Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Apa Itu Depresiasi? Memahami Pengertian & Metode Depresiasi

    Apa Itu Depresiasi? Memahami Pengertian & Metode Depresiasi

    Depresiasi atau penyusutan seringkali dikaitkan dengan suatu kerugian dalam perhitungan nilai.

    Depresiasi mungkin bukan hal yang baru dalam proses pembukuan akuntansi perusahaan. Pada prosesnya, depresiasi atau penyusutan seringkali dikaitkan dengan suatu kerugian dalam perhitungan nilai.

    Padahal, bagi orang-orang yang memahami bentuk laporan keuangan, depresiasi bisa menjadi sebuah alat untuk mengalokasikan biaya.

    Oleh karenanya, mari kita pahami pengertian dari depresiasi sebelum kita menghitung beban penyusutannya.

    Apa Itu Depresiasi?

    Sebagai salah satu hal yang memiliki peran vital dalam proses pembukuan keuangan, ada baiknya kamu memahami apa itu depresiasi. Beberapa ahli di bawah ini mengungkapkan pandangannya terhadap definisi depresiasi. 

    PSAK atau pernyataan Standar Akuntansi Keuangan menyampaikan, bahwa depresiasi adalah alokasi dari jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. 

    Selanjutnya, Rudianto menyebutkan bahwa depresiasi atau penyusutan merupakan pengalokasian harga perolehan aset tetap menjadi beban ke dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat dari aset tetap tersebut.

    Sedangkan menurut Winston Pontoh, pengurangan kemampuan aset tetap yang diiringi dengan waktu pemakaiannya, dan pada saat yang sama aset tetap tersebut mulai mengalami keusangan (obsolescence) untuk menciptakan barang dan jasa disebut dengan depresiasi.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa depresiasi adalah sebuah proses akuntansi yang digunakan untuk mengalokasikan biaya dari aset yang berwujud ke dalam biaya sistematis terhadap periode yang diharapkan mendapatkan manfaat dari penggunaan aset tersebut.

    Baca juga: Memahami Definisi dan Contoh Aktiva dalam Dunia Bisnis

    Faktor yang Mempengaruhi Penentuan Biaya Depresiasi

    Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan biaya penyusutan adalah:

    1. Harga Perolehan (Acquisition Cost)

    Faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan adalah harga perolehannya. Penyebabnya, karena harga perolehan akan menjadi dasar untuk menentukan besaran depresiasi yang harus dialokasikan tiap periode akuntansi.

    Harga ini dapat diperoleh dari sejumlah uang yang dialokasikan dalam memperoleh aktiva tetap hingga siap digunakan.

    2. Nilai Residu (Salvage Value)

    Nilai sisa atau residu merupakan nilai estimasi atau potensi dari arus kas masuk apabila aset tersebut dijual pada saat penarikan asetnya.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam sebuah periode akuntansi, nilai residu ini tidak selalu ada. Ada masanya saat aktiva tidak dijual pada masa penarikannya dan menyebabkan aktiva tersebut tidak memiliki nilai residu.

    3. Usia Kegunaan

    Secara ekonomis, terdapat dua jenis usia yang menjadi pertimbangan nilai dari sebuah aset.

    Pertama usia secara fisik. Suatu aktiva dapat dikatakan masih memiliki nilai usia pada fisiknya, apabila secara fisik aset tersebut masih memiliki kondisi yang baik meskipun secara fungsi sudah menurun.

    Kedua adalah usia fungsional. Umumnya usia fungsional dikaitkan dengan kontribusi aset tersebut dalam penggunaannya.

    Aset yang secara fisik memiliki kondisi yang baik, belum tentu dapat berkontribusi secara fungsional bagi perusahaan. Bisa saja aset tersebut tidak digunakan lagi karena terjadi perubahan model atas produk yang dihasilkan atau aset tersebut sudah usang.

    4. Jumlah Biaya yang dapat Disusutkan (Asset Depreciable Cost)

    Merupakan selisih antara biaya perolehan aset dengan nilai residunya, yang kemudian akan dialokasikan secara sistematis sebagai beban penyusutan.

    5. Jumlah Tercatat atau Nilai Buku (Book Value)

    Maksudnya adalah adanya selisih antara biaya perolehan dengan akumulasi penyusutannya. 

    Baca juga: Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi, Rumus, serta Contohnya

    Ciri-ciri Metode Depresiasi

    Di bawah ini adalah lima ciri metode depresiasi, yaitu:

    1. Proses penyusutan aset akan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan teratur. Baik itu akan digunakan atau tidak, nilai asetnya tetap akan mengalami penurunan karena dihitung berdasarkan usia ekonomis atau kegunaannya.
    2. Selama proses depresiasi, nilai aset tidak akan dikembalikan ke nilai aslinya. Dikarenakan, depresiasi adalah penurunan nilai aset selama usia ekonomi permanennya.
    3. Penyusutan tidak akan menurunkan nilai pasar aset tersebut, akan tetapi dapat menurunkan nilai bukunya. Penyebabnya, karena harga jual suatu aset didasarkan pada nilai pasar aset tersebut.
    4. Penyusutan merupakan proses pengalokasian biaya, sehingga aset dapat digunakan sepanjang umurnya secara efektif.
    5. Metode penyusutan hanya dapat berlaku untuk aset tetap yang memiliki wujud, seperti gedung, pabrik, kantor, dan peralatan. 

    Depresiasi adalah penurunan nilai aset selama usia ekonomi permanennya.

    Metode Penghitungan Biaya Penyusutan

    Dalam pembukuan yang dilakukan oleh perusahaan, ada beberapa metode depresiasi yang umum digunakan. Metode depresiasi yang digunakan pun harus rasional dan sistematis. 

    Dari beberapa metode yang ada, perusahaan hanya akan menggunakan salah satu metode penyusutan untuk semua aset yang dimiliki. Beberapa metode tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Berdasarkan Waktu

    1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

      Metode ini termasuk yang paling sering digunakan untuk mencari nilai biaya penyusutan. Metode garis lurus akan menggabungkan alokasi biaya dengan berlalunya waktu serta mengakui pembebanan periodik yang sama sepanjang usia aset.

      Harapannya, aset tersebut akan memberi manfaat yang sama untuk setiap periodenya sepanjang usia aset. Rumus yang digunakan oleh straight line method ini adalah:

      Penyusutan = (Harga Perolehan - Estimasi Nilai Residu) / Estimasi Masa Manfaat

    2. Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum of Years Digit Method)

      Perhitungan yang dilakukan metode ini adalah dengan mengalikan seri pecahan ke nilai perolehan aset yang dapat disusutkan. Pecahan yang dimaksud, didasarkan atas masa manfaat aset yang bersangkutan.

      Metode ini akan menghasilkan beban penyusutan yang akan menurun dalam setiap tahun berikutnya.

      Penyusutan = Sisa Usia Penggunaan / Jumlah Angka Tahun x (Harga Perolehan - Nilai Residu)

    3. Metode Penyusutan Saldo Menurun (Double Declining Balance Method)

      Pada prinsipnya, metode ini sama dengan metode penyusutan jumlah angka tahun, dimana besarnya beban penyusutan diprediksi menurun setiap tahunnya. Rumus yang digunakan adalah:

      Penyusutan = { 2 x (100% / Usia Masa Manfaat) } x Harga Buku

    Baca juga: Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya

    2. Berdasarkan Penggunaan

    1. Metode Jam Jasa (Service Hours Method)

      Metode ini akan menetapkan usia masa manfaat suatu aset dalam satuan jam penggunaanya (service hours). Rumusnya adalah:

      Tarif penyusutan per jam = HP - NS / n

      Keterangan :

      HP = Harga Perolehan

      NS = Nilai Sisa

      n = Jumlah total jam kerja penggunaannya

    2. Metode Unit Produksi (Productive Output Method)

      Metode ini didasari oleh teori bahwa aset yang diperoleh untuk jasa, dihasilkan dalam bentuk output produksinya.

      Tarif penyusutan per satuan produk = HP - NS / n

      Keterangan :

      HP = Harga Perolehan

      NS = Nilai Sisa

      n = Jumlah total produk yang dihasilkan

    Kini kamu sudah memahami definisi depresiasi dan metode depresiasi yang dapat kamu gunakan untuk menjaga kestabilan kinerja juga keuntungan. Semoga dengan ulasan ini, kamu tidak bingung lagi menentukan nilai depresiasi suatu aset.

    Untuk kamu majoopreneurs yang ingin dimudahkan dalam proses pengelolaan dan penghitungan aset pada bisnis, kamu dapat menggunakan aplikasi pendukung seperti aplikasi wirausaha majoo.

    Aplikasi majoo didukung dengan berbagai fitur yang lengkap seperti, laporan keuangan, laporan akuntansi, transaksi, produk & pengelolaan penyimpanan, dan fitur marketing yang sangat cocok untuk semua jenis usahamu. Yuk berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?