Table of Content

    Down Payment adalah: Definisi dan Cara Kerjanya

    Down payment adalah pembayaran yang dilakukan di awal .

    Di beberapa pusat perbelanjaan, dealer, atau toko, mungkin kamu pernah membaca frasa “Down Payment”. Sudah tahukah kamu apa sih makna sebenarnya dari down payment

    Jika kamu Ingin membeli barang, khususnya secara kredit, down payment adalah syarat yang harus dibayarkan di awal pembelian barang tersebut. Down payment adalah syarat yang biasanya dibutuhkan bila kamu ingin mencicil barang atau aset yang memiliki nilai cukup tinggi.

    Down payment adalah hal yang juga sudah tidak asing dalam dunia pinjaman. Baik itu pada sektor perumahan, kendaraan, dan berbagai macam sektor lainnya. Secara umum kita mengetahui bahwa down payment merupakan uang muka. Namun, ternyata uang muka dan down payment adalah dua hal yang juga memiliki perbedaan, lho.

    Down Payment adalah … 

    Down payment adalah pembayaran secara tunai yang dilakukan ketika ingin membeli barang dan aset yang cukup mahal secara kredit. Saat kamu ingin membeli aset mahal seperti kendaraan atau properti, kemungkinan besar sisa uang yang harus dibayarkan akan dicicil.

    Down payment merupakan pembayaran di muka sebagian dari harga total. Down payment juga merupakan bagian dari harga pembelian dan bukan termasuk pinjaman. 

    Meskipun sudah pasti dicicil, down payment berfungsi sebagai semacam penjamin kepada pihak penjual bahwa kamu akan membayarkan sisa cicilannya. Sementara, bagi pembeli, fungsi down payment adalah untuk mengamankan barang atau jasa yang dibeli tersebut, agar tidak diambil atau dibeli oleh orang lain.

    Di beberapa kasus, kamu bisa mendapatkan down payment kembali jika memang pembelian dibatalkan dan barang atau jasa yang dibeli belum digunakan. Meskipun, biasanya down payment yang dikembalikan tidak utuh, hanya beberapa persen.

    Baca Juga: Dalam Keuangan, Benarkah Prepaid Expense adalah Aset Bisnis?

    Perbedaan Down Payment dan Advance Payment 

    Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa advance payment dan down payment adalah hal yang sama. Hal ini wajar karena baik advance payment dan down payment biasanya sama-sama dibayarkan di muka. 

    Padahal, sebenarnya terdapat perbedaan down payment dan advance payment yang cukup mendasar. 

    Advance payment atau yang dikenal dengan pembayaran di muka adalah pembayaran langsung kepada pihak pemilik barang sebelum barang yang dipesan dikirimkan. Umumnya sistem pembayaran advance payment digunakan dalam kegiatan ekspor.

    Sistem pembayaran ini biasanya digunakan untuk buyer yang sudah sering membeli barang atau sudah lama berlangganan. Mata uang yang digunakan dalam pembayaran ini pun bergantung pada kesepakatan, bisa menggunakan mata uang negara eksportir maupun mata uang negara importir.

    Sementara, down payment adalah pembayaran di muka yang tidak hanya bisa dilakukan oleh buyer lama atau pelanggan, tetapi juga oleh konsumen baru dan calon pelanggan. 

    Selain itu, umumnya advance payment menerapkan besaran sejumlah 80-90% dari jumlah kredit. Sedangkan besaran down payment adalah berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. 

    Sedangkan, pengertian uang muka dalam akuntansi adalah uang yang pembayarannya secara tunai di awal, apabila konsumen ingin membeli barang atau jasa yang cukup mahal akhirnya diambil secara kredit.

    Cara Kerja Down Payment

    Prinsip cara kerja down payment adalah semakin besar nominal yang kamu bayarkan di awal, akan semakin kecil cicilan yang harus kamu bayarkan nantinya.  Meskipun begitu, hal yang harus menjadi pertimbangan adalah bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya dalam proses melakukan pelunasan cicilan tersebut. 

    Semakin sedikit jumlah cicilan yang harus dilunaskan, artinya semakin kecil juga bunga yang harus dibayarkan nantinya.

    Baca Juga: Leasing adalah Salah Satu Kebutuhan Bisnis? Memangnya Iya?

     Ada beberapa keuntungan membayar dengan down payment.

    Keuntungan Down Payment

    Saat kamu ingin melakukan down payment, biasanya akan diberikan dua pilihan, yaitu membayar down payment dalam jumlah besar atau kecil.

    Berikut adalah beberapa keuntungan ketika melakukan down payment baik besar maupun kecil.

    1. Keuntungan Down Payment Besar

    Suku Bunga Rendah

    Dengan membayar down payment dalam jumah besar, secara otomatis kamu akan memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah. Sehingga dalam waktu panjang, kamu bisa mengecilkan pengeluaran untuk membayar bunga selain cicilan setiap bulannya.

    Jumlah Cicilan Per Bulan Lebih Kecil

    Bukan hanya suku bunga yang rendah, karena kamu sudah membayar uang dalam jumlah cukup besar di awal, sisa perlu kamu lunaskan dalam cicilan juga menjadi kecil.

    Mendapatkan Kepercayaan untuk Melakukan Kredit di Lain Waktu

    Melakukan down payment dengan jumlah besar juga dapat membantumu untuk mendapatkan kepercayaan dari kreditur. Hal ini tentu akan membantumu ketika ingin melakukan kredit lagi di lain waktu.

    2. Keuntungan Down Payment Kecil

    Mendapatkan Barang dengan Biaya Minim

    Membayar down payment dalam jumlah kecil memungkinkanmu untuk mendapatkan barang dengan uang yang tidak terlalu besar,

    Cicilan Sesuai Budget yang Dimiliki

    Meski cicilan yang dibayar jadi lebih besar dan durasinya lebih lama, kamu bisa tetap membayarnya sesuai dengan budget yang dimiliki.

    Ada Sisa Uang untuk Kebutuhan Lain

    Jika kamu membayar down payment dalam jumlah kecil, kamu masih punya uang untuk hal atau kebutuhan yang lain. Selain itu, setidaknya kamu masih bisa menyimpan cadangan dana darurat.

    Dana darurat tersebut bisa digunakan untuk berbagai macam hal. Misalnya untuk perbaikan rumah dan mengcover sejumlah biaya tak terduga. Hal ini tentu bisa membantumu dalam mengatur keuangan yang dimiliki.

    Bisa Melakukan Pembelian Lebih Cepat

    Jika kamu harus menyiapkan dana sekitar 20% untuk kredit rumah, tentu perlu waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkannya. Bagi sebagian orang, nilai tersebut mungkin tidak menyulitkan. Namun, sebagian yang lain akan mengalami kesulitan bahkan perlu puluhan tahun agar uang tersebut terkumpul. Dengan down payment yang nilainya kecil, proses pembelian akan lebih cepat kamu lakukan.

    Jurnal Down Payment

    Karena down payment adalah proses pembayaran yang dilakukan di awal transaksi, tentunya perlu cara khusus dalam menuliskan down payment pada jurnal akuntansi. Bagaimana cara menuliskan penjualan dengan down payment pada jurnal down payment

    Sebelumnya, perlu disinggung sedikit bahwa ada dua situasi yang akan membedakan pencatatannya. Pembedanya adalah diikutsertakannya pajak pertambahan nilai (PPn) atau tidak dalam pembayaran uang muka tersebut. 

    Down payment akan dikenakan PPn jika barang tersebut adalah barang kena pajak dan instansi atau perusahaan juga menjadi perusahaan wajib pajak. Namun, jika barangnya bukan barang kena pajak, tidak perlu ditambahkan PPn. 

    Baca Juga: Ketahui Jenis, Contoh, dan Cara Membuat Jurnal Pembelian!

    Jurnal Down Payment untuk Barang Tidak Kena Pajak/Instansi Bukan Wajib Pajak

    Contoh kasus: 

    Sebuah hotel menerima pemesanan ruang rapatnya untuk digunakan selama 7 hari oleh PT Bahagia Sejahtera. Ruangan tersebut akan dipakai pada tanggal 1-7 September 2022. PT. Bahagia Sejahtera membayar down payment untuk memesan ruangan itu pada bulan Agustus 2022 sebesar 10.000.000 rupiah.

    Jika PT. Bahagia Sejahtera melakukan pembayaran secara cash atau tunai, pencatatan di jurnal down payment seperti ini:

    Kas 

    10.000.000

     

    Pendapatan yang diterima di muka 

     

    10.000.000

     

    Jika pembayaran dilakukan melalui transfer bank:

    Bank

    10.000.000

     

    Pendapatan yang diterima di muka 

     

    10.000.000

     

    Jurnal Down Payment untuk Barang Kena Pajak/Instansi Wajib Pajak (Ppn)

    Untuk penjualan barang kena pajak, ada sedikit perbedaan dengan barang tidak kena pajak. Perbedaan itu ada pada dikenakan Pajak Pertambahan nilai (PPn) pada uang muka sebesar 10%. 

    Contoh kasus:

    Sebuah perusahaan mesin fotocopy berhasil menjual 100 buah mesin fotocopy kepada salah satu perusahaan di Indonesia. Mesin fotocopy tersebut nantinya akan didistribusikan ke seluruh kantor cabangnya di beberapa kota pada akhir tahun 2022. 

    Sehingga, saat ini perusahaan tersebut masih melakukan pemesanan untuk produksi mesin fotocopy. Oleh karena itu, perusahaan mesin fotocopy menetapkan down payment yang wajib dibayar oleh pembelinya sebesar 10% dari harga jual keseluruhan. 

    Pada bulan Februari 2022, perusahaan mesin fotocopy menerima pembayaran sebesar Rp110 juta (sudah termasuk PPn 10%). Jurnal down payment pada transaksi tersebut adalah: 

    Kas

    110.000.000

     

    Uang Muka penjualan 

     

    100.000.000

    PPn 

     

    10.000.000

     

    Contoh Jurnal Down Payment dalam 3 Tahapan 

    Penjualan dengan sistem pembayaran down payment adalah penjualan yang bisa dicatat dalam 3 tahapan, yakni, ketika perusahaan menerima down payment penjualan, ketika pengiriman dan ketika penjualan lunas setelah barang sampai di tangan pembeli.

    Umumnya, yang sering dilakukan adalah pencatatan jurnal down payment pada saat penerimaan down payment dan pelunasan pembayaran saja. 

    Saat Penerimaan Down Payment

    Tanggal 10 Juni 2022, Toko Grosir Sukses Maju menjual beras sebanyak 100 karung dengan harga Rp20.000.000 kepada agen sembako (diasumsikan harga sudah termasuk PPN). 

    Berdasarkan kesepakatan, agen memberikan down payment terlebih dulu sebesar Rp5.000.000, dan sisanya akan dibayarkan pada tanggal 10 Juli 2022.

    Penulisan dalam jurnal down payment adalah:

    10 Juni 2022

    Kas

    Rp5.000.000

     
     

    Down Payment

     

    Rp5.000.000

    Pencatatan ini untuk asumsi jika beras dikirimkan setelahnya. Jika agen membawa beras tersebut langsung di hari yang sama dengan transaksi, pencatatannya akan ditulis seperti ini.

    10 Juni 2022

    Down Payment

    Rp5.000.000

     
     

    Piutang Usaha

    Rp15.000.000

     
     

    Penjualan

     

    Rp20.000.000

    Saat Pelunasan Pembayaran

    Karena beras sudah dilunasi, artinya harus dicatatkan pembayaran piutang dengan kas, sebesar piutang di awal. Jadi akun kas didebit dan sebaliknya akun piutang dikredit. 

    Juni 2022

    Kas

    Rp15.000.000

     
     

    Piutang

     

    Rp15.000.000

     

    Itu tadi penjelasan lengkap mengenai down payment, cara kerja dan pencatatan jurnalnya. Dapat disimpulkan bahwa down payment adalah cara pembeli mengamankan aset atau produk yang dibeli, dan cara penjual memastikan bahwa pembeli akan meneruskan pembayarannya.

    Down payment dalam jumlah besar biasanya akan mengurangi nilai bunga yang harus dibayarkan. Namun, down payment yang dibayarkan dalam jumlah kecil pun masih memiliki beberapa keuntungan. Jadi, pilihannya ada di tangan kamu, mau membayar dengan jumlah besar atau kecil. 

    Apapun pilihan pembayaran kamu, usahakan untuk memastikan kondisi keuangan bisnismu terlebih dahulu, terlebih bila pembelian dengan down payment ini digunakan sebagai perlengkapan operasional bisnis. Jangan sampai besarnya jumlah cicilan berpengaruh pada keuangan bisnismu. 

    Jika kamu masih merasa bingung perihal perhitungan biaya seperti ini, itu artinya kamu butuh bantuan dari aplikasi keuangan seperti majoo yang bisa mempermudah pekerjaanmu dalam hal finansial bisnis. Coba deh berlangganan majoo, dijamin enggak akan menyesal! 

    Pertanyaan Terkait

    • Down payment merupakan pembayaran di muka sebagian dari harga total. Down payment juga merupakan bagian dari harga pembelian dan bukan termasuk pinjaman.
    • Meskipun dalam akuntansi uang muka dan down payment (DP) dianggap sama, pada praktiknya ada sedikit perbedaan antara keduanya. Besaran down payment biasanya ditentukan oleh penjual yang kemudian akan disepakati oleh pembeli, sementara uang muka, besarannya biasanya ditentukan oleh pembeli, dan disepakati oleh penjual.
    • Down payment bisa dan harus dikembalikan bila pembatalan transaksi dilakukan oleh penjual, dan sebaliknya, tidak bisa dikembalikan bila pembatalan transaksi dilakukan oleh pembeli. Namun demikian, perhatikanlah isi ketentuan dalam perjanjian yang dibuat ketika melakukan pembayaran down payment, karena biasanya ada batasan situasi yang memungkinkan down payment dikembalikan.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Contoh Surat Bisnis dan Fungsinya
    Contoh surat bisnis ini akan bikin kamu lebih tahu dan paham cara membuat surat bisnis yang benar dan efektif.
    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Apa Itu Retargeting? Ketahui Pengertian & Cara Melakukannya!
    Retargeting adalah bentuk online advertising yang membantu brand berada di bagian depan bounced traffic setelah pengunjung meninggalkan website.
    Online Single Submission Adalah: Pengertian dan Penerapannya
    Online Single Submission (OSS) adalah izin berusaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi/BKPM untuk para pelaku usaha.