Punya pertanyaan tentang majoo? Kami dapat membantu!
Icon majoo chat
majoo fab
Hai, majoopreneurs!

Punya pertanyaan terkait fitur dan paket berlangganan majoo? Yuk, segera terhubung dengan kami!

Klik Ingin Berlangganan
majoo fab
Ingin Berlangganan majoo fab
Klik Hubungi CS
majoo fab
Hubungi CS majoo fab

Table of Content

    Leads adalah: Fungsi, Contoh, dan Jenis

    Pada zaman serba digital ini, mendapatkan leads untuk meningkatkan sales sangat mudah, asalkan kamu tahu caranya.

    Yap, kamu yang sudah mengklik artikel ini mungkin sedang merambahi ilmu tentang digital marketing.

    Memang, jika bicara mengenai digital marketing, kamu akan selalu membaca kata “leads” di mana-mana. Hingga akhirnya kamu bertanya, apa itu leads, memangnya apa fungsinya dalam meraih cuan?

    Oke, sebelum kita bahas lebih teknis, gambaran leads sebetulnya ada dalam percakapan yang bisa jadi sering kamu dengar.

    “Ya, kontak mereka aja, deh! Prospek banget tuh!”

    “Pepet terus! Bibit potensial jadi cuan dia, tuh.”

    “Prospek gue, nih! Follow-up ah!”

    Sedikit terbayang, kan, leads adalah orang-orang yang bisa ‘diprospek’ atau ‘potensial’ membeli barang/jasa yang kita jual dalam bisnis. Sederhananya, demikian.

    Ingin tahu lebih lengkap, scroll terus sampai akhir, yuk!

    Baca Juga: Definisi Perencanaan Usaha dan Manfaatnya Bagi Pebisnis 

    Definisi Leads

    Kita mulai dengan definisi dulu, ya.

    Leads adalah orang atau pihak yang menaruh minat terhadap barang/jasa (selanjutnya kita sebut produk) yang ditawarkan oleh bisnismu.

    Bahasa kekinian dari leads dalam marketing adalah mereka yang sudah ‘kepo’ banget tentang jualan kamu.

    Tak berhenti di minat atau tertarik saja, leads biasanya berpotensi besar untuk membeli produk bisnismu.

    Itu sebabnya, leads biasanya akan meninggalkan ‘jejak’ digital berupa informasi seperti akun media sosial, e-mail, nomor ponsel, komentar di inbox media sosial, dan lainnya.

    Informasi yang diberikan leads bisa dijadikan ‘selang penghubung’ untuk pengiriman material penjualan oleh kamu selaku bisnis. Misalnya saja newsletter, info produk baru, promosi, diskon, dan lain-lain.

    Peran dan Fungsi Leads dalam Bisnis

    Mempelajari leads dalam marketing akan membuat bisnismu maju dan menciptakan hubungan yang terus berkembang dengan calon pelanggan.

    Simak, ya. Ini adalah fungsi leads dalam bisnis yang bisa kamu ‘petik’ jika lihai memanfaatkannya:

    • Menjadi sarana untuk mengetahui siapa saja yang tertarik pada produk yang kamu tawarkan.
    • Membantu dalam memetakan demografi calon pelanggan dan mengetahui asal pelanggan berasal.
    • Sarana promosi bagi mereka yang protensial menjadi pelanggan dan pembeli.
    • Memudahkan dalam menghubungi pelanggan potensial dan menawarkan kesepakatan bisnis.
    • Membantu kamu dalam melakukan targeting dan inbound marketing.
    • Memberi keyakinan lebih pada calon pelanggan untuk membeli produk yang kamu tawarkan.

    Pebisnis yang baik tak akan membiarkan ‘ikan’ yang sudah mulai mendekati jaring, bukan?

    Jika di dalam benakmu tebersit: memangnya bagaimana cara menjaring leads? Ya, itu pertanyaan bagus.

    Oke, jika kamu sudah memahami pentingnya leads dalam bisnis maka bahasan akan melaju lagi dengan membahas leads generation.

    Leads Generation

    Leads generation adalah proses menarik orang-orang yang menaruh minat pada produk yang kamu tawarkan dan mengubahnya menjadi pelanggan.

    Leads generation menyoal cara agar konsumen tak cuma beli sekali lalu pergi. Melainkan tertarik untuk beli lalu ketagihan untuk terus membeli dan berinteraksi dengan brand.

    Tahapan Leads Generation

    Anggap saja calon pelanggan sudah mulai mengetahui brand bisnismu dan sudah ‘kepo’ terhadap produknya.

    Ikuti tahapan generation di bawah ini jika ingin calon pelangganmu menjadi leads.

    1. Attract. 

    Tarik perhatiannya dengan menyediakan salah satu marketing channel seperti website, YouTube, TikTok, Instagram, Facebook. Sajikan konten yang membuat mereka penasaran akan kehebatan produk kamu.

    2. Convert. 

    Konten di atas lengkapi dengan call to action (CTA) berupa tombol yang bisa diklik. Biasanya dituliskan, “Beli Sekarang,” “Order Now,” “Konsul Gratis, “Free E-book,” dan lain-lain.

    3. Close. 

    CTA yang kamu sediakan kemudian akan menyalurkan calon pelanggan ke sebuah landing page yang menyediakan info yang lebih lengkap mengenai produkmu. Bisa berupa website, laman Whatsapp, laman e-commerce, dan lain-lain.

    4. Delight. 

    Akhirnya, calon pelanggan akan mengisi beberapa data yang kamu sudah siapkan untuk penawaran produk di masa depan. Jadilah leads.

    Ibarat ikan yang sudah masuk jaring, kini waktunya kamu melihat isi jaringnya. Wah, ikannya macam-macam.

    Begitupun dengan leads, ada macam-macam jenisnya. Kita kenali satu per satu, ya.

    Jenis-Jenis Leads

    Jenis-jenis leads yang perlu kamu ketahui kami rangkumkan di bawah ini.

    Product Qualified Leads

    Product qualified leads (PQL) adalah orang-orang yang sudah pernah membeli produk basic dari bisnismu dan tertarik untuk berlangganan versi premium yang berbayar.

    Jenis leads PQL ini awalnya merupakan mereka yang mencoba produk free-trial alias gratisan yang kamu sediakan.

    Ciri leads PQL terlihat dari keinginannya bertanya dan menunjukkan minatnya untuk meneruskan pemakaian versi berbayar.

    Sales Qualified Leads

    Sales qualified leads (SQL) adalah orang-orang yang sudah menunjukkan minat dan kemudian berniat untuk membeli produkmu.

    Jenis leads SQL merupakan pelanggan yang sudah pasti akan membeli.

    Mereka juga awalnya mengisi formulir dan bertanya tentang produk, namun tak segan-segan mengeluarkan uang untuk membeli produk karena sudah yakin.

    Inilah yang membedakannya dengan PQL. SQL sebegitu besar minatnya sampai langsung membeli.

    Marketing Qualified Leads

    Marketing qualified leads adalah orang-orang sudah melihat promosi produkmu dan berinteraksi dengan itu, tetapi belum terlalu menginginkan membeli produk bisnismu.

    Jangan sedih, jika kamu terus melakukan pendekatan yang baik serta menawarkan promosi yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka, jenis leads MQL ini justru potensial menjadi langganan tetap.

    Kamu bisa lihat, ya. Dari ketiga jenis leads di atas yang berpotensi tinggi menjadi pelanggan yang mendatangkan cuan adalah marketing qualified leads alias MQL.

    Lalu bagaimana agar semua ‘ikan’ yang di luar jaring maupun di dalam jaring bisa menjadi MQL?

    Ayo, kita beranjak ke bahasan mengenai strategi cara meningkatkan leads bagi bisnismu.

    Cara Mendatangkan Leads

    Di sini kami akan membuat list (daftar) strategi yang bisa kamu lakukan sebagai cara mendatangkan leads. Penjelasan lebih teknis bisa kamu pelajari di artikel-artikel kami yang lainnya.

    Oke, ini adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan sebagai cara mendatangkan leads pada usaha digital marketing bisnismu.

    1. Pasang Iklan

    Ya, ini memang cara yang dianggap paling efektif untuk mendapatkan leads sekaligus meningkatkan leads.

    Misalnya dengan menerapkan paid advertising menggunakan SEM (search engine marketing) yang membantu kontenmu selalu ada di laman pertama mesin pencarian.

    Cara lainnya adalah dengan iklan berbayar PPC (pay per click) untuk meningkatkan kunjungan pada landing page kamu. Kamu hanya membayar sebanyak CTA yang diklik.

    Membayar sejumlah uang untuk beriklan sah-sah saja. Apalagi sistem akan membantumu meningkatkan brand awareness. Semakin dikenali, makin banyak yang kepo, di antaranya bisa jadi MQL untuk bisnismu.

    Belum punya budget untuk iklan berbayar? Coba ulik SEO (search engine optimization). Walau manual, hasilnya konsisten dan tak mengecewakan.

    2. Cross-Promotion

    Namanya juga digital marketing apalagi di dunia sosial. Ya, harus bersosialisasi juga bisnisnya.

    Ibarat pedagang kue yang menitipkan dagangannya di warung, begitulah prinsip cross promotion.

    Kamu bisa berkolaborasi dengan bisnis lain yang bukan rival bisnismu untuk saling mempromosikan produk bisnis.

    Di sini, leads dari bisnis yang kamu ajak akan melihat produkmu. Begitu pun sebaliknya. Simbiosis mutualisme lah prinsipnya.

    3. Landing Page yang Menarik

    Landing page is a must! Landing page adalah halaman produk yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari leads.

    Informasi ini bisa berupa e-mail maupun nomor ponsel.

    Jangan lupa lengkapi landing page bisnismu dengan informasi lengkap mengenai produk dan layananmu, ya. Buat semenarik mungkin!

    4. Buat Konten yang Bisa Dipercaya

    Tahukah kamu, 8 dari 10 calon pelanggan akan mencari review atau testimoni secara online, lho, sebelum mereka mau mengeluarkan uang untuk membeli produk?

    Nah, karenanya buat konten yang bisa menarik dan bisa meraup kepercayaan calon pelanggan.

    Tampilkan dengan jelas manfaat produk, komentar positif pengguna produk, bukti kredibilitas produk pada konten di media sosial bisnismu.

    5. Viral Marketing

    Ingat, pebisnis harus gaul. Maksudnya, pengusaha harus mengamati tren. Dari sini kamu bisa memanfaatkan celah kecenderungan pasar dalam melihat sebuah konten.

    Lakukan viral marketing yang merupakan strategi marketing yang memanfaatkan hal yang sedang ramai dibicarakan oleh banyak orang.

    6. Gratisan, Siapa Yang Menolak?

    Gratisan atau freebies adalah barang ataupun konten yang bisa didapatkan secara gratis.

    Bisa dianggap, freebies semacam tester ataupun penarik perhatian calon pelanggan.

    Bentuknya bisa disesuaikan dengan bisnismu. Misalnya saja mengisi kuesioner lalu mendapatkan produk, atau free download pdf yang berisi konten menarik, serta masih banyak lagi.

    7. Adakan Giveaway

    Ini cara yang banyak diterapkan oleh pelaku bisnis yang menjadi buruan para quiz hunter.

    Giveaway biasanya berupa kuis berhadiah yang sederhana. Mereka yang berpartisipasi akan diseleksi kemudian mendapatkan hadiah.

    Biasanya giveaway diikuti dengan syarat follow media sosial bisnismu dan mengajak orang lain untuk ikutan juga. Selain bisa menciptakan leads, langkah ini juga melebarkan brand awareness.

    8. Kupon Diskon

    Lead magnet berupa kupon diskon masih jadi strategi yang menarik untuk dilakukan untuk mendatangkan leads.

    Tak perlu ribet. Sudah banyak platform toko online yang menyediakan fitur ini. Mudah sekali penggunaannya. Kamu tinggal menuliskan saja kode kuponnya.

    Selain meningkatkan leads, diharapkan strategi ini juga meningkatkan sales.

    Baca Juga: Mari Berkenalan dengan Strategi Email Marketing!

     Melakukan giveaway atau membuat kuis online cukup digemari dan dapat membuatmu menghasilkan leads dengan mudah.

    Contoh Leads

    Berdasarkan strategi di atas, berikut kami tampilkan contoh leads dan penerapannya.

    Kuis Kepribadian Gratis

    Ya, konten ini masih digemari. Makanya, mengapa kamu tidak memanfaatkannya, kan?

    Strategi tersebut digunakan Derek Halpern dan dibuat seperti  di bawah ini.

     

    (Sumber: panduanim.com)

    Checklist Gratisan

    Bayangkan ada seseorang yang akan diwawancarai untuk mendapatkan pekerjaannya. Mereka tentu butuh ‘malaikat penolong’ yang memberi tahu hal-hal yang perlu disiapkan.

    Yap, manfaatkan celah ini untuk menyediakan daftar dalam bentuk PDF apa saja yang mereka harus lakukan. Berikan secara gratis, dengan syarat mereka menuliskan email untuk pengirimannya.

    Mereka mendapatkan daftarnya, kamu mendapatkan alamat email-nya.

    (Sumber: panduanim.com)

    Giveaway

    Sediakan kontes berhadiah untuk satu orang pemenang (atau lebih). Pemenangnya akan dipilih secara acak. Peserta yang berhasil mengajak paling banyak orang lain untuk bergabung akan mendapatkan kemungkinan lebih tinggi untuk menang.


    (Sumber: gridoto.com)

    Baca Juga: 8 Media Promosi yang Efektif untuk Bisnis Berkembang 

    Kesimpulan

    Semoga penjelasan mengenai leads di atas bisa memberimu gambaran yang lebih jelas dan luas dalam memanfaatkan aliran pengunjung dunia maya dalam bisnismu.

    Cek lagi bagian lead generation, Majoopreneurs. Lead generation adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan agar bisa mengkonversi lead menjadi konsumen atau pelanggan.

    Hal ini wajib dilakukan oleh setiap marketer termasuk kamu, saat melakukan kegiatan marketing agar bisa mencapai target penjualan. Sehingga, perusahaan bisa lebih sukses dan maju, yang secara otomatis akan berdampak pada setiap karyawan.

    Gaet semakin banyak leads, maka bisnismu akan lebih terbuka kesempatannya untuk mendapatkan cuan. Selamat mencoba, Majoopreneurs!

    Butuh informasi dan ilmu lainnya tentang bisnis UMKM? Cek bagian solusi yang sudah majoo siapkan untukmu, ya. 

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.
    Notulen Rapat: Fungsi, Tujuan, dan Contohnya
    Notulen rapat adalah sebuah rekaman berupa catatan dari semua ide yang diusulkan dalam rapat serta hasil kesimpulan yang akan dibutuhkan oleh perusahaan.
    Debt to Equity Ratio (DER): Definisi dan Rumus Menghitungnya
    Debt to Equity Ratio adalah rasio utang terhadap ekuitas, yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas komposisi utang dan ekuitas perusahaannya.