Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Apa itu Manajemen? Definisi, Fungsi, dan Unsur-Unsurnya!

    Apa itu Manajemen? Definisi, Fungsi, dan Unsur-Unsurnya!

    Pentingnya memahami manajemen dalam perusahaan yang ingin kamu bangun

    Kamu pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar apa itu manajemen bisnis. Bagi kamu yang bekerja pada sebuah organisasi atau perusahaan, istilah ini akan lebih sering muncul. Namun sebenarnya, apa itu manajemen? Dan apa pengaruhnya terhadap perusahaan? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

    Pengertian Manajemen Menurut Ahli

    Sutikno

    Manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, memotivasi, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan memaksimalkan sumber daya manusia, sarana, dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi.

    Henri Fayol

    Manajemen merupakan suatu proses yang terdiri atas kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan sumber daya manusia, dan mengadakan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.

    Oey Liang Lee

    Pengertian manajemen adalah ilmu atau seni dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

    George R. Terry

    George R. Terry mengartikan manajemen sebagai sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, serta pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Prajudi Atmosudirdjo

    Sementara itu Prajudi Atmosudirdjo mengungkapkan bahwa manajemen adalah suatu proses penyelenggaraan sesuatu dengan menggerakkan orang-orang, uang, mesin, serta alat sesuai dengan kebutuhan.

    Setelah kita membaca beberapa definisi manajemen menurut para ahli, maka bisa disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian atas berbagai sumber daya untuk menyelesaikan berbagai kegiatan demi mencapai tujuan bersama.

    Setelah membaca beberapa definisi manajemen menurut para ahli, kamu tentu sudah bisa menjelaskan pengertian manajemen, yaitu suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian atas berbagai sumber daya untuk menyelesaikan berbagai kegiatan demi mencapai tujuan bersama.

    Baca juga: Pengertian dan Manfaat Project Management

    Unsur-Unsur Manajemen

    Dalam menjalankan fungsi manajemen, suatu organisasi atau perusahaan memerlukan sumber daya yang disebut juga sebagai unsur-unsur manajemen.

    Setiap unsur ini memiliki hubungan yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Adanya unsur-unsur manajemen ini bisa membantu kita untuk mencapai tujuan perusahaan. Unsur-unsur tersebut antara lain:

    1. Man

    Sumber daya manusia merupakan unsur paling utama dalam menjalankan fungsi manajemen untuk dapat mencapai tujuan. Seluruh aktivitas akan dilakukan oleh manusia, mulai dari perencanaan hingga pada proses pelaksanaannya.

    Seluruh aktivitas dalam organisasi atau perusahaan tidak akan berjalan jika unsur sumber daya manusianya tidak terpenuhi.

    2. Money

    Unsur selanjutnya adalah uang. Uang merupakan alat tukar sekaligus sebagai alat ukur nilai. Uang memiliki peran yang penting dalam pengadaan seluruh fasilitas. Besar kecilnya suatu kegiatan dalam organisasi atau perusahaan, dapat diukur melalui besarnya uang yang dikeluarkan. 

    3. Material

    Selain uang, fungsi manajemen juga membutuhkan unsur material untuk menjalankan rencana kegiatannya. Material merupakan bahan baku yang dapat berupa barang jadi atau barang setengah jadi.

    4. Machine

    Selanjutnya adalah mesin. Dengan adanya mesin, seluruh proses pekerjaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Itulah sebabnya unsur manusia dan mesin menjadi unsur yang tidak terpisahkan.

    5. Method

    Dalam perjalanannya, untuk menjalankan sebuah manajemen membutuhkan tata cara pelaksanaan kerja atau dikenal dengan istilah Standard Operating Procedure (SOP). 

    Penggunaan metode yang tepat sangat penting agar proses manajemen dapat berjalan dengan lancar. Umumnya, metode yang digunakan telah mempertimbangkan tujuan, waktu, biaya, dan fasilitas yang ada agar pekerjaan menjadi lebih efektif.

    6. Market

    Pasar merupakan tempat menjual produk, di sisi lain pasar juga digunakan untuk berinteraksi dengan para konsumen. Di tempat ini, kamu dapat menentukan produk atau jasa yang ditawarkan diterima oleh konsumen atau tidak.

    Nah, agar kamu dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasar, kamu perlu mengkaji sebelum akhirnya memasarkan produk atau jasa perusahaanmu.

    Hal itulah yang dapat membantu manajemen untuk memasarkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Baca juga: Apa itu Laporan Keuangan? Yuk, Pahami Sama-sama!

     Adanya manajemen membantu proses bisnis mencapai tujuannya

    Tujuan Manajemen

    Suatu target tidak akan tercapai dengan maksimal dengan hanya merencanakan dan menjalankan rencana tersebut, namun kamu juga perlu melakukan controlling terhadap prosesnya. 

    Tujuan manajemen yang utama adalah untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari penggunaan seluruh aspek berupa Sumber Daya Manusia, aset, dan aspek finansial yang telah ditentukan dan diatur sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

    Tidak berhenti sampai di situ, beberapa hal di bawah ini juga merupakan tujuan dari sebuah manajemen, yakni:

    • Melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan fungsi manajemen termasuk dengan segala upaya dalam pelaksanaannya.
    • Memahami kekuatan dan kelemahan dari organisasi atau perusahaan tersebut, serta melakukan tindakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya ancaman.
    • Menjalankan dan memberi penilaian terhadap strategi yang telah dibentuk agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan seharusnya.
    • Memperbaharui fungsi manajemen terutama yang berkaitan dengan pelaksanaannya, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat terus mencapai tujuannya ketika mengalami suatu kendala
    • Terus berinovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pada kelompok dengan harapan akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian rencana perusahaan.

    Baca juga: Kemitraan adalah: Pengertian, Pola, dan Prinsipnya

    Fungsi Manajemen

    Manajemen dikenal memiliki fungsi atau proses spesifik yang terdiri dari empat poin utama. 4 langkah manajemen tersebut adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengawasan (controlling).

    Meskipun begitu, terdapat pula teori yang menyisipkan proses ‘penempatan’ di antara pengorganisasian dan pengarahan. Dengan demikian, terdapat lima fungsi manajemen yang digunakan untuk menjalankan sistem manajemen pada organisasi atau perusahaan. Kelima fungsi itu saling berkaitan dan mempengaruhi jalannya perusahaan.

    1. Perencanaan

    Di dalam sebuah organisasi bisnis, fungsi utama dari sebuah manajemen adalah melakukan perencanaan atau planning. Dalam hal ini, manajemen memiliki fungsi untuk menyusun strategi yang dapat membuat suatu perusahaan dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.

    Dengan membuat perencanaan yang baik maka proses untuk mencapai tujuan perusahaan dapat lebih efektif dan efisien.

    2. Pengorganisasian

    Selanjutnya adalah pengorganisasian. Pengorganisasian memiliki fungsi untuk membagi satu tugas besar menjadi beberapa bagian yang lebih kecil agar lebih mudah untuk menjalankannya.

    Fungsi ini dapat dilakukan dengan membagi dan menentukan tugas apa saja dan siapa saja yang perlu mengerjakan tugas-tugas tersebut. Kemudian menentukan siapa yang akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas-tugas tersebut.

    3. Penempatan

    Kemudian ada penempatan. Memilih seseorang untuk melakukan sebuah tugas dalam manajemen bukan hal yang mudah. Kamu harus dapat melihat minat, bakat, serta kemampuan dari anggota yang akan dilibatkan.

    Dengan menempatkan seseorang yang tepat, pekerjaan akan dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

    4. Pengarahan

    Directing atau pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan agar masing-masing anggota kelompok dapat bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan.

    Fungsi ini juga dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam melaksanakan pekerjaan. 

    Salah satu contohnya adalah memberikan tugas dan penjelasan secara rutin atau memberi motivasi kepada anggota kelompoknya.

    5. Pengawasan

    Fungsi terakhir adalah fungsi pengawasan atau controlling. Fungsi pengawasan bertujuan agar kegiatan manajemen dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

    Dengan fungsi pengawasan, manajemen dapat menilai dan memperbaiki kinerja anggotanya apabila tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

    Salah satu contoh dari fungsi pengawasan adalah dengan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja dan keberhasilan dari kegiatan yang telah dijalankan sesuai dengan indikator standar yang telah ditentukan.

    Sebagai seorang manajer, kamu juga perlu memberikan koreksi apabila mendapati anggota yang tidak menjalankan pekerjaan sesuai aturannya, kemudian memberi pilihan atau solusi dari setiap permasalahan yang terjadi.

    Manfaat Manajemen

    Berkat adanya fungsi di atas, manajemen tentu memberikan manfaat bagi sebuah organisasi atau perusahaan. Nah, di bawah ini merupakan beberapa manfaat manajemen yang dapat diperoleh oleh bisnis atau organisasi.

    Membantu mencapai tujuan organisasi

    Seperti yang sudah diketahui, manajemen mengatur faktor-faktor produksi dan sumber daya. Tak hanya itu, manajemen juga mengintegrasikan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, kelompol orang dalam organisasi akan diarahkan oleh manajemen menuju pencapaian tujuan yang telah ditentukan. 

    Membuat pemanfaatan sumber daya lebih optimal

    Dengan penerapan prinsip dan proses manajemen, penggunaan sumber daya fisik dan manusia dilakukan secara produktif. Lebih dari itu, manajemen juga menyeleksi pemanfaatan sumber daya.

    Sebagai contoh, penerapan proses manajemen akan menghasilkan rekomendasi agar sumber daya langka diganti dengan alternatif terbaik di industri terkait.

    Menekan biaya

    Suatu organisasi, terutama bisnis, bisa memperoleh hasil maksimal dengan input minimal berkat adanya perencanaan yang tepat. Pasalnya, penerapan manajemen dapat membuat pemanfaatan sumber daya fisik, manusia, serta finansial dalam komposisi terbaik sehingga biaya pun bisa ditekan.

    Membangun struktur organisasi yang baik

    Salah satu tujuan manajemen adalah membangun struktur organisasi yang baik, otoritas yang efektif, dan hubungan tanggung jawab yang jelas. 

    Dengan begitu, terdapat struktur dan alur koordinasi yang jelas terkait posisi atasan dan bawahan.

    Contoh-Contoh Manajemen

    Secara umum, ada beberapa jenis atau contoh manajemen dalam bisnis yang dapat kamu ketahui. Apa saja jenis-jenis manajemen tersebut?Jenis atau contoh manajemen tersebut adalah manajemen SDM, manajemen strategi, manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen risiko.

    Untuk memahami setiap contoh manajemen tersebut, mari kita simak penjelasannya satu per satu!

    1. Manajemen SDM

    Manajemen Sumber Daya Manusia bertanggung jawab untuk mencari, merekrut, melatih, mengelola, serta memberi penghargaan kepada sumber daya manusianya.

    Dengan adanya manajemen SDM, karyawan akan merasa aman dan nyaman untuk menjalankan tugas-tugasnya. Dengan menjaga dan memelihara kenyamanan karyawan, diharapkan dapat menghasilkan peningkatan kualitas kerja dan tujuan perusahaan dapat dicapai bersama para anggotanya.

    2. Manajemen Strategi

    Jenis manajemen yang sering digunakan dalam bisnis selanjutnya adalah manajemen strategi. Manajemen strategi sendiri merupakan serangkaian sistem yang dibuat untuk melandasi suatu tindakan dan keputusan dan diaplikasikan oleh seluruh anggota untuk mewujudkan tujuan perusahaan.

    Adanya manajemen strategi akan memberikan manfaat serta keuntungan bagi perusahaan tersebut. Di sisi lain, manajemen ini juga memberi manfaat lain, seperti mengurangi risiko, meningkatkan keunggulan, memperjelas tujuan dan fokus perusahaan, serta memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

    3. Manajemen Produksi

    Manajemen produksi erat kaitannya dengan proses produksi yang akan mengantarkan perusahaan pada tujuan yang ingin dicapai. Jenis manajemen ini, mempunyai peran untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan produksi agar menghasilkan barang dan jasa seperti yang telah direncanakan.

    Dalam manajemen produksi, kamu memiliki tanggung jawab untuk menggabungkan dan mengubah berbagai sumber daya yang digunakan sebuah produk atau jasa yang bernilai.

    4. Manajemen Pemasaran

    Selanjutnya adalah manajemen pemasaran. Pada manajemen pemasaran, berisi kegiatan perencanaan, tindakan, pengawasan, serta evaluasi yang berhubungan dengan proses pemasaran produk atau jasa dari sebuah perusahaan.

    Tujuan dari adanya manajemen pemasaran adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa dengan harapan para konsumen akan tertarik dan membeli produk tersebut.

    5. Manajemen Keuangan

    Manajemen kelima adalah manajemen keuangan. Manajemen ini berfungsi untuk memastikan seluruh kegiatan perusahaan menghasilkan keuntungan yang ditargetkan perusahaan.

    Manajemen keuangan akan memastikan seluruh aset yang dimiliki mampu membiayai kegiatan perusahaan serta memastikan aset yang ada digunakan adalah untuk mencapai tujuan perusahaan.

    6. Manajemen Risiko

    Yang terakhir merupakan jenis manajemen yang tidak kalah pentingnya bagi perusahaan, yaitu manajemen risiko. Manajemen risiko merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk menganalisis serta mengendalikan risiko yang mungkin terjadi dalam setiap kegiatan perusahaan.

    Tujuannya, untuk mendapatkan efektivitas dan efisiensi kerja yang lebih maksimal serta memberikan alternatif penanganan dari segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada suatu bisnis.

    Prinsip-Prinsip Manajemen

    Prinsip manajemen menjadi dasar yang digunakan untuk menentukan berjalan atau tidaknya suatu manajemen. Disebutkan bahwa, prinsip manajemen yang baik merupakan manajemen yang fleksibel. 

    Maksudnya, prinsip manajemen yang diterapkan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di perusahaan. Prinsip-prinsip manajemen yang dimaksud meliputi:

    1. Pembagian Kerja (Division of Work)

    Pembagian kerja perlu dilakukan supaya kegiatan kerja dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya pembagian kerja berarti terdapat pembagian tugas yang disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian dari masing-masing anggotanya.

    Dengan membagi pekerjaan sesuai dengan kapabilitasnya masing-masing, maka pekerjaan akan menjadi lebih efisien, lancar, dan stabil. Ini dikarenakan, sebagai prinsip yang pertama, pembagian kerja menjadi pondasi yang akan mempengaruhi prinsip-prinsip lainnya.

    2. Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and Responsibility)

    Kemudian ada prinsip wewenang dan tanggung jawab. Setiap anggota yang telah ditempatkan oleh perencana manajemen, akan memiliki wewenang dalam melakukan pekerjaannya. Wewenang yang diberikan akan diikuti dengan tanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

    Jadi, semakin besar kekuasaan yang diberikan kepada seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang akan diterimanya.

    3. Disiplin (Discipline)

    Disiplin merupakan kepatuhan dan ketaatan pada pekerjaan yang diberikan. Pemberi wewenang juga harus menanamkan kedisiplinan pada karyawan agar dapat menjalankan tanggung jawabnya sebaik mungkin. 

    4. Kesatuan Perintah (Unity of Command)

    Saat menjalankan pekerjaan, seseorang harus memahami harus bertanggung jawab kepada siapa. Dengan begitu, setiap karyawan dapat menjalankan pekerjaannya sesuai dengan alur kerja yang seharusnya.

    5. Kesatuan Arah (Unity of Direction)

    Karyawan juga perlu memahami struktur datangnya sebuah perintah. Dengan begitu, karyawan dapat menyampaikan pertanggungjawaban atas pekerjaannya kepada orang yang tepat.

    6. Mengutamakan Kepentingan Umum di atas Kepentingan Pribadi (Subordination of Individual Interest to Common Good)

    Dengan tanggung jawab yang telah diberikan, karyawan harus dapat mengutamakan kepentingan organisasi. Hal ini merupakan dasar agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.

    7. Pemberian Upah (Remuneration)

    Ketika karyawan telah mengusahakan seluruh kewajiban dan tanggung jawabnya kepada perusahaan, perusahaan juga harus bisa menunaikan kewajiban perusahaan untuk memberikan upah yang sesuai. 

    Karena upah merupakan bentuk kompensasi atas keterlibatan mereka di dalam pekerjaan.

    8. Pemusatan (Centralization)

    Satu hal yang tidak kalah penting dalam prinsip manajemen, yakni pemusatan wewenang. Pemusatan wewenang dibutuhkan agar pertanggungjawabannya tidak semrawut.

    Perusahaan dapat memberikan wewenang secara terpusat, atau mendelegasikannya untuk memperlancar pekerjaan.

    9. Jenjang Jabatan (The Hierarchy)

    Biasanya, jenjang jabatan yang ada dalam suatu organisasi akan digambarkan dengan suatu garis-garis yang disusun rapi dalam bagan organisasi.

    Jenjang jabatan penting untuk diketahui oleh karyawan untuk menjelaskan area wewenang dalam perusahaan tersebut.

    10. Tata Tertib (Order)

    Ketertiban, keteraturan, serta kedisiplinan sangat dibutuhkan guna melancarkan kegiatan perusahaan dalam mencapai target dan tujuan.

    11. Keadilan (Equity)

    Keadilan serta kejujuran erat kaitannya dengan moral karyawan. Adanya keadilan dalam perusahaan dapat menimbulkan loyalitas pada karyawan itu sendiri.

    12. Stabilitas Kondisi Karyawan (Stability of Staff)

    Stabilitas pada kondisi karyawan dapat diwujudkan dengan mengurangi tekanan pada karyawan. Kestabilan karyawan penting untuk dijaga karena dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pekerjaannya.

    13. Inisiatif (Initiative)

    Suatu gagasan dapat timbul dari daya pikir yang kreatif. Setiap karyawan akan diberi kebebasan untuk mengemukakan pikiran-pikiran kreatif mereka untuk perusahaan. Dan setiap ide atau gagasan yang dihargai oleh perusahaan, dapat meningkatkan kinerja karyawan tersebut.

    14. Semangat Kerja (Esprit de Corps)

    Pada setiap jenis usaha, semangat persatuan harus selalu dibangun di antara semua bagian dari perusahaan tersebut. Baik semangat dalam bekerja maupun semangat dalam kebersamaan sama-sama berperan terhadap kinerja untuk mencapai tujuan bersama.

    Penutup

    Nah, sekarang sudah paham kan dengan apa itu manajemen? Memahami manajemen merupakan hal yang sangat penting bagi para pelaku bisnis. Baik pengertian, unsur, maupun fungsi manajemen dapat mempengaruhi jalannya suatu perusahaan, lho!

    Kemudian, untuk mendukung manajemen berjalan baik, kamu membutuhkan aplikasi POS yang bisa membantumu mengelola seluruh kegiatan di dalam suatu manajemen. Jadi, tunggu apa lagi? Daftarkan bisnis kamu segera!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.