Cara Membuat Laporan Keuangan UMKM Praktis dan Mudah

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail


UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah) adalah salah satu bidang usaha yang juga memerlukan catatan keuangan. Laporan keuangan UMKM memiliki banyak fungsi, meskipun perhitungannya tidak sebesar laporan keuangan perusahaan atau bisnis yang lebih besar. 

Jika kamu adalah seorang pelaku bisnis UMKM yang mampu menyusun laporan keuangan UMKM dengan baik, artinya kamu akan dapat mengelola keuangan dengan lebih efektif, mengambil keputusan yang lebih cerdas, memenuhi persyaratan hukum, dan membangun kepercayaan dengan pihak-pihak terkait. 

Apa Itu Laporan Keuangan UMKM?

Laporan keuangan UMKM adalah dokumen atau catatan yang menyajikan informasi keuangan terkait dengan kegiatan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Laporan ini dirancang untuk memberikan gambaran yang jelas dan sistematis tentang kinerja keuangan UMKM dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun fiskal.

Laporan keuangan UMKM umumnya terdiri dari tiga laporan utama, yaitu:

1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi menyajikan informasi mengenai pendapatan, beban, dan laba bersih yang dihasilkan oleh UMKM selama periode tertentu. Laporan ini mencerminkan apakah UMKM menghasilkan laba atau rugi dalam kegiatan operasionalnya.

2. Neraca (Balance Sheet)

Neraca merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan UMKM pada akhir periode tertentu. Neraca mencakup aset (seperti kas, piutang, persediaan), kewajiban (seperti utang, pinjaman), dan ekuitas pemilik (modal) UMKM. 

Neraca dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sumber daya yang dimiliki oleh UMKM dan bagaimana sumber daya tersebut dibiayai.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas melacak aliran uang masuk dan keluar UMKM selama periode tertentu. Laporan ini menggambarkan sumber-sumber kas yang dihasilkan (seperti penjualan, pendapatan lainnya) dan penggunaan kas (seperti pembelian, pembayaran utang). Laporan arus kas dapat membantu memahami kemampuan UMKM dalam menghasilkan dan mengelola aliran kas.

Selain laporan utama tersebut, UMKM juga dapat menyertakan laporan tambahan, seperti laporan perubahan ekuitas, catatan atas laporan keuangan, dan informasi tambahan yang relevan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kinerja keuangan dan posisi UMKM.

Baca Juga: Apa Saja Laporan Keuangan yang Perlu Diketahui Bisnis?

Mengapa Menyusun Laporan Keuangan UMKM Itu Penting?

Laporan keuangan UMKM harus disusun menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum, seperti Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau Standar Pelaporan Keuangan (SPK) yang berlaku di negara setempat. 

Ini adalah aspek penting yang tidak boleh terlewatkan. Kenapa? Karena dengan begitu, laporan keuangan UMKM akan dapat diandalkan, memenuhi persyaratan hukum, dan memberikan informasi yang berguna bagi pemilik, investor, pihak berkepentingan, dan lembaga keuangan.

Menyusun laporan keuangan UMKM merupakan langkah penting dalam operasional usaha secara keseluruhan. Inilah beberapa alasannya.

Pengambilan Keputusan yang Informasional

Laporan keuangan menyediakan informasi tentang kinerja keuangan UMKM secara terperinci. Ini akan membantu pemilik UMKM dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, seperti mengidentifikasi sumber pendapatan yang paling menguntungkan, mengurangi biaya yang tidak perlu, atau mengevaluasi keberhasilan strategi bisnis.

Evaluasi Kesehatan Keuangan

Laporan keuangan UMKM memberikan gambaran yang jelas tentang kesehatan keuangan bisnis. Dengan melihat laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, pemilik dapat menilai apakah UMKM menghasilkan laba yang memadai, memiliki aset yang cukup, dan memiliki aliran kas yang stabil. Ini membantu dalam mengidentifikasi masalah potensial dan mengambil tindakan perbaikan.

Kepatuhan Perpajakan dan Regulasi

Menyusun laporan keuangan UMKM merupakan kewajiban hukum dan perpajakan yang harus dipenuhi oleh pemiliknya. Laporan keuangan yang akurat dan lengkap diperlukan untuk memenuhi persyaratan pelaporan pajak dan kepatuhan peraturan bisnis lainnya. 

Dengan menyusun laporan keuangan yang tepat waktu dan akurat, UMKM dapat menghindari sanksi dan masalah hukum yang mungkin timbul.

Akses ke Sumber Pendanaan Eksternal

Jika pemilik UMKM berencana untuk mengajukan pinjaman atau mencari investor, laporan keuangan yang teratur dan terpercaya sangat penting. Laporan keuangan yang baik memberikan keyakinan kepada pihak eksternal mengenai stabilitas keuangan dan potensi pengembalian investasi. 

Ini akan dapat meningkatkan peluang UMKM dalam memperoleh sumber pendanaan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangan.

Transparansi dan Akuntabilitas

Menyusun laporan keuangan akan memberikan transparansi tentang kinerja keuangan UMKM kepada pemilik, karyawan, pihak berkepentingan, dan pihak yang terkait secara eksternal. Secara otomatis ini akan memperkuat kepercayaan bisnis, serta meningkatkan akuntabilitas terhadap hasil keuangan yang dicapai.

Dengan menyusun laporan keuangan UMKM secara teratur, kamu dan para pemilik usaha lainnya dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kondisi keuangan bisnis. Selain itu dapat dengan mudah mengelola risiko serta membangun dasar yang kuat untuk pertumbuhan dan kesuksesan bisnis di masa depan.

Baca Juga: Akuntabilitas adalah Kunci: Prinsip dan Contoh Akuntabilitas


Aplikasi Akuntansi

Cara Membuat Laporan Keuangan UMKM

Membuat laporan keuangan yang praktis dan mudah untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Pilih format yang sesuai dengan kebutuhan UMKM millikmu. Format yang umum digunakan meliputi laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

  • Identifikasi semua transaksi keuangan yang terjadi dalam periode yang relevan, seperti pemasukan (penjualan, pendapatan lainnya) dan pengeluaran (pembelian, biaya operasional).

  • Buat buku besar untuk mencatat setiap transaksi keuangan berdasarkan kategori (misalnya, kas, piutang, utang, persediaan, modal). Gunakan spreadsheet atau perangkat lunak akuntansi untuk memudahkan pencatatan dan pengelompokan transaksi.

  • Jika memang diperlukan, buat jurnal penyesuaian untuk mengoreksi kesalahan atau mencatat transaksi yang belum tercatat, seperti depresiasi aset atau pendapatan tertunda.

  • Berdasarkan data yang tercatat dalam buku besar, buat laporan keuangan utama, termasuk laporan laba rugi (pendapatan dan beban), neraca (aset, kewajiban, dan modal), dan laporan arus kas (arus masuk dan keluar uang).

  • Setelah laporan keuangan selesai, lakukan analisis untuk mendapatkan wawasan tentang kondisi keuangan UMKM. Perhatikan indikator kinerja penting, seperti laba bersih, rasio keuangan, dan tren pendapatan.

  • Bagikan laporan keuangan kepada pihak yang berkepentingan, seperti pemilik, investor, atau lembaga keuangan. Kamu dapat mengirimkan laporan melalui email, mencetaknya, atau membagikannya secara daring melalui platform bisnis.

  • Gunakan perangkat lunak akuntansi untuk membuat proses ini lebih mudah. Pertimbangkan penggunaan perangkat lunak akuntansi yang dirancang khusus untuk UMKM. 

    Opsi lainnya yang tak kalah memudahkan, kamu bisa mempertimbangkan penggunaan aplikasi POS yang sudah dilengkapi dengan fitur pencatatan transaksi dan pembuatan laporan keuangan.

Baca Juga: Butuh Modal Usaha? Inilah 9 Cara Mendapatkan Modal UMKM!

Contoh Laporan Keuangan UMKM

Setelah kamu melihat cara membuat laporan UMKM di atas, apakah pembuat laporan keuangan untuk bisnismu jadi terasa lebih mudah?

Supaya makin mempermudah kamu, kami juga telah menyiapkan beberapa contoh laporan keuangan UMKM. 

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Mari kita lihat contohnya satu per satu!

Contoh laporan laba rugi

Contoh laporan laba rugi

Perlu diingat, struktur dan elemen laporan laba rugi mungkin saja berbeda-beda. Biasanya, penentuan elemennya tergantung pada kebutuhan serta kompleksitas UMKM tersebut.

Bila posisi laporan laba rugi bisnismu menunjukkan hasil serupa laporan di atas, artinya pada periode akuntansi terkait bisnismu memiliki laba sesuai nominal yang tercantum dalam laporan tersebut.

Pada contoh kasus ini, perusahaan X di atas memiliki laba sebesar Rp6.400.000 sebab selisih total pendapatan dan total bebannya masih memberikan hasil positif. 

Jika di akhir baris laba/rugi diperoleh hasil negatif atau minus, tandanya bisnismu mengalami kerugian pada periode akuntansi tersebut.

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Lengkap dengan Contohnya

Contoh neraca

Contoh neraca bentuk staffel

Gambar di atas merupakan contoh neraca yang dibuat dengan metode staffel atau memanjang dari atas ke bawah. Jadi, pencatatan akun dibuat di sisi kiri, sedangkan nominalnya dicatatkan di sisi kanan neraca.

Ada pula bisnis yang membuat neraca dalam bentuk skontro atau menyamping. Bentuk ini sesuai untuk UMKM yang jumlah akun dalam laporan keuangannya masih sedikit.

Contoh neraca bentuk skontro

Contoh laporan arus kas


Contoh laporan arus kas

Seperti terlihat pada gambar di atas, laporan arus kas umumnya menampilkan pergerakan kas dari tiga arus utama, yaitu aktivitas operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas keuangan.

Tentunya, seperti kedua laporan keuangan UMKM lainnya, elemen arus kas juga mungkin berbeda tergantung kompleksitas usaha terkait.

Setelah kamu membaca artikel ini, semoga kamu sudah tidak kesulitan lagi saat akan membuat laporan keuangan bisnis. 

Pastikan kamu selalu mencatat dan melacak transaksi keuangan dengan cermat serta menjaga dokumen pendukung yang diperlukan, ya!


Sumber:

Data

  • https://www.harmony.co.id/blog/contoh-sederhana-laporan-keuangan-bisnis-ukm-yang-sesuai-dengan-sak-emkm/

Image

  • https://learn.nural.id/ 

  • https://www.ocbcnisp.com/ 

  • https://www.ocbcnisp.com/ 

  • https://www.jurnal.id/ 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo