Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Merchandise Adalah: Jenis, Contoh, dan Profesi Merchandiser

    Merchandise Adalah: Jenis, Contoh, dan Profesi Merchandiser

    Totebag menjadi salah satu contoh merchandise yang umum digunakan 

    Merchandise adalah salah satu media populer yang digunakan untuk mendukung aktivitas promosi. Selain membantu meningkatkan brand awareness, merchandise juga bisa menjadi sumber pendapatan tersendiri jika dijual kepada konsumen. Saat ini, semakin banyak jenis-jenis merchandise dan contoh merchandise yang dapat ditemukan di pasaran. Biasanya, merchandise menghiasi berbagai lokasi jual beli yang ramai pengunjung, seperti pasar, supermarket, mall, dsb.

    Selain mendukung aktivitas promosi, merchandise biasanya juga umum digunakan sebagai media untuk memperkenalkan brand baru kepada masyarakat. Oleh sebab itu, merchandise adalah salah satu elemen pemasaran yang bisa menjadi pilihan dalam era digital marketing seperti saat ini. Lantas, bagaimana dengan pekerjaan merchandise atau lebih tepatnya merchandiser?

    Simak penjelasan lengkap mengenai merchandise adalah, jenis-jenis merchandise, contoh merchandise, dan pekerjaan merchandise atau lebih tepatnya merchandiser di bawah ini.

    Merchandise Adalah…

    Secara umum, pengertian merchandise adalah media yang digunakan oleh pelaku usaha untuk melakukan promosi terhadap produk yang mereka tawarkan. Tidak hanya satu, ada banyak sekali jenis-jenis merchandise yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Di dalam merchandise, terdapat berbagai elemen brand, seperti representasi warna, logo, gambar maskot, tagline, alamat web, dsb.

    Di sisi lain, merchandise yang dipilih harus mampu membuat calon konsumen atau konsumen mengenal dan mengingat brand milikmu dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, berbeda dengan media promosi lainnya, merchandise umumnya berupa daily product yang dapat digunakan sehari-hari. Semakin sering seseorang menggunakan merchandise yang diberikan, secara otomatis mereka akan mengingat brand yang kamu miliki.

    Baca juga: Hashtag: Apa Itu Hashtag, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

    Fungsi Merchandise

    Dalam dunia pemasaran, merchandise berperan penting untuk memperkenalkan dan membentuk brand image kepada masyarakat. Hal tersebut tentu menjadi bentuk komunikasi sekaligus salah satu strategi pemasaran yang dapat diterapkan dalam berbagai media. Dengan demikian, fungsi merchandise adalah sebagai berikut:

    • Memperkenalkan produk
    • Branding
    • Memperluas jaringan
    • Meningkatkan penjualan
    • Menarik minat pengunjung dalam suatu event
    • Media promosi
    • Cenderamata

    Dilihat dari fungsi-fungsinya di atas, mungkin ada yang masih bingung mengapa merchandising itu penting? Jawabannya sebenarnya cukup sederhana. Tanpa adanya aktivitas merchandising, artinya fungsi-fungsi yang sudah disebutkan di atas pun tidak terlaksana.

    Nah, padahal jika kita cermati, sebagian besar dari fungsi-fungsi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Apabila merchandising tidak dilakukan, pemilik usaha pun akan sulit untuk menjaga agar tingkat kepuasannya tetap tinggi. Sebagai akibatnya, bukan tidak mungkin pelanggan pun memilih untuk berbelanja di tempat kompetitor.

    Representasi warna brand dapat dituangkan dalam produk merchandise yang menjadi pilihan

    Jenis-jenis Merchandise dan Contoh Merchandise

    Saat ini terdapat jenis-jenis merchandise dan contoh merchandise yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Secara garis besar, jenis-jenis merchandise adalah sebagai berikut:

    • Merchandise daily product

      Salah satu jenis-jenis merchandise yang sering dipilih oleh brand adalah daily product alias produk yang dapat digunakan sehari-hari. Contoh merchandise dari jenis merchandise ini adalah gelas, mug, pulpen, notebook, tote bag, jam dinding, dsb.

    • Merchandise produk fashion

      Jenis-jenis merchandise selanjutnya yang sering menjadi pilihan para pemilik brand adalah produk fashion. Contoh merchandise dari jenis merchandise ini adalah kaos, jaket, topi, masker, celemek, dsb. Biasanya, jika brand milikmu bergerak di bidang fashion, jenis merchandise ini akan menjadi pilihan.

    • Merchandise produk unik

      Jenis-jenis merchandise berikutnya yang juga menjadi pilihan para pemilik brand adalah produk unik. Contoh merchandise dari jenis merchandise ini adalah lightstick, stiker, dsb. Umumnya, jenis merchandise ini dipilih oleh atau boyband atau girlband dan film yang akan melakukan promosi agar para penggemarnya merasa lebih dekat dengan sang idola.

    Baca juga: Influencer: Jenis, Tugas, dan Pengaruhnya Terhadap Bisnis

    Pekerjaan Merchandiser

    Saat sedang mengantri di kasir, pernahkah kamu secara impulsif ingin membeli permen yang dipajang di area kasir tersebut? Jika demikian, dapat dikatakan bahwa merchandiser yang bertugas berhasil menjalankan strateginya dengan baik. Umumnya, seorang merchandiser bekerja di industri retail dan berperan untuk memastikan bahwa setiap produk berada di tempat yang strategis dan tepat. Pekerjaan merchandise atau lebih tepat disebut dengan merchandiser memiliki beberapa tanggung jawab tersendiri. Akan tetapi, pengertian dan tanggung jawab merchandiser di suatu tempat bisa saja berbeda dengan tempat lainnya.

    Dikutip dari The Balance Small Business, merchandiser adalah seseorang yang bertugas menciptakan lingkungan yang menarik secara visual untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam berbelanja. Sementara itu, dikutip dari Repsly, merchandiser adalah seseorang yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi pada suatu produk, mulai dari produk tersebut dikirim ke toko sampai pembeli mengambilnya dari rak pajangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa merchandiser adalah seseorang yang mengatur tata letak produk di toko agar menarik untuk dibeli oleh pelanggan. Selain itu, pelanggan juga dapat dengan mudah menemukan berbagai produk unggulan.

    Di sisi lain, seorang merchandiser juga harus memastikan produk selalu tiba tepat waktu. Dalam bekerja, seorang merchandiser akan bekerja sama dengan tim purchasing atau sales untuk memperkirakan, merencanakan, dan mengawasi stok barang. Biasanya, seorang merchandiser bekerja di sebuah toko retail atau supermarket dan menjadi bagian dari tim sales.

    Apabila muncul pertanyaan apa saja tugas merchandiser? Jangan sampai bingung menjawabnya, coba perhatikan tanggung jawab seorang merchandiser yang diulas secara detail berikut:

    1. Memeriksa produk yang akan dipajang

    Sebelum produk dipajang di sebuah toko, kios, atau supermarket, seorang merchandiser harus memeriksa produk-produk tersebut sebelum dipajang. Hal-hal yang diperiksa antara lain adalah harga, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, dan kondisi produk. Sebelum dipajang dan diambil oleh konsumen, merchandiser harus memastikan bahwa produk tersebut layak untuk dijual.

    2. Mengatur tata letak penjualan

    Salah satu tanggung jawab utama seorang merchandiser adalah mengatur tata letak penjualan. Biasanya, sebuah toko memiliki floor plan atau layout tersendiri. Berdasarkan data yang diperoleh dari floor plan tersebut, merchandiser dapat menentukan lokasi yang cocok untuk setiap produk yang dijual. Selain itu, merchandiser juga bertanggung jawab agar produk tersebut mudah ditemukan oleh pelanggan. Bahkan, ada beberapa trik yang biasa dilakukan, seperti menaruh produk-produk kecil di bagian kasir agar dapat dilihat pelanggan saat mengantre.

    3. Memeriksa stok produk

    Setelah memeriksa produk yang akan dipajang dan mengatur tata letaknya, seorang merchandiser juga harus memeriksa stok produk secara berkala. Merchandiser bisa melihat dan menentukan produk mana yang memerlukan stok lebih banyak dan produk mana yang harus dikurangi. Hal ini tentu diperlukan agar tidak tidak terjadi kehabisan stok atau penumpukan stok di suatu toko, kios, atau supermarket.

    4. Menganalisis tren market terhadap produk

    Tanggung jawab seorang merchandiser berikutnya adalah melakukan analisis tren market terhadap produk-produk yang dijual. Dengan kata lain, merchandiser harus mencari tahu produk apa yang sedang banyak dicari dan dibeli oleh pelanggan. Dengan mengetahui hal tersebut, merchandiser dapat menentukan produk mana yang perlu mendapat perhatian lebih untuk ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau pelanggan.

    5. Menjalankan strategi promosi

    Tanggung jawab seorang merchandiser yang terakhir adalah menjalankan strategi promosi yang sudah dirancang oleh tim sales atau tim lain yang bekerja sama dengannya. Promosi yang dimaksud, seperti diskon 50%, beli 1 gratis 1, cashback, undian berhadiah, dsb.

    Dengan demikian seorang merchandiser juga membutuhkan beberapa skill berikut ini untuk menunjang pekerjaannya:

    • Memahami display produk
    • Memiliki ketelitian yang tinggi
    • Memiliki kreativitas yang tinggi
    • Memiliki kemampuan analisis data dan tren
    • Dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak

    Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Pebisnis Harus Tahu!

    Penutup

    Demikianlah penjelasan tentang merchandise adalah, jenis-jenis merchandise, contoh merchandise, dan pekerjaan merchandise atau lebih tepatnya merchandiser. Dapat disimpulkan bahwa merchandise adalah salah satu media populer digunakan untuk mendukung aktivitas promosi, memperkenalkan dan meningkatkan brand awareness, serta menjadi sumber pendapatan tersendiri jika dijual kepada konsumen. Saat ini, semakin banyak jenis-jenis merchandise dan contoh merchandise yang dapat ditemukan di pasaran.

    Mengapa seorang pemilik usaha sebaiknya memperhatikan kualitas merchandise yang dimiliki bisnisnya? Apa manfaat merchandising bagi pengunjung? Dari penjelasan yang sudah dipaparkan secara lengkap di atas mungkin kita sudah bisa menarik simpulan jawabannya.

    Melalui kegiatan merchandise yang diterima, pengunjung dapat merasa lebih diperhatikan dan relasi yang dimilikinya tidak dipandang sebatas transaksional saja. Tentunya ini dapat menjadi nilai tambah bagi pemilik usaha yang membuat bisnisnya terasa lebih unik serta menonjol jika dibandingkan dengan bisnis-bisnis serupa yang dikelola oleh pihak kompetitor.

    Sementara itu, pekerjaan merchandise atau lebih tepatnya merchandiser sangat dibutuhkan dan memiliki tanggung jawab tersendiri, mulai dari memeriksa produk yang akan dipajang, hingga menjalankan strategi promosi. Selain penjelasan tentang merchandise, berbagai informasi mengenai pemasaran, bisnis, dan ekonomi secara umum juga dapat kamu temukan di sini. Saatnya perkaya pengetahuanmu agar menjadi pebisnis andal!

    Selain itu, jangan ragu memilih majoo untuk menemani perjalanan bisnismu. Manfaatkan berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan. Tunggu apa lagi? Yuk, berlangganan sekarang!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.