Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Cost Per Lead adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya

    Cost per lead adalah salah satu metriks dalam digital marketing.

    Cost per lead adalah salah satu jenis biaya yang mungkin tak asing lagi bagi kamu yang biasa mengurus pemasaran, khususnya iklan. 

    Kemunculan cost per lead atau sering disebut CPL tak lepas dari perkembangan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi belakangan ini membuat banyak bisnis meninjau kembali strategi pemasarannya.

    Bisnis yang semula hanya melakukan pendekatan-pendekatan marketing secara konvensional mulai melirik digital marketing, termasuk periklanan online.

    Dalam digital marketing, ada banyak matriks yang bisa kamu perhatikan. Cost per lead merupakan salah satunya. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cost per lead? Simak penjelasannya di bawah ini!

    Pengertian Cost Per Lead

    Sebelum membahas pengertian cost per lead, kamu perlu memahami definisi ‘lead’ terlebih dahulu. Lead adalah pihak yang mempunyai minat terhadap barang atau jasa yang ditawarkan oleh bisnismu.

    Baca juga: Leads adalah: Fungsi, Contoh, dan Jenis

    Istilah tersebut lazim digunakan dalam digital marketing. Sebagai catatan, lead biasanya bukan orang yang ‘cuma’ tertarik, melainkan berpotensi besar untuk melakukan transaksi atau pembelian.

    Ketika beriklan secara digital, tentu kamu mau iklanmu tampil di hadapan audiens yang memang telah memiliki ketertarikan terhadap jenis produk yang kamu tawarkan, bukan? Dari situasi tersebut, muncul matriks CPL.

    CPL atau cost per lead adalah model penetapan harga iklan dengan sistem pengiklan membayar harga yang telah ditetapkan sebelumnya untuk setiap prospek (lead) yang dihasilkan.

    Melalui perhitungan CPL, kamu akan memperoleh gambaran tentang jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan lead atau prospek baru. Dari sisi perencanaan keuangan bisnis, CPL juga dapat digunakan untuk mengukur biaya suatu kampanye pemasaran.

    Model penghitungan ini mengukur efektivitas biaya campaign dalam menghasilkan prospek atau calon konsumen baru untuk produkmu. Kamu juga bisa menggunakan perhitungan CPL untuk menghitung return of investment (ROI) yang dihasilkan iklan tersebut.

    Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa cost per lead merupakan salah satu elemen yang penting dalam bisnis, terutama dalam kampanye pemasaran di internet dan media sosial.

    Dalam proses pemasaran, campaign dengan CPL sering kali digunakan agar bisnis memiliki kendali penuh atas brand. Jadi, bisnis bisa menyampaikan pesan yang benar-benar merepresentasikan brand tersebut.

    Beberapa bisnis juga mengandalkan CPL agar dapat terhubung dengan pelanggan yang sangat menyukai brand, produk, atau bahkan tujuan sosial mereka.

    Pasalnya, dengan membayar CPL, penyedia layanan iklan akan menghubungkan bisnis dengan audiens yang berpotensi menjadi melakukan pembelian, bahkan menjadi pelanggan loyal.

    Menariknya, pelanggan jenis ini cenderung merekomendasikan produk kepada orang lain yang memiliki minat serupa. Potensi keuntungan yang akan diperoleh bisnis pun makin optimal.

    Cara Menghitung Cost Per Lead dan Studi Kasusnya

    Setelah kamu mengetahui pengertian cost per lead, kamu tentu perlu mengetahui cara menghitungnya bila ingin menerapkan matriks tersebut dalam kampanye pemasaranmu.

    Cara menghitung cost per lead sebetulnya tidak rumit. Kamu bisa menghitungnya dengan rumus berikut ini.

    CPL = Biaya total iklan / Jumlah lead yang didapatkan

    Silakan lihat studi kasus cost per lead di bawah ini untuk memahami penerapan rumus di atas.

    Sebut saja, kamu menjalankan strategi digital marketing dan menghabiskan bujet 5 juta rupiah setiap bulannya untuk iklan. Konten iklan tersebut dilihat oleh 10 ribu audiens dan diklik sebanyak 500 kali. Kemudian, iklan tersebut mendatangkan sekitar 500 kunjungan ke website-mu. 

    Adapun target iklan tersebut ialah kamu memperoleh data prospek melalui formulir survei. Ternyata, dari 500 pengunjung website, ada 50 orang yang mengisi formulir survei. Jadi, berapa cost per lead untuk iklan yang kamu jalankan?

    CPL = Biaya total iklan / Jumlah lead yang didapatkan

    CPL = Rp5.000.000 / 50 orang

    CPL = Rp100.000/orang

    Setiap iklan biasanya diakhiri dengan call to action (CTA) tertentu. Salah satu CTA yang sangat lazim dimasukkan dalam iklan ialah arahan bagi audiens untuk mengunjungi website bisnis.

    Jika demikian, kamu bisa memasang tracking conversion di website-mu agar perhitungannya lebih mudah. 

    Baca juga: Conversion adalah Hal Penting Dalam Marketing, Apakah Itu?


    Mengenal demografi audiens bisa membuat cost per lead lebih efektif.

    Cara Agar Cost Per Lead Efektif

    Sebagai salah satu metriks dalam pemasaran digital, CPL mungkin saja efektif, mungkin juga tidak. Tentunya, para pemilik usaha berharap strategi dan investasi yang dikeluarkannya efektif.

    Bagaimana cara agar cost per lead efektif? Coba lakukan langkah-langkah di bawah ini!

    • Ketahui demografi audiens dengan performa yang paling baik

    Memahami demografi audiens merupakan faktor krusial bagi efektivitas sebuah kampanye digital marketing. Pemahaman tentang demografi audiens juga akan membantumu menekan nominal CPL.

    Ketika kamu merilis konten pemasaran, mungkin ada banyak kelompok demografi yang merespons konten tersebut. Namun, pasti ada kelompok yang paling optimal dalam menghasilkan lead.

    Nah, identifikasi kelompok demografi mana yang menghasilkan lebih banyak lead. Setelah menemukan kelompok demografi ini, kamu dapat mempersempit campaign hanya untuk demografi tersebut.

    Dengan begitu, kamu terhindar dari pengeluaran biaya untuk audiens yang tidak tertarik bertransaksi setelah melihat campaign tersebut.

    • Buat landing page sederhana

    Landing page adalah laman website yang dibuat khusus untuk sebuah kampanye pemasaran. Laman ini merupakan laman yang akan muncul ketika audiens mengeklik link yang disertakan dalam digital campaign.

    Secara umum, makin simpel dan jelas landing page yang kamu buat, makin tinggi kemungkinan audiens untuk melakukan transaksi. Karena itu, pastikan kamu memperhatikan poin-poin di bawah ini bila ingin landing page yang kamu buat efektif.

    • Pastikan landing page kamu hanya memiliki satu tujuan.
    • Hanya minta informasi yang diperlukan dari pelanggan.
    • Gunakan satu call to action dalam landing page tersebut.
    • Pakai copywriting yang sederhana.
    • Letakkan semua informasi penting di bagian awal landing page.

    Baca juga: Landing Page: Pengertian, Manfaat, dan Contoh dalam Bisnis

    • Fokus pada keyword dengan kinerja tinggi

    Pemilihan keyword atau kata kunci menjadi salah satu tahapan penting agar CPL efektif. Maka dari itu, kamu perlu memilah kata-kata kunci yang kamu gunakan dan analisis kinerjanya.

    Optimalkan kampanye pemasaran dengan kata kunci yang terbukti mendorong konversi dan hapus keyword yang tidak efektif. Sebagai gantinya, cobalah kamu gunakan long tail keyword. 

    Dengan long tail keyword, kamu mungkin mendapatkan lebih sedikit klik. Namun, kemungkinan konversinya akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil dari penggunaan keyword yang tidak efektif.

    Perlu dipahami, kata kunci yang tidak efektif bukan berarti tidak berguna. Keyword tersebut hanya tidak efektif di kampanye yang sedang kamu jalankan. Lain waktu, kamu bisa menggunakan kata kunci tersebut untuk kampanye lain dan hasilnya mungkin lebih efektif.

    • Lakukan A/B testing secara berkala

    Salah satu pendekatan terbaik untuk iklan berbayar ialah menjalankan setidaknya dua variasi iklan sekaligus. Dengan begitu, kamu dapat melakukan A/B testing

    Apabila kamu hanya menjalankan satu iklan dalam satu waktu, kamu tidak akan bisa membandingkan, menganalisis, dan belajar dari hasil iklan tersebut.

    Sebaliknya, penggunaan satu jenis iklan sebagai kontrol dan varian lainnya sebagai variabel akan memberimu ruang untuk memahami karakter iklan yang lebih optimal. Sebaiknya, kamu juga tidak menggunakan terlalu banyak variabel supaya kamu bisa menarik kesimpulan yang jelas.

    Di samping itu, pastikan setiap iklan ditayangkan dengan frekuensi yang sama. Ubah hanya satu elemen pada satu waktu untuk memahami apa yang paling sesuai dengan audiensmu. Langkah ini bisa menjadi salah cara agar cost per lead efektif.

    Sampai sini, semoga kamu sudah lebih memahami cost per lead, mulai dari pengertian, cara menghitung, hingga trik agar CPL lebih efektif. Jika kamu memerlukan referensi lain untuk mendukung pengelolaan bisnismu, cek artikel kami yang lain di sini!

    Referensi:

    • https://www.bigcommerce.com/ecommerce-answers/what-are-cpl-cost-per-lead-campaigns/ 
    • https://www.dewaweb.com/blog/cost-per-lead/ 

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!