Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Belajar Cara Menghitung Harga Perolehan, Yuk!

    Harga perolehan adalah perhitungan nilai aset dalam akuntansi.

    Dalam ilmu akuntansi, kamu mungkin mengenal harga perolehan dan harga pembelian. Namun, untuk pencatatan nilai aset umumnya dilakukan dengan menggunakan harga perolehan, bukan harga pembelian. Harga perolehan adalah pencatatan nilai buku aset yang menjadi dasar perhitungan penyusutan.

    Secara prinsip, harga perolehan adalah perhitungan dari semua biaya yang dibayarkan untuk mempersiapkan sebuah aset sampai siap untuk digunakan. Banyak orang yang merumuskan bahwa harga perolehan adalah harga pembelian ditambah dengan semua biaya lain yang menyertai sampai aset siap digunakan, dan dikurangi diskon atau potongan.

    Baca juga: Aset Tetap adalah: Karakteristik, Jenis, dan Contohnya

    Harga Perolehan adalah …

    Definisi secara umum dari harga perolehan adalah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kegiatannya untuk memiliki aset tetap sampai aset tersebut siap untuk digunakan. Menghitung harga perolehan biasa dikenal juga dengan sebutan menghitung biaya akuisisi.

    Secara formal, dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) disebutkan bahwa harga perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi atau, jika dapat diterapkan, jumlah yang diatribusikan pada aset ketika pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu.

    Sedangkan dalam undang-undang perpajakan, disebutkan dalam UU No. 36 tahun 2008 ayat 1 – 3 bahwa:

    1. Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa sebagaimana dimaksud adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima, sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima.
    2. Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukar-menukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar.
    3. Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar, kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan.

    Dalam pembahasan yang lebih luas, harga perolehan juga bisa berarti total biaya yang dikeluarkan untuk mengambil alih perusahaan atau bisnis unit yang baru. Harga perolehan juga menggambarkan total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan baru.

    Konsep Harga Perolehan

    Konsep harga perolehan menyatakan bahwa pencatatan akuntansi untuk aset, utang, modal dan beban yang ditanggung perusahaan harus dicatat sesuai dengan besarnya harga perolehannya. 

    Konsep harga perolehan sering disebut juga prinsip harga pertukaran, alasannya karena jumlah rupiah yang dicatat dalam aset, utang, dan modal adalah harga pertukaran pada saat terjadinya transaksi tanpa memperhatikan perubahan daya beli uang. 

    Maksudnya, harga perolehan adalah harga pertukaran barang dan jasa yang disetujui oleh kedua belah pihak dalam transaksi keuangan, dan terjadinya transaksi itu adalah bebas tidak ada unsur penekanan, paksaan atau maksud-maksud tertentu. 

    Prinsip yang ada pada konsep harga perolehan dalam akuntansi juga menggunakan konsep nilai historis (historical cost) yang menyatakan bahwa akuntansi hanya mencatat nilai uang pada saat terjadinya transaksi.

    Komponen Harga Perolehan

    Dari pencatatan yang dilakukan dalam harga perolehan, bisa kita pahami bahwa komponen harga perolehan adalah nilai barang. Sederhananya, biaya yang dikeluarkan untuk mendapat aktiva tetap yang bisa digunakan dan diolah seseorang agar dapat menghasilkan kembali pendapatan.

    Baca juga: Kas adalah Harta Perusahaan. Begini Penjelasan Lengkapnya!

    Harga perolehan adalah nama lain dari biaya akuisisi 

    Menghitung Harga Perolehan

    Cara menghitung harga perolehan dilakukan sesuai dengan konsepnya, yaitu semua biaya yang berkaitan dalam persiapan sampai sebuah aset siap digunakan menjadi komponen biaya akuisisi. Satu hal yang perlu diperhatikan dengan cermat adalah jenis-jenis biaya yang harus dimasukkan menjadi komponen biaya akuisisi, karena setiap jenis aset akan memiliki perlakuan yang sedikit berbeda.

    Biaya akuisisi berperan sangat penting karena menggambarkan nilai yang lebih realistis dalam pengakuan nilai aset, dibandingkan dengan menggunakan harga pembelian. Biaya akuisisi aset tetap mengakui diskon dan biaya-biaya lain yang menyertainya, yang nantinya akan menjadi nilai buku dari sebuah aset tetap.

    Berikut beberapa cara menghitung biaya akuisisi untuk jenis aset yang berbeda:

    Harga Perolehan Aset Tetap

    Selain harga pembelian yang menyertai aset tetap, ada biaya tambahan yang perlu diakui dalam biaya akuisisi. Alasannya karena biaya-biaya tersebut berkaitan langsung dalam mempersiapkan aset siap untuk dimanfaatkan.

    Setiap aset tetap membutuhkan perlakuan atau syarat yang berbeda hingga siap untuk digunakan. Misalnya untuk pembelian properti, ada biaya komisi agen penjualan dan notaris yang perlu dimasukkan menjadi komponen biaya akuisisi. Kemudian, untuk pembelian mesin, akan ada biaya angkut dan asuransinya, ditambah lagi dengan biaya instalasi dan kalibrasi mesin, dan lain-lain. 

    Aset tetap yang dibeli secara kredit pun sama. Harga perolehannya dicatat bersih setelah ditambah biaya-biaya dan dikurangi potongan diskon. Jika pembayaran pelunasannya mengandung bunga pinjaman, pencatatan bunga pinjaman tidak akan menjadi bagian dari komponen biaya akuisisi karena akan dicatat tersendiri di akun Biaya Bunga.

    Harga Perolehan Pengambilalihan Perusahaan atau Bisnis Unit

    Saat suatu perusahaan membeli perusahaan atau bisnis unit yang baru, pasti akan ada biaya-biaya di luar harga pembelian yang menyertainya. Biaya-biaya ini diantaranya dibayarkan sebagai syarat terjadinya transaksi pembelian perusahaan atau bisnis unit. Misalnya, biaya konsultasi hukum atau biaya notaris untuk pembuatan akta, biaya broker investasi saat dilakukan merger, dan masih banyak biaya yang lainnya.

    Harga Perolehan Akuisisi Pelanggan

    Biaya Akuisisi Pelanggan biasa disebut dengan Customer Acquisition Cost. Biaya ini menghitung total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan baru dalam waktu tertentu. 

    Singkatnya, biaya-biaya yang masuk dalam komponen Biaya Akuisisi Pelanggan adalah biaya yang digunakan untuk memperkenalkan produk dan jasa perusahaan ke pelanggan yang baru.

    Perhitungan biaya akuisisi pelanggan akan membantu dalam perencanaan anggaran biaya marketing ke depannya. Pada umumnya, biaya marketing hanya meliputi biaya pemasaran dan iklan, biaya diskon penjualan, biaya gaji staf promosi. Setelah perusahaan mengenal biaya akuisisi pelanggan, biaya tersebut dapat dimasukkan dalam anggaran biaya marketing juga.

    Harga Perolehan Akuisisi Saham

    Dalam akuisisi saham, umumnya pembeli saham akan memberikan penawaran langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual saham. Pembeli saham akan membeli sebagian besar atau semua sahamnya, artinya semua aset dan kewajiban perusahaan dibeli, termasuk di dalamnya potensi kewajiban karena transaksi di masa lalu. 

    Proses akuisisi saham tidak akan mengganggu operasional perusahaan yang sahamnya dibeli. Cara yang dilakukan pun bermacam-macam, salah satunya dengan melakukan pembelian voting stok perusahaan. Pembelian saham dapat dilakukan secara tunai, saham, atau dengan surat berharga lainnya.

    Biaya akuisisi saham juga harus memperhitungkan semua biaya yang dikeluarkan dalam setiap proses pembelian saham. Biaya yang mungkin muncul diantaranya adalah biaya konsultan hukum dan notaris untuk legalitas proses akuisisi, biaya konsultasi pajak untuk melengkapi transaksi, biaya yang harus dibayar ke firma investasi saat dilakukan merger, dan masih banyak biaya yang lainnya.

    Contoh Harga Perolehan

    Beberapa contoh soal harga perolehan berikut bisa kamu lihat dan pahami agar bisa mempermudah proses perhitungan harga perolehan bisnismu. 

    1. Contoh: Tanggal 3 maret PT Mawar mengeluarkan sahamnya sebanyak 2.000 lembar, nilai parinya @9.000. Untuk membeli tanah dengan harga saham biasa @5.000. Maka perhitungan harga perolehannya yaitu:

    Nominal Saham = (2.000 x 9.000 = 18.000.000)

    Harga Pasar = (2.000 x 5.000 = 10.000.000)

    Nilai Selisih Disagio = 8.000.000

    Jurnal pencatatan transaksinya yaitu:

    Tanah (Debit) 10.000.000

    Disagio Saham (Debit) 8.000.000

    Saham Biasa (Kredit) 18.000.000

    1. Contoh: PT Pertamina Persero membeli perlengkapan pabrik dengan harga Rp 85.000.000 secara tunai. Dengan uang muka yang diberikan senilai Rp 30.000.000. Dan sisanya akan dibayar dengan wesel berbunga 10% dalam jangka waktu satu tahun. Hitunglah perolehan aset tetapnya. 

    Penyelesaian:

    Perlengkapan Pabrik (D) 85.000.000

    Kas (Kredit) 30.000.000

    Utang Wesel (Kredit) 50.000.000

    Dan ketika wesel jatuh tempo, maka nominal yang harus dibayar setelah bunga ditambah dengan bunganya, jadi besar bunga wesel adalah (50.000.000 x 10%) = 5.000.000, maka jurnal penyesuaiannya, 

    Utang Wesel (Debit) 50.0000.000

    Biaya Bunga (Debit) 5.000.000

    Kas (Kredit) 55.000.000

    Jurnal Harga Perolehan

    Berikut contoh jurnal harga perolehan yang bisa kamu jadikan sebagai sumber referensi. 

    PT Berkah Prima memiliki aktiva tetap berupa ruko yang digunakan untuk kantor pemasaran dengan harga perolehan Rp. 500 juta.

    Taksiran umur pemakaian = 20 tahun. Ruko tersebut sudah digunakan selama 10 tahun.

    Akumulasi penyusutan ruko = Rp. 250 juta.

    Pada awal tahun ke-11 ruko tersebut dinilai kembali sebagai berikut :

    Harga perolehan kembali = Rp. 750 juta.

    Persentase kondisi ruko : 60% = Rp. 450 juta

    Jadi umur ruko tersebut ditaksir :

    ( 750.000.000/300.000.000 ) x 10 tahun = 25 tahun

    Kesimpulan

    Harga perolehan adalah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kegiatannya untuk memiliki aset tetap sampai aset tersebut siap untuk digunakan. Harga perolehan biasa disebut biaya akuisisi.

    Biaya akuisisi berperan sangat penting karena menggambarkan nilai yang lebih realistis dalam pengakuan nilai aset, dibandingkan dengan menggunakan harga pembelian. Biaya akuisisi aset tetap mengakui diskon dan biaya-biaya lain yang menyertainya, yang nantinya akan menjadi nilai buku dari sebuah aset tetap.

    Karena setiap jenis aset memiliki komponen biaya yang berbeda yang harus diperhitungkan, ada beberapa cara menghitung biaya akuisisi, yaitu harga perolehan aset tetap, pengambilalihan perusahaan atau bisnis unit, akuisisi pelanggan, dan akuisisi saham.

    Semua pencatatan ini akan sangat tergantung pada kerapian catatan transaksi dan laporan keuanganmu, jadi pastikan kamu sudah menggunakan aplikasi keuangan yang tepat seperti majoo, ya! 

    Pertanyaan Terkait

    • Perhitungan harga perolehan berperan sangat penting karena menggambarkan nilai yang lebih realistis dalam pengakuan nilai aset, dibandingkan dengan menggunakan harga pembelian.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.