Manajemen Risiko adalah: Prinsip, Fungsi, dan Manfaat

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Manajemen risiko adalah salah satu aktivitas terpenting bisnis.

Secara sederhana, pengertian manajemen risiko adalah sebuah proses dalam melakukan analisis, identifikasi, evaluasi, pengendalian, dan menanggulangi risiko yang bisa saja atau sedang dihadapi oleh organisasi atau perusahaan.

Sebagai pebisnis, kamu juga perlu memahami lebih dalam mengenai manajemen risiko. Alasannya karena kemampuanmu dalam hal tersebut akan berpengaruh pada operasional bisnis. Selain itu, adanya manajemen risiko dapat membantu meminimalkan potensi kegagalan bisnis dengan mengidentifikasi dan mengatasi risiko sebelum menjadi masalah yang besar.

Baca juga: Apa itu Manajemen? Definisi, Fungsi, dan Unsur-Unsurnya!

Pengertian Manajemen Risiko

Secara umum, manajemen risiko adalah proses identifikasi, evaluasi, dan prioritas risiko yang mungkin mengancam sukses dari suatu proyek atau organisasi, dan mengambil tindakan untuk mengelola atau mengurangi dampak negatif dari risiko tersebut. 

Dalam dunia bisnis, tentunya risiko yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan keberlangsungan jalannya bisnis. Jadi, bisa diartikan bahwa manajemen risiko adalah usaha yang dilakukan untuk menghindari berbagai risiko dengan cara memonitor sumber risiko, melacak, dan melakukan serangkaian upaya agar bisa meminimalisir dampak risiko.

Dalam penerapannya, manajemen risiko akan melibatkan perencanaan dan pemantauan risiko secara terus-menerus, dan memastikan bahwa tindakan diambil secepat mungkin untuk mengatasi risiko yang mungkin muncul.

Pengertian Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Menurut Milton C. Regan 

Dalam bukunya “Risky Business”, Regan menjelaskan bahwa manajemen risiko adalah penerapan beragam kebijakan dan prosedur untuk meminimalisasi peristiwa yang menurunkan kapasitas dan kualitas kerja perusahaan. 

Menurut Noshworthy

Pengertian manajemen risiko adalah usaha mengurangi risiko dalam proses pelaksanaan teknis dan pengambilan keputusan bisnis.

Djojosoedarso 

Manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat. Jadi, meliputi aktivitas merencanakan, mengorganisasi, menyusun, memimpin/mengkoordinir dan mengawasi (termasuk mengevaluasi) program penanggulangan risiko.

Dorfman 

Menurut Dorfman, manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu proses logis dalam usahanya untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian.

Tampubolon

Tampubolon mendefinisikan manajemen risiko sebagai kegiatan atau proses yang terarah dan bersifat proaktif, yang ditujukan untuk mengakomodasi kemungkinan gagal pada salah satu atau sebagian dari sebuah transaksi atau instrumen.

Jenis Risiko dalam Manajemen Risiko

Agar kamu lebih memahami proses manajemen risiko, kamu juga harus tahu bahwa di dalam manajemen risiko terdapat berbagai jenis risiko yang bisa muncul dan perlu ditangani dengan baik, yaitu:

Risiko Bisnis

Jenis risiko yang pertama adalah risiko bisnis, yaitu risiko yang berkaitan langsung dengan aktivitas operasional perusahaan. Contohnya, proses penerapan K3, pengawasan proses capital budgeting, pelatihan SDM, dan sebagainya.

Risiko Pasar

Jenis risiko ini melibatkan fluktuasi harga pasar, volatilitas pasar, dan perubahan permintaan pasar. Contohnya, penerapan diversifikasi portofolio produk atau dengan memasuki pasar baru.

Risiko Geografis

Jenis risiko yang berikutnya adalah risiko geografis, yaitu risiko akibat lokasi fisik perusahaan, misalnya lokasi rawan gempa, tsunami, longsor, dan jenis bencana alam lainnya. Contoh manajemen risikonya adalah mitigasi bencana, simulasi, dan asuransi aset.

Risiko Operasional

Risiko operasional melibatkan berbagai masalah teknis atau operasional, seperti masalah supply chain, masalah teknologi, atau kegagalan sistem. Contohnya, perusahaan memutuskan untuk mengurangi risiko operasional dengan mengevaluasi proses dan meningkatkan redundansi untuk memastikan kontinuitas operasi.

Risiko Persaingan

Ada pula jenis risiko persaingan, yaitu berbagai risiko yang ditimbulkan oleh kerasnya kompetisi dalam industri. Contohnya dengan memiliki tim advokasi bisnis dan menyiapkan strategi antisipasi gerakan kompetitor.

Risiko Keuangan 

Mungkin ini adalah jenis risiko yang paling sering ditakuti sekaligus dialami oleh para pemilik bisnis, karena melibatkan fluktuasi mata uang, perubahan tingkat bunga, dan volatilitas pasar keuangan. Contohnya, perusahaan memutuskan untuk mengurangi risiko keuangan dengan membatasi berbagai biaya.

Baca juga: Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Prinsip, & Tipsnya

Prinsip Manajemen Risiko

Sebelum menerapkan dan memulai proses manajemen risiko dalam bisnis yang kamu jalankan, ada beberapa prinsip manajemen risiko, sebagai dasar yang perlu kamu pahami, yaitu:

  • Pengidentifikasian Risiko, yaitu prinsip dasar untuk mengidentifikasi potensi risiko dan menentukan sumber risiko.
  • Evaluasi Risiko, yang merupakan proses menentukan tingkat risiko dan memprioritaskan risiko berdasarkan potensial dampak dan kemungkinan terjadinya.
  • Mitigasi Risiko, yaitu proses mengurangi risiko dengan tindakan yang sesuai, seperti menghilangkan sumber risiko atau meminimalkan dampak risiko.
  • Monitoring dan Revisi Risiko. Perusahaan harus memantau dan mengevaluasi tindakan manajemen risiko secara teratur untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil efektif dan bahwa risiko terus diidentifikasi dan diterima.
  • Keterbukaan dan transparansi. Manajemen risiko harus didasarkan pada prinsip keterbukaan dan transparansi. Perusahaan harus menyediakan informasi yang relevan dan dapat diakses bagi pemangku kepentingan yang berkepentingan dengan risiko yang mungkin timbul.
  • Tanggung jawab bersama. Manajemen risiko harus menjadi tanggung jawab bersama antara manajemen dan staf perusahaan. Semua pihak harus memahami risiko yang mungkin timbul dan bagaimana risiko tersebut dapat dikendalikan.

Tahapan dalam Proses Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko perusahaan memiliki beberapa tahapan, di antaranya:

Sasaran Analisis Risiko

Komponen pertama dalam proses manajemen risiko adalah sasaran atau tujuan risk assessment dilakukan. Sebelum melakukan riset pada sumber risiko, kamu perlu menentukan sasaran obyektif alasan risk assessment dilakukan. Misalnya, untuk mencegah fraud, melindungi perusahaan dari piutang tak tertagih, dan sebagainya.

Identifikasi Penyebab Risiko

Setelah menentukan lingkungan sumber risiko, tahapan selanjutnya dari manajemen risiko adalah mengidentifikasi peristiwa penyebab risiko tersebut terjadi. Contohnya, risk assessment di area produksi. Kemungkinan peristiwa penyebab risiko yang ada di area produksi adalah kecelakaan kerja, kesalahan pengolahan bahan baku, dan sebagainya.

 Seperti apa proses manajemen risiko dalam bisnis?

Penentuan Tindakan

Setelah risiko diidentifikasi dan dievaluasi, perusahaan harus memutuskan bagaimana mengatasi risiko. Proses manajemen risiko pada tahap ini melibatkan pemilihan tindakan yang sesuai untuk mengatasi atau membatasi risiko.

Implementasi Tindakan

Langkah berikutnya adalah implementasi tindakan manajemen risiko yang dipilih. Ini nantinya akan melibatkan penerapan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi atau membatasi risiko.

Melakukan Monitoring dan Evaluasi

Selanjutnya, perusahaan harus memantau dan mengevaluasi tindakan manajemen risiko secara teratur untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil efektif dan bahwa risiko akan terus diidentifikasi. 

Revisi dan Perbaikan

Proses manajemen risiko harus terus-menerus direvisi dan ditingkatkan untuk memastikan bahwa perusahaan terus-menerus mempertimbangkan dan mengatasi risiko bisnis.

Dokumentasi Proses Manajemen Risiko

Meski sudah ditangani, ada kemungkinan risiko mengalami relapse atau terjadi lagi di masa depan. Itulah sebabnya, perusahaan perlu membuat dokumentasi untuk setiap penanganan risiko yang sudah dilakukan.

Menginformasikan Risiko pada Stakeholder

Proses manajemen risiko idealnya perlu diketahui setiap stakeholder bisnis, minimal stakeholder yang berkaitan langsung dengan risiko. Penyampaian informasi risiko bisa dilakukan melalui rapat koordinasi atau penyerahan dokumentasi penanganan risiko pada stakeholder terkait.

Fungsi Manajemen Risiko

Fungsi manajemen risiko bisnis adalah untuk memastikan bahwa perusahaan memahami dan mengatasi risiko yang mungkin mempengaruhi operasi dan kinerja bisnis. Beberapa fungsi manajemen risiko bisnis yang lainnya meliputi:

  • Sebagai sarana untuk mengurangi dampak negatif dari adanya risiko bisnis dan memastikan bahwa perusahaan terlindungi dari kerugian. Selain itu juga agar pemilik perusahaan atau bisnis dapat memiliki pandangan jangka panjang yang stabil.
  • Untuk meningkatkan keamanan bisnis dengan cara mengidentifikasi dan mengatasi risiko yang mungkin mempengaruhi operasi bisnis.
  • Sebagai metode untuk memaksimalkan peluang bisnis yang mungkin terjadi dengan memastikan bahwa risiko teratasi.
  • Manajemen risiko memastikan bahwa perusahaan memahami risiko bisnis yang mungkin timbul dan memastikan bahwa perusahaan memiliki transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.
  • Sebagai cara untuk meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa perusahaan memahami dan mengatasi risiko yang mungkin memengaruhi operasi bisnis.

Tujuan manajemen risiko bisnis adalah memastikan bahwa perusahaan terlindungi dari risiko yang mungkin timbul dan memiliki pandangan jangka panjang yang stabil. Proses manajemen risiko harus terintegrasi dengan proses bisnis lain dan harus didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen risiko yang efektif.

Manfaat Manajemen Risiko 

Meski punya tahapan panjang dan berkelanjutan, proses manajemen risiko adalah komponen pengelolaan bisnis terpenting yang membawa banyak manfaat bagi bisnis yang sedang kamu jalankan. Beberapa manfaat manajemen risiko tersebut adalah:

  • Dapat membantu perusahaan mencapai visi, misi, dan tujuan bisnisnya. Tanpa adanya proses manajemen risiko yang benar, kamu akan mengalami kesulitan atau bahkan gagal mewujudkan visi misi.
  • Dapat mencegah bisnis mengalami kolaps. Proses manajemen risiko adalah salah satu solusi terampuh yang bermanfaat untuk menghindari kebangkrutan, terutama dari segi keuangan.
  • Dapat meningkatkan profitabilitas bisnis. Dengan adanya manajemen risiko perusahaan, kamu dan para pemilik bisnis lainnya bisa melakukan analisis pengelolaan sumber daya yang sekiranya kurang efisien.
  • Membantu menjaga dan meningkatkan kepercayaan dari stakeholder. Jika perusahaan atau bisnismu terbukti memiliki reputasi dan nama baik di mata stakeholder, akan lebih banyak lagi stakeholder datang untuk memulai kerjasama.

Contoh Manajemen Risiko dalam Bisnis

Berikut adalah beberapa contoh manajemen risiko dalam penerapannya pada berbagai jenis bisnis:

  • Analisis SWOT, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko bisnis. Analisis ini membantu perusahaan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mungkin mempengaruhi bisnis.
  • Diversifikasi produk sebagai strategi manajemen risiko yang digunakan untuk meminimalkan risiko bisnis dengan menambahkan produk baru atau pasar baru. 
  • Asuransi bisnis yang digunakan untuk melindungi perusahaan dari kerugian finansial yang mungkin terjadi dan memastikan bahwa perusahaan terlindungi dari risiko bisnis yang mungkin timbul.

Baca juga: Apa itu Analisis SWOT? Pahami Melalui Contohnya!

Kesimpulan

Berdasarkan prinsip manajemen risiko, dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen risiko adalah sebuah proses penting untuk memastikan keberhasilan bisnis. 

Manajemen risiko dapat membantu mengidentifikasi dan mengelola potensial risiko yang mungkin mengancam suksesnya bisnis dan memastikan tindakan yang diambil untuk mengurangi dampak negatif dari risiko tersebut.

Menerapkan manajemen risiko dalam bisnis tentunya memerlukan kerjasama dan keterlibatan dari semua pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, pemasok, pemegang saham, dan karyawan. Selain itu, dokumentasi dan kontrol yang baik juga diperlukan untuk memastikan bahwa tindakan manajemen risiko sesuai dengan rencana dan dapat diukur dan diterapkan secara efektif.

Selanjutnya, agar kamu tidak kerepotan dengan bisnis yang kamu kelola, kamu bisa memanfaatkan aplikasi POS agar seluruh operasional bisnis bisa berjalan lebih mudah. Dalam aplikasi POS majoo, terdapat banyak fitur, seperti inventory, karyawan, keuangan, aplikasi kasir, dan juga aplikasi CRM untuk membantu menjalin engagement kepada konsumen dengan lebih baik. Coba pakai majoo sekarang, yuk!

Referensi:

  • https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/manokwari/id/data-publikasi/berita-terbaru/3030-manajemen-risiko-tujuan,-kategori,-dan-mitigasi.html

Sumber Gambar:

  • Freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo