Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Conversion adalah Hal Penting Dalam Marketing, Apakah Itu?

    Conversion adalah Hal Penting Dalam Marketing, Apakah Itu?

    Conversion adalah keberhasilan membuat audiens melakukan call to action.

    Conversion rate adalah elemen penting dalam pemasaran online. Angka conversion rate yang tinggi dianggap makin menguntungkan bagi pemilik bisnis. 

    Namun, sebelum membahas pengertian serta cara meningkatkan conversion rate, kamu perlu memahami hal-hal mendasar seperti pengertian conversion dan conversion marketing itu sendiri. Yuk, kita simak penjelasan detailnya di bawah ini!

    Baca juga: Inbound Marketing Adalah: Contoh, Strategi, dan Tahapannya

    Conversion adalah…

    Berbicara digital marketing, ada banyak sekali istilah yang mungkin kamu jumpai, mulai dari SEO hingga CTR. Sayangnya, kadang sebagian orang lupa untuk mulai memahami sesuatu dari hal dasarnya, yaitu definisi.

    Pasalnya, terjebak di tengah aneka istilah mutakhir tersebut tidak akan membuat strategi pemasaran bisnismu seketika menjadi canggih jika konsep dasarnya belum kamu pahami. Jadi, apa itu conversion?

    Conversion adalah proses saat penerima pesan pemasaran melakukan tindakan yang diharapkan oleh pemberi pesan. Dengan kata lain, conversion merupakan keberhasilan membuat seseorang merespons call to action.

    Baca juga: Call to Action Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Berhasil membuat audiens target membuka email pemasaran ialah conversion. Lalu, berhasil membuat audiens tersebut mengeklik tautan yang ada di dalam email, ini pun bentuk conversion

    Audiens target mengunjungi landing page situsmu dan mengisi formulir subscription agar bisa memperoleh informasi lebih banyak tentang bisnismu juga merupakan conversion.

    Tentu saja, audiens akhirnya bertransaksi dan menjadi konsumen merupakan level conversion paling tinggi yang diharapkan oleh pemilik bisnis. 

    Nah, dari penjelasan di atas terlihat bahwa conversion adalah bagian dari conversion marketing dan erat sekali kaitannya dengan customer conversion

    Conversion Marketing

    Salah satu kekeliruan yang kerap dilakukan oleh tim marketing ialah mengandalkan intuisi dan pendapat pribadi saat memperkirakan keberhasilan suatu kampanye.

    Hal tersebut tidak jarang membuat bisnis berada di situasi unik. Sebagai contoh, ada banyak sekali pengunjung ke situs bisnis, tetapi mereka tidak bertahan lama, apalagi sampai bertransaksi.

    Jika demikian, kamu perlu menilik kembali conversion marketing yang kamu terapkan. Conversion marketing adalah strategi untuk mendorong pelanggan mengambil tindakan tertentu.

    Strategi ini dinilai optimal untuk menarik pengunjung situs bisnis agar membeli produk atau layanan yang ditawarkan. Tidak hanya itu, strategi ini juga dianggap efektif untuk menarik perhatian audiens target yang memang sudah tertarik pada produkmu.

    Customer Conversion

    Hal tersebut akan mengantarmu pada angka customer conversion yang tinggi. Perlu diingat, dengan customer conversion yang tinggi, makin sedikit risiko kamu kehilangan pelanggan. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan customer conversion?

    Customer conversion adalah matriks yang digunakan untuk mengukur efektivitas sebuah kampanye pemasaran, desain website, tim sales, serta sales tools lainnya. Customer conversion juga kerap disebut sebagai customer conversion rate.

    Angka customer conversion akan meningkatkan jumlah audiens yang diketahui tertarik pada produk atau layanan secara signifikan. Kemudian, dampak akhirnya ialah peningkatan penjualan dan keuntungan. 

    Baca juga: Apa Itu Laba dan Mengapa Penting Memahami Jenis-jenisnya?

    Selain itu, customer conversion adalah kunci penting dalam pemasaran sebab bisa mengukur tindakan konsumen potensial yang sesuai dengan ekspektasi bisnis. Dalam dunia pemasaran online, custome conversion ditujukan untuk mengubah calon konsumen menjadi konsumen yang melakukan bertransaksi.

    Baca Juga: Leads adalah: Fungsi, Contoh, dan Jenis

    Mengenal Conversion Rate

    Dari penjelasan di atas, kamu sudah bisa menyimpulkan bahwa secara umum conversion adalah upaya mendorong audiens target bertindak atau mengikuti call to action.

    Adapun istilah conversion rate diterapkan sangat spesifik pada strategi pemasaran yang terkait dengan situs bisnis. Jadi, istilah ini digunakan secara lebih spesifik jika dibandingkan dengan customer conversion rate.

    Conversion rate adalah angka yang menunjukkan efektivitas suatu laman bisnis dalam menarik pengunjung melakukan tindak tertentu. Tindakan yang dimaksud dapat bermacam-macam, misalnya melakukan pembelian, subscribe akun bisnis, dan tindakan lainnya.

    Karena itu, conversion rate kerap digunakan untuk menilai keberhasilan sebuah kampanye pemasaran online.

     Supaya conversion rate makin tinggi, kamu bisa melakukan conversion rate optimization.

    Penghitungan dan Rumus Conversion Rate

    Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih matematis, conversion rate adalah persentase pengunjung sebuah laman yang melakukan targeted action

    Maka dari itu, sejak awal bisnis perlu memiliki target atau goal yang jelas. Barulah dapat menghitung angka konversi.

    Tindakan Target

    Tindakan yang ditargetkan tersebut, antara lain:

    • Mengirimkan informasi
    • Mendaftar untuk newsletter
    • Menelepon nomor kontak bisnis
    • Membuat akun
    • Mengunduh brosur
    • Berinteraksi dengan situs (berkunjung ke laman bisnis dalam waktu lama atau mengunjungi laman tertentu yang memang ditargetkan)
    • Melakukan transaksi

    Umumnya, pemilihan tindakan target tergantung pada jenis bisnis serta tujuan dari situs bisnis. Lebih dari itu, conversion dapat dibagi menjadi micro-conversion dan macro-conversion.

    Macro-conversion adalah target utama yang ingin dicapai, misalnya terciptanya penjualan atau audiens meminta quotation

    Sementara itu, target-target yang lebih kecil atau bertindak sebagai jalur menuju macro-conversion disebut micro-conversion. Salah satu contohnyanya, audiens menambahkan produk ke shopping cart.

    Rumus Conversion Rate

    Tergantung pada target conversion yang dimiliki oleh bisnismu, conversion rate pun dapat dihitung dengan beberapa cara. Berikut ini beberapa rumus conversion rate yang umum digunakan.

    • Rumus 1

    Conversion rate = (Jumlah konversi : Total sesi) x 100% 

    • Rumus 2

    Conversion rate = (Jumlah konversi : Total pengunjung) x 100%

    • Rumus 3

    Conversion rate = (Jumlah konversi : Total prospek) x 100%

    Sebagai contoh, website-mu menerima 13.000 kunjungan dalam sebulan dari iklan yang kamu pasang. Lalu, dari total kunjungan tersebut, kamu memperoleh 2.600 konversi. Maka perhitungan nilai conversion rate adalah seperti di bawah ini.

    Conversion rate = (Jumlah konversi : Total sesi) x 100%

    Conversion rate = (2.600 : 13.000) x 100%

    Conversion rate = 20%

    Cara Meningkatkan Conversion Rate

    Cara meningkatkan conversion rate disebut juga sebagai Conversion Rate Optimization (CRO). CRO adalah taktik untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang melakukan konversi.

    Sebelum menjalankan CRO, tentu kamu perlu mengetahui terlebih dahulu angka konversi saat ini. Kamu dapat menghitungnya dengan rumus conversion rate yang telah dibahas dalam poin sebelumnya.

    Selanjutnya, kamu dapat menerapkan langkah-langkah di bawah ini sebagai cara meningkatkan conversion rate.

    Menggunakan Pop up

    Kamu bisa mempertimbangkan pop up sebagai trim meningkatkan angka konversi. Tentunya, tampilan pop up pada halaman website perlu diatur supaya menghasilkan conversion rate yang tinggi.

    Pertimbangkanlah penggunaan plugin yang dapat membuat tampilan pop up di situsmu tampak menarik dan optimal. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan jenis pop up yang beragam untuk laman situs berbeda.

    Bila perlu cobalah dua jenis pop up berbeda dan identifikasi tipe yang mampu memberikan angka konversi lebih tinggi.

    Sisipkan Call to Action Berupa Teks di Blog

    Seperti yang sudah diketahui, call to action (CTA) adalah instruksi tertentu yang dibuat untuk mengarahkan pengunjung melakukan aktivitas pada konten. Sepintas hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi CTA mampu memberikan conversion rate yang tinggi. 

    Ada berbagai bentuk CTA yang bisa kamu sisipkan dalam konten, misalnya gambar, tombol, dan teks. Namun, CTA dalam bentuk teks terbukti lebih efektif dibandingkan dengan bentuk lainnya.

    Teks CTA bisa diletakkan di dalam artikel blog sesuai dengan alur artikel dan dibuat senatural mungkin. 

    Akses Customer Service yang Mudah bagi Pengunjung

    Sebagian besar pemilik bisnis mungkin merasa sudah mencantumkan informasi produk secara rinci. Namun, konsumen kadang merasa perlu bertanya seputar produk kepada customer service sebelum memutuskan bertransaksi. 

    Customer service memainkan peran krusial pada tahapan ini. Karena itu, kamu perlu membuat customer service sangat mudah diakses oleh konsumen.

    Baca juga: Menjadi Customer Service yang Baik, Ini Tipsnya!

    Salah satu cara untuk mempermudah konsumen mengakses layanan customer service ialah dengan menampilkan ikon chat di seluruh laman website. Dengan demikian, konsumen bisa langsung mengeklik ikon tersebut saat perlu bantuan.

    Di samping itu, sebaiknya kamu juga mencantumkan kontak yang bisa dihubungi konsumen pada bagian header atau footer. Sebagai contoh, menampilkan nomor telepon atau email. Jadi, konsumen bisa menghubungi bisnismu dengan mudah.

    Uji Coba Landing Page

    Landing page adalah laman website yang dibuat untuk menaikkan conversion rate pada bisnis. Bisa dibilang landing page merupakan faktor penting dalam menentukan angka konversi yang kamu dapatkan.

    Lau, landing page seperti apa yang efektif untuk memaksimalkan konversi? Kamu perlu mengujinya. Buat dua tipe landing page dan bandingkan kedua tipe tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui tipe landing page yang paling optimal dalam mendorong terjadinya konversi. 

    Optimasi Artikel Blog

    Sebagian dari kamu mungkin sudah menerapkan strategi content marketing dalam bentuk artikel blog. Nah, di antara artikel-artikel tersebut, pasti ada beberapa artikel yang mempunyai potensi lebih besar mendorong terjadinya konversi.

    Untuk jenis artikel yang demikian, kamu bisa lakukan optimasi dengan menampilkan pop up

    Sebelumnya, tentu kamu perlu memilah artikel-artikel di blog yang memiliki traffic tinggi, tetapi angka konversinya belum optimal. Performa tersebut bisa kamu analisis melalui Google Analytics.

    Lebih dari itu, artikel yang mendatangkan konversi tinggi pun dapat kamu optimasi dengan cara selalu diperbarui. Jadi, artikel tersebut akan selalu terasa relevan bagi konsumen. 

    Lakukan Remarketing

    Terakhir, tetapi tidak kalah penting, kamu dapat melakukan remarketing sebagai salah satu cara meningkatkan conversion rate. Strategi remarketing bertujuan untuk mempertahankan keinginan membeli atau buying intent baik dari calon konsumen ataupun pelanggan. 

    Dengan strategi ini, iklan tentang bisnis atau produkmu akan ditampilkan secara langsung ke pengunjung. Jadi, saat pengunjung meninggalkan website-mu, mereka akan melihat iklan di aplikasi atau media sosial yang dibuka setelahnya.

    Jika kamu ingin bisa mengelola kampanye pemasaran dengan mudah dan efisien, pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi POS yang sudah dilengkapi dengan fitur kampanye digital. Wah, mengelola digital campaign jadi makin praktis, ya!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?