Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Letter of Credit Adalah: Definisi, Jenis, dan Contohnya

    Letter of credit sangat berguna untuk menjembatani transaksi internasional. 

    Letter of credit adalah dokumen yang tidak asing di kalangan pebisnis, terutama yang melakukan transaksi bisnis lintas negara. 

    Memiliki bisnis dengan jangkauan global mungkin menjadi impian banyak pemilik usaha. Namun, berurusan dengan proses ekspor dan impor bukanlah hal sederhana, apalagi menyangkut pembayaran.

    Tentunya, kamu perlu menggunakan metode pembayaran yang mendukung pembayaran internasional, misalnya letter of credit.

    Apa yang Dimaksud dengan Letter of Credit?

    L/C atau letter of credit adalah dokumen yang diterbitkan oleh bank atas permintaan nasabah untuk membayar dokumen ekspor impor yang dikeluarkan oleh penerima L/C.

    Seperti yang sudah diketahui, pelaku usaha mungkin harus menghadapi proses yang rumit dalam penagihan atau pembayaran karena adanya jarak dan perbedaan geografis.

    Dalam transaksi bisnis internasional, ‘jarak’ tersebut masih ditambah lagi dengan perbedaan budaya, bahasa, dan aspek lainnya. Tidak jarang, situasi ini menimbulkan trust issue antara para pelaku bisnis.

    Nah, L/C dengan pihak bank sebagai perantara hadir untuk menjembatani kondisi tersebut. L/C menjadi dokumen atau perjanjian yang dapat dipercaya baik oleh penjual maupun pembeli.

    Peran bank dalam proses ini adalah sebagai pembayar L/C kepada penerima L/C. Adapun nasabah yang ingin membuka L/C perlu menyetorkan deposit sebesar jumlah L/C. 

    Di sinilah letak keamanan bagi para pihak yang bertransaksi. Terdapat deposit sebagai jaminan di bank yang mengeluarkan L/C (issuing bank) sehingga saat L/C jatuh tempo, bank dapat membayarkannya kepada penerima.

    Tentu saja, L/C dikeluarkan berdasarkan kesepakatan serta pemenuhan syarat yang telah dipenuhi oleh kedua belah pihak. 

    Baca juga: Agunan Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contoh Agunan

    Fungsi Letter of Credit

    Dari paparan di atas, sudah jelas bahwa L/C sangat berguna bagi bisnis. Namun, agar kamu memperoleh gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat fungsi letter of credit di bawah ini!

    Membuat Pembayaran Ekspor dan Impor Lebih Mudah

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, L/C merupakan dokumen yang membantu pelaku bisnis melakukan pembayaran internasional, misalnya dalam transaksi ekspor dan impor. 

    Dengan adanya L/C, kamu bisa melakukan transaksi internasional dengan lebih mudah karena tidak perlu menunggu dana terkumpul terlebih dahulu. Dana yang hendak dibayarkan pun bisa ditangguhkan oleh bank.

    Selain itu, pembayaran pun bisa diterima oleh pihak pengekspor dengan lebih cepat. Exportir tidak harus menunggu lama uang dikirim saat ada pembelian oleh negara lain. Dengan L/C, baik pengekspor maupun importir tidak perlu menunggu pembayaran terlalu lama.

    Memungkinkan Adanya Uang Muka dan Mengatur Waktu Pembayaran

    Dalam L/C, terdapat fasilitas uang muka. Jika, kedua belah pihak yang bertransaksi sepakat, transaksi bisa dilakukan secara kredit.

    Caranya, pihak pembeli membayar sejumlah uang muka atau down payment, Kemudian sisa pembayaran diselesaikan pada waktu jatuh tempo.

    Baca juga: Down Payment adalah: Definisi dan Cara Kerjanya

    Karena metode kredit dengan L/C dijamin oleh bank, importir pun bisa lebih leluasa menetapkan waktu pembayaran. 

    Penangguhan pembayaran atau kredit seperti disebutkan sebelumnya mungkin dilakukan. Di sisi lain, importir juga dapat melakukan pembayaran secara langsung.

    Menjadi Jaminan Keamanan

    Salah satu fungsi letter of credit yang sangat penting ialah sebagai jaminan. Jika terdapat kendala dalam pembayaran, pebisnis bisa melakukan klaim terhadap penerima barang untuk mengganti kerugian yang dialaminya.

    Sebagai catatan, bank tidak ikut menjamin kesesuaian barang. Sesuai atau tidaknya barang yang diterima oleh importir tetap menjadi tanggung jawab pebisnis masing-masing.

    Berdasarkan penjelasan fungsi L/C di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa dokumen ini memberikan manfaat baik untuk pengekspor maupun importir. 

    Manfaat letter of credit bagi pengekspor ialah bisa menerima pembayaran lebih cepat dan terbebas dari kurs mata uang. Bukan rahasia lagi, kurs mata uang cenderung sangat fluktuatif dan berisiko merugikan bagi pebisnis.

    Sementara itu, manfaat letter of credit untuk importir, yaitu memiliki jaminan eksportir akan mengirimkan barang sesuai kesepakatan. Kemudian, importir juga dapat menolak pembayaran bila barang yang dikirimkan oleh pengekspor tidak sesuai. 

    Bagi pengekspor maupun importir, keberadaan letter of credit membuat transaksi lebih terjamin keamanannya.

    Cara Kerja Letter of Credit

    Beberapa dari kamu mungkin bertanya, bagaimana cara kerja letter of credit? Secara sederhana, dokumen ini berlaku sebagai metode pembayaran yang memungkinkan pengekspor segera menerima pembayaran, tanpa harus menunggu berita dari negara penerima.

    Secara rinci, mari kita lihat tahapan cara kerja atau mekanismenya berikut ini!

    • Pihak pengekspor dan importir harus melaksanakan perjanjian transaksi. Bukti pelaksanaan perjanjian tersebut didasarkan pada kontrak jual beli antara kedua belah pihak. 
    • Pengajuan letter of credit kepada pihak bank dilakukan oleh importir. Bank penerima pengajuan inilah yang nantinya akan menerbitkan L/C, kemudian disebut sebagai issuing bank.
    • Issuing bank akan menyampaikan L/C milik importir lengkap dengan berbagai syarat yang berlaku kepada bank penerus atau disebut advising bank. 
    • Advising bank akan memberikan L/C kepada pengekspor.
    • Jika pengekspor sudah menerima L/C, pengekspor bisa mulai mengirimkan barang kepada importir.
    • Setelah proses pengiriman dilakukan, pihak pengekspor akan menerima bukti pengiriman.
    • Bukti pengiriman tersebut merupakan salah satu dokumen yang menjadi syarat agar pembayaran dicairkan oleh advising bank.
    • Advising bank akan memberikan pembayaran atas transaksi kepada pengekspor setelah memastikan dokumen, termasuk bukti pengiriman, sesuai syarat dan valid.
    • Setelah advising bank menyelesaikan pembayaran kepada pengekspor, advising bank akan menyerahkan bukti bayar kepada issuing bank. Dengan demikian, advising bank dapat menerima biaya pengganti atas dana yang dibayarkan kepada pengekspor.
    • Issuing bank akan menyampaikan dokumen bukti pembayaran letter of credit kepada importir. 
    • Importir membayarkan dana kepada issuing bank sesuai dengan kesepakatan.

    Jenis-Jenis Letter of Credit

    Perlu diketahui, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa macam L/C. Sebagian dari kamu mungkin bertanya, apa saja jenis-jenis letter of credit tersebut? Jenis-jenis letter of credit tersebut adalah revocable L/C, irrevocable, back to back L/C, revolving L/C, unrestricted L/C, sight L/C, usance L/C, dan red clause L/C.

    Untuk memahaminya setiap jenisnya, silakan simak penjelasan di bawah ini!

    Revocable L/C

    Revocable letter of credit adalah jenis L/C yang bisa dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh bank karena alasan tertentu, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada penerima. Maka dari itu, jenis L/C ini perlu dicek secara berkala.

    Irrevocable L/C

    Jenis berikutnya ialah irrevocable letter of credit. Berbeda dengan jenis revocable, irrevocable L/C ini tidak bisa dibatalkan oleh satu pihak selama masa perjanjian masih dalam rentang waktu yang valid. Jika ada pihak yang membatalkan, semua pihak akan terkena sanksi. 

    Back To Back L/C

    Untuk memahami back to back L/C, kita bisa membayangkan konsep reseller. Jadi, penerima bukanlah pembeli, melainkan pihak perantara. 

    Baca juga: Kenali Apa Itu Reseller serta Cara Menjadi Reseller

    Nantinya, pihak perantara ini akan menyalurkan barang yang dibelinya kepada penerima asli dengan bantuan pihak bank. 

    Revolving L/C

    Sesuai dengan namanya, jenis L/C yang satu ini dapat dilakukan berulang kali. Dengan kata lain, pihak yang bertransaksi dapat menggunakan kreditnya lagi untuk melakukan transaksi lain.

    Unrestricted L/C

    Jenis unrestricted L/C mungkin dapat menjadi pertimbangan bila pelaku bisnis menginginkan L/C yang fleksibel. Terlihat dari namanya, L/C yang satu ini tidak terbatas.

    Maksudnya, baik pihak pengekspor maupun importir dapat melakukan negosiasi di bank mana saja yang diinginkannya. Dengan begitu, proses pembayaran dengan jenis L/C ini terasa lebih mudah.

    Sight L/C

    Berikutnya, terdapat jenis letter of credit yang memungkinkan terjadinya pembayaran langsung, yaitu sight L/C. Dengan jenis L/C ini, pembayaran dapat dilakukan real time ketika dokumen diterima oleh pihak bank. 

    Usance L/C

    Berlawanan dengan sight L/C, usance L/C memberikan tenggat waktu tertentu bagi importir untuk menyelesaikan pembayaran. Umumnya, tenggat waktu atau masa jatuh tempo ini ditentukan oleh pihak pengekspor.

    Contoh Letter of Credit

    Sampai sini, apakah kamu sudah memahami tentang L/C? Lalu, seperti apa sebenarnya bentuk dari dokumen tersebut? Supaya kamu memperoleh gambaran yang lebih jelas, berikut ini kami telah menyiapkan contoh letter of credit.


    Sumber: https://www.dripcapital.com/

    Kesimpulan

    Berbisnis lintas negara tentu menawarkan keuntungan yang menjanjikan. Melihat market size yang lebih besar, banyak bisnis memiliki target untuk bisa melakukan ekspor dan impor barang.

    Akan tetapi, setiap keuntungan hadir dengan tantangan tersendiri, begitu juga dengan transaksi internasional. Salah satu tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh para pelaku usaha adalah proses pembayaran yang relatif kompleks.

    Pengiriman dana lintas negara, apalagi dalam jumlah besar, kadang tidak semudah yang dibayangkan. Belum lagi, soal isu kepercayaan antara para pelaku usaha itu sendiri. Karena itu, kamu perlu letter of credit.

    Seperti sudah disebutkan sebelumnya, letter of credit adalah dokumen yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan nasabah yang juga importir untuk melakukan pembayaran kepada pihak pengekspor barang.

    Dengan begitu, proses pembayaran dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan terjamin keamanannya.

    Menyediakan ragam opsi pembayaran memang relatif krusial untuk bisnis hari ini. Pasalnya, konsumen selalu ingin memperoleh jaminan keamanan dan kenyamanan ketika berbicara soal penyelesaian transaksi. Hal ini berlaku juga untuk transaksi lokal, lho.

    Karena itu, kelola juga opsi pembayaran untuk transaksi lokalmu dengan baik, misalnya dengan menyediakan berbagai opsi pembayaran digital. 

    Tidak sulit kok menyediakan opsi metode pembayaran kalau kamu sudah menggunakan aplikasi POS yang dilengkapi layanan multiple payment. Sudahkah bisnismu menggunakan aplikasi POS yang lengkap? Kalau belum, yuk pakai sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • L/C atau letter of credit adalah dokumen yang diterbitkan oleh bank atas permintaan nasabah untuk membayar dokumen ekspor impor yang dikeluarkan oleh penerima L/C.
    • Secara sederhana, dokumen ini berlaku sebagai metode pembayaran yang memungkinkan pengekspor segera menerima pembayaran, tanpa harus menunggu berita dari negara penerima.
    • Jenis-jenis letter of credit tersebut adalah revocable L/C, irrevocable, back to back L/C, revolving L/C, unrestricted L/C, sight L/C, usance L/C, dan red clause L/C.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.