berita online, tentunya membuat mereka harus bisa memproduksi berita sebanyak-banyaknya. 

    Itu sebabnya, sekarang portal berita tidak hanya membutuhkan jurnalis lapangan, tapi juga butuh seorang content writer yang bertugas menulis berita-berita yang sifatnya menghibur seperti artikel entertainment atau feature

    Tambahan lainnya, content writer jurnalis juga bertugas untuk menulis advertorial atau media placement

    4. Technical Writer

    Ini adalah jenis content writer yang harus memiliki kemampuan tinggi untuk menginterpretasikan informasi beragam dan sangat kompleks ke dalam tulisan yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat secara umum. 

    Biasanya technical writer dibutuhkan untuk menulis manual guide sebuah produk.

    5. Generalist Writer

    Biasanya jenis generalist writer ini dipilih untuk membuat konten sebanyak mungkin tanpa tema yang ditentukan. 

    Seringnya, nih, generalist writer bertujuan untuk menciptakan kesadaran sebuah brand

    Walau tidak ada tema tertentu untuk setiap tulisannya, generalist tetap harus bertanggung jawab untuk membuat konten berkualitas.

    6. Ghost Writer

    Ghostwriter atau penulis anonim tidak diketahui oleh publik, tetapi semua orang tahu mereka ada. Persis seperti hantu dengan wujud tidak terlihat tetapi memang ada.

    Para penulis ini akan membuat konten untuk penerbit atau perusahaan dengan tujuan membantu mereka menghemat waktu dan anggaran. 

    Banyak perusahaan yang mempekerjakan penulis anonim karena mereka tidak pandai menulis tetapi tetap ingin menerbitkan artikel atas nama sendiri.

    7 Tugas Utama Content Writer

    Content writer wajib tahu tugas-tugasnya agar tulisannya bisa menarik minat pembaca dan menjangkau sejauh mungkin para warganet, termasuk yang sedang mencari sebuah tulisan baru.

    Tulisan juga harus enak dibaca dan mudah dimengerti. Berikut ini 7 tugas utama content writer yang wajib kamu ketahui.

    1. Content Writer bertugas menulis konten sesuai dengan pesanan dan relevan dengan platform yang akan diisi. Misalnya untuk website kesehatan, maka kontennya tentu akan berbeda dengan website musik.
    1. Content Writer memiliki tugas untuk menganalisa atau melakukan riset, sebelum membuat tulisan. Data atau informasi yang dituangkan ke dalam tulisan harus bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan.
    1. Content Writer bertugas untuk mencari kata kunci atau keywords yang akan ditulisnya karena berkaitan dengan SEO, agar tulisan bisa gampang ditemukan pembaca lewat pencarian Google.
    1. Seorang content writer juga bertugas mengedukasi pembacanya dengan menyajikan informasi yang kompleks tapi mudah dimengerti.
    1. Content Writer yang bekerja di divisi Marketing harus mampu membuat produk yang ditawarkan mudah ditemukan, sehingga website-nya pun bisa mendapatkan viewers yang banyak.
    1. Content Writer wajib memahami format penulisan yang baik. Termasuk melakukan sunting mandiri serta memastikan ejaan tanda baca yang baik dan benar pada naskah yang dibuat.
    1. Terakhir, content writer wajib menyelesaikan tulisannya sesuai deadline. Content Writer yang tepercaya dan profesional tidak akan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan atau pesanan tulisan jika bisa dipercaya mampu melaksanakan tugasnya sesuai kesepakatan.

    Kemampuan yang Wajib Dikuasai Content Writer

    Untuk menjadi penulis konten yang sukses maka kamu juga harus memiliki beberapa kemampuan ini. Apa saja kemampuan yang wajib dikuasai oleh content writer tersebut?

    1. Mampu menulis dalam berbagai gaya penulisan

    Setiap tulisan memang punya gayanya tersendiri. Misalnya tulisan pada sebuah blog memiliki kesan santai, terkadang tidak mencantumkan kaidah berbahasa, dan mengandung banyak opini. 

    Berbeda jika dibandingkan dengan berita tulisan yang cenderung lebih informatif dengan bahasa yang to the point

    Maka jika ingin menjadi penulis konten yang andal, maka kamu harus bisa menulis dengan berbagai gaya. Kamu juga harus memiliki kemampuan story telling sehingga tulisan yang dibuat bisa pahami oleh pembaca.

    2. Tidak menulis dengan asal-asalan

    Ketika hendak membuat sebuah konten, seorang penulis konten dituntut untuk membuat konten yang bagus dengan ide yang menarik.

    Dalam sebuah tim, ide tulisan ditentukan berdasarkan hasil diskusi, tapi bagi penulis lepas penentuan ide harus dilakukan sendiri. 

    Itu sebabnya, sebelum menentukan ide, ada baiknya seorang penulis paham hal-hal seperti:

    • Paham target audiens yang dituju.
    • Mencari tahu lebih dalam tentang kata kunci yang akan ditulis.
    • Mengamati jenis konten yang ditulis kompetitor.
    • Buat judul yang menarik perhatian pembaca.

    3. Peka terhadap tren

    Konten artikel pastinya harus up to date alias mengikuti perkembangan terkini. Jika tulisanmu memuat informasi terbaru, maka pembaca akan lebih tertarik dengan kontenmu. 

    Dengan begitu, brand yang kamu kelola semakin dikenal karena engagement yang dilakukan terus mengalami peningkatan.

    4. Buat konten yang original

    Buat konten yang original hingga kamu dikenal dengan gaya menulis sendiri. 

    Ide yang dimiliki sesama penulis konten mungkin saja sama, tapi seorang penulis konten harus bisa memilih sudut pandang tulisan berbeda dan unik sehingga pembaca tidak mengalami kejenuhan dengan konten yang dibahas.

    5. Paham teknologi yang digunakan

    Inilah perangkat lunak yang sering digunakan dalam membuat konten oleh para content writer, seperti SEO, HTML, CSS dan WordPress. 

    Tidak harus paham sampai menjadi ahli, tetapi setidaknya penting untuk bisa memahami hal-hal dasar sehingga bisa mendukung hasil kerja lebih optimal.

    6. Aktif di media sosial

    Hampir sebagian besar aktivitas orang-orang di masa kini dihabiskan untuk mengakses media sosial. Dengan aktif di media sosial maka akan banyak orang yang akan mengikuti rekam jejak hingga portofolio seorang content writer. 

    Baca Juga: 8+ Contoh Bisnis Digital yang Meraup Keuntungan 

    Soft Skill untuk Content Writer

    Ada soft skills yang sebaiknya dikuasai oleh seorang Content Writer. Di bawah ini adalah empat soft skills yang dimaksud.

    · Fokus

    Kemampuan fokus diperlukan dalam kegiatan menulis, karena terkadang sangat sulit untuk tetap fokus pada tulisan dan tidak terganggu oleh keadaan sekitar. 

    Jadi, seorang penulis konten biasanya memiliki kemampuan fokus yang baik ketika ia harus bekerja dan menulis. Hal ini dapat memudahkan pekerjaan dan membuat tulisan cepat selesai.

    · Komunikasi

    Bukan sekadar komunikasi biasa, Majoopreneurs. Seorang penulis konten harus bisa berkomunikasi dengan baik. 

    Sebab, kemampuan komunikasi yang baik dapat membantu seorang penulis dalam caranya berkomunikasi dengan pembaca di dalam artikel. 

    Jadi, seorang penulis konten harus menguasai kemampuan ini agar dapat menyampaikan maksud tulisan yang ada di dalam otaknya ke dalam konten dengan baik.

    · Memahami pembaca

    Memahami kebutuhan dan keinginan pembaca sangat penting agar mereka mengerti isi tulisan penulis konten. 

    Seorang content writer dapat mewujudkan kebutuhan pembacanya ke dalam konten merupakan faktor terpenting dari keberhasilan seorang penulis konten.

    · Mampu memberikan jawaban dari pertanyaan melalui artikel

    Membuat artikel dengan menerapkan kebutuhan SEO atau search engine optimization artinya kamu akan membuat artikel berdasarkan kata kunci yang banyak di cari di mesin pencarian. 

    Tentunya seorang Content Writer diharapkan mampu memahami kata kunci yang akan ia jabarkan menjadi sebuah tulisan. Misalnya saja dengan kata kunci tersebut, ia menjadi paham hal yang sebenarnya sedang dicari oleh pembaca.

    Menjadi seorang content writer artinya harus bisa fokus dan tidak mudah teralihkan agar tulisan yang dihasilkan bisa selesai tanpa gangguan.

    Berapa Gaji Content Writer?

    Meski tidak ada patokan khusus dan tergantung pada kebijakan pihak perusahaan atau klien, di bawah ini kisaran angka yang bisa kamu intip sebagai perbandingan. 

    Full time

    Gaji penulis konten full time tentunya lebih besar daripada penulis lepas. Setidaknya setara dengan UMK tempat tinggalmu. Umumnya, gaji yang diberikan mulai dari kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta. 

    Namun, kamu bisa juga digaji lebih dari Rp5 juta tergantung bargaining perusahaan tempat bekerja.

    Freelance

    Pekerjaan freelance sering dipilih bagi mereka yang butuh pemasukan tambahan atau sedang memiliki banyak waktu senggang. 

    Penghasilan yang bisa didapatkan dari content writer freelance berkisar antara Rp2 juta hingga Rp4 juta. Namun, angka ini sangat bergantung pada kesepakatan yang kamu lakukan dengan pemberi pekerjaan.

    Mandiri

    Kamu seorang blogger? Kalau kamu memiliki blog dengan traffic yang bagus, maka kamu bisa bekerja secara mandiri. 

    Kamu bisa menemukan klien dengan cara sendiri dan membicarakan proyek yang akan dilakukan sesuai kesepakatan.

    Bila bekerja sendiri, maka gaji yang kamu terima bisa kamu tentukan sendiri. Angkanya bisa lebih besar asal kamu memberikan kualitas konten yang terbaik.


    Mencari dan Menemukan Content Writer 

    Bisnismu sedang membutuhkan seorang penulis konten? Menemukan content writer yang berkualitas memang cukup menantang. 

    Dari jumlah penduduk Indonesia, ada jutaan penulis yang memiliki kualifikasi dan gaya menulis tertentu.

    Tapi jangan khawatir, Majoopreneurs. Berikut adalah cara-cara mencari dan menemukan penulis konten yang tepat.

    • Membuka lowongan kerja
    • Gerilya dengan mencari kontak mereka lewat teman/kerabat
    • Agensi/outsourcing
    • Komunitas, yaitu mendatangi kelompok tertentu seperti komunitas penulis, blogger, atau freelancer.
    • Ini yang paling mudah karena tidak perlu susah mencari.
    • Media sosial. Content writer pastinya aktif di internet, sehingga paling tepat untuk mencarinya di media sosial.

    Setelah itu, kamu bisa mencari tahu berapa harga jasa tulisan yang mereka tawarkan kepadamu. 

    Kesimpulan

    Secara singkat, content writers adalah para penulis yang bertanggung jawab atas perencanaan dan penerbitan suatu konten di berbagai platform online.

    Sekarang, profesi ini juga sedang dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Bagi kamu yang gemar menulis dan berminat untuk mencoba menjadi content writer, pekerjaan ini cocok untuk dijadikan pilihan utama.

    Kamu mau membaca artikel lain yang sudah disiapkan majoo? Banyak pilihan tema yang bisa menunjang bisnis UMKM kamu, lo, Majoopreneurs. Selamat berkeliling blog majoo!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.