Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Pasar Modern: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Definisi Pasar Modern dan Ciri-Cirinya

    Pasar merupakan tempat masyarakat dalam melakukan aktivitas jual-beli sebagai dasar perekonomian suatu wilayah. Saat ini, pasar dibagi menjadi dua, yaitu pasar modern dan pasar tradisional.

    Pasar tradisional adalah wadah bagi petani dan nelayan dalam menjual hasil panen mereka secara langsung dan biasanya dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, BUMN dan BUMD. Sedangkan pasar modern adalah pasar yang dikelola oleh manajemen modern dan umumnya terdapat di perkotaan.

    Umumnya, produk yang dijual di pasar modern sama dengan produk yang dijual di pasar tradisional. Namun, kedua jenis pasar tersebut memiliki perbedaan dari segi harga dan kualitas produk.

    Lalu, kenapa pasar modern bisa hadir? Pasar modern muncul sebagai konsekuensi dari gaya hidup masyarakat yang dinamis dan terus berkembang. Masyarakat menikmati pasar modern karena menyediakan tempat dan pengalaman belanja yang nyaman.

    Tahukah majoopreneurs pasar modern pertama di Indonesia? Awal mula tonggak sejarah pasar modern di Indonesia adalah berdirinya toserba (toko serba ada) bernama Sarinah di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat pada 23 April 1963. Selain menjadi pasar modern pertama di Indonesia, Sarinah merupakan department store pertama di Indonesia yang menaungi usaha rakyat, khususnya di bidang ritel dan gaya hidup. Nama Sarinah sendiri diambil dari nama pengasuh Presiden Soekarno semasa kecil.

    Setelah berdirinya Sarinah, mulai bermunculan pusat perbelanjaan modern lainnya, seperti Hero, Gelael, Grasera, Tomang Tol, Metro, hingga Golden Truly. Pada masa itu, pasar modern lebih diperuntukkan untuk kalangan berduit saja karena hampir 90 persen produk-produk yang ditawarkan merupakan barang impor. Hal tersebut dilakukan untuk mengikuti selera dan kebutuhan kelas menengah kota dan pekerja asing. Kini, siapapun dapat keluar masuk pasar modern dengan mudah dan sesuka hati.

    Jika dibandingkan dengan pasar tradisional, jumlah pasar modern di Indonesia masih kalah banyak, lho. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2019, pasar tradisional masih mendominasi pusat perdagangan publik, yakni mencapai 14.182 unit (88,52%), sementara toko/pasar modern sebanyak 1.131 unit (7,06%). Dua provinsi dengan persebaran pasar tradisional terbanyak terdapat di Jawa Timur (2.249 unit) dan Jawa Tengah (1.910 unit).

    Melihat data tersebut, dapat dibilang wajar saja. Pasalnya, hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen Media Research Indonesia pada 2020 seperti dilansir dari KataData menyebutkan bahwa 58 persen masyarakat tetap memilih belanja kebutuhan sayur mayur, ikan dan daging sehari-hari melalui pasar tradisional. Artinya, pasar tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja bahan makanan segar.

    Sementara itu, untuk pembelian kebutuhan rumah tangga bukan makanan segar, masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern. Sebanyak 67% responden memilih berbelanja di supermarket.

    Pasar modern merupakan salah satu jenis pasar yang menjadi tempat masyarakat berbelanja kebutuhan dalam jumlah besar atau grosir. Meskipun sama-sama pasar, pasar modern memiliki perbedaan dengan pasar tradisional.

    Baca juga: Memahami Segmentasi Pasar Agar Bisnis Lebih Maju

    Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih lengkap mengenai pasar modern. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, perbedaannya dengan pasar tradisional, hingga kelebihan dan kekurangannya. Simak penjelasan berikut ini.

    Pengertian Pasar Modern

    Menurut Kotler (2001), pasar modern adalah pasar yang penjual dan pembelinya tidak bertransaksi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang atau barcode, berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.

    Sedangkan, Sinaga (2006) mengatakan bahwa pasar modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya terdapat di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah ke atas).

    Saat ini, pasar modern menjadi pilihan masyarakat karena tempatnya yang menawarkan kenyamanan dalam berbelanja. Meskipun pemerintah telah meningkatkan peran pasar tradisional dengan melakukan revitalisasi, namun kenyamanan berbelanja di pasar modern masih belum bisa tergantikan.

    Selain itu, berbeda dari pasar tradisional yang menghadirkan tatap muka antara penjual dan pembeli, di pasar modern penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung. Pembeli melayani dirinya secara mandiri (swalayan) dengan melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode).

    Baca juga: Pasar Internasional: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Ciri-Ciri Pasar Modern

    Perbedaan Pasar Modern dengan Pasar Tradisional

    Sebenarnya sangat mudah untuk mengetahui ciri-ciri pasar modern karena terlihat dengan jelas saat kita melihat dan memasukinya. Berapa ciri pasar modern adalah sebagai berikut:

    • Pasar modern sudah menetapkan harga sesuai dengan kualitas produk sehingga tidak ada proses tawar-menawar.
    • Produk yang dijual di pasar modern telah dibubuhi barcode.
    • Produk yang dijual bermacam-macam dengan kualitas yang sudah terstandarisasi.
    • Berada pada suatu bangunan tertentu seperti di dalam mall atau berdiri sendiri.
    • Menggunakan sistem belanja self-service (swalayan).
    • Penataan ruang yang rapi, bersih, dilengkapi dengan AC, dan fasilitas lainnya, seperti toilet dan kafe.
    • Pembayaran produk dilakukan di kasir.
    • Mengadakan promosi pada waktu-waktu tertentu.
    • Tersedia layanan pramuniaga yang dapat membantu pelanggan.

    Jenis-Jenis Pasar Modern

    Kotler (2000) mengkategorikan pasar modern menjadi 10 macam, yaitu sebagai berikut:

    1. Minimarket

    Pasar modern ini berbentuk seperti toko kelontong, namun menyediakan fasilitas yang lebih modern. Contohnya antara lain Indomaret, Alfamart, dan Yomart.

    2. Convenience Store

    Produk-produk yang dijual di pasar modern ini kurang lebih sama dengan minimarket. Namun, biasanya convenience store memiliki harga barang yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan minimarket. Contohnya: Family Mart, Lawson, Circle-K.

    3. Special Store

    Pasar modern ini memiliki persediaan yang lengkap sehingga konsumen tidak perlu pindah ke toko lain untuk membeli sesuatu dengan harga bervariasi.

    4. Factory Outlet

    Di pasar modern ini, produk yang dijual biasanya adalah barang yang batal dipesan, batal dijual ke tempat lain, atau sisa produksi dengan kualitas nomor satu.

    5. Distro (Distribution Store)

    Pasar modern jenis ini biasanya menjual pakaian dan aksesoris yang diproduksi sendiri atau menggunakan sistem konsinyasi (titip jual).

    6. Supermarket

    Pasar modern dengan ukuran yang besar. Untuk supermarket kecil biasanya memiliki luas lahan sebesar 300 meter hingga 1.100 meter persegi, sedangkan supermarket besar memiliki luas sebesar 1.100 meter hingga 2.300 meter persegi. Contoh: Hero, Superindo, Gelael, Borma, Farmer’s Market, dll.

    7. Perkulakan atau Gudang Rabat

    Pasar modern ini menjual produk dalam jumlah atau kuantitas besar kepada non-konsumen. Mereka membeli produk untuk dijual kembali.

    8. Super Store

    Pasar modern berupa toko serba ada (toserba) yang memiliki produk yang bervariasi dan lebih lengkap, serta ukuran tempat yang lebih luas daripada supermarket. Contoh: Sarinah, Grand Toserba, Toserba Yogya.

    9. Hypermarket

    Pasar modern yang mirip seperti supermarket atau super store tetapi memiliki luas ruangan yang lebih besar. Contoh: Hypermart, TransMart, Giant.

    10. Mal dan Trade Center

    Pasar modern berbentuk pusat perbelanjaan yang menampung banyak toko (merchant) yang menjual berbagai macam produk. Di dalam mal atau trade center biasanya juga terdapat sembilan jenis pasar modern yang telah disebutkan di atas.

    Kelebihan dan Kekurangan Pasar Modern

    Tidak dapat dimungkiri, pasar modern adalah hasil inovasi yang luar biasa atas pasar tradisional. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari pasar modern. Simak tabel berikut ini:


    KELEBIHAN PASAR MODERN

    KEKURANGAN PASAR MODERN

    Hadirnya pasar modern menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari posisi pramuniaga, kasir, petugas kebersihan, keamanan, manajer, dan sebagainya.

    Pasar modern menyebabkan fenomena eksploitasi pemasok sebab perbandingan jumlah pemasok dengan jumlah pasar modern di suatu wilayah sering timpang.

    Pasar modern menyajikan tempat yang lebih bersih dan nyaman dibandingkan pasar tradisional.

    Pasar modern menyebabkan matinya pasar tradisional karena banyak konsumen yang lebih suka berbelanja ke pasar modern daripada ke pasar tradisional.

    Memiliki produk yang terjamin kualitasnya karena sudah memiliki standarisasi tersendiri.

    Menimbulkan kesenjangan ekonomi karena masyarakat kelas menengah ke atas cenderung berbelanja ke pasar modern, sementara pasar tradisional berisi masyarakat kelas menengah ke bawah.

    Pasar modern membantu negara meningkatkan jumlah pendapatan domestik bruto.

    Mengurangi devisa negara karena investor asing tertarik menanam modal terus-menerus sehingga mengurangi devisa negara karena meningkatnya impor.

     

    Perbedaan Pasar Modern dan Pasar Tradisional

    Perbedaan antara pasar modern dan pasar tradisional bisa dilihat berdasarkan ciri-cirinya.

     

    PERBEDAAN PASAR MODERN DAN PASAR TRADISIONAL

    HARGA BARANG

    Harga barang atau jasa yang diperjualbelikan di pasar modern umumnya sedikit lebih mahal dibandingkan di pasar tradisional. Selain itu, konsumen tidak bisa menawar harga di pasar modern seperti di pasar tradisional.

    KETERSEDIAAN BARANG

    Ketersediaan barang di pasar modern tergantung pada stok, sedangkan di pasar tradisional cenderung lebih lengkap dan banyak karena ada lebih dari satu pedagang.

    SISTEM PENGELOLAAN

    Pasar modern dikelola secara terpusat (sentralisasi) dan memungkinkan pengelola induk mengatur standar pengelolaan bisnis di seluruh cabang, sedangkan sistem pengelolaan pasar tradisional lebih terdesentralisasi karena pedagang memiliki sistem masing-masing.

    LEMBAGA PENGELOLA

    Pasar modern dikelola secara profesional dengan pendekatan bisnis, sedangkan pasar tradisional dikelola dinas terkait yang merupakan bagian dari sistem pemerintahan.

    KEAMANAN

    Pasar modern lebih aman dan nyaman karena memiliki petugas keamanan, sementara pasar tradisional lebih rawan kejahatan dan suasananya cenderung ramai dan sesak.

    KEBERSIHAN

    Pasar modern umumnya lebih bersih karena ada petugas kebersihan, sedangkan pasar tradisional kebersihannya kurang terjaga.


    Itulah penjelasan mengenai pasar modern. Jadi, kamu lebih suka berbelanja ke pasar modern atau pasar tradisional?

    Baca juga: Pengertian dan Contoh Pasar Bebas sebagai Bentuk Globalisasi

    Kesimpulan

    Munculnya pasar modern telah mengubah gaya seseorang dalam berbelanja. Di zaman dahulu, penjual akan melayani dan menemani orang-orang yang akan berbelanja. Setelah kehadiran pasar modern, interaksi antara penjual dan pembeli sangat minim dan nyaris tidak ada sama sekali.

    Salah satu ciri dari pasar modern adalah tidak ada sama sekali interaksi antara penjual dan pembeli. Pembeli hanya perlu mengambil produk yang diinginkan dan membayarnya di kasir.

    Minimarket merupakan salah satu contoh pasar modern. Di sana, setiap produk telah tertata dan terpajang secara rapi di atas rak. Pembeli hanya perlu mengambil produk yang diinginkan dan membayarnya di kasir.

    Meskipun jumlah pasar tradisional tetap mendominasi, pasar modern akan terus berkembang hingga ke pelosok karena kehadirannya sudah bisa diterima oleh masyarakat. Kehadiran pasar modern bukanlah untuk menggeser pasar tradisional. Justru, pasar modern hadir untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan barang-barang yang mereka butuhkan.

    Jika kamu berencana untuk menjalankan bisnis pasar modern, sangat penting untuk mengelola keuangan dengan baik. Aplikasi keuangan majoo memberikan banyak kemudahan untuk membuat buku jurnal, laporan keuangan usaha, aplikasi kasir, dan lain sebagainya. Dengan aplikasi majoo, siklus keuangan terus terkontrol dan kehidupan perusahaan akan terus tumbuh lebih baik. Coba dan buktikan kemudahannya sekarang juga!

    Pertanyaan Terkait

    • Aktivitas yang tidak ada di pasar modern adalah tawar-menawar.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.