Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Cost Structure adalah: Unsur-Unsur dan Contohnya

    Cost structure adalah  biaya yang timbul terkait memproduksi dan memasarkan barang dan jasa.

    Struktur biaya atau cost structure adalah hal yang tidak boleh dilewatkan saat kamu mulai membangun suatu bisnis atau perusahaan. Kenapa demikian? Karena sebagai pemilik bisnis kamu harus bisa melakukan kontrol atau memegang kendali atas pengelolaan biaya yang tepat agar bisa meminimalisir terjadinya kerugian. 

    Saat memulai bisnis, satu hal yang perlu kamu pahami dengan baik adalah bahwa sepanjang perjalanan bisnismu nanti, akan selalu ada biaya yang perlu dikeluarkan atau dibayarkan, apapun bentuknya. Jadi, sebaiknya perhatikan hal tersebut dengan baik, bukan hanya memperhatikan bagaimana cara meraih keuntungan atau profit. 

    Baca juga: Biaya Operasional adalah: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung

    Cost Structure adalah …

    Secara sederhana, pengertian cost structure adalah macam-macam biaya yang timbul dari adanya suatu aktivitas bisnis, mulai dari persiapan, proses produksi, sampai dengan biaya pemasaran/marketing. 

    Cost structure mengacu pada jenis dan proporsi dari biaya tetap dan variabel yang dikeluarkan oleh bisnis. Biaya variabel adalah biaya yang mengalami perubahan seiring dengan tingkat perubahan produksi. Sedangkan, biaya tetap adalah biaya yang bergerak secara konstan dan tidak akan mengalami perubahan serta tidak ada hubungannya dengan jumlah produksi yang dihasilkan oleh perusahaan.

    Memulai suatu bisnis memang harus mengeluarkan beberapa jenis biaya, baik itu pada bisnis ritel maupun penyedia layanan jasa. Biasanya, pada suatu perusahaan fungsi cost structure adalah untuk menetapkan harga sekaligus melakukan identifikasi area yang biayanya bisa dan perlu dikurangi.

    Secara garis besar, cost structure terbagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Namun, konsep cost structure bisa dibagi menjadi lebih kecil lagi. Misalnya, produk sampingan, layanan, pelanggan, divisi, lini produk, hingga wilayah geografis.

    Pada bisnis atau perusahaan, cost structure adalah hal penting yang seharusnya dilakukan oleh staf divisi keuangannya. Cost structure ini umumnya dilakukan dengan menghitung biaya tetap dan biaya variabel yang sebagai bagian darinya.

    Dengan adanya cost structure, perjalanan bisnis suatu perusahaan akan lebih mudah dilakukan, terutama dalam hal pengontrolan aneka macam divisi, serta melakukan upaya efisiensi dalam hal pengeluaran.

    Dalam perhitungan cost structure, perusahaan harus memahami struktur biaya secara cermat saat menjalankan model bisnisnya. Umumnya, perusahaan akan melakukan pengurangan biaya perusahaan sebanyak mungkin. Meskipun ada beberapa model bisnis yang peka biaya, sementara yang lain tidak.

    Model bisnis yang peka biaya ini biasanya adalah jenis yang mengedepankan harga rendah, jadi secara otomatis akan sangat memperhatikan biaya. Model bisnis yang memprioritaskan kenyamanan akan lebih menekankan pengalaman pengguna daripada cara mengurangi biaya. 

    Fungsi Cost Structure

    Beberapa fungsi dan kegunaan cost structure pada operasional suatu perusahaan, antara lain adalah:

    Untuk Menetapkan Harga

    Fungsi utama cost structure adalah sebagai platform untuk menetapkan harga produk atau layanan. Khususnya, untuk produk dan layanan yang menetapkan harga berdasarkan biaya. 

    Untuk Melakukan Kontrol Biaya

    Dengan mengetahui cost structure, pemilik bisnis bisa melakukan kontrol biaya dengan mudah. Kamu bisa tahu biaya yang bisa dikurangi atau bagian yang perlu ditambah. Dengan begitu, pemilik bisnis bisa memiliki kontrol yang lebih baik pada keuangan bisnisnya.

    Sebagai Bahan Evaluasi Bisnis

    Cost structure juga berfungsi sebagai bahan yang digunakan dalam evaluasi bisnis. Dengan memahami struktur biaya, para pemilik bisnis bisa melihat kinerja setiap elemen di dalam bisnis, apakah sudah sesuai bila dibandingkan biaya yang dikeluarkan.

    Masalah di dalam bisnis biasanya terjadi ketika suatu proses telah mengeluarkan biaya besar namun kualitasnya tidak begitu baik. Hal ini harus segera Anda perbaiki jika ingin bisnis berjalan secara optimal.

    Adaptasi Strategi

    Memahami struktur biaya juga sangat penting saat kamu ingin melakukan perubahan strategi. Karena dengan begitu, kamu bisa memahami hal apa saja yang biayanya harus diubah agar bisa mengadaptasi strategi baru tersebut.

    Macam-Macam Cost Structure

    Setidaknya, macam-macam cost structure bisa digolongkan menjadi 4, yaitu:

    1. Biaya Tetap

    Biaya tetap akan biasanya akan dikeluarkan secara tetap dan teratur. Selain itu ada kemungkinan jenis biaya ini tidak mengalami fluktuasi harga dari waktu ke waktunya. Contohnya, biaya sewa, biaya bunga, pajak properti, tenaga kerja, dll.

    2. Biaya Variabel

    Sebaliknya, berbeda dengan biaya tetap, biaya variabel adalah suatu biaya yang terus mengalami perubahan sesuai dengan jumlah hasil produk yang dihasilkan perusahaan. Seringnya, perubahan pada biaya variabel jumlahnya lebih banyak daripada biaya tetap. Contohnya, biaya tenaga kerja, bonus tahunan, komisi, biaya bahan langsung, utilitas, dan biaya pemasaran.

    3. Alokasi Biaya

    Alokasi biaya adalah suatu proses dalam menganalisa biaya yang keluar, mendapatkan dan mengumpulkan pendapatan atau harta, sampai menetapkan dan menerapkan objek biaya secara lebih tepat. Umumnya, alokasi biaya digunakan agar pemilik bisnis bisa memasukkan dana atau biaya ke pos-pos yang tepat tapi tetap dengan kegiatan yang berbeda. 

    4. Pengumpulan Biaya

    Pengumpulan biaya adalah suatu pengelompokan biaya pada individu. Biasanya, biaya tersebut nantinya akan dijadikan sebagai alokasi biaya yang harus dibuat dengan tepat. Contoh sederhana dari pengumpulan biaya adalah biaya overhead, biaya pemeliharaan, dan biaya tetap lainnya.

    Baca juga: A to Z Biaya Marginal: Pengertian, Rumus, dan Contohnya

    Apa saja unsur cost structure? 

    Berbagai Unsur Cost Structure

    Beberapa unsur cost structure yang sangat penting adalah:

    1. Cost Structure Pelanggan

    • Biaya Tetap, merupakan biaya tambahan administrasi kepada layanan pelanggan & klaim garansi.
    • Biaya Variabel, adalah suatu biaya atas barang dan jasa yang dijual kepada pelanggan, retur penjualan, & kredit yang diterima.

    2. Cost Structure Produk

    • Biaya Tetap, bisa dibagi menjadi tenaga kerja langsung dan juga overhead pabrik
    • Biaya Variabel, diklasifikasikan sebagai bahan langsung, perlengkapan produksi, komisi, dan upah borongan.

    3. Cost Structure Layanan

    • Biaya Tetap, meliputi biaya tambahan administrasi
    • Biaya Variabel, seperti upah karyawan, bonus, rabat pajak di sumber, perjalanan, & hiburan.

    4. Cost Structure Lini Produk

    • Biaya Tetap, memiliki biaya administrasi, biaya produksi, & tenaga kerja langsung.
    • Biaya Variabel, misalnya bahan langsung, perlengkapan produksi, dan komisi.

    Baca juga: Pahami Definisi, Rumus, dan Contoh Total Cost

    Contoh Cost Structure

    Salah satu contoh cost structure dalam perhitungan bisnis adalah sebagai berikut. 

    Perusahaan ABC adalah perusahaan yang baru saja berdiri dan telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk mesin dan fasilitas lain untuk memproduksi produk.

    Sementara, perusahaan XYZ adalah perusahaan yang sudah cukup mapan dan beroperasi di bidang manufaktur selama lima tahun terakhir. Saat ini mereka sedang berencana untuk melakukan outsourcing pembuatan produknya.

    Biaya variabel perusahaan ABC tentunya lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan XYZ.

    Dalam kegiatannya, perusahaan XYZ harus mengeluarkan sejumlah biaya pembelian produk manufaktur yang disepakati. Biaya tetap ya bisa dibilang sangat rendah karena memang telah mengalihdayakan produk manufaktur dan hanya menanggung biaya pembelian saja.

    Jika perusahaan ABC dan XYZ sama-sama memiliki 5.000 unit produk, keduanya sama-sama menjual produk mereka dengan harga $100 per unit, dan biaya pembelian produk yang dialihdayakan oleh perusahaan XYZ adalah $200.000 dan biaya per unit perusahaan ABC adalah $100 per satuan.

    Kedua perusahaan tersebut ternyata memiliki tingkat profitabilitas yang berbeda berdasarkan perhitungan di bawah ini:

    Laba Perusahaan ABC

    • = $(200-100) * 5.000 unit
    • = $100 * 5.000
    • = $500.000

    Laba Perusahaan XYZ

    • = $(200*5.000) – 200.000
    •  = $800.000

    Dari perhitungan di atas, bisa kamu lihat bahwa Perusahaan XYZ memang memperoleh keuntungan lebih banyak jika dibandingkan dengan perusahaan ABC karena memiliki biaya produk yang lebih rendah.

    Penerapan Cost Structure Business Model Canvas

    Pada business model canvas, cost structure adalah elemen terakhir namun tidak kalah pentingnya dengan elemen lain, seperti customer relationship, key resources, channel, key activities, ataupun key partnership.

    Elemen cost structure business model canvas ini mencakup pemerataan biaya untuk mengoperasikan bisnis sesuai dengan value proposition yang ada. Selain itu, umumnya digunakan juga untuk mengelola anggaran bisnis secara lebih efisien, untuk meminimalisir terjadinya risiko kerugian dan juga kondisi keuangan perusahaan yang tidak sehat. 

    Baca juga: Jalankan Usaha dengan Strategi Bisnis Model Canvas

    Hubungan Antara Cost Structure dengan Cost Allocation

    Cost allocation atau yang lebih sering disebut alokasi biaya sebenarnya memiliki kaitan atau hubungan erat dengan cost structure. Keduanya adalah kegiatan dalam proses melakukan identifikasi biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, lalu mengumpulkan dan menetapkannya kembali ke dalam elemen biaya yang tepat. Misalnya, harus dimasukkan ke lini produk, lini layanan, unit bisnis, atau proyek.

    Kesimpulan

    Pengertian cost structure adalah berbagai macam biaya yang timbul dari adanya suatu aktivitas bisnis, mulai dari persiapan, proses produksi, sampai dengan biaya pemasaran/marketing. 

    Setelah membahas tentang cost structure pada suatu perusahaan, sekarang kamu pastinya sudah mengerti berbagai hal mengenai pembiayaan dan sejenisnya Dengan begitu, sebagai pemilik bisnis atau perusahaan, kamu bisa menyusun menerapkan berbagai kebijakan untuk kegiatan bisnis yang baik dan bijak. 

    Mengelola anggaran perusahaan dengan teliti bisa menjadikan bisnis yang kamu jalankan menjadi lebih hemat dan memperkecil timbulnya risiko kerugian yang bisa saja terjadi.

    Jika kamu ingin melakukan kontrol biaya melalui cost structure dalam perusahaan, kamu bisa menggunakan majoo sebagai aplikasi point of sales yang akan sangat membantu dalam hal pengelolaan bisnis. Bukan hanya menyediakan layanan dan fitur aplikasi keuangan, majoo juga memiliki fitur aplikasi CRM yang membantu kamu mengatur hubungan baik dengan para konsumen. Masa iya masih menolak berlangganan majoo, sih?

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!