Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • LPJ adalah Penentu Pengembangan Bisnis! Mengapa Demikian?

    LPJ adalah Penentu Pengembangan Bisnis! Mengapa Demikian?

    LPJ adalah salah satu dokumen yang mencantumkan laporan keuangan dari sebuah kegiatan

    Laporan Pertanggungjawaban atau LPJ adalah salah satu laporan keuangan yang paling akhir dibuat di akhir periode keuangan suatu bisnis. Untuk yang satu ini, mungkin sudah banyak pelaku usaha yang mengetahuinya. Namun, tak semua pelaku usaha menyadari bahwa laporan keuangan ini juga sangat penting dalam menentukan arah pengembangan bisnis, lho!

    Bingung, tidak, mengapa laporan pertanggungjawaban dari suatu bisnis dapat menentukan arah serta keberhasilan pengembangan bisnis? Jangan bingung terlalu lama, langsung simak saja penjabarannya berikut!

    Baca juga: Peran Stakeholder dalam Bisnis, Penting atau Tidak?

    Laporan Pertanggungjawaban adalah …

    Sebelum membahas pengaruh yang dimiliki oleh laporan pertanggungjawaban terhadap arah pengembangan bisnis, tentunya kita perlu tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan laporan pertanggungjawaban itu sendiri, kan?

    Laporan pertanggungjawaban adalah sebuah dokumen tertulis yang melaporkan proses pelaksanaan suatu kegiatan sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi yang menentukan seberapa baik kegiatan tersebut dilaksanakan. Jadi, sebenarnya laporan pertanggungjawaban ini tidak hanya terbatas pada operasional bisnis saja, tetapi juga dapat diterapkan untuk berbagai jenis kegiatan lainnya.

    Namun, laporan pertanggungjawaban akan menjadi alat yang sangat efektif dalam mengevaluasi kegiatan bisnis karena salah satu komponen yang ada di dalam laporan ini adalah pelaporan biaya kegiatan serta transaksi lain yang mengikutinya. Salah satu? Benar, karena dalam laporan pertanggungjawaban juga terdapat beberapa komponen lain seperti:

    1. Pendahuluan

    LPJ adalah sebuah dokumen resmi yang juga mencakup laporan keuangan terhadap suatu kegiatan. Oleh karena itu, dibutuhkan pendahuluan untuk menjelaskan latar belakang dan tujuan yang ingin dicapai oleh kegiatan yang akan dilakukan.

    Dalam bagian pendahuluan ini, pelaku usaha dapat secara lengkap menjelaskan alasan yang membuatnya untuk mengadakan kegiatan ini. Alasan ini dapat digunakan untuk meyakinkan bahwa kegiatan yang telah direncanakan memang perlu untuk diimplementasikan.

    2. Rencana Kegiatan

    Komponen rencana kegiatan merupakan bagian yang secara garis besar menjelaskan cara pelaksanaan suatu kegiatan; mulai dari bentuk, rencana anggaran yang dibutuhkan, dan juga pihak yang ditunjuk untuk bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.

    Umumnya, dalam contoh LPJ keuangan, anggaran yang telah ditetapkan akan diikuti dengan laporan pengeluaran untuk kegiatan tersebut, meski laporan keuangan ini bisa juga dicantumkan dalam komponen implementasi kegiatan.

    3. Implementasi Kegiatan

    Dalam setiap contoh laporan pertanggungjawaban, bagian implementasi kegiatan dapat diisi dengan laporan terkait pelaksanaan kegiatan itu sendiri secara rinci. Karena dokumen ini dapat difungsikan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kegiatan yang telah dilakukan, bagian ini umumnya ditulis secara naratif dengan selengkap-lengkapnya.

    4. Evaluasi Kegiatan

    Bagaimana bentuk pertanggungjawaban yang harus diberikan terhadap pelaksanaan suatu kegiatan? Seberapa baik performa yang ditunjukkan oleh kegiatan tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya?

    Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di atas akan menjadi sebuah evaluasi yang hasilnya dapat dituliskan di bagian ini. Dari penjabaran kegiatan serta evaluasi yang telah dilakukan, umumnya pelaku usaha dapat menarik kesimpulan terhadap performa dari suatu kegiatan untuk menjelaskan apakah performa yang ditunjukkan oleh kegiatan tersebut sudah sesuai dengan anggaran yang dihabiskan.

    Pelaku usaha juga dapat memberikan rekomendasinya untuk mengulang kegiatan serupa di lain waktu atau melakukan penyesuaian berdasarkan kesimpulan yang telah diambil. Bagian evaluasi kegiatan ini dapat berbeda-beda isinya tergantung pada jenis kegiatan yang dilaksanakan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh laporan pertanggungjawaban yang akan disertakan di akhir artikel ini.

    5. Lampiran

    Selayaknya dokumen keuangan pada umumnya, bagian lampiran umumnya digunakan untuk menyebutkan dokumen pendukung lainnya yang disertakan bersama contoh LJK keuangan, baik sebagai bukti terlaksananya kegiatan tersebut, hasil analisis terhadap evaluasi yang dilakukan, maupun bukti-bukti transaksi yang telah dilakukan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Baca juga: Analisis Strategi Pemasaran Guna Pengembangan Kapasitas

    Manfaat Memahami Cara Membuat LPJ bagi Bisnis

    Pada dasarnya, bicara tentang kegiatan bisnis tentu tak bisa lepas dari prinsip utama ekonomi: yakni memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dengan pengeluaran yang sekecil mungkin.

    Pembuatan laporan pertanggungjawaban dapat dimanfaatkan untuk membuktikan performa suatu kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan prinsip ekonomi tersebut. Seorang pelaku usaha dapat menjelaskan secara rinci pelaksanaan suatu kegiatan, bahkan mulai dari alasan kegiatan tersebut perlu dilakukan, hingga evaluasi serta keseluruhan pengeluaran anggaran yang dibutuhkan oleh kegiatan tersebut.

    Dengan mengetahui cara membuat LPJ, pelaku usaha dapat dengan tepat menarik kesimpulan terhadap performa yang ditunjukkan oleh bisnisnya, membuat analisis untung rugi pelaksanaan kegiatan tersebut, dan juga menghitung secara tepat dampak dari tindakan yang diambil terhadap pendapatan bisnis yang akan diterima.

    Melalui pembuatan laporan pertanggungjawaban ini pula seorang pelaku usaha bisa menilai keberhasilan suatu kegiatan, kemudian menentukan apakah perlu ada penyesuaian terhadap kegiatan yang sudah dilakukan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ketika diterapkan kembali di lain hari. Dengan kata lain, arah pengembangan bisnis dapat dengan lebih mudah ditentukan dengan melihat kesimpulan yang ada pada laporan pertanggungjawaban ini.

    Tanpa membuat laporan pertanggungjawaban, seorang pelaku usaha bisa jadi akan terus-menerus melakukan kegiatan yang sama tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kegiatan tersebut tidak memberikan efek yang signifikan terhadap pengembangan bisnisnya; atau justru memberikan kerugian bagi bisnis yang dikelolanya. Pengembangan bisnis yang dilakukan pun tidak dapat dilakukan secara maksimal karena tidak bisa diarahkan secara tepat untuk mencapai keuntungan bisnis.

    Sebaliknya, dengan membuat laporan pertanggungjawaban, seorang pelaku usaha dapat mengetahui seberapa signifikan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan dalam mendorong angka penjualan, sehingga dalam pengembangan bisnisnya pelaku usaha tersebut dapat menentukan strategi atau kegiatan yang lebih baik. Lambat laun, jika hal ini secara konsisten dilakukan, pelaku usaha dapat belajar untuk melakukan pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik serta sesuai dengan kondisi yang dihadapinya.

    Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Analisis Bisnis dalam Era Digital

    LPJ adalah penentu arah pengembangan bisnis yang perlu dipahami pelaku usaha

    Contoh Laporan Pertanggungjawaban

    Agar tidak bingung dan salah dalam menyusun laporan pertanggungjawaban, coba perhatikan contoh berikut:

    Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan Pemasaran

    CV Maju Bersama

    1-31 Desember 2021


    BAB I

    Pendahuluan

    I.1. Latar Belakang

    Pengguna media sosial bertambah terus setiap waktunya. Situasi pandemi yang membuat banyak orang untuk tetap berada di rumah dan mengurangi waktu untuk bepergian juga mendorong bertambahnya penggunaan media sosial untuk berbagai kebutuhan; mulai dari kebutuhan personal untuk bercakap-cakap, menjalin relasi, maupun untuk kebutuhan bisnis. Dengan demikian, pengguna media sosial dapat menjadi pasar yang potensial untuk menerima informasi pemasaran.

    Sebagai sebuah usaha yang bergerak di bidang Event Organizer (EO), CV Maju Bersama juga menerima dampak dari pandemi, yaitu berkurangnya pesanan yang dilakukan oleh pelanggan untuk menggunakan jasa CV Maju Bersama. Untuk mengatasi masalah tersebut, CV Maju Bersama perlu memperbesar cakupan audiens yang ditarget dalam kegiatan pemasarannya, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial.

    Selain itu, platform-platform media sosial sendiri juga menyadari adanya peningkatan jumlah pengguna platformnya yang dapat menjadi pasar potensial, dan urgensi platform yang dimilikinya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Kesadaran tersebut diwujudkan dengan meluncurkan fitur untuk beriklan di dalam platformnya yang bisa digunakan oleh pelaku usaha; misalnya saja Instagram Ads dan Facebook Ads.

    I.2. Tujuan Kegiatan

    Kegiatan pemasaran melalui pemasangan iklan di Instagram Ads ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan penyampaian informasi layanan yang dimiliki oleh CV Maju Bersama, sehingga dapat meningkatkan jumlah pesanan yang dilakukan oleh pelanggan untuk layanan EO yang disediakan oleh CV Maju Bersama.


    BAB II

    Rencana Kegiatan

    II.1. Rencana Kegiatan

    Kegiatan pemasaran ini akan dilakukan selama dua puluh (20) hari kerja di bulan Desember 2021 yang dibagi dalam empat sesi, lima (5) hari kerja masing-masing. Pada setiap sesi, diluncurkan satu iklan pemasaran melalui fitur Instagram Ads.

    II.2. Anggaran Biaya

    No

    Deskripsi

    Jumlah

    Harga

    Waktu

    Total

    1

    Iklan Sesi 1

    1 unit

    Rp50.000

    5 hari

    Rp250.000

    2

    Iklan Sesi 2

    1 unit

    Rp100.000

    5 hari

    Rp500.000

    3

    Iklan Sesi 3

    1 unit

    Rp100.000

    5 hari

    Rp500.000

    4

    Iklan Sesi 4

    1 unit

    Rp50.000

    5 hari

    Rp250.000

    5

    Jasa desainer grafis

    1 orang

    Rp800.000

    1 waktu

    Rp800.000

    6

    Jasa admin

    1 orang

    Rp700.000

    1 waktu

    Rp700.000

     

    Rp3.000.000



    III.3. Pelaksana Kegiatan

    Penanggung jawab kegiatan: Bagas Rupawan

    Desainer grafis: Freelance

    Admin: Freelance


    BAB III

    Implementasi Kegiatan

    III.1. Pelaksanaan Kegiatan

    Kegiatan telah dilaksanakan di bulan Desember 2021 dengan menerbitkan empat iklan yang dibagi dalam empat sesi penerbitan. Setiap iklan dalam satu sesi diterbitkan selama lima hari sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

    Pelaksanaan kegiatan ini memiliki laporan keuangan sebagai berikut:

    No

    Tanggal

    Deskripsi

    Jumlah

    1

    1 Desember 2021

    Uang muka desainer grafis

    Rp300.000

     

    1 Desember 2021

    Jasa admin

    Rp700.000

     

    6 Desember 2021

    Pemasangan Iklan Sesi 1

    Rp250.000

     

    13 Desember 2021

    Pemasangan Iklan Sesi 2

    Rp500.000

     

    20 Desember 2021

    Pemasangan Iklan Sesi 3

    Rp500.000

     

    27 Desember 2021

    Pemasangan Iklan Sesi 4

    Rp250.000

     

    27 Desember 2021

    Pelunasan desainer grafis

    Rp500.000

    Total Pengeluaran

    Rp3.000.000

    Saldo Anggaran

    Rp0



    BAB IV

    Evaluasi Kegiatan

    IV.1. Gambaran Umum

    Dari kegiatan pemasaran yang telah dilakukan dengan memasang iklan melalui fitur Instagram Ads selama dua puluh (20) hari kerja, didapatkan cakupan sebanyak 128.757 audiens yang masing-masingnya menghabiskan waktu lebih dari tiga (3) detik saat melihat iklan. Setiap iklan yang diterbitkan memperoleh interaksi hingga 8,7%. Dengan kata lain, dari 128.757 yang melihat iklan tersebut, 11.201 orang menunjukkan ketertarikan terhadap iklan tersebut dengan meninggalkan komentar, likes, membagikan iklan tersebut, atau bentuk interaksi lainnya.

    IV.2. Kesimpulan

    Fitur Instagram Ads secara positif menunjukkan nilai yang positif dalam menjangkau lebih banyak audiens untuk kegiatan pemasaran yang dilakukan. Iklan yang dipasang melalui fitur Instagram Ads selama satu bulan dilihat lebih dari 100.000 orang dengan tingkat interaksi yang hampir menyentuh angka 10%. Meski tidak secara langsung mendorong angka penjualan, fitur Instagram Ads dapat menjadi solusi untuk kegiatan pemasaran.

    Lampiran

    1. Laporan performa iklan sesi 1
    2. Laporan performa iklan sesi 2
    3. Laporan performa iklan sesi 3
    4. Laporan performa iklan sesi 4

     

    Nah, sebenarnya menyusun sebuah laporan pertanggungjawaban bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan, kan? Terlebih jika seorang pelaku usaha juga memanfaatkan aplikasi majoo dalam menjalankan fungsi pengelolaan bisnisnya.

    Mengapa bisa demikian? Mudah saja! Aplikasi majoo juga disertai dengan fitur keuangan yang dapat mencatat setiap transaksi secara otomatis dengan tepat dan akurat, sehingga pelaku usaha dapat melaporkan setiap pengeluaran yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan kegiatan secara rinci seperti yang dicontohkan dalam laporan LPJ keuangan di atas!

    Ingat, LPJ adalah penentu pengembangan bisnis! Jadi, gunakan aplikasi majoo untuk menyusun laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan sebaik mungkin!

    Baca juga: Kenali Pengertian, Fungsi, dan Contoh Manajemen Laba

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?