Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Fraud Akuntansi adalah: Pengertian, Jenis, Contoh

    Fraud akuntansi di dalam bisnis sangat berbahaya dan kamu harus mampu melacaknya agar perusahaanmu dapat terhindar dari kecurangan.

    “Lebih baik gagal secara terhormat daripada sukses tapi curang,” begitu kata Sophocles. Kutipan dari penulis besar Yunani Kuno ini sangat pas dengan bahasan kita kali ini.

    Sebagai pegiat UMKM, bergerak dari bawah menuju jalan kesuksesan memang butuh perjuangan. Namun pemenang bukan hanya perkara cepat mendapatkan omzet besar. Tapi juga menyoal cara. Tentu saja cara curang tak cukup baik untuk dipilih.

    Namun, godaan kecurangan sungguh menggoda bukan? Ah, turunkan saja harganya biar bayar pajaknya tidak terlalu mahal. Ambil sedikit tak buat bisnis gulung tikar, kok.

    Apapun pembenarannya tetap saja namanya curang. Setuju?

    Nah, dalam bisnis salah satu area yang rawan tergoda dengan kecurangan adalah bagian keuangan khususnya pelaporannya. Itulah mengapa ada bahasan khusus mengenainya yang disebut fraud akuntansi.

    Kamu tentu menginginkan bisnis yang bersih dari fraud, kan? Nah, pelajari lebih dalam mengenai fraud akuntansi, yuk. Agar kamu bisa terhindar dari potensi kecurangan. 

    Baca juga: Dalam Keuangan, Benarkah Prepaid Expense adalah Aset Bisnis? 

    Pengertian Fraud Akuntansi

    Kita mulai dengan hal dasar mengenai dua jenis kesalahan dalam akuntansi, yaitu: kekeliruan (error) dan kecurangan (fraud).

    Apa Bedanya Error dan Fraud?

    Keduanya sama-sama ‘melenceng.’ Namun ada perbedaan besar antara keduanya yakni ada tidaknya unsur kesengajaan.

    Kesalahan dalam akuntansi umumnya terjadi pada saat tahap pengelolaan transaksi, dokumentasi, pencatatan jurnal, pencatatan debit kredit, dan laporan keuangan.

    Nah, kekeliruan (error) yang dilakukan pada proses tersebut dilakukan dengan tidak sengaja.

    Sedangkan kecurangan (fraud) dilakukan dengan sengaja demi keuntungan pihak tertentu namun merugikan pihak lainnya.

    Ingat perbedaan ini, ya. Perhatikan bahwa tidak semua kekeliruan adalah kejahatan namun sebagian besar kecurangan adalah kejahatan.

    Mengapa? Informasi akuntansi adalah entitas yang sangat penting dalam bisnis karena digunakan sebagai dasar dari pembentukan kebijakan bisnis.

    Jika ada penyelewengan data pada laporan keuangan akan membuat kebijakan menjadi salah arah. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan merugi dan bahkan harus melibatkan pihak berwajib untuk diganjar hukuman.

    Wah, kamu tak ingin cuan melayang karena masuk bui, kan?

    Pengertian Fraud Akuntansi

    Oke, sekarang kita masuk lebih dalam lagi. Kamu perlu tahu definisi fraud akuntansi agar tak tertukar dengan kecurangan lainnya.

    1. Fraud akuntansi adalah sebuah pelaporan keuangan palsu yang sengaja dilakukan dengan maksud untuk menipu.
    2. Fraud akuntansi adalah salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan.

    Jenis-Jenis Fraud Akuntansi

    Kita gunakan pengelompokkan fraud yang dibuat oleh Association of Certified Fraud Examinations (ACFE). Lembaga ini merupakan salah satu asosiasi di Amerika Serikat yang bergerak di bidang pencegahan dan pemberantasan fraud.

    Menurut mereka, ada tiga jenis fraud akuntansi, yaitu:

    1. Kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud). Kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji material Laporan Keuangan. Tindakan ini merugikan investor dan kreditor.
    2. Penyalahgunaan aset (asset misappropriation). Digolongkan ke dalam ‘Kecurangan Kas’ serta ‘Kecurangan atas Persediaan dan Aset Lainnya’, atau pengeluaran-pengeluaran biaya secara curang (fraudulent disbursement).
    3. Korupsi (corruption). Dalam bahasan ini korupsi yang dimaksud berdasarkan ACFE, yang dibagi menjadi: pertentangan kepentingan (conflict of interest), suap (bribery), pemberian illegal (illegal gratuity), serta pemerasan (economic extortion).

    Faktor Penyebab Terjadinya Fraud

    Penasaran tidak, sebetulnya apa, sih, yang menyebabkan seseorang atau suatu pihak melakukan fraud?

    Cressey (1953) dalam tulisannya “Other People’s Money” mengembangkan sebuah teori yang dikenal sebagai The Fraud Triangle. Teori ini menjelaskan ada tiga penyebab utama terjadinya fraud akuntansi atau kecurangan dalam laporan keuangan.

    1. Tekanan (pressure). Tekanan bisa berupa kesulitan keuangan atau keserakahan. Bisa terlihat dari gaya hidup mewah namun tak sebanding dengan pendapatannya.
    2. Kesempatan (opportunity). Ingat kata Bang Napi? Kejahatan bukan semata-mata karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah!

      Ada enam faktor utama yang dapat meningkatkan kesempatan untuk melakukan fraud:

      • pengendalian internal yang lemah,
      • ketidakmampuan dalam menilai kualitas kerja,
      • tidak adanya sanksi yang tegas,
      • kurangnya akses terhadap informasi,
      • pengabaian dan sikap apatis, dan
      • kurangnya upaya untuk melakukan jejak audit.
    3. Rasionalisasi (rationalization). Sikap “yaudahlah, boleh kok karena udah biasa terjadi” atau permisif mengenai fraud membuat kecurangan jadi subur.

      Sikap, karakter, atau serangkaian nilai-nilai etis yang membolehkan manajemen atau pegawai untuk melakukan tindakan yang tidak jujur terbukti membuat fraud akuntansi menjadi seakan-akan boleh dilakukan.

    Langkah-Langkah Tindakan Fraud Akuntansi

    Setelah mengetahui penyebab dasarnya, kamu perlu mengetahui cara para pelaku fraud menjalankan aksinya.

    Langkah-langkah fraud biasanya dilakukan dalam 3 fase. Kami jelaskan disertai contoh, ya. 

    1. Tindakan (the act). Contoh: melakukan aksi pencurian stok barang.
    2. Penyembunyian (the concealment). Contoh: setelah melakukan langkah pertama, pelaku menyembunyikan kecurangan dengan membuat bukti transaksi fiktif. Seolah-olah ada barang terjual, padahal masuk kantong pribadi.
    3. Konversi (the conversion). Contoh: setelah melakukan langkah kedua, pelaku menjual kembali stok barang curian dengan harga yang tinggi. Hasil penjualannya didepositokan atas nama pribadi dan bunganya dinikmati sendiri atau beserta komplotannya.

    Contoh Fraud Akuntansi

    Sudah banyak yang melakukan fraud akuntansi di dunia bisnis. Mulai dari skala kecil yang tidak tercium sampai skala besar yang menyebabkan goyangnya ekonomi dunia.

    Enron: Mengelabui Publik, Akhirnya Ambruk

    Enron adalah perusahaan energi asal Amerika di tahun 2000-an. Manipulasi dan kejahatan akuntansi dilakukan oleh perusahaan ini bersama kantor akuntan Arthur Andersen. Mereka menggelembungkan hasil kinerja keuangannya.

    Akibatnya cukup parah, The Wall Street terguncang. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang ditimbulkan sebanyak lebih dari 60 juta dolar Amerika di pasar saham.

    Enron diam-diam juga menyembunyikan utangnya dari mata publik. Kinerja keuangan Enron terlihat bagus pada kisaran tahun 1998-2000. Nyatanya, Enron menggelembungkan pendapatannya hingga sebesar 586 juta dolar Amerika sejak 1997. Wah, parah, ya!

    Enron pun akhirnya pailit dan ambruk. Alhasil, Amerika mengalami krisis keuangan yang berdampak domino terhadap perekonomian secara global.

    World.com:

    Ada lagi nih, kasus manipulasi laporan keuangan perusahaan World.com pada 2001. Perusahaan ini melakukan kecurangan $11 miliar.

    Ialah Cynthia Cooper. Vice President of Internal Audit WorldCom bersama timnya berhasil mencuatkan kasus kecurangan tersebut.

    Kecurangan yang dilakukan World.com adalah tim akuntan perusahaan keliru dan dengan sengaja mengapitalisasi beban biaya sewa jaringan sebagai aset World.com.

    Mereka memindahkan beban sewa jaringan ke neraca sebagai aset. Manipulasi laporan keuangan ini membuat perusahaan terlihat melaporkan laba sebesar $2,4 miliar padahal justru rugi sebesar $662 juta. 

    Cara mengatasi fraud akuntansi sebaiknya diawali dengan mencegahnya agar perusahaan mampu mendeteksi adanya kecurangan dalam keuangan bisnis.

    Cara Mengatasi Fraud Accounting

    Sebenarnya, cara mengatasi fraud accounting lebih ke arah mencegah fraud akuntansi atau memperkuat kemampuan perusahaan untuk mendeteksi adanya fraud.

    Ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan agar fraud ‘tak bisa mampir’ dalam sistem akuntansi bisnismu. Begini cara mencegah fraud akuntansi dalam bisnismu:

    • Mulai menggunakan software akuntansi. Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh software sifatnya otomatis. Hal ini mencegah adanya utak atik data secara curang.
    • Mengawasi SOP (standard operating procedure). Pelaporan keuangan jadi punya celah untuk fraud jika SOP tidak diawasi dengan ketat.
    • Seleksi karyawan, pilih yang punya integritas tinggi. Buat sistem yang baik dalam proses rekrutmen. Mumpuni dalam bidangnya saja tidak cukup. Etos kerja dan kejujuran juga sama pentingnya.
    • Rutin melakukan proses audit. Lakukan audit secara proaktif minimal sebulan sekali.
    • Monitor dan evaluasi kinerja. Secara berkala lakukan pengawasan khususnya pada tim pembuat laporan keuangan.
    • Lancarkan komunikasi akuntansi. Buat jalur komunikasi setiap adanya transaksi keuangan, buat sistem pembuatan laporan keuangan yang transparan dan dapat dikawal setiap waktu.
    • Hotline pelaporan kecurangan. Ciptakan kondisi aman dan nyaman bagi siapapun yang melihat adanya tindakan fraud. Buat saluran aman untuk melapor tanpa merasa terancam.
    • Gelar pelatihan anti-fraud. Ketidaktahuan merupakan ‘lubang’ yang bisa diisi oleh fraud. Perkaya pengetahuan karyawan agar dapat terhindar dari tindakan fraud yang bisa jadi terasa ada di area ‘abu-abu’.

    Mendeteksi Fraud Akuntansi dalam Bisnismu

    Mencegah saja tidaklah cukup. Perlu diiringi dengan mekanisme ‘mengendus’ fraud alias mendeteksi terjadinya fraud akuntansi.

    ACFE menggolongkan pendeteksian berdasarkan jenis fraud akuntansi.

    1. Kecurangan laporan keuangan. Pilihan teknik yang digunakan antara lain:
      • Analisis vertikal, yaitu teknik menganalisis hubungan antara item-item dalam laporan laba rugi, neraca, atau laporan arus kas dengan menggambarkannya dalam persentase.
      • Analisis horizontal, yaitu teknik menganalisis persentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan.
      • Analisis rasio, yaitu teknik yang mengukur hubungan antara nilai-nilai item dalam laporan keuangan.

      Baca juga: Mari Belajar Analisis Rasio Keuangan!

    2. Penyalahgunaan aset. Pilihan teknik yang digunakan, antara lain:
      • Analytical review. Review atas berbagai akun yang mungkin menunjukkan ketidakwajaran atau kegiatan-kegiatan yang tidak diharapkan.
      • Statistical sampling. Menguji secara sampling untuk menentukan ketidakbiasaan (irregularities yang efektif mengendus adanya kecurigaan terhadap satu atributnya, misalnya pemasok fiktif.
      • Vendor or outsider complaints. Komplain dari konsumen, supplier, atau pihak lain merupakan alat deteksi yang bisa mengarahkan auditor untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
      • Site visit – observation. Observasi langsung ke lokasi yang dicurigai. Observasi ini bisa dilanjutkan dengan memberi peringatan pada yang berwenang jika ada daerah-daerah berpotensi akan fraud.
    3. Korupsi. Biasanya dapat dideteksi dengan adanya keluhan dari rekan kerja yang jujur, laporan dari yang bersangkutan, atau pemasok yang komplain. Masukan ini bisa menjadi bahan analisis terhadap dokumen penunjang.

    Baca juga: Pengertian dan Contoh Laporan Arus Kas 

    Kesimpulan

    Pada akhirnya, perlu dicamkan bahwa faktor penentu dalam tindakan pencegahan fraud adalah internal perusahaan. Pemimpin yang berintegritas akan menciptakan kondisi yang “zero fraud” di dalam perusahaan.

    Jangan lupa untuk menarik pihak auditor eksternal untuk memastikan laporan keuangan yang dipublikasikan bebas dari keraguan dan ketidakjujuran.

    Katakan tidak pada fraud akuntansi dan mulailah tindakan pencegahannya sekarang juga agar bisnis cuan tanpa ada ‘tikus’ yang menggerogotinya dari dalam. Cari wawasan lainnya di dalam blog majoo agar bisnismu senantiasa aman dari kecurangan!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.