Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Convenience Store adalah: Ciri-Ciri dan Contohnya

    Convenience Store adalah: Ciri-Ciri dan Contohnya

    Convenience store menargetkan para pekerja kantoran dan anak-anak muda yang ingin serba praktis saat nongkrong bersama.

    Kamu pasti sering pergi ke toko kelontong untuk membeli kebutuhan harian, seperti makanan ringan, minuman dalam kemasan, hingga masker ketika pandemi melanda Indonesia. Namun jika disebut sebagai convenience store, apakah kamu akan menyadari bahwa maksudnya adalah toko kelontong tersebut?

    Berbelanja di convenience store memang membuat para konsumen nyaman. Mereka mendapatkan sensasi belanja sekaligus menikmati makanan atau minuman yang mereka beli langsung di tempatnya, karena rata-rata convenience store menyediakan tempatnya. 

    Convenience store merupakan konsep pasar modern yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat sejak tahun 1970an, menggeser tren dan kebiasaan berbelanja di pasar tradisional. 

    Apa saja yang dijual di convenience store ini? Apakah convenience store dan minimarket itu sama? Mari kita bahas dalam artikel tentang tempat berbelanja modern ini.

    Baca juga: Pasar Modern: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Pengertian Convenience Store

    Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, convenience store memiliki arti toko serba ada. Alasannya adalah toko ini mampu menyediakan beragam jenis kebutuhan konsumen, mulai dari minuman dalam kemasan, makanan ringan, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan yang dijual bebas, dan lain sebagainya.

    Harganya yang tergolong cukup terjangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat membuat jenis toko ini menjadi pilihan yang pas untuk berbelanja. Terlebih lagi bila ada promosi pada waktu-waktu khusus, dapat dipastikan toko kelontong ini bisa terus ramai dikunjungi pembeli.

    Di dalam pengertian lain, convenience store yaitu sebuah bisnis yang mengandalkan ruang publik terbuka dan dengan cepat melayani serta menjual produk favorit para konsumen. Ketersediaan produk ini didominasi oleh makanan, minuman, hingga pom bensin dan jasa pelayanan.

    Dalam definisi berikutnya, convenience store bisa disebut sebagai swalayan mini yang menjual kebutuhan sehari-hari. Retail ini mudah ditemukan karena berlokasi di pemukiman penduduk dan kebanyakan dapat membuka gerainya hingga 24 jam. Contohnya adalah Lawson dan Circle K.

    Ciri-Ciri Convenience Store

    Seperti apa, toko yang dapat disebut sebagai convenience store itu? Apa saja ciri-cirinya?

    Sesuai definisinya, convenience store merupakan bisnis ritel kecil yang menyediakan berbagai barang-barang kebutuhan harian seperti kopi, camilan ringan, makanan cepat saji, masker medis saat pandemi terjadi, obat-obatan ringan yang dijual bebas, dan lainnya.

    • Lokasi

    Kalau kamu sering menjumpai toko seperti ini biasanya berada di tempat keramaian anak-anak muda dan para pekerja seperti di perkantoran, kampus, atau kawasan elit di area perkotaan karena memang sangat cocok di daerah metropolitan.

    Penempatan toko biasanya berada di sudut strategis supermarket/mall, dan tempat-tempat ramai lainnya seperti di stasiun, terminal, dan lain sebagainya. 

    Selain itu, convenience store dapat dilihat dari ukuran bangunannya. Dalam hal ini, ukuran bangunan bisa berbeda-beda, umumnya tidak kurang dari 500 meter persegi.

    Convenience store juga menyediakan lahan parkir untuk para pembeli dan kemudahan akses untuk para pejalan kaki. Tujuannya adalah agar bisa mencegah terjadinya parkir bebas dan menghindari kemacetan. Apalagi bila toko tersebut berada di pinggir jalan, tentunya lahan parkir sangat penting sehingga lalu lintas tetap terkendali dan tidak terganggu. 

    • Target Pasar

    Salah satu target pasar bisnis convenience store adalah para anak muda dan pekerja kantoran karena memang cocok untuk sekadar nongkrong, santai bersama teman-teman, atau bahkan bisa jadi tempat untuk meeting santai dengan klien.

    Selain itu bisnis ini juga menargetkan spot-spot yang sedang ramai karena viral. Apakah kamu sering merasa terpanggil untuk sejenak melepas lelah di sana atau menjadikan convenience store sebagai meeting point dengan teman-teman?

    Produk Apa Saja yang Dijual?

    Pada umumnya bisnis ini menjual barang-barang kebutuhan harian seperti soft drink, kopi, camilan kemasan, dan makanan cepat saji. Sebuah convenience store minimal memiliki sekitar 5000 SKU.

    Kategori makanan cepat saji pun dijual dalam varian terbatas, karena mengingat konsep dari toko ini hanya sebagai tempat nongkrong sejenak atau mampir sementara.

    Perbedaan Convenience Store dan Minimarket 

    Hingga sekitar tahun 2015, perbedaan convenience store dan minimarket terlihat cukup jelas. Namun seiring perkembangan zaman, minimarket mulai menerapkan konsep yang sudah dijalankan oleh convenience store terlebih dahulu. 

    Kita lihat, yuk, apa saja perbedaan antara convenience store dan minimarket?

    • Jenis Barang

    Di minimarket, produk yang dijual adalah kebutuhan pokok dan harian seperti beras, minyak goreng, sabun mandi, pembersih lantai, produk rumah tangga lainnya, hingga makanan hewan peliharaan. Sementara convenience store lebih banyak menjual makanan ringan, minuman dalam kemasan, makanan siap saji seperti sandwich, dan kopi siap seduh. 

    Namun kini, seiring persaingan bisnis dan perkembangan zaman, sudah mulai banyak minimarket yang meniru konsep convenience store misalnya dalam hal penyajian kopi siap seduh dan makanan siap saji.

    • Luas Toko

    Meskipun berdasarkan Pasal 3 Ayat (2) Poin (A) Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 menjelaskan bahwa minimal luas minimarket adalah 400 meter persegi dan bangunan yang memiliki luas 400 meter persegi hingga 5.000 meter persegi menurut Pasal 3 Ayat (2) Poin (B) Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 masuk kategori supermarket, biasanya minimarket berukuran lebih kecil dari aturan tertera. 

    Minimarket zaman sekarang ada yang menempati lahan sekitar 200m² atau bahkan di ruko-ruko demi bisa menjangkau konsumen radius terdekatnya.

    Begitu pula dengan convenience store, yang belum bisa disebut supermarket jika dilihat dari jumlah barang, tetapi ukuran luas tokonya berada di antara 400m² hingga 999m². Luas ini belum termasuk lahan parkir. 

    • Jumlah Barang

    Beda luas bangunan, beda pula jumlah barang yang dapat ditampung sebuah toko, bukan? Toko yang menampung sekitar 3000an item masuk kategori minimarket. Sementara sebuah convenience store dapat menampung sekitar 5000an item. 

    • Jam Operasional

    Minimarket biasanya memiliki jam operasional terbatas, misalnya buka pada pukul 08:00 pagi dan tutup pada pukul 22:00 WIB. Sementara convenience store dapat buka sepanjang 24 jam setiap harinya. 

    • Jangkauan Area

    Setiap toko retail memiliki jangkauan area yang menjadi target pasar mereka. Artinya, semakin kecil sebuah toko, tentunya berdampak semakin sempit jangkauannya. Kamu pasti menyadari bahwa minimarket semakin menjamur. Itu sebabnya, minimarket hanya dapat menjangkau radius kurang dari 2 kilometer. Sementara sebuah convenience store dapat menjangkau hingga radius 5 kilometer. 

     

     Jangkauan area dan jam operasional convenience store lebih luas dari minimarket.

    Contoh Convenience Store

    Setelah membaca ciri-ciri di atas, tentunya kamu bisa mengetahui contoh-contoh convenience store di Indonesia. Sering banget dijadikan sebagai lokasi pilihan untuk berkumpul para anak muda dengan anggaran lebih hemat bila dibandingkan dengan nongkrong di kafe elit, bukan? 

    Nah, sekarang kita lihat contoh dari beberapa convenience store yang sudah ada di Indonesia:

    1. Lawson

    Lawson adalah salah satu convenience store yang terkenal di kalangan anak muda. Toko ini pertama kali di bukan oleh J.J Lawson. Pada awalnya, Lawson bukanlah bisnis convenience store. Toko ini hanya menyediakan produk susu di Amerika Serikat.

    Rupanya seiring dengan berjalannya waktu, toko ini mulai mengalami perkembangan dan mempunyai banyak cabang di Amerika Serikat. Perkembangan Lawson yang dinamis membuat toko ini mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan, sampai akhirnya toko ini hadir di Jepang di tahun 1975.

    Dengan alasan itu pula, jangan heran jika mereka saat ini menyajikan camilan khas Jepang, seperti Oden, Onigiri, dan lain sebagainya. Bahkan, terdapat beberapa produk yang hanya di jual di Lawson.

    2. Indomaret Point

    Maraknya kehadiran bisnis convenience store di Indonesia membuat Indomaret tidak ingin kalah bersaing. Mereka mulai menghadirkan konsep baru yang dikenal dengan Indomaret Point.

    Berbeda dengan Indomaret pada umumnya, jenis Indomaret ini mengekspansi penawaran dengan cara menyediakan beragam macam makanan dan minuman cepat saji.

    Indomaret Point menambahkan berbagai fasilitas lain yang memanjakan konsumennya seperti kursi, meja, hingga WiFi. Sehingga, para pelanggan tidak hanya berbelanja, tapi juga bisa bersantai sejenak sambil menikmati makanan.

    3. Family Mart

    Family Mart adalah convenience store dari Jepang. Saat ini kita sudah bisa menemukan banyak gerai Family Mart di berbagai kota besar di Indonesia.

    Toko ini sangat mengandalkan sistem digital, karena target pasar mereka adalah pegawai kantoran yang tidak mempunyai banyak waktu untuk mengantri di kasir. Produk yang mereka hadirkan pun sangat beragam.

    Di tahun 2019 lalu, toko ini juga turut menggandeng para UMKM lokal untuk ikut menjajakan produknya ke Family Mart agar dapat turut serta meningkatkan perekonomian Indonesia.

    4. Circle K

    Circle K sebenarnya lebih fokus dalam menjual beragam kebutuhan sehari-hari masyarakat. Namun, beberapa lokasi Circle K ada juga yang menyediakan minuman siap seduh hingga sarapan praktis. Mereka juga menyediakan meja dan kursi di depan toko agar para pelanggannya bisa bersantai sejenak dan menjadikan toko tersebut sebagai lokasi favorit anak muda.

    Baca juga: Apa Itu Bisnis Ritel? Pahami Definisi hingga Jenisnya! 

    Kesimpulan

    Convenience store adalah tempat berbelanja kebutuhan harian yang praktis, memiliki tempat duduk untuk rehat sejenak, dan dapat diakses 24 jam. Sebagian besar convenience store mempunyai target pasar dari kalangan menengah, sehingga mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas di Indonesia.

    Ditambah dengan kegiatan promosi yang mereka lakukan pun sangat beragam dan cukup konsisten, terutama melalui digital platform

    Lokasinya yang sangat strategis dan mudah ditemukan di berbagai tempat, serta harganya yang terjangkau pun semakin memikat masyarakat dan konsumen hingga menjadi pelanggan tetap.

    Tidak heran jika banyak pelanggan yang lebih memilih untuk berbelanja di convenience store untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Termasuk kamu, Majoopreneurs?

    Referensi:

    • https://bisnis.tempo.co/read/1611929/tahukah-perbedaan-minimarket-supermarket-dan-hypermarket
    • https://accurate.id/bisnis-ukm/mengenal-bisnis-convenience-store-dan-tips-tepat-mengoptimalkannya/
    • https://www.sentrarak.com/perbedaan-supermarket-minimarket-dan-hypermarket/
    • https://blog.dealpos.com/trend-bisnis-retail-convenience-store/

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Marketing Mix 7P: Pentingnya Implementasi Dalam Bisnis
    Strategi marketing mix perlu diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi target penjualan produk guna mendapatkan profit yang optimal.
    Bank Garansi adalah: Contoh, Tujuan, Fungsi
    Berbeda dari banyak bank lain yang kita kenal, bank garansi adalah bentuk jaminan dari bank yang bisa dimanfaatkan untuk kembangkan bisnis. Apa maksudnya?
    5 Contoh Surat Pengalaman Kerja
    Bermaksud pindah kerja? Siapkan satu jenis surat penting sebagai penunjangnya. Surat pengalaman kerja biasanya tidak perlu dilampirkan bersama CV.
    Laporan Keuangan Perusahaan Jasa: Kenali Jenis & Contohnya!
    Tak hanya perusahaan dagang, bisnis yang bergerak di sektor jasa pun perlu membuat laporan keuangan perusahaan jasa. Yuk, kenali jenis dan contohnya!